
Hai Rey bagaimana kondisi mu? " Suara wanita yang baru saja masuk ke ruangan itu membuat pandangan semua mata tertuju padanya.
Wajah Regan yang tadinya terlihat terus tersenyum kini terlihat datar tanpa ekspresi.
Hati yang tadinya ikhlas membantu David pun menjadi dongkol.
" Aku sudah lebih baik, dari mana kau tahu aku di rawat? " tanya Regan dengan dinginnya.
" Belakangan ini aku mempunyai banyak mata, jadi aku tahu semua tentang mu. " Senyuman manis pun tertoreh dari bibir ranum wanita masa lalu Regan siapa lagi kalau bukan Tania.
" Jadi kau memata-matai ku? " tanya Regan dengan menyatukan alisnya.
" Aku tidak bisa jika tidak memikirkan mu.Karena aku masih menjalani pengobatan dan tidak mungkin menemui mu jadi aku mengirim orang untuk mengawasi semua kegiatan mu, aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja, " tutur Tania.
Senyuman kecut pun tersungging dari sudut bibir Regan.
" Mulai sekarang berhentilah memikirkan ku, " ucapnya kemudian.
" Kenapa?Apa tidak ada rasa yang tertinggal sedikit saja untuk ku? "
" Tidak.Sama sekali tidak ada. " Jawaban Regan yang membuat Bintang yang masih meracik bubur tersenyum mendengarnya.
Berbeda dengan Tania yang kini langsung terdiam mendengarnya.Hatinya kembali sakit.Harusnya dia tak menanyakan itu.Tania pun mulai menarik nafas dalam-dalam untuk memenangkan diri,entah kenapa dia percaya masih ada rasa yang tersimpan untuknya.
" Aku tidak meminta kau membalas cintaku, jadi tolong jangan meminta ku untuk tidak memikirkan mu. Aku tidak bisa, " ucapnya.
" Kau akan semakin sakit jika terus memikirkan ku. "
" Tidak papa aku akan memikulnya sendiri. " Senyuman kecil pun terukir dari bibir ranum itu.
Dengan setiap hari bersamaku,aku yakin cintamu akan kembali seutuhnya padaku,gumanya dalam hati.
" Oh ya, aku membawakan mu bubur ayam.Di saat sakit kau hanya menginginkan bubur ayam bukan? " ucapnya lagi yang membuat Bintang kini mengerutkan kening dengan tatapan yang begitu tajam.
Dia suka makan bubur ayam kalau lagi sakit ? Cih! Kenapa aku bisa tidak tau!pikir Bintang kesal.
" Aku suapin ya? " Kata-kata yang keluar lagi dari mulut Tania yang membuat Bintang kini membelalakan matanya.Tampak Tania yang kini mulai menyendok bubur bawaannya yang membuat Bintang seketika mual-mual.
" Nona kau kenapa? " tanya David yang mulia panik.
" Entahlah. Perutku mual sekali. " Bintang pun memegangi perutnya yang masih rata.
" Sa..emmm, maksudku nona Bintang kau kenapa? " tanya Regan yang tak kalah panik.
" Entahlah tuan, perutku tiba-tiba saja mual. " Drama suami istri itu pun kembali di lakukan di hadapan Tania karena Regan dan Bintang belum mengetahui jika Tania sudah mengetahui hubungan mereka.
" Dav! Panggil dokter! "
" Tidak perlu tuan,sepertinya ini karena parfum nona Tania. "
" Apa? " Tania pun mencium aroma tubuhnya sendiri, " memangnya kenapa dengan parfum ku? " tanya Tania.
" Saya mual ingin muntah mencium parfum nona.Ma'af. "
" Benarkah? " Tania pun tak habis fikir kenapa ingin muntah hanya karena mencium parfumnya? Ia pun kembali mencium aroma tubuhnya sendiri. Wangi, pikirnya saat ini.
" Tania, bisakah kau keluar dari sini! Istr emmm, maksud ku sekretaris Bintang sedang hamil muda hidungnya sedikit sensitif, jadi tolong pengertian mu, " ucap Regan dengan sangat hati-hati.
" Kau mengusir ku Rey? kenapa tidak sekretaris mu saja yang keluar dari sini? "
Bintang yang mendengar pun semakin mual membuat Regan kini semakin panik.
" Keluarlah! " ucapnya yang kali ini penuh penekan.
Tania pun kini keluar dengan wajah kesalnya.Baru kali ini Regan berbicara tinggi padanya.Apa begitu besar cintanya pada istri nya itu!pikirnya saat ini.
Bintang yang melihat Tania kini berjalan keluar pun tersenyum lebar.
" Ma'af kan saya nona Tania, " ucapnya sebelum Tania benar-benar keluar.
Taniapun hanya menoleh dengan senyuman tipis di sudut bibirnya.
" Ternyata kau bukan wanita polos Bintang! " pikirnya yang kemudian keluar dari ruangan itu.
Sementara Regan kini memicingkan mata melihat istrinya yang kini baik-baik saja.
" Kau sudah lebih baik? " tanyanya curiga.
" Sudah. " Bintang pun tersenyum lebar dan kembali meracik bubur ayam bersama David.Tubuhnya kembali bugar seperti tidak terjadi apa-apa yang membuat Regan kini tersenyum tipis.Bagaimana bisa perut yang tadinya mual bisa langsung sembuh?Dia yang lebih senior dalam hal ini tidak bisa di bohongi dengan akal-akalan istrinya itu.
" Acting nona Regan sempurna sekali, " cibirnya.
" Wahhh... tuan Regan memang tidak bisa di bohongi. " Bintang pun tersenyum garing di hadapan suami cerdasnya.Bintang memang pura-pura mual agar Tania bisa cepat pergi. Dia hanya tidak ingin memberikan celah untuk cinta lama bersemi kembali.
" Kenapa kau bersikap seperti itu? " tanya Regan yang sepertinya tidak suka Bintang mengusir Tania dengan cara seperti itu.Bintang pun kini membelalakan matanya menatap tajam suaminya.
" Kenapa? " ucapnya kini dengan senyuman kecut, " jadi kau ingin di suapi mantan kekasih mu itu? oh salah! Mantan tunangan.Eh! lebih tepatnya mantan calon istri ! Kau ingin aku memanggilnya lagi! " ucapnya lagi yang kini tampak begitu kesal.
" Aku hanya kasihan. Dengan kondisinya yang seperti itu pasti tidak mudah untuk sampai kesini, " imbuhnya.
" Hmmmm, iya ya kasihan sekali? Kenapa aku tadi tidak berfikir sampai situ? Ah! Aku jahat sekali! Apa sekarang kau ingin aku menggendongnya kesini ? " cibirnya yang membuat Regan bak di sambar petir.Tubuhnya serasa kaku dan dengan susah payah ia menelan ludahnya.
" Ti_tidak sayang, " jawabannya dengan siap siaga.Regan tau jika sekarang emosi istrinya mungkin sudah melewati langit ke tujuh, " ma'af kan aku sayang, " ucapnya lagi dengan suara lirihnya.
Bintang hanya diam dan kini mulai menyemprotkan cairan hand sanitizer pada seluruh tubuh suaminya.
" Sayang kau apa-apan! " protesnya sambil mengibas-ngibasakan tangannya.
" Membersihkan virus mantan yang masih menempel pada tubuhmu ! " Jawaban Bintang yang membuat Regan kini tersenyum dan memilih pasrah dengan perbuatan istrinya.
" Sudah? " tanyanya yang kini mendapati istrinya menaruh botol hand sanitizer ke atas meja.
" Hmmm,iya sepertinya sudah cukup. "
" Ya sudah sini peluk. " Regan pun membuka lebar tangannya.
" Ogah.Males! " Bintang pun memilih membantu David menyiapkan bubur.
Sementara Regan hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya.Wanita yang benar-benar membuat seorang Regan Atmaja takut dan takluk padanya.
" Bagaimana Dav, sudah selesai buburnya? " tanya Bintang pada David yang masih sibuk menyiapkan bubur permintaan bos besarnya.
" Sudah non.Kira-kira tuan Regan suka gak ya? " David merasa tak percaya diri dengan hasil karyanya itu.
Bintang pun mulai menghirup aroma bubur ayam itu.
" Enak, dia pasti suka! Semangat! " ucapnya kemudian.
David pun kini mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan perlahan. Ia berjalan menghampiri Regan dengan semangkuk bubur ayam buatannya.
" Ini tuan buburnya, " ucapnya sembari menyodorkan bubur pada Regan.
" Terimakasih Dav.Sepertinya enak. " Regan pun mulai mencium aroma bubur ayam itu dalam-dalam.
" Sudah, ini Dav! " ucapnya lagi yang kini mengembalikan semangkuk bubur ayam yang belum ia jama sama sekali itu pada David.
" Sudah? " tanya David tak percaya.Apa tuanya meragukan makanan buatannya? pikirnya saat ini.
" Iya,tiba-tiba saja aku kenyang, " jawabnya tanpa dosa.
" Apa! " Asap pun kini tampak mengebul dari kepala David.Bagaimana bisa dengan tanpa dosa dia bilang sudah kenyang!Apa dia tidak melihat bagaimana susah payah aku membuatnya! " Asap amarah yang ia tahan pun semakin mengebul.
" Kau marah padaku Dav! "
" Hah! ti_tidak tuan, ma'af mungkin suara saya tadi terlalu keras. "
" Kau ini apa-apaan sih yank! Lihat tu David buatnya sampai kotor gitu bajunya, masak gak kau cicipin sama sekali!jahat sekali! " sahut Bintang yang tak kalah kesal dengan David.
" Aku sudah tidak ingin memakannya yank.Kali ini jangan paksa aku! " Regan pun memalingkan wajahnya sambil sesekali melirik kearah Bintang dan David.
" Huh! Laki-laki ngidam ini benar-benar menyebalkan! " gerutu Bintang yang kini menatap David dan tersenyum garing di hadapannya. Bintang tau jika manusia kaku itu sedang menahan amarahnya.
" Emmmm, tuan David yang terhormat.Saya selaku istri dari tuan Regan Atmaja mohon ma'af atas kelakuan suami saya yang sangat menyebalkan ini.Sebagai permohonan ma'af,tuan David yang terhormat bisa membawa pulang bubur ayamnya, " ucapannya pada David seraya memberikan semangkuk bubur buatan David tadi, " Oh ya,ini juga boleh tuan bawa pulang, " tambahnya lagi seraya memberikan semangkuk bubur yang di tinggalkan Tania tadi.
Senyuman kecut pun tertoreh dari bibir David.Sialan! kata-kata itulah yang terucap dari hatinya.
" Saya permisi nona, " ucapnya yang kini mulai berjalan keluar.
" Hati-hati di jalan tuan David yang terhormat, " ucap Bintang sebelum David benar-benar keluar dari raungan itu.
David pun kini membuang nafasnya kasar,kesabarannya memang benar-benar sedang di uji.
" Oh Tuhan, tolong hilangkan sejenak saya dari muka bumi ini. "
" Ikuuuuuut? "
" Hah! " David pun seketika menoleh ke arah suara wanita yang tiba-tiba saja menimpali ucapannya.Suara yang begitu ia kenal siapa lagi kalau bukan suara penggemar setianya.
_
_
_
Mohon ma'af yang sebesar-besarnya kalau sekarang othor up nya lama bingiiiits🙏🙏
Mulai sekarang kumpulkan kesebaran kalian untuk menunggu setiap episodenya😅🙏🙏🙏
NB : ini khusus yang mau bersabar aja ya😄
#Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan bagi yang menjalankannya.