
Kini Regan,Bintang, Kevin dan David sudah berada di ruang meeting mereka sedang menunggu kedatangan calon investor yang akan menginvestasikan saham mereka di Atmaja Grup,tak lama orang-orang yang di tunggu itu pun datang dan diantara mereka ada satu wanita cantik yang kemarin datang mencari Regan dia adalah Stella.
Regan dan David yang melihat Stella pun kini saling menatap, seakan mereka mempunyai pemikiran yang sama.
" Ma'af Tuan sudah membuat Anda menunggu, " ucap Pak Anton salah satu dari calon investor.
" Hmmmm.. iya silahkan duduk, " jawab Regan ramah.
Sedankan Bintang dan Stella sama-sama saling menatap singit seakan ada dendam kesumat di antara mereka.
Meeting pun di mulai, Regan,Kevin dan David pun saling bekerja sama untuk meyakinkan para investor agar benar-benar yakin untuk menanamkan saham di Atmaja Grup.
Regan dengan terampil nya mulai memaparkan keuntungan-keuntungan yang akan diterima oleh para investor jika mau menanamkan saham mereka,dengan beberapa penjelasannya ia berharap para investor benar-benar yakin dan mau menanamkan sahamnya.Di tengah-tengah meeting Regan meminta Bintang untuk menampilkan bahan persentasi yang sudah di siapkan David dan Kevin, saat Bintang ingin menekan tombol pada laptop yang sudah terhubung dengan mesin proyektor Stella sengaja menyenggol tangan Bintang hingga Bintang tak sengaja menyenggol segelas air putih dan tumpah di atas laptop.Bintang yang terkejut pun membuka malulutnya lebar-lebar.Ia pun buru-buru membersihkan laptop itu dari air, Kevin yang melihatnya pun bergegas membantu.
" Kenapa kau bisa seceroboh ini,kau tau aku membuatnya begadang semalaman dengan David, " gerutu Kevin kesal.
" Ma'af Tuan, tuh nenek sihir sengaja nyenggol tangan saya, " ucap Bintang yang sangat panik, bagaimana tidak jika laptop itu tidak bisa di gunakan otomatis bahan persentasi yang sudah Kevin dan David siapkan semalam suntuk tidak bisa di tampilkan dan itu akan mengurangi tingkat kepercayaan para investor yang akan menanamkan sahamnya.Jika investor sampai tidak jadi menginvestasikan sahamnya, dia sudah tidak tau lagi bagaimana nasibnya nanti.
" Semoga Regan mempercayai alasan mu itu, " ucap Kevin karena tidak ada satu orang pun yang melihat Stella menyenggol tangan Bintang.
Stella yang melihat Bintang begitu panik pun tersenyum sinis.
" Lihatlah setelah ini Regan akan benar-benar membencimu, " ucapnya dalam hati, kini ia pun mulai memanas-manasi Regan.
" Haduh Rey, kenapa sekretaris seceroboh ini masih kau pekerjakan sih! " ucap Stella dengan angkuhnya.
Bintang pun melirik tajam Stella.
" Dasar nenek sihir, tunggu sampai aku membalasmu! " gumam Bintang dalam hati.
Sedangkan di disinlain tampak raut wajah Regan yang begitu kecewa karena kecerobohan Bintang.
" Ma'af atas ketidaknyamanan ini Tuan, " ucap David pada semua investor.
Semua investor itu pun memaklumi karena itu bukan kesengajaan.
Bintang dan Kevin mencoba menyalakan laptopnya, namun tak kunjung menyala, mereka berdua pun terus mengotak atik laptop itu tapi tetap saja tidak bisa menyala.Regan yang melihatnya pun langsung beranjak dari kursinya, ia pun berdiri dan mulai lagi meyakinkan para investor dengan persentasi dadakannya,karena Regan yang memang pintar dalam hal presentasi akhirnya beberapa investor pun yakin dan mau menanamkan modalnya.Meeting pun selesai dengan hasil yang jauh dari prediksi Regan.
Kini semua investor itu pun pamit pulang kecuali Stella yang masih ada di sana.
" Hai Rey, bagaimana kabarmu,aku sangat merindukan mu, dari kemarin aku mencarimu tapi kau tidak ada di kantor, " sambil mencium pipi kanan dan kiri Regan.Regan yang tidak suka dengan perlakuan Stella pun mendorong tubuh Stella.
" Jaga sikap mu! " ucap Regan dingin, " ada yang ingin aku bicarakan,ikut keruangan ku sekarang! " ucapannya lagi menyuruh Stella mengikutinya.
Regan pun berlalu begitu saja di depan Bintang dengan Stella yang mengekorinya.
Sedang kan di sisi lain Bintang yang tadi melihat Regan menerima ciuman Stella tubuhnya masih memanas,
" Dasar genit, mau-maunya di cium nenek sihir! " gerutu Bintang kesal sambil menata beberapa map yang ada di hadapannya dengan keras hingga terdengar bunyi hantaman pada meja, ' Braaaak... braaaak..', " bunyinya.
David dan Kevin yang mendengar nya sampai memegang dada mereka karena terkejut, Kevin juga sempat-sempatnya melihat kondisi meja di hadapan Bintang.
" Syukurlah tidak pecah, " ucap Kevin yang di lirik tajam Bintang.
" Aish! dia sekarang bahkan lebih menakutkan dari pada Regan, sepertinya sifat Regan sudah menular padanya, " gumam Kevin pelan.
Kini Bintang pun tampak frustasi, ia menyangga kepalanya dengan kedua tangannya.
" Tenanglah, dia tidak akan marah padamu, " ucap Kevin yang simpati melihat Bintang yang begitu takut Regan memarahinya.
" Kenapa Tuan bisa bilang seperti itu, bukankah tadi Tuan juga menyalahkan ku? " ucapannya yang kini meletakkan kepalanya di atas meja.
" Bagaimana aku tidak menyalakan mu! aku membuat nya setengah mati dan kau merusaknya, " ucapannya kesal.
" Iya saya minta ma'af, sekarang saya harus bagaimana? Tuan Regan pasti marah sekali padaku, " ucap Bintang mulia putus asa.
" Regan hanya kecewa padamu, kau temui saja dia dan meminta ma'af lah, " ucap Kevin yang mulai beranjak dari kursinya dan meninggalkan ruang meeting.Sedangkan David sudah dari tadi meninggalkan Ruangan itu hingga kini tinggal Bintang sendiri yang ada di ruangan.Bintang kini benar-benar takut menemui Regan, ia tak tau bagaimana nanti dia akan menjelaskannya tapi di sisi lain dia juga kesal karena Regan mau-maunya di cium nenek sihir itu, kini perang batin benar-benar sedang menyerang hatinya haruskah dia meminta ma'af atas kesalahan yang bukan murni kesalahannya? atau dia ikuti kata hatinya yang kesal dan memilih ingin menghindar dari Regan.Ciuman pipi yang sekarang sudah menjadi hal biasa di negeri ini tetap saja membuat hati Bintang kesal karena menurutnya itu hal yang sangat sakral.
Sedangkan di sisi lain Regan sudah berada di ruangannya bersama Stella.Stella adalah teman kecil Regan yang dari dulu menaruh hati pada Regan namun Regan tetap menganggap nya sebagai teman tidak lebih,Stella tidak mau menyerah ia terus berusaha untuk mendapatkan hati Regan walau dulu Regan sudah bersama Tania, Stella juga terus berusaha merusak hubungan Tania dan Regan karena itulah sikap Regan begitu dingin padanya.Orang tua Stella memaksanya untuk melanjutkan studinya di luar negeri dan meneruskan usaha keluarganya di sana,sekarang ia memutuskan kembali untuk mengejar cintanya lagi.
" Jika kau menanamkan saham di perusahaan ku hanya karena kau ingin dekat dengan ku jangan harap itu terjadi,dan aku harap kejadian di hotel dan kejadian tadi tidak ada hubungannya dengan mu, " ucap Regan dengan tatapan tajamnya.
" Jadi gadis udik itu belum menceritakan kejadian di hotel pada Regan, baguslah aku masih ada kesempatan untuk menghilangkan buktinya, " ucap Stella dalam hati dengan senyum sinis nya.
" Tentu saja tidak, untuk apa aku melakukan itu, aku sudah berubah Rey aku sudah tidak seperti dulu,aku juga sudah mempunyai calon tunangan, " ucapannya berbohong.
" Sampai kapanpun aku tidak akan merelakan mu di miliki oleh siapapun,apa lagi oleh gadis udik itu yang nggak ada apa-apa nya dariku, " ucapannya lagi dalam hati.
" Baguslah jika kau sudah mempunyai calon tunangan, aku tidak perlu khawatir kau akan menggangu calon istri ku, sekarang keluarlah aku sibuk, " ucapannya ketus.
" Kenapa kau masih saja dingin padaku, aku benar-benar sudah berubah, aku ingin hubungan kita seperti dulu lagi, "
" Aku memaafkanmu bukan berarti aku melupakan semua kelakuan mu dulu, jadi jangan berharap aku bisa bersikap baik padamu,sekarang keluarlah, " ucapannya penuh penekanan.
" Hmmmm..., baiklah,tapi jangan larang aku untuk tetap berusaha agar kau bisa kembali bersikap baik padaku, " ucapnya yang kemudian keluar dari ruangan Regan.Regan hanya diam dan mengacuhkan Stella.
Di sisi lain Bintang baru keluar dari ruangan meeting setelah menyelesaikan perang batinnya dimana ada rasa bersalah atas kesalahannya dan rasa kesal karena calon suaminya dengan mudahnya membiarkan pipi mulusnya di nodai oleh bibir si nenek sihir. Bintang pun akhirnya memutuskan untuk meminta ma'af pada Regan walau itu bukan murni kesalahannya, ia pun sejenak menghilangkan rasa kesal di hatinya.
Tampak Stella berjalan dengan angkuhnya dari arah yang berlawanan dengan Bintang.Bintang yang melihatnya mulai mengepalkan tangannya,sekarang ia ingin sekali menjambak rambut nenek sihir itu hingga botak, namun Bintang menahan amarahnya karena tidak mungkin dia melakukan hal itu di kantor, dia akan menunggu waktu dan tempat yang pas untuk membalas perbuatan wanita jadi-jadian yang baru saja ia tau namanya itu.
" Aku tidak akan berhenti membuat Regan membencimu,peristiwa di hotel itu baru pengenalan,dan tadi kau anggap saja itu pemanasan, " bisik Stella sambil mencengkram lengan Bintang.
Bintang yang mendengar hanya tersenyum meremehkan, ia pun melepas tangan Stella dari bahunya dan mulai meremas tangan Stella, Bintang yang memang menguasi ilmu bela diri membuat Stella kesakitan karena cengkramannya itu.
" Aku hanya ingin berjabat tangan denganmu, bukankah kita belum berkenalan? " ucap Bintang dengan senyum sinisnya, " kau tampak kesakitan padahal aku belum menggunakan seluruh tenagku, oh ya.., aku lupa mengenalkan namaku, kenalkan aku Bintang Ariana Putri yang sebentar lagi menjadi NONA REGAN ATMAJA, " ucapnya dengan senyuman sinis yang baru ia pelajari dari film drakor kesukaannya.
" Senyumku udah tampak menjengkelkan belum ya?aku tambah melotot deh biar kaya yang ada di film-film,ngadepin pelakor yang modelnya kaya nenek sihir mah harus totalitas, " batin Bintang dengan biji mata yang tampak ingin keluar dari sarangnya.
Bintang yang melihat Stella kesakitan pun melepas cengkraman tangannya, bagaimanapun dia tetap lah Bintang yang baik hati dan berbudi baik seperti kata Regan, ia tak tega jika harus menyakiti orang lain.Stella pun memegang tangannya yang sakit.
" Sial! gadis ini tidak bisa aku remehkan, " Ucapnya kesal.
" Kau harusnya sadar diri,kau tidak ada apa-apanya dari ku yang jelas-jelas lebih hebat darimu, gadis udik, miskin seperti mu ingin bersanding di samping Regan seorang presdir yang terlahir dari keluarga kaya raya dan terpandang, mimpimu tinggi sekali Nona? " ucapnya sinis.
" Sehebat apapun dirimu,jika cinta Regan hanya untuku kau bisa apa!aku rasa kau yang sedang bermimpi,cepatlah bangun dari mimpi yang tak akan pernah bisa kau gapai! " ucapnya yang kemudian berlalu pergi.
" Wanita sialan! berani sekali dia padaku, " gumam Stella yang melihat punggung Bintang hingga tak tampak lagi.
Sedangkan di sisi lain, Bintang sedang berjalan menuju ruangan Regan.
" Sebenarnya ada hubungan apa si nenek sihir itu dengan Regan, ngapain tadi Regan ngajak dia ke ruangannya,membicarakan apa mereka tadi, kenapa hanya berdua? aku perlu nggak ya menanyakan hubungannya dengan si nenek sihir, " pertanyaan-pertanyaan yang sekarang bergelut di fikirannya.