
Waktu berjalan begitu cepat, hari demi hari pun berlalu,semua rangkaian acara sebelum pernikahan pun sudah di gelar,karena Regan dan Bintang adalah keturunan Jawa jadi merekapun mengikuti rangakaian prosesi adat Jawa yang memiliki banyak tradisi itu, kini prosesi pun di akhiri dengan tradisi siraman yang di lanjut dengan tradisi midodareni yang di lakukan calon pengantin putri di malam sebelum hari pernikahannya,tradisi yang di ambil dari kisah Jaka Tarub dan Nawang wulan itu di percaya akan membuat pengantin putri tampil menawan hati,cantik bak bidadari di hari pernikahannya.
Malam midodareni di awali dengan datangnya pengantin pria bersama keluarga dengan membawa seserahan dengan niat mempererat tali silaturahim dan sebagai sarana perkenalan antara dua keluarga besar.
Regan pun datang dengan baju adat jawa yang membuatnya tampak sangat gagah.Kini Reganpun mulai menjalankan beberapa tahap prosesi midodareni bersama kedua orang tua Bintang, karena ayah Bintang sudah tiada maka paman tertua Bintang lah yang mewakili di setiap prosesi hingga tahap selesai.
Di sisi lain,Bintang sebagai calon pengantin wanita tetap di kamarnya dengan di jaga beberapa kerabat perempuan dan tentunya dua teman dekatnya Livia dan Rita.Konon cerita,saat malam midodareni bidadari akan turun dari langit untuk mempercantik calon pengantin wanita, oleh sebab itu calon pengantin wanita harus tetap diam di kamar.
Seperti halnya Regan,Bintang juga mengenakan pakaian adat jawa,kebaya kutubaru dengan bawahan rok jarit,lengkap dengan sanggul dan riasan khas jawa yang membuat Bintang saat ini tampak sangat cantik dan anggun mengenakannya.
" Malam ini kau cantik sekali Bi, " ucap Rita sambil mengambil foto dirinya bersama Bintang.
" Benarkah? kau jangan membuat ku besar kepala, "
" Ini beneran bi, tuan Regan pasti tak berkedip jika melihat mu saat ini, " ucap Rita lagi yang kini mulai mengirim foto Bintang bersama dirinya pada Doni yang kini berada di antara keluarga Bintang.
Di tempat lain Donipun tersenyum tipis melihat kecantikan ibu sekertaris itu.Ia pun dari kejauhan mulai mengambil foto Regan lalu di kirimkan nya pada Rita.
Sedangkan Rita yang kini melihat foto Regan pun histeris sendiri.
" Gila Bi, calon suamimu tampan sekali,dia benar-benar manusia blesteran surga,sumpah dia tampan sekali sekarang, " ucap Rita yang di hadiahi tabokan oleh Livia karena tak bisa menjaga sikapnya.
Sedangkan Bintang, kini ia pun mulai menyahut ponsel Rita dan melihat foto calon suaminya itu.
" Dia sungguh tampan, " gumam Bintang dalam hati yang terus tersenyum melihat foto laki-laki yang sebentar lagi menjadi suaminya itu.
Sedangkan di sisi lain,tampak Regan yang sedang kesal karena dalam prosesi midodareni ini calon pengantin wanita dan pengantin pria di larang untuk bertemu, itu membuat Regan terus bermuka masam karena tak bisa melihat sang pujaan hati yang sangat ia rindukan, pasalnya selama masa pingitan Regan tak bisa lagi melakukan sambungan video call bersama Bintang karena ponsel mereka berdua yang di sita oleh kedua orang tua mereka masing-masing. Itu membuat Regan kini di balut rasa rindu yang begitu berat.
Kevin yang melihat muka masam regan pun menyenggol tubuh Regan.
" Berhentilah memasang wajah seperti itu! " bisik Kevin kesal.
" Diamlah,kau tidak tau apa yang sedang ku rasakan sekarang! " jawab Regan ketus yang juga dengan suara berbisik.
" Apa kau lupa,aku juga pernah merasakan apa yang kau rasakan saat ini, kau mau tips dari ku tidak,biar bisa tersenyum saat melewati semua tahapan malam ini, " tawar Kevin dengan senyuman menyeringai dari bibirnya.
" Katakan, " jawab Regan yang tetap ketus.
" Bayangin,di mana istrimu besok malam tak lagi memakai sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya, " bisik Kevin sambil tersenyum licik.
Peletak... satu jitakan pun di hadiahkan oleh Regan tepat di ubun-ubun Kevin.
" Sialan! di saat seperti ini kau menyuruhku berfikir kotor,dasar iblis! " gerutu Regan kesal karena ia mengira Kevin akan memberikannya saran yang baik.
" Ha..ha..ha..," tawa Kevin tanpa suara,ia begitu puas melihat saudara sepupunya kini menahan kekesalannya.
Tak terasa malam semakin Larut,tahap demi tahap pun sudah di lalui oleh Regan, kini tiba saatnya Regan beserta keluarga untuk undur diri.
" Tenanglah nak, besok kau akan bertemu dengan bidadari hatimu, " ucap Bu Dewi yang mengerti alasan Regan terus memasang wajah masamnya dari tadi.
Regan pun hanya tertunduk malu.
Kini Regan bersama rombongan pun mulai meninggalkan tempat berlangsung nya semua rangkaian acara tadi yang di selenggarakan di hotel mewah miliknya,untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan lagi,Regan sengaja memboyong semua kelurga besar Bintang untuk tinggal sementara waktu di hotel miliknya itu,ia juga menyuruh puluhan pengawal untuk menjaga keamanan hotel sampai selesai nya acara pernikahan mereka,karena acara pesta pernikahan juga akan di adakan di hotel mewah miliknya,Regan bersama keluarga besarnya pun menginap di hotel di lantai yang berbeda.
Tak terasa malam berjalan begitu cepat, kini tampak Regan yang terus saja bolak-balik ke kamar mandi sambil terus mengucapkan kalimat sakral yang selama beberapa hari ini terus ia hafalkan siang dan malam untuk ia ucapkan di depan penghulu nanti. Regan yang begitu gugup dan tegang membuatnya harus bolak-balik ke kamar mandi hanya untuk buang air kecil.
Di sisi lain Kevin yang melihat kelakuan Regan pun membuang nafasnya kasar.
" Pergilah! jangan mengganggu ku, " ucap Regan yang kini berusaha menenangkan fikiran nya agar rileks.
" Aku tidak menyangka kau bisa se tegang itu, ha..haa..ha..," tawa Kevin yang terus saja mengejek Regan.
" Diamlah! ini itu lebih menegangkan dari pada terjun ke jurang, " ucap Regan kesal.
" Darimana kau tau? memangnya kau pernah terjun ke jurang? "
" Tidak, " jawaban Regan yang kini mendapatkan satu pukulan dari Kevin.
" Cepatlah keluar semua orang sudah menunggu mu, " ucap Kevin yang kemudian berlalu pergi.
Regan yang menerima pukulan dari Kevin pun hanya bisa mendengus kesal,ia pun kini bergegas mengambil wudhu,setelah selesai berwudhu kini Regan pun keluar dengan wajah yang sudah tampak tenang tak segugup tadi, Regan yang sudah keluar dari kamarnya pun di sambut oleh semua keluarganya yang sudah berkumpul.
Kini Regan beserta keluarga besarnya pun berjalan menuju tempat di mana akan di laksanakan nya prosesi ijab qobul.
Regan benar-benar menepati janjinya pada Bintang, ia membuat pesta pernikahannya di gelar semewah mungkin,kini sudah tampak semua keluarga besar Regan dan Bintang berkumpul untuk menyaksikan prosesi ijab qobul.
Regan yang kini sudah duduk di depan penghulu pun menarik nafasnya dalam-dalam.Dengan tenang dan yakin kini Regan menjabat tangan penghulu,Regan pun mengucapkan kalimat sakral yang sudah ia hafalkan selama beberapa hari ini dengan satu tarikan nafas tanpa ada kesalahaan sedikitpun hingga akhirnya kata SAH pun kini terdengar menggema di seluruh gedung.
Sekarang tampak Bintang yang berbalut kebaya modern berwarna putih lengkap dengan sanggul dan riasan adat Jawa mulai berjalan menghampiri laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya itu.
Regan pun tak berkedip melihat wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu, ia begitu terpana dengan kecantikan istrinya yang benar-benar bak bidadari,pandangan mereka pun bertemu,kini tampak senyuman yang merekah dari kedua ingsan yang kini sudah menjadi pasangan suami istri itu.
Regan pun kini menaruh tangannya di atas kepala Bintang, ia pun dengan khusuknya membaca do'a untuk istrinya itu.Setelah Regan menyelesaikan do'a nya kini tatapan mereka pun kembali bertemu, Bintang pun mulai mencium tangan laki-laki yang kini menjadi suaminya itu, dengan hati yang begitu bahagia kini Regan pun memeluk dan mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
" Sadarlah,kita sekarang sedang di lihat banyak orang, " bisik Bintang karena Regan tak kunjung melepaskan pelukannya.
" Bodo amat, aku rindu, " jawab Regan dengan santainya.
_
_
_
_
_
Para readers yang budiman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya...
Jangan lupa ritualnya😁
Vote
Like
Favorit
Jempol kalian sungguh sungguh sungguh berarti untuk author...
Terimakaaaaaasihhhh....
Happy Reading 😊