My Big Boss

My Big Boss
Melamar



Hari semakin gelap, kini Regan sedang berdiri di balkon kamarnya melihat gemerlap Bintang yang menghiasi langit malam.Entah apa yang kini Regan fikirkan yang jelas raut wajahnya tampak terlihat sendu.


Kevin yang memperhatikan Regan dari tadi pun menghampiri.


" Apa yang kau lakukan disini, "


" Menikmati pemandangan malam, " ucap Regan yang tak mengalihkan pandangannya dari bintang-bintang yang bertaburan di langit.


" Aku tau kau sedang memikirkan sesuatu, " ucap Kevin yang kini juga melihat pemandangan malam yang begitu indah itu.


Regan hanya diam tak menanggapi ucapan Kevin.


" Apa kau ragu dengan perasaan mu pada Bintang? "


" Tidak, "


" Lalu apa yang membuat wajah mu tampak menyedihkan seperti itu, "


" Tania, entah kenapa aku merasa bahwa Tania selama ini masih hidup, "


" Kau terlalu lama hidup dalam bayang-bayang Tania, "


Regan pun kembali diam mendengar ucapan Kevin.


" Jika kau tidak serius dengan Bintang, biarkan aku melamarnya untuk jadi ibu sambung Cello, " ucap Kevin lagi yang sengaja memancing Regan agar semakin yakin pada perasaannya sendiri.


" Aish! bisa-bisanya kau bilang seperti itu! " memukul kepala Kevin.


" Sebelum kau melukai hati Bintang, lebih baik Bintang bersamaku, " ucap Kevin dengan senyum menyeringai.


" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, "


" Lalu kenapa kau masih terus memikirkan Tania yang jelas-jelas sudah pergi untuk selamanya, "


" Aku tidak memikirkannya, aku hanya merasa dia masih hidup, "


" Aish! itu sama saja kau sedang memikirkannya, " memukul kepala Regan dari belakang.


" Kau suka sekali memukul ku!" ucap Regan sambil mengelus-elus kepalanya sendiri yang sedikit sakit, " sekarang bantu aku merangkai kata untuk melamar Bintang, aku ingin mengungkapkan perasaan ku dan melamarnya besok di depan semua orang, " ucapnya lagi.


" Jangan lakukan itu jika kau tidak yakin dengan perasaan mu! "


" Kenapa kau selalu berkata seperti itu, aku yakin dengan perasaan ku, hanya Bintang yang mampu menarikku dari bayang-bayang Tania, "


" Apa kau benar-benar yakin? " tanya Kevin memastikan.


" Iya, aku sangat yakin, berhentilah bertanya seperti itu! " ucap Regan kesal.


" Aku perlu memastikannya, " ucap Kevin yang kini sedang menghubungi seseorang lewat ponselnya.


Regan yang melihat nya pun bertanya.


" Siapa yang kau hubungi! " ucapnya.


" David, " Jawab Kevin singkat.


" Untuk apa kau menghubunginya! "


" Dia harus menemaniku begadang malam ini,"


" Maksudmu? "


" Apa kau lupa disaat kau menyuruhku membantumu melamar Tania, aku sampai begadang hanya karena menemanimu merangkai kata! aku tidak ingin mengalaminya lagi sendiri, David harus ikut merasakannya, "


" Kenapa kau iri sekali dengan David, "


" Karena kau menggajinya lebih besar dariku!"


" Pekerjaannya lebih banyak darimu jadi wajar jika aku menggajinya lebih besar, " ucap Regan yang kini berjalan masuk ke kamarnya.


" Dia memang selalu pilih kasih denganku, " gerutu Kevin pelan.


Sikap Regan yang begitu dingin memang membuatnya jauh dari kata romantis, jadi untuk masalah wanita ia memang selalu meminta bantuan Kevin yang lebih bisa di andalkan.


Kini Kevin, Regan dan David yang baru saja datang sudah berada di dalam kamar Regan untuk melakukan rapat intern😅,mereka bertiga mulai berdiskusi,membantu Regan menyiapkan kata-kata yang tepat untuk melamar Bintang.Kevin dengan wajah malasnya tetap menanggapi semua ucapan Regan yang begitu antusias mempersiapkan kata-kata.Regan yang terus mondar-mandir membuat Kevin mulai geram.


" Kau gunakan saja kata-kata mu dulu saat melamar Tania , " ucap Kevin datar.


" Dia Bintang bukan Tania jadi harus berbeda,"


" Hidupmu ribet sekali, " ucapnya ketus, " kau bilang saja will you marry me, " ucap Kevin lembut sambil menekuk lututnya memeragakan gerakannya di hadapan Regan.


" Itu terlalu biasa, "


" Aish! kau meminta pendapatku tapi kau dari tadi tak mendengarkan ku, " gerutu Kevin kesal.


Sedangkan David yang ada di sana hanya memasang wajah datarnya.


Malam semakin larut,Kevin dan David pun masih setia menemani Regan yang masih saja sibuk merangkai kata walau mereka sudah mengantuk berat, Kevin dan David dengan matanya yang mulai berat hanya mengiyakan setiap ucapan Regan, hingga kini Regan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


" Ini sangat menguras otak, " gumamnya yang kemudian tertidur.


Malam berjalan begitu cepat, haripun mulai berganti, Hari ini tepat hari ulang tahun perusahaan Atmaja Grup, dimana rencana perayaan sudah di rancang dari satu bulan yang lalu.


Acara akan di adakan di salah satu hotel mewah milik keluarga Atmaja.Acara akan di gelar di area taman hotel yang di lengkapi dengan kolam yang tampak begitu indah.


Regan yang sudah siap pun menghubungi David untuk menjemput Bintang, sedangkan dirinya akan datang bersama keluarganya.


Tak lama Kini Regan dan keluarga sudah sampai di hotel mewah miliknya.Tampak banyak undangan yang sudah hadir, para karyawan dan para kolega beserta keluarganya sudah memenuhi tempat itu.


Regan pun mulai menemui beberapa koleganya. Acara akan di mulai dengan sepatah dua patah kata dari Tuan Williams baru setelah itu Regan sebagai presiden direktur yang akan memberikan sambutan.


Disisi lain Bintang mulai turun dari mobil David,Bintang yang menggunakan gaun panjang yang sedikit mengekspos bagian bahunya pun tampak begitu cantik dan anggun, hingga semua mata kini tertuju padanya.


" Bukankah itu sekretaris Tuan Regan?


Dia sangat cantik, wajar jika Tuan Regan tertarik padanya, mereka akan menjadi pasangan yang sangat serasi, " ucap salah satu tamu undangan.


" Kau benar, mereka akan menjadi pasangan yang sangat serasi, " ucap tamu undangan lain yang ikut menimpali.


Sedangkan di sisi lain, seorang wanita yang berpostur tinggi, cantik bak seorang model tersenyum sinis saat melihat Bintang.


Wanita itu berjalan dan sengaja menabrak Bintang yang sedang berjalan masuk hingga kini high heels Bintang terjepit di penutup saluran air.


" Aish! sial...!


Tuh orang nggak liat apa aku segede ini !" gerutu Bintang yang mencoba melepas Haig heels nya yang terjepit.


Bintang tetap berusaha tenang karena semua tamu sedang memperhatikannya, Bintang pun tetap tersenyum manis dan menunduk hormat saat para tamu undangan yang lain baru datang.


" Aku akan membuatmu malu malam ini, dan Regan akan ilfeel melihatmu, " gumam wanita itu yang melihat Bintang dari kejauhan.


Sedangkan Bintang masih saja tenang dan tetap berusaha menggerak-gerakkan kakinya agar high heels nya yang nyangkut bisa terlepas.


" Ah! mana mungkin sekarang aku jongkok ngambil ni sepatu, pasti mereka semua akan mentertawakan ku,ini sungguh memalukan, "gumam Bintang dalam hati.


Disisi lain, Regan yang melihat David berjalan sendiri pun mengerutkan dahinya.


" Apa dia tidk bisa datang malam ini? " gumam Regan dalam hati.


" Malam Tuan, " ucap David menunduk hormat.


" Dimana Bintang? " tanya Regan yang seketika membuat David menoleh ke belakang.


" Ma'af Tuan tadi Nona Bintang berjalan di belakang saya, mungkin nona Bintang masih tertinggal di luar saya akan mencarinya " ucap David yang kemudian berlaku pergi.


" Kau selalu membuatku dalam masalah Nona, " gerutu David dalam hati.


Sedangkan Regan ia juga mulai berjalan dan mengedarkan pandangannya, parasnya yang begitu rupawan membuat semua mata tak henti menatapnya.



" Dasar gadis bodoh, kenapa kau malah berdiri di sana! " gerutu Regan yang melihat Bintang berdiri mematung di tengah -tengah tamu undangan.


Sedangkan Bintang masih terus berusaha melepas high heels nya yang terjepit.



" Oh Tuhaaan... kirimkanlah pangeran yang akan menolongku dari posisi ini, " gumam Bintang yang seketika membulatkan matanya sempurna karena Regan yang tiba-tiba saja menggendongnya.


" Tuan,apa yang kau lakukan? " suara Bintang berbisik.


" Menolong Tuan putri yang bodoh, "


" Turunkan saya Tuan, semua mata sekarang tertuju pada kita, "


" Abaikan, " ucap Regan cuek.


" Dav, tolong ambilkan sepatu di bagasi mobil, " ucap Regan pada David yang baru saja menghampiri nya.David pun bergegas mengambilnya.


Kini Regan pun menurunkan Bintang di salah satu kursi di sana.


" Kenapa kau masih memakai gaun seperti ini! " ucap Regan yang tak suka melihat Bintang memakai gaun yang terbuka.


" Ini Satu-satunya gaun yang saya punya Tuan, "


" Aku menggajimu mahal, kau bisa membeli sepuluh gaun sekaligus, kau buat apa uangmu itu! " ucap Regan yang mulai naik darah.


" Saya tabung Tuan, saya juga ingin jadi orang kaya seperti Tuan jadi saya harus rajin menabung, " ucap Bintang tersenyum garing ia sengaja mencari-cari alasan agar Regan tidak memarahinya.Regan yang ingin sekali marah pun mulai reda karena melihat senyuman Bintang.


" Ma'af ini sepatunya Tuan, " ucap David yang datang membawa sepasang sepatu high heels. Kini Regan pun memasangkan sepatu itu pada kedua kaki Bintang.


" Kenapa sepatu ini mirip sekali dengan sepatuku yang dia buang di jalan, " Bintang pun memperhatikan sepatu itu dengan seksama, " ini benar-benar sepatuku, jadi dia selama ini menyimpan nya, " gumam Bintang yang kini menatap Regan yang tengah memakaikan sepatu di kakinya.


Semua tamu undangan yang sedang memperhatikan merekapun mulai bergerombol saling berbisik,


" Lihatlah,sikap Tuan Regan begitu manis, beruntung banget jadi Nona Bintang, " ucap salah satu tamu undangan yang dari tadi memperhatikan mereka berdua.


" Aku jadi iri melihatnya, " sahut tamu undangan lain yang ikut menimpali.


Di sisi lain wanita yang sengaja menabrak Bintang pun berdecak kesal.


" Ssshiit... kenapa jadinya gini sih! " gerutunya kesal.


Kini tiba saatnya Regan memberikan sambutan untuk para tamu undangannya.Regan pun berdiri gagah di depan sana dengan untaian-untaian kata yang ia ucapkan,Banyak kata yang ia sampaikan hingga kini tiba saatnya Regan ingin mengungkapkan perasaan nya dan melamar Bintang di depan semua orang.


Kini Regan pun menatap Bintang yang tengah berdiri di tepian kolam, begitupun dengan Bintang. Senyum mereka sama-sama terukir indah di sana. Regan yang dari kejauhan bisa melihat wajah Bintang yang begitu berbinar.


" Malam ini, di depan kalian semua saya ingin mengungkapkan perasaan saya pada wanita yang selama ini sudah membuat saya sadar akan indahnya hidup, malam ini juga saya ingin melamarnya untuk menjadi teman hidupku, " ucap Regan yang kini mulai melangkah ke arah Bintang.


Namun baru satu langkah ia berjalan terdengar suara orang yang terjatuh ke dalam kolam. Regan yang melihatnya pun langsung berlari kearah kolam dan Byuuuuuur....,suara tubuh Regan yang terjun ke kolam.


Kini Regan pun mulai berjalan ke atas dengan menggendong tubuh wanita yang kini tergulai lemas di pelukannya.


" Apa kau malaikat yang akan menjemputku, " gumam Bintang yang mulai berhalusinasi karena begitu syok akibat terjatuh ke dalam kolam.


" Tidak ada malaikat yang mau menjemput gadis bodoh seperti mu! " ucap Regan yang kini mulai membaringkan tubuh Bintang di kursi panjang yang ada di sana.


" Aduh..! mulutnya pedes banget,ini pasti Regan, " gumam Bintang dalam hati.


" Tu..Tuan terimakasih kau selalu menolongku, " ucap Bintang dengan suara yang lemas.


" Dengan apa kau akan membayarnya, "


" Mana pernah orang ini tulus melakukannya," gumam Bintang dalam hati.


" Sa...saya ada sedikit uang di kartuku, " ucap Bintang ragu-ragu


" Aku tidak membutuhkan uangmu yang sedikit itu, " ucap Regan yang menatap Bintang lekat-lekat, begitu juga dengan Bintang, hingga pandangan mereka saling beradu.


" La..lalu Tuan ingin apa dariku? "


" Jadilah istriku, " ucap Regan yang hanya bisa Bintang dengar dengan sayu-sayu karena kini semua pandangannya menjadi gelap. Regan yang melihat Bintang mulai tak sadar pun panik dan bergegas menggendong Bintang menuju mobil.


Sedangkan di sisi lain David dan Kevin yang melihat itupun ekspresinya seketika datar.


" Dav, lalu untuk apa kita begadang semalaman, " ucap Kevin yang kesal karena Regan sama sekali tidak menggunakan kata-kata yang tengah di persiapkan semalam suntuk.


" Sabar Tuan, " dua kata dari David yang kini mulai berlari mengejar Tuanya.