My Big Boss

My Big Boss
Kacau



Di disisi lain Regan sedang berada dalam perjalanan bersama David dan Kevin untuk meninjau beberapa proyek yang mereka pegang.


" Dav, apa saat acara ulang tahun perusahaan Stella ada di sana? " tanya Regan yang mulai curiga jika Stella yang telah membuat Bintang jatuh ke kolam.


" Saya tidak melihat Nona Stella ada disana Tuan, tapi saya tidak bisa memastikan karena terlalu banyak tamu undangan, " ucap David yang tetap fokus mengemudi.


" Apa yang kau fikirkan sekarang sama dengan ku? "


" Ya Tuan, "


" Aku mau bagaimana pun caranya besok kau harus sudah mendapatkan rekaman CCTV itu, "


" Baik Tuan, "


" Sebenarnya kalian lagi ngomongin apaan?apa yang ada di fikiran kalian? terus ada apa dengan rekaman CCTV? " tanya Kevin yang memang tidak tau tentang keburukan Stella selama ini, hanya Regan dan David lah yang tau sisi jahat Stella.


" Sudahlah kau diam saja, " ucap Regan singit.


" Nyesel aku nanya, dasar sepupu durhaka!" ucap Kevin kesal.


Sedangkan di tempat lain Bintang yang sudah berada di depan ruangan Regan mulai mengetuk pintu, ia beberapa kali memanggil namun tidak ada jawaban akhirnya Bintang pun membuka pintu pelan dan mengedarkan pandangannya, dan ternyata tidak ada siapapun disana, kini Bintang pun kembali menutup ruangan itu dan kembali kemejanya dengan wajah lesu seakan kekuatannya hilang entah kemana.


" Sudah menjadi hal biasa bagiku mendengar ocehannya tapi kenapa sekarang aku takut sekali dia marah dan membenciku...kenapa aku jadi nggak semangat gini gara-gara dia mengacuhkan ku,oh Tuhan.... apa ini yang namanya cinta? " gumam Bintang membentur-benturkan kepalanya ke meja.


" Sampai kapan kau akan seperti itu! " ucap Doni yang kini ada di depan mejanya.


" Kapanpun terserah padaku, pergilah jangan mengganggu ku, " jawabnya yang tetap membenturkan Kepalanya pelan ke meja.


" Kau sepertinya butuh di tahlilin Bi, " ucapnya miris.


" Kau fikir aku kesurupan! sana-sana jangan menganggu ku! " ucap Bintang mulai naik darah.


" Aku kesini mau minta tanda tangan Tuan Regan, "


" Beliau tidak ada di tempat, " menyahut dokumen yang di sodorkan Doni, " cepatlah menjauh dariku! " ucapnya lagi penuh emosi.


" Aish! kau sekarang galak sekali, " ucap Doni yang kemudian melangkah pergi.


Bintang tak menghiraukan ucapan Doni sama sekali, ia memilih kembali fokus pada pekerjaannya yang belum ia sentuh sama sekali dari tadi pagi, sesekali Bintang melihat jam, sudah dua jam lebih Regan juga belum kembali membuat Bintang gundah gulana.


Waktu menunjukkan jam makan siang, kini Bintang sudah berada di kantin bersama Rita dan Livia.Tampak Bintang dengan tatapan kosongnya terus mengaduk secangkir coklat panas yang ia request dari ibu kantin untuk memenangkan fikirannya.Livia dan Rita yang melihatnya pun saling menatap seakan saling bertanya ada apa dengan Bintang.


" Kacau Vi, " jawab Bintang singkat.


" Kacau kenapa? " tanya Livia bingung.


Bintang pun mulai menceritakan kejadian di meeting tadi yang membuat Regan sekarang mengacuhkannya.Rita yang mendengarnya pun mulai naik darah.


" Kalau kayak gini aku nggak bisa tinggal diam Bi, aku akan membantu mu membasmi tu hama pengganggu dari akar-akarnya, " ucap Rita kesal.


" Apa kau sudah jelaskan kejadian yang sebenarnya pada Tuan Regan Bi ? " sahut Livia.


" Belum,dia nggak ada di ruangan dari tadi, kalaupun aku jelaskan gak tau deh dia percaya atau nggak, "


" Kau harus optimistis Bi,Tuan Regan pasti percaya padamu, " ucap Rita menimpali.


" Aaamiin, semoga saja dia percaya, "


" Oh, ya kau kemarin kemana saja,kau menghilang tanpa kabar, kita mencarimu di rumah tau! " ucap Rita kesal karena setelah keluar dari rumah sakit Bintang tidak memberi kabar apapun kepada dua temannya itu.


" Iya ma'af, setelah keluar dari rumah sakit aku pulang ke rumah mama, "


" Di rumah mu nan jauh di sana itu, " ucap Rita menegaskan, " kapan-kapan ikut dong kerumah mu yang ada di desa itu, " ucapnya lagi.


" Boleh,asal jangan menyusahkan ku! " Jawab Bintang yang kini mulai beranjak dari kursinya.


" Eh, mau kemana? " tanya Livia.


" Aku balik duluan, " jawab Bintang.


" Nggak makan dulu? "


" Nggak udah kenyang, "


Livia dan Rita pun saling pandang.


" Emang minum coklat hangat bisa kenyang Rit? " tanya Livia yang melihat Bintang hanya meminum coklat hangat tapi sudah bilang kenyang.


" Bisa jadi, kita besok minta ini aja sama ibu kantin, itung-itung berhemat, " ucap Rita yang IQnya di bawah rata-rata.