
Di sisi lain, Regan yang dari tadi di sibukkan dengan semua pekerjaan nya di kantor pun akhirnya bisa pulang juga, setelah dari makam Tania Regan langsung menuju kantor karena memang ada perkejaan yang harus ia selesaikan,kini Regan pun berjalan keluar dari ruangannya.Hari ini ia bisa pulang lebih awal, tidak seperti kemarin yang mengharuskannya lembur sampai larut malam.
Regan yang hendak pulang memilih menemui David terlebih dulu, kini ia pun masuk ke dalam ruangan David.
David yang melihat tuannya kini berada di hadapannya pun langsung beranjak dari kursi kebesarannya,menunduk hormat.
" Sore Tuan, " sapa David dengan sedikit membukkukan badannya.
" Hmmmm, sudah sampai mana persiapannya Dav? " tanya Regan dengan tatapan dinginnya.
" Dua puluh persen lagi persiapannya selesai Tuan, "
" Aku percayakan semua padamu, buat pestanya benar-benar mewah, " ucap Regan yang tempo lalu sudah memerintah David untuk mengurus semua persiapan pernikahannya termasuk juga mempersiapkan pesta mewah untuk pernikahannya.
" Baik Tuan, " jawab David singkat.
Kini Regan pun mulai berjalan keluar dari ruangan David, ia yang kini sudah berada di dalam mobilnya pun langsung melaju pulang. Sesampainya di rumah, Regan sama halnya dengan Bintang, ia pun di cerca banyak pertanyaan oleh kedua orang tuanya, terutama dari mama Nita yang begitu terpukul mendengar berita tentang Stella,mama Nita sudah menganggap Stella seperti putrinya sendiri.
" Rey, apa benar berita yang mama lihat di TV tentang Stella? " tanya mama Nita yang begitu panik.
" Iya Ma, " jawab Regan singkat.
Berita tentang Stella sudah beredar,Regan memang tak pernah main-main dengan perkataannya, ia benar-benar membuat semua orang tahu atas kebusukan Stella, bukan hanya kepada orang tuanya, Regan juga menunjukkan kebusukan Stella ke seluruh penjuru bumi dengan memanfaatkan media massa dan elektronik,Regan sengaja meminta David untuk menghubungi pihak media massa untuk mengangkat berita Stella hingga kini berita tentang kejahatan Stella pun menjadi tranding topik.
" Mama benar-benar tidak percaya Stella melakukan itu semua,mama harus memastikannya langsung,sekarang ayo kita jenguk Stella Rey, "
" Ma, Regan baru pulang Regan capek, " ucap Regan yang sengaja menolak untuk menjenguk Stella.
" Rey, ingat bagaimana tante Mayang merawat mu, " sahut tuan Williams yang membuat Regan seketika berubah fikiran.
" Baiklah, Regan cuci muka dulu, " ucap Regan malas.
" Mama sama papa tunggu di mobil, " ucap mama Nita yang kini berjalan keluar menuju mobil yang sudah berada di depan rumah.
" Hmmm, " jawab Regan lagi dengan malasnya.
Regan yang kini telah selesai mencuci muka pun langsung menyusul kedua orang tuanya. Mereka pun kini menuju rumah sakit dimana Stella di rawat.Sebelumnya mama Nita sudah menanyakan alamat Stella dirawat pada bu Mayang sahabatnya itu.Sedangkan bu Mayang yang selama ini masih berada di luar negeri langsung terbang ke Indonesia setelah mendengar berita tentang putrinya , beliau pun kini sudah menemani Stella di rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Regan dan kedua orang tuanya langsung menuju ruangan di mana Stella dirawat,karena status Stella yang kini adalah tahanan maka ia pun di jaga oleh beberapa polisi.
Regan dan kedua orang tuanya pun masuk kedalam ruangan setelah mendapatkan izin dari polisi yang berjaga.
Mama Nita yang melihat kondisi Stella pun menutup mulutnya tak percaya,tampak tubuh Stella yang tergulai lemas di atas ranjangnya dengan sebagian wajah yang tertutup perban.
" Stella, " ucap mama Nita yang kini berada di dekat Stella.
Stella yang tadinya tertidur pun mulai mengerjapkan matanya saat mendengar seseorang memanggil namanya.
" Tante Nita, " ucap Stella yang kini melihat ke arah mama Nita, " tante, tolong jangan benci Stella,Stella melakukan itu karena Stella mencintai Regan tante,Stella tau cara Stella salah, tolong tante ma'af kan Stella, tante jangan membenci Stella, " ucap Stella lagi yang kini menangis sambil memegangi tangan mama Nita.
" Jadi semua berita itu benar? " ucap mama Nita masih tak percaya.
Stella pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan mama Nita.
" Tante benar-benar tidak menyangka kau bisa sekeji itu Stella, " ucap mama Nita yang kini mulai kecewa.
" Stella melakukan itu karena Stella sangat mencintai Regan tante,tapi sekarang Stella sadar bahwa Stella salah, tolong tante jangan membenci Stella, " ucap Stella yang terus memohon agar mama Nita tak membencinya.
" Kau berencana melukai orang lain itu tindakan yang sangat salah Stella, itu tindakan kriminal, apapun alasannya harusnya kau tidak melakukan itu, tante tidak membenci mu, tapi tante sangat kecewa padamu, " ucap mama Nita yang kini memilih membuang muka.
"Iya Stella tau tante, Stella minta ma'af sudah membuat tante kecewa, " ucap Stella yang masih menangis.
Mama Nita yang melihat kondisi Stella pun merasa iba, kini ia pun menatap Regan yang dari tadi tampak acuh dan sama sekali tak menghiraukan kondisi Stella.
" Regan tidak bisa ma, " jawab Regan acuh.
" Rey, Stella sudah menyesali perbuatannya, bantulah dia agar bisa bebas dari jeratan hukum, lihatlah tante Mayang apa kau tidak kasihan padanya? " ucap mama Nita lagi yang membuat Regan seketika melihat bu Mayang yang memang dari tadi duduk di dekat Stella.Sedangkan bu Mayang pun tak bisa berharap banyak pada Regan mengingat ini bukan pertama kalinya putrinya melakukan kesalahan.
" Ma'af ma Regan tidak bisa,biarkan Stella menjalani hukuman nya, " jawab Regan dengan tatapan dinginnya.
" Rey, ingatlah saat bu Mayang menjagamu dulu, anggap saja ini bentuk balas budi mu padanya, " mama Nita yang terus berusaha membujuk Regan.
" Sekali lagi ma'af kan Regan ma, Regan tidak bisa melakukan apa yang mama minta, " jawaban Regan yang seketika membuat mama Nita marah.
" Rey, apa ini caramu memperlakukan orang yang telah merawat mu dulu,apa ini caramu membalas budi mereka,dengan tidak memperdulikan mereka! mama tau kau marah karena Stella ingin melukai Bintang,tapi nyatanya Bintang sekarang baik-baik saja kan, lihatlah sekarang Stella sudah menyesali perbuatannya,dan sekarang Stella lah yang terluka, " ucap mama Nita mulai meninggi.
Regan yang mendengar ucapan mamanya pun tak bisa lagi menahan amarahnya.
" Mama bisa-bisanya membela wanita ular ini, mama tidak tau apa yang Bintang alami, Bintang terluka ma, hanya saja dia menyembunyikannya dari kita,jika saja Regan tak menyuruh orang untuk mengawal Bintang, mungkin sekarang Bintang yang terbaring di sini!
asal mama tau, ini bukan pertama kalinya Stella menyakiti orang yang Regan cintai,dia dulu juga menyuruh orang untuk menculik Tania,mereka menyiksa Tania, apa sekarang mama masih ingin Regan membebaskan wanita busuk ini! " ucap Regan penuh amarah.
Mama Nita pun diam tak percaya.
" Apa itu benar Stella? " ucap mama Nita yang kini bertanya pada Stella.
Stella pun hanya diam tak bisa menjawab.
" Itu benar Nit, aku menyuruh Regan untuk merahasiakan peristiwa itu karena aku tidak mau Stella di benci banyak orang, terutama oleh mu, aku juga meminta Regan untuk tidak memperkarakan masalah itu ke pihak berwajib, ma'afkan aku Nit, " sahut bu Mayang yang sangat merasa bersalah.
" Tante benar-benar tidak menyangka kau sekeji itu Stella, " ucap mama Nita yang begitu kecewa pada Stella," Mayang kau sahabat ku, aku tidak membencimu tapi aku membenci perbuatan putrimu, ma'af jika sekarang aku tidak bisa bersikap baik pada putrimu, " ucap mama Nita yang sekarang berbicara pada bu Mayang.
" Iya, aku mengerti Nit, aku minta ma'af atas semua kesalahan Stella, " ucap bu Mayang namun tak di tanggapi oleh mama Nita, mama Nita pun kini memilih meninggalkan ruangan itu yang kemudian di susul oleh Regan.
" Rey... tolong ma'af kan aku Rey, " teriak Stella yang sama sekali tak di hiraukan oleh Regan.
Sedangkan tuan Williams masih berada di dalam meminta ma'af atas sikap istri dan putranya itu pada bu Mayang, bu Mayang pun dapat mengerti karena semua itu memang kesalahan dari putrinya,kini Tuan Williams pun mulai beranjak ke luar menyusul anak dan istrinya.
Sedangkan Stella kini tampak sangat depresi, ia terus menangis meratapi nasibnya.
Di sisi lain Regan yang kini sudah dalam perjalanan pulang pun merasa lega, karena kini orang tuanya tau bagaimana kebusukan Stella.
" Rey, ma'af kan mama, mama tadi tidak memikirkan Bintang yang jelas-jelas dia menjadi korban kejahatan Stella, mama sungguh bodoh karena lebih memikirkan Stella, " ucap mama Nita.
" Iya ma, Regan mengerti,mama lakukan itu karena mama selama ini sudah menganggap Stella anak mama,Regan sekarang merasa lega karena mama sudah tau bagaimana Stella sebenarnya, " jawaban Regan yang di sambut senyuman tipis oleh mama Nita. Kini mama Nita pun benar-benar menyesali ucapannya tadi.
" Pak jang, sekarang kita kerumah Bintang ya, " ucap Mama Nita yang kini berbicara pada pak jang.
Wajah Reganpun seketika ceria saat mendengar jika mama Nita ingin menemui Bintang, ia pun mulai senyum-senyum sendiri karena akan bertemu lagi dengan pujaan hatinya.
" Kenapa kerumah Bintang ma? " tanya tuan Williams.
" Entah kenapa sekarang mama ingin sekali memeluknya setelah kebodohan mama tadi yang lebih memikirkan Stella, "
" Bukan mama saja, Regan juga ingin sekali memeluknya, " gumam Regan pelan yang masih bisa di dengar oleh tuan Williams.
" Meluk Bintang nya besok saja ma, setelah Bintang benar-benar jadi mantu Mama,sekarang kita langsung pulang saja pak, " ucap tuan Williams yang kini bicara pada pak Jang.
" Emangnya kenapa Pa? " tanya mama Nita.
" Ada yang mau modus, " jawab tuan Williams yang seketika membuat wajah Regan datar tanpa ekspresi,sedangkan mama Nita yang mengerti maksud suaminya itu pun menahan tawanya melihat kini ekspresi Regan bak mayat hidup.
" Sial! kenapa papa bisa mendengar nya, " gerutu Regan yang kini hanya bisa memasang wajah masamnya karena gagal bertemu sang pujaan hati.