My Big Boss

My Big Boss
Tong sampah



Regan yang berada di kamarnya sengaja tak menghiraukan Kevin yang berada di luar, ia pun mulai mengambil charger ponselnya yang berada di atas nakas.


Bukankah ini ponsel milik gadis bodoh itu!


gumam Regan sambil mencoba memasang charger pada ponsel Bintang yang mati. Walaupun merk ponselnya berbeda namun charger miliknya bisa ia gunakan untuk men charger ponsel Bintang.Regan pun menaruh ponsel Bintang di atas nakas dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.Regan yang telah selesai mandi pun segera memakai pakaiannya dan berjalan keluar menuju ruang kerjanya.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, kini pukul menunjukkan waktu makan malam.Semua anggota keluarga Atmaja sudah berkumpul di meja makan kecuali Regan dan Cello,Regan yang memang tidak pernah ikut makan malam bersama dan Cello yang sudah tidur lebih dulu.


Mama nita yang duduk di dekat Tuan Williams pun mulai mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk suaminya, setelah selesai pun mama Nita berniat untuk sekalian mengambilkan untuk Kevin.


" Apa segini cukup Vin? "


" Biar Kevin ambil sendiri Bi, Bibi siapkan saja makan malam untuk Regan, " uacap Kevin yang membuat mama Nita mengurungkan niatnya. Kini Mama Nita pun mulai menyiapkan makan malam untuk ia bawa ke kamar Regan.


" Biar Regan ambil sendiri Ma, " suara Regan yang membuat semua yang ada di meja makan tercengang melihatnya,Mama Nita yang sedang memegang piring dan centong diam membisu ,sedangkan Tuan Williams dan Kevin yang membuka mulut siap untuk melahap makanan merekapun terhenti seakan tubuh mereka sedang di mute control.Mereka semua terkejut karena si manusia berdarah dingin itu ingin ikut bergabung di meja makan setelah dua tahun lebih tidak pernah menempelkan bokongnya di kursi yang ada di meja makan rumahnya.


Regan yang melihat sikap manusia-manusia di depannya pun membuang nafasnya pelan.


" Berhentilah menatapku ! " ucapnya sambil menarik kursi dan duduk tepat di sebelah Kevin.


Mama Nita, Kevin dan Tuan Williams pun mulai menepuk pipi mereka masing-masing, memastikan kalau apa yang mereka lihat adalah nyata bukan mimpi.Sedangkan Regan yang melihat tingkah manusia- manusia di hadapannyapun hanya membuang nafasnya kasar, ia kemudian memilih mengedarkan pandangan ke semua sudut ruangan karena tak melihat Cello di meja makan.


" Cello di mana Ma, " tanya Regan pada mama Nita yang ada di hadapannya.


" Cello udah tidur dari tadi, " jawab mama Nita dengan senyum bahagia di wajahnya, ia pun begitu bersemangat menyiapkan makan untuk Regan walau Regan sudah menolaknya.


" Apa dia sudah makan? " tanya Regan lagi, walau Regan selalu bersikap dingin terhadap Cello tetapi ia sangat menyayangi keponakan tengilnya itu.


" Sudah, habis makan langsung tidur, mungkin dia kecapean, "


" Owh, "


" Apa segini cukup sayang, " ucap mama Nita yang mengambilkan nasi untuk Regan.


" Regan belum bisa makan nasi kasar Ma, " ucap Regan yang memang masih harus memakan-makanan sesuai saran dokter agar kondisi lambungnya cepat pulih.


" Ah, kenapa mama bisa lupa, sebentar mama ambilkan nasi kamu di belakang, kenapa Neni juga bisa lupa tidak membawa nasi halusnya kesini, " ucap mama Nita yang ngomel-ngomel sendiri sambil berjalan menuju dapur.


Sedangkan Kevin, dan Tuan Williams yang sedang menikmati makanannya pun tak mengalihkan pandangannya dari Regan.


" Apa yang menarik mu kesini?" tanya Kevin sambil menikmati makanannya.


" Apa aku perlu menjawab pertanyaan mu? "


Jawab Regan datar.


" Tentu saja, "


" Ku rasa kau sudah tau jawabannya, " jawab Regan yang membuat Kevin bingung.


" Bagaimana aku tau jawabannya jika kau tak memberitauku? " ucap Kevin kesal yang hanya di tanggapi Regan dengan senyuman tipis di bibirnya.Kevin yang melihat itu pun kembali mengoceh, " kau memang suka membuatku kesal, bagaimana bisa aku mempunyai sepupu seprti mu! jika ku tau kau akan tumbuh menjadi orang yang menyebalkan aku akan membunuhmu dari bayi, "


" Walaupun kau tau, kau tak akan sanggup membunuhku,wajah imut ku saat bayi membuatmu terus menciumi ku bukan? " ucap Regan dengan santainya.


"Aish! kenapa kau percaya diri sekali! " ucap Kevin memukul kepala Regan dengan sendok yang ia pegang.


"Kenapa kau memukul ku! Bukankah itu kenyataan, " Ingin membalas Kevin tapi ia urungkan karena mendengar suara Tuan Williams yang menusuk telinganya.


" Apa kalain tidak tau kalau ini meja makan! keluarlah,dan berkelahi lah di luar, " ucap tuan Williams penuh penekanan,beliau begitu marah karena melihat mereka tak bisa akur, sejak kecil Regan dan Kevin memang selalu bertengkar namun di balik itu mereka saling menyayangi satu sama lain, karena mendengar Tuan William yang mulai marah pun Kevin dan Regan mulai diam seribu bahasa.


" Papa kenapa masih saja keras, mereka sudah besar tidak perlu papa sekeras itu! " ucap mama Nita yang baru saja kembali dari dapur dan menaruh semangkuk nasi halus di depan Regan.


" Hanya tubuhnya saja Ma yang besar,tapi kelakuan masih seperti anak SD, " ucap tuan Williams yang seketika membuat wajah Regan dan Kevin datar saat mendengarnya.


Mama Nita pun hanya bisa menggelengkan kepala saat menatap kedua laki-laki yang kini sama-sama diam dan seolah tak terjadi apa-apa,Kevin yang kembali menikmati makanannya lagi dan Regan yang mulai mengambil sup untuk menemani nasi halusnya.Mereka berduapun sama-sama fokus menikmati makanannya tanpa mengalihkan pandangan mereka dari piring masing-masing.


Kini suasana meja makan pun menjadi hening, semua menikmati makanannya masing-masing tanpa berbicara.Tuan Williams yang melihat semua sudah menyelesaikan makannya pun mulai berbicara.


" Ada yang ingin Papa sampaikan Ma, "


" Oh ya, apa itu pa "


" Tadi pagi Tuan Felix mengajak Papa bertemu, beliau menginginkan Regan dan putrinya segera bertunangan sebelum putrinya, Nona Selly kembali ke London untuk menyelesaikan kontrak kerjanya sebagai model, "


" Lalu apa jawaban Papa, "


" Papa setuju, " jawab Tuan Williams yang seketika membuat mama Nita marah mendengar nya.


" Kenapa papa menyetujuinya, bukankah papa sudah berjanji untuk memberikan waktu Regan untuk mencari calon istri nya sendiri! "


" Papa menyetujuinya karena Regan juga menyetujuinya, "


Mama Nita pun menatap Regan tak percaya.


" Apa itu benar Rey? " tanya Mama Nita memastikkan.


" Iya Ma, " jawab Regan singkat.


" Pasti Papa memaksa Regan, hingga Regan mau menerima perjodohan itu, "


Mama Nita yang mendengarnya masih tak percaya.


Mama tau kau terpaksa menerimanya karena kau tak ingin kita berada dalam masalah,lalu bagaimana dengan Bintang? Mama tau kau mulai menyukainya.


gumam Mama Nita dalam hati.


Regan yang merasa suasana di meja makan mulai membuatnya tak nyaman pun memilih meninggalkan meja makan lebih dulu.


" Regan ke kamar dulu ma, " ucap Regan yang kemudian melangkah pergi.


Mama Nita hanya diam, sebagai ibu beliau hafal betul bahwa putranya itu ingin menghindar dari obrolan ini.


" Pa,selama ini Regan selalu bersikeras menentang perjodohan ini, tapi sekarang dia menerimanya begitu saja, apa Papa yakin Regan benar-benar menerima perjodohan ini? "


" Entahlah ma,semoga Regan tidak membuat keputusan yang salah.Semua ini terjadi karena salah papa,papa terlalu takut kehilangan apa yang sudah papa miliki,hingga papa harus mengorbankan Regan anak kita, hanya untuk menjaga perusahaan yang kita miliki tetap berdiri kokoh, "


" Paman tidak salah, sudah seharusnya paman melindungi apa yang sudah menjadi milik paman,kita semua disini tau bagaimana sifat Tuan Felix,tapi tenanglah,Kevin yakin Regan sudah memikirkan ini semua,dia bukan tipe orang yang mau di tindas begitu saja, dia akan melakukan apa yang terbaik untuknya dan untuk kita semua tanpa mengorbankan apapun," sahut Kevin.


" Kau memang lebih mengenalnya dari pada paman, "


ucap Tuan Williams sambil menepuk bahu Kevin.


" Itu karena kita tumbuh bersama paman, "


" Kalian memang selalu bertengkar tapi paman tau kalian saling menyayangi, ayo kita kedepan,paman rindu melihatmu kalah dalam bermain catur, " ucap Tuan Williams sambil merangkul bahu kevin berjalan menuju teras depan.


" Kali ini Kevin akan mengalahkanmu paman, " ucap Kevin yang mengikuti langkah Tuan Williams.


" Hahaha...


Kau terlalu percaya diri, " ucap Tuan Williams sambil tertawa kecil.


" Inget umur Pa, jangan terlalu lama di luar, " teriak mama Nita yang masih berada di meja makan.


" Iya, tolong suruh Neni buatkan kopi untuk kita berdua Ma, "


" Hanya untuk Kevin, untuk Papa tidak ada kopi-kopian!"


" Aishh..! " gerutu Tuan Williams yang kesal karena mama Nita melarang nya minum kopi, " kau tau dari mana Regan bisa mempunyai sifat menyebalkan? " tanya Tuan Williams pada Kevin.


" Tidak paman, memangnya dari mana? "


" Turunan dari bibimu, "


" Hahaha...


Paman benar sekali, " ucap Kevin tertawa kecil.


" Aku masih bisa mendengarnya Pa! " sahut mama Nita yang membuat wajah Tuan Williams dan Kevin seketika datar.


"Setelah ini, apapun yang terjadi aku tidak ikut-ikut paman! "


bisik Regan ke telinga Tuan Williams.


"Kau tadi tertawa, jadi, jika paman nanti tidur di luar kau juga harus tidur di luar! "


Jawab Tuan Williams juga dengan suara berbisik.


" Aish! paman curang sekali! ini masalah paman sama bibi tapi kenapa aku juga kena getahnya! " gerutu Kevin kesal.


Kini mereka berdua pun berjalan menuju teras depan tanpa berani bicara.


Sedangkan di dalam kamarnya Regan yang sedang membaca buku mulai kesal karena ponsel Bintang yang terus berbunyi.Regan pun mulai melihat layar ponsel Bintang yang terlihat nama Rafa di sana.


Bukankah ini nama pria yang dia bilang sahabatnya itu!


Ngapain malem-malem nelpon!


ucap Regan pelan yang kemudian memutus panggilan itu.


Jangan salahkan aku jika sekarang aku ingin melihat isi ponselmu, jika tadi ponselmu tidak menggangguku, aku juga tidak akan mengganggunya.


gumam Regan yang tak mau mengakui jika dirinya mulai penasaran dengan isi ponsel Bintang.


Regan pun mulai mengecek ponsel Bintang dan melihat semua kontak yang ada didalam ponsel Bintang,Regan menemukan satu nama yang membuatnya mengerutkan dahinya.


Raja iblis?


gumam Regan pelan yang kemudian membuka kontak person yang ternyata terpampang jelas bahwa itu serial nomornya.


Berani sekali dia menyimpan nomor ku dengan nama Raja iblis!


gerutu Regan yang kemudian mengetik sesuatu di sana.


Regan pun mulai menjelajah ke arah galeri,ia mulai melihat foto-foto Bintang yang terpampang di sana, Regan yang melihat banyak foto Bintang bersama Rafa membuat hatinya kesal sendiri, akhirnya Regan pun melempar ponsel Bintang ke dalam tong sampah dan melangkah keluar menuju kamar Kevin.