My Big Boss

My Big Boss
Calon mantu



Kreeeek...


Suara pintu terbuka yang membuat mama Nita, tuan Williams, dan David membulatkan mata sempurna.


" Kalian sedang apa? " suara Regan yang kini berdiri di depan mereka.


" Emmm... ini, Papa sama Mama tadi salah masuk ruangan, jadi kita intip dulu ini bener ruangan Bintang di rawat atau tidak, " ucap mama Nita mencari alasan, " ini semua salah kamu si Dav, kenapa bisa lupa nama ruangan nya! " ucap mama Nita lagi.


" Lah...,kenapa jadi aku yang di salahkan, " gumam David dengan wajah datarnya.


David yang di kambing hitamkan pun hanya bisa pasrah.


" Ma'af Nyonya, " ucapnya sambil menundukkan kepala.


" Sudahlah, ayo masuk, " ucap tuan Williams.


Kini mereka semua pun masuk dan mendekati Bintang yang tengah berbaring setengah duduk di atas ranjangnya.


" Haduh sayaaaang, kenapa kamu jadi gini?


lihatlah wajah cantikmu tampak pucat sekali, " ucap mama Nita yang langsung memeluk Bintang.


" Bintang nggak papa kok tan, " ucap Bintang dengan senyum manisnya.


" Wajahmu pucat,pasti kau sangat kesakitan, " ucap mama Nita yang mulai khawatir.


" Tidak, hanya sedikit pusing aja, besok juga Bintang sudah boleh pulang, tante nggak perlu khawatir, "


" Syukurlah, kenapa kau bisa jatuh ke kolam? "


" Kalau aku cerita yang sebenarnya, nanti masalah pasti akan bertambah runyam," gumam Bintang dalam hati.


" Emmm.. lantainya terlalu licin tante, jadi tadi Bintang kepleset, jatuh deh ke kolam, " ucapnya mencari alasan.


Sedangkan Regan dan David yang mendengar jawaban Bintang merasa ada yang ganjal.


" Mana mungkin mereka berani melakukan kesalahan, " gumam Regan dan David yang sama-sama berfikir bahwa tidak mungkin para karyawan di hotel berani melakukan kesalahan sekecil apapun, apa lagi sampai membiarkan lantai licin di saat ada acara penting seperti tadi.


" Ya sudah lain kali hati-hati jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi, " ucap mama Nita sambil mengelus kepala Bintang.


" Ya tante, terimakasih tante sudah peduli sekali sama Bintang, "


" Bagaimana bisa tante nggak peduli sama calon mantu tante, " ucap mama Nita sambil memegang pipi mulus Bintang, " ya sudah kau beristirahatlah,Regan akan menemanimu di sini,tante pulang dulu,ayo Pa, " ucapnya lagi sambil mengajak Tuan Williams.


" Cepatlah pulang, dan sering-sering lah main ke rumah, " ucap Tuan Williams dengan hangat.


Bintang pun tersenyum hangat kepada tuan Williams.


" Terimakasih Tuan,tante, hati-hati di jalan, " ucap Bintang sebelum mereka benar-benar pulang. Mama Nita pun menjawab dengan senyum yang mengembang di pipinya


" Jaga baik-baik calon istrimu Rey, " ucap tuan Williams yang kemudian menyusul mama Nita yang lebih dulu keluar.


Reganpun hanya tersenyum tipis mendengar kata-kata yang keluar dari mulut ayahnya itu.


Kini Regan pun menghampiri David yang tengah berdiri tak jauh darinya.


" Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu! " ucapnya pelan yang kemudian melangkah keluar di ikuti David yang mulai mengekori.


" Akan membicarakan apa mereka? kenapa tidak di sini aja? " gumam Bintang yang masih bisa mendengar ucapan Regan tadi.


" Cek CCTV hotel, cari tau apa penyebab Bintang bisa terjatuh ke kolam, " ucap Regan dengan tatapan tajamnya.


" Baik Tuan, "


" Aku tunggu hasilnya secepat mungkin, " ucap Regan yang kini kembali masuk ke dalam ruangan.David pun langsung menjalankan tugasnya.


Regan yang sudah di dalam melihat Bintang yang masih belum tidur.


" Kenapa belum tidur? " ucapnya sambil memegang lembut kepala Bintang.


" Saya masih belum mengantuk Tuan, "


" Apa aku perlu membacakan dongeng untukmu? "


" Tuuuuan, " ucap Bintang yang tak suka dengan ucapan Regan.


" Cepatlah tidur ! " ucap Regan yang kini duduk di kursi dekat ranjang Bintang.Dengan terpaksa Bintang pun berbaring dan memejamkan matanya.


" Jangan memunggungiku! " ucap Regan yang tak suka karena Bintang berbaring memunggunginya.Bintang yang mendengarnyapun langsung merubah posisi tidurnya, membuat Regan kini tersenyum tipis melihat wajah kesal Bintang.


Bintang yang memang belum mengantuk pun kembali membuka matanya.


" Kenapa? apa kau masih ingin melihat wajah tampan ku? " ucap Regan yang dari tadi terus memperhatikan Bintang.


" Wahai manusia super pede, gimana aku bisa tidur jika kau terus melihat ku seperti itu, " gumam Bintang yang salah tingkah karena Regan terus menatapnya.


" Saya belum mengantuk Tuan, " ucapnya yang memang belum mengantuk.


" Tidurlah,ini sudah larut malam, atau aku akan memotong gajimu lagi karena kau juga membuatku tidak tidur malam ini, "


" Jika Tuan sudah mengantuk, Tuan tidurlah lebih dulu, "


" Aku akan tidur jika kau sudah tidur, jadi jangan membuat ku tidak tidur malam ini, "


Bintang yang mendengarnya pun mendengus kesal, ia pun memejamkan matanya walau dia belum mengantuk,bagaimanapun juga Bintang tidak tega jika harus melihat Regan terus menjaganya sepanjang malam, ia tahu jika tubuh Regan sebenarnya sudah sangat lelah namun Regan tak memperlihatkan itu padanya.


" Jangan tidur dengan bibir cemberut, kau mau raja iblis datang ke mimpimu? " ucap Regan yang melihat Bintang sedikit cemberut karena telah ia paksa untuk tidur.


Bintang yang mendengarnya pun langsung menarik kedua sudut bibirnya, membuat Regan yang melihatnya tersenyum tipis. Regan tetap duduk di dekat Bintang dan terus menatap wajah cantik Bintang, ia benar-benar menunggu hingga Bintang benar-benar terlelap tidur, ia pun kini beranjak dari kursinya.


" Mimpi indah, " ucapnya sambil membelai rambut Bintang yang kini tengah terlelap tidur.Kini Regan pun berjalan menuju kursi sofa yang ada di dalam ruangan itu.


" Owh... pinggang ku sakit sekali, " ringis Regan yang sebenarnya pinggangnya tertarik saat mengangkat tubuh Bintang saat pingsan,kini Reganpun membaringkan tubuhnya di atas sofa, ia pun masih sempat memandang wajah cantik Bintang sebelum kini ia benar-benar terlelap tidur.


_


_


_


_


Jangan lupa sayang author banyak-banyak


Klik Vote, like, dan favorit kalau kalian suka 😉


Happy Reading😊