
David yang kini sudah membawa dua kantong plastik berukuran besar pun menghampiri Regan.
" Permisi Tuan, ini barang yang di pesan nona Bintang, " ucapnya.
" Baiklah, kita ke tempat Bintang sekarang. " Regan pun kini mulai berjalan menuju toilet di ikuti David di belakangnya.
Saat berada di depan toilet semua mata kini memandang mereka dengan tatapan mengintimidasi membuat dua orang laki-laki yang kini berdiri di depan toilet wanita itupun mulai merasa tidak nyaman.
David pun kini memilih membuang muka,dengan wajah yang memerah ia mulai menyembunyikan dua kantong kresek yang berisikan jamu datang bulan dan pembalut itu ke belakang tubuhnya,sangat lucu mendapatinya membawa barang-barang yang menggelikan itu, wanita-wanita di sana pun tertawa menggelitik.
Sementara Regan,ia tengah sibuk dengan ponselnya hingga tak begitu menghiraukan wanita-wanita yang kini tengah memandanginya.
" Sayang keluarlah,aku sudah membawa barang pesanan mu, " ucapnya saat panggilannya sudah terhubung dengan Bintang.
" Oke. " Bintang pun langsung berlari keluar menemui suami tampannya itu.
" Kenapa lama sekali, " protesnya kini yang sudah berada di depan Regan.
" Iya ma'af, aku kesulitan mencarinya tadi. "
" Sekarang mana? " tanya Bintang.
Regan pun kini melirik David, tanpa ba bi bu David pun langsung memberikan dua kantong plastik berukuran besar itu pada Bintang. Bintang pun sontak membelalakan kedua matanya melihat isi dari dua kantong plastik itu.
" Kau membeli sebanyak ini? emang kau fikir aku mau buka toko! " ucap Bintang menatap suaminya.
" Di sana terlalu banyak merk dan juga berbeda-beda bentuk,aku tidak tau seleramu jadi aku mengikuti saran David untuk membeli semua merk dan semua bentuk, kau bisa memilihnya sendiri sekarang, " jelas Regan.
Bintang pun menepuk keningnya sendiri,menatap dua manusia di hadapannya dengan masam.
" Terus kenapa juga harus beli jamu sebanyak itu, apa mereka pikir aku mau berenang dengan air jamu! " gerutunya dalam hati.
Sungguh salah, memang tidak seharusnya meminta laki-laki untuk membeli barang sensitif itu.
Biintang pun kini mengambil satu dan kembali ke dalam toilet.
Sementara Regan kini menatap David penuh tanya.
" Dav, apa kita salah? " tanya Regan bingung.
" Menurut saya tidak Tuan, apa salahnya beli banyak kan bisa di pakai lain waktu bukan? " jawab David enteng.
" Memangnya dia akan datang bulan lagi? " tanya Regan dengan polosnya.
" Hah! " David pun tak menyangka jika tuannya yang sangat pintar itu bisa tidak tau dengan hal yang biasanya di ajarkan waktu SMP itu.
" Tentu saja Tuan, mereka datang setiap bulannya, " jawab David kemudian.
" Owh, bagaimana kau bisa sangat tau tentang hal itu! " tanya Regan menyelidik.
" Seingat saya, menstruansi itu ada di pelajaran Biologi waktu saya masih SMP Tuan," jelas David.
" Owh, " Regan pun kini tampak sedang mengingat-ingat pelajaran SMP yang David maksud.
" Apa dulu nona Tania tidak pernah bercerita tentang menstruansi? " tanya David dengan polosnya.
" Tentu saja tidak, untuk apa Tania bercerita soal itu! " ucapnya ketus tak habis fikir dengan pertanyaan yang di lontarkan David.
Sementara Bintang yang baru saja keluar pun mengerutkan keningnya.
" Tania? siapa Tania? " ucapnya yang tak sengaja mendengar suaminya itu menyebut nama Tania.
David dan Regan pun tampak terkejut dengan kedatangan Bintang.Dengan wajah yang sedikit panik Regan pun merangkul bahu istrinya itu.
" Bukan siapa-siapa,ayo! kau mau membeli sesuatu dulu atau langsung pulang! " ucapnya kemudian.
Bintang hanya diam,ia menatap suaminya itu penuh selidik, membuat Regan yang melihatnya mengangkat kedua alisnya.
" Kenapa? " tanyanya.
" Jawab dulu siapa Tania yang kau bicarakan?kenapa kalian membicarakan nya? "
" Kau ingin tau sekali? "
" Aku ini istrimu, tentu saja aku ingin tau siapa wanita yang sedang di bicarakan oleh suamiku.Apa dia calon sekretaris mu? rekan bisnis mu? temanmu? teman dari temanmu?mantan kekasih mu?atau mungkin teman dari mantan kekasih mu? oh, jangan-jangan dia wanita yang sudah berhasil menggodamu?katakan siapa dia? " tanyanya mengintrogasi.
Regan pun gemas melihat istrinya yang terus mengoceh,membuatnya ingin sekali mengecup bibir mungil yang berbicara tanpa jeda itu.Mungkin jika itu di tempat sepi Regan sudah ******* habis bibir mungil istrinya itu.
" Sejak kapan nona Regan menjadi reporter? " ucapnya dengan senyuman menyeringai.
" Sejak hari ini!sekarang katakan siapa wanita yang kau bicarakan! "ucapnya dengan tatapan tajamnya.
Semakin lama semakin besar cinta Bintang untuk Regan,semakin mencintai Regan semakin membuatnya takut kehilangan suaminya itu,apa lagi ketampanan dan kekayaan yang di miliki suaminya itu membuat banyak wanita sangat menginginkan nya,jadi wajar saja jika Bintang saat ini mengintimidasi suaminya.
Sementara Regan yang melihat kecemasan istrinya itu pun membuang nafasnya pelan, menatap lekat mata indah milik istrinya dan menyibakkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.
" Jangan berfikir yang macam-macam,percayalah tidak ada wanita manapun yang mampu menggodaku kecuali kau, " ucapnya yang kemudian mencium kening Bintang dengan penuh kasih sayang,membuat semua mata yang ada di sanapun kini tertuju pada mereka.
Bintang yang merasa malu pun memukul pelan dada bidang suaminya itu.
" Kenapa kau harus menciumku di depan banyak orang! " protesnya tak suka.
" Memangnya kenapa? aku tidak peduli,mau lagi? " goda Regan.
" Ah! tidak, sudah ayo pulang! " menarik tangan Regan dan mulai melangkah keluar.
Sementara David ia tetap setia mengekori tuannya di belakang.
David yang kini tengah mengemudikan mobilnya sesekali melirik Regan yang duduk di bangku belakang melalui kaca sepion.Di dalam otaknya terdapat banyak pertanyaan kenapa tuannya itu tidak jujur soal Tania.
" Ma'af tuan, kenapa tuan tadi tidak bilang sejujurnya tentang nona Tania? tannya nya.
Regan pun kini menatap David datar.
" Apa menurut mu hatinya akan baik-baik saja setelah mendengar nya? " ucapnya yang kini membuat David tampak diam mencerna ucapan tuannya.
" Ma'af saya baru mengerti tuan, " jawabnya pelan.
Mengetahui orang yang kita cintai pernah mencintai orang lain walau itu di masa lalu tetap saja menyakitkan,mungkin itu alasan Regan tidak menjawab jujur pertanyaan Bintang.
Regan dan David yang kini sudah berada di kantor pun mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing hingga tak terasa kini waktu semakin gelap.
Kantor Atmaja grup sudah tampak sepi, Regan dan David lah yang terakhir keluar dari bangunan kokoh yang menjulang tinggi itu.
Regan yang kini sudah berada di rumahnya pun di sambut hangat oleh Bintang.
" Pasti suamiku ini sangat lelah setelah seharian bekerja, " ucap Bintang sambil membantu Regan melepas jas yang ia kenakan.
Regan pun tersenyum tipis,memegang wajah Bintang dan mengusapnya dengan lembut.
" Rasa lelah ku hilang setelah melihat mu. "
Bintang pun tersenyum, ada rasa bahagia saat mendengar kata-kata yang baru saja suaminya itu ucapkan.
" Aku akan siapkan air hangat untuk mu setelah itu kita makan. "
" Terimakasih sayang. "
Bintang pun kini mulai berjalan ke kamar mandi, sementara Regan ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang untuk menghilangkan rasa penatnya,hari ini benar-benar membuatnya kelelahan karena semua harus ia kerjakan sendiri tanpa bantuan sekretaris.
" Semoga besok David sudah mendapatkan sekretaris baru, " gumamnya yang kini tak sengaja tertidur.
Bintang yang baru saja keluar dari kamar mandi pun tersenyum melihat suaminya yang tertidur dengan separuh kemeja yang sudah terbuka, Bintang pun kini menghampiri suaminya dan mengusap lembut wajah tampan suaminya itu.
" Sayang bangun, mandi dulu gih, " ucapnya dengan suara pelan.
Regan yang merasakan tangan istrinya itupun kini mulai mengenggamnya, matanya terbuka menatap manik hitam yang selalu menenangkan hatinya. Bintang yang kini mengenakan pakaian sedikit terbuka dan memperlihatkan lekuk tubuhnya membuat Regan menginginkan istrinya malam ini.
" Apa kau tidak ingin menemaniku mandi? " ucapnya sambil mengusap lembut pipi mulus istrinya itu.
" Aku sudah mandi. "
" Aku tidak menyuruh mu mandi, aku hanya menyuruh mu menemaniku mandi. " Regan pun mulai menarik tubuh Bintang hingga jatuh ke pelukannya.
" Memang tuan Regan fikir nona Regan tidak tau niat licik yang sekarang ada di otak suami mesumnya ini! " ucapnya sambil mencubit hidung mancung Regan.
" Aku sangat menginginkan mu sekarang. " Regan pun tak bisa membendung hasrat nya, pakaian Bintang yang sedikit menampakkan belahan dadanya membuat Regan semakin menginginkan istrinya itu.Regan pun mulai memberikan kecupan- kecupan kecil di sana.
" Sayang, aku sedang datang bulan, apa kau lupa? " Bintangpun menyudahi aksi suaminya itu.
" Datang bulannya kan sudah dari tadi siang, memangnya sekarang belum selesai? " tanya Regan dengan polosnya.
"Memang kau fikir satu dua jam selesai gitu! "
" Memangnya butuh waktu berapa lama? "
" Tujuh hari ! "
" Hah! " Regan pun sontak membelalakan matanya, " kau bercanda kan sayang? jangan mengerjaiku! " Regan pun mengira Bintang hanya mengerjai nya.
" Untuk apa aku mengerjaimu sayangku.., " ucapnya gemas melihat ekspresi Regan yang sedang menahan sesuatu di bawah sana.
" Ah, kau tega sekali! kenapa malam ini kau harus memakai pakaian seperti itu! " protes Regan karena pakaian Bintang yang begitu menggoda.
Regan pun kini memejamkan matanya, mengatur nafasnya yang tidak karuan karena hasratnya yang tidak tersalurkan.
" Memangnya kenapa? " Bintang pun kini bertanya tanpa dosa.
" Kau menyiksaku! " Regan pun kini beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Berendam air hangat kini menjadi pilihannya untuk meredam hasratnya.
Sementara Bintang masih tampak bingung.
" Menyiksanya? bukankah suami itu suka kalau istrinya berpakaian seperti ini! " gumam Bintang tak mengerti.
_
_
_
_
Jeck : Tega lu Thor bikin gue kembang kempis ! 😭😭
Othor : Jangan salahin gue, kan kemarin gue udah bilang gak janji,kalau sekarang lu puasa ya salahin noh para pemirsa 😝
Jeck : 😭😭😭😭😭emmmaaak..gue puasa tujuh hari tujuh malem gara-gara readers gak ngasih jempol
Emak jeck : udah jangan nangis emak sumpahin tu jempol pada cantengan