My Big Boss

My Big Boss
Saling mengenal



Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hari demi hari terlewati begitu indah,menurut Regan dan Bintang yang lagi bucin, nggak tau dah nasib yang lain gimana😂


Satu bulan berlalu,drama Bintang, Regan, David, dan dokter bedah itupun masih tersimpan rapi, karena setelah kejadian itu Selly tak pernah lagi menemui Regan, bahkan ia memutuskan untuk ikut bersama ayahnya yang sekarang tinggal di luar negeri untuk pengembangan usaha disana. Semua itu seakan sudah di ketahui Regan hingga ia tak perlu khawatir rencananya akan di ketahui Selly maupun tuan Felix.


Kini hubungan Regan dan Bintang semakin dekat bahkan kedekatan mereka sudah terdengar seantero jagad hingga membuat banyak wanita kini iri terhadap Bintang.


Bintang kini tengah berada dalam perjalanan menuju rumah Regan, karena ia harus mengantar file penting yang di minta Regan.


Bintang yang sudah sampai di rumah Regan pun di sambut hangat oleh Mama Nita.


" Hai sayang,bagaimana kabarmu? pasti anak itu membuatmu sangat sibuk hingga kau tak pernah main kerumah tante, " ucap mama Nita sambil memeluk Bintang.


" Bintang sehat tante, Bintang akhir-akhir ini memang sibuk,tante sehatkan? "


Belum juga mama Nita menjawab si tuyul tengil udah nemplok begitu saja di kaki Bintang.


" Kakak Cantik kesini karena merindukan Cello bukan? " tanya Cello yang kini menatap Bintang dengan mata yang berbinar.


" Tentu saja, kakak cantik kesini karena sangat merindukan Cello, " ucap Bintang yang kini menekuk lututnya hingga tingginya sejajar dengan Cello.


" Kakak cantik sekarang mau kan jadi pacar Cello, Cello sekarang sudah benar-benar jadi anak baik, "


" Cello kan belum setinggi Daddy, " ucap Bintang sambil mengacak-acak rambut Cello.


Sedangkan di sisi lain, Regan dan Kevin sedang berada di lantai atas memperhatikan Bintang.


" Calon ibu yang sempurna, " ucap kevin yang dari tadi pandangannya tak lepas dari Bintang.


" Jika kau terus memandangnya, aku pastikan kau akan kehilangan bola matamu! " ucap Regan kesal.


" Aku hanya melihat anakku! " ucap kevin mencari alasan.


" Apa kau fikir aku tidak mendengar ucapanmu! itu tandanya yang kau lihat dari tadi adalah Bintang, " ucap Regan dengan sorot matanya yang tajam.


" Dia ada di dekat Cello jadi wajar jika aku melihatnya, "


" Tetap saja itu tidak boleh, mata mesummu itu pasti sudah kemana-mana! " mencolok mata Kevin.


" Kenapa kau mencolok mataku! " ucap David yang kini memelintir tangan Regan.


" Awww...beraninya kau pada Presdir! " ucap Regan sambil menahan rasa sakitnya.Ia pun kini memijat tangannya sendiri, " kemari kau! aku akan membunuhmu sekarang! " ucap Regan lagi.


Kini pertarungan itu pun terjadi, hingga suara Bintang yang seketika menghentikannya.


" Tuan sedang apa? " tanya Bintang yang melihat Regan dan Kevin dalam posisi berpelukan dengan rambut dan pakaian yang berantakan.


Mereka yang mendengarnya pun seketika melepas pelukannya dengan raut wajah yang sama-sama datar.


" Ini tidak seperti yang kau fikirkan, " ucap Regan sambil menata kembali rambut dan pakaiannya yang berantakan.


" Kita hanya sedang berlatih gulat, jadi kau jangan berfikir yang tidak-tidak, " sahut kevin yang kemudian melangkah pergi.


Sedangkan Bintang hanya bisa mengangguk-anggukan kepala dengan mata dan mulut yang masih terbuka lebar.


" Mana file nya, " tanya Regan pada mode Dingin.


" Ini tuan, saya menyimpannya di dalam flash dish, "


" Baiklah, aku akan mengeceknya di laptop kau temui saja mama dia selalu menanyakan mu,"


" Baik tuan, " ucap Bintang dengan senyum yang mengembang di pipinya.


Kini Bintang pun sudah berada di dapur bersama Mama Nita.


" Tante sedang masak apa? " tanya Bintang yang melihat mama Nita sedang sibuk memasak bersama Neni.


" Makanan kesukaan Regan, sini bantu tante memasaknya, "


" Saya rasa tuan Regan tidak akan suka dengan hasil masakan saya Tante, "


" Aish! tante tau dia sangat menyukaimu mana mungkin dia tidak suka dengan hasil masakanmu! "


" Tante bisa saja, " ucap Bintang tersipu malu.


" Apa anak itu belum mengutarakan perasaannya padamu? "


" Uhuk.. uhuk, " pertanyaan mama Nita yang membuat Bintang terkejut hingga tersedak saat mencicipi masakan mama Nita.


" Anak itu memang susah sekali mengutarakan perasaannya, kau tenang saja tante akan membuatnya agar dia cepat melamarmu, "


Di meja makan.


Kini semua keluarga Atmaja sudah berkumpul di meja makan termasuk juga Bintang untuk makan siang.


" Mama dengar hubungan kalian semakin dekat, kapan kau akan melamar Bintang Rey, "


" Uhuk.. uhuk.., " suara batuk Regan dan Bintang yang sama-sama terkejut hingga tersedak. Kini mereka berdua pun sama-sama saling menatap.


Kenapa tante Nita benar-benar melakukannya? gumam Bintang dalam hati.


" Apa kau tidak takut kalau Bintang di ambil orang lain? " ucap mama Nita lagi yang sengaja memanasi Regan.


Regan yang mendengarnya pun seketika menatap Kevin tajam, sedangkan Kevin yang di tatap malah membalas dengan wajah jeleknya.


Belum juga Regan menjawab Cello sudah menusuk tangan Regan dengan garpu.


" Aww.., " ringis Regan kesakitan, " Dasar cebong! kenapa kau menusuk ku! "


" Karena kau sudah berani merebut kakak cantik dariku! "


" Kau belajarlah dulu yang benar, " ucap Regan mencubit pipi gembul Cello.


" Tuuuan, " ucap Bintang yang tak suka dengan sikap Regan. Kini Cello pun menatap wajah Bintang lekat-lekat.


" Kakak cantik jangan mau di lamar sama manusia dingin itu, kakak cantik harus menunggu Cello setinggi Deddy, berjanjilah kakak cantik akan menolaknya, " ucap Cello manja.


Bintang pun menatap Regan yang kini juga menatapnya. Regan tau jika Bintang bingung harus menjawab apa.


" Jika kau ingin dia menolakku maka cepatlah tumbuh tinggi sepertiku, " sahut Regan.


" Lihat saja besok aku akan lebih tinggi darimu! " Cello pun bergegas menghabiskan susu dan makanannya karena ia beranggapan dengan begitu dia akan cepat tinggi.


Bintang pun menatap Regan dan tersenyum manis padanya.


Tak terasa hari semakin sore, Bintang menghabiskan waktunya seharian ini bersama keluarga Regan yang membuatnya kini bertambah akrab dengan mereka.


Kini Regan pun mengantarkan Bintang untuk pulang.


" Bagaimana pendapatmu tentang keluarga ku? " tanya Regan yang kini fokus mengemudi.


" Keluarga Tuan sangat baik dan ramah, Tuan beruntung memiliki mereka, " ucap Bintang dengan senyuman manisnya.


" Baguslah, " ucap Regan singkat,tujuan Regan sebenarnya menyuruh Bintang datang ke rumahnya adalah agar Bintang dan keluarganya saling mengenal sebelum ia benar-benar melamarnya.


Bintang yang mendengar Jawaban Regan pun mengerutkan dahinya.


" Maksud Tuan? " tanya Bintang.


" Ma.. maksudku ya, aku sangat beruntung memiliki mereka, "


Mobil Regan pun kini berhenti tepat di depan rumah Bintang.


" Beristirahatlah, siapkan dirimu untuk besok, " ucap Regan sambil mengacak-acak rambut Bintang.


" Besok? kenapa saya harus menyiapkan diri ? "


" Ma.. maksudku, besok adalah hari ulang tahun perusahaan kau harus menyiapkan dirimu agar tidak capek untuk menghadirinya, " ucap Regan mencari alasan, entah apa sebenarnya maksud ucapannya tadi, mungkin Regan sudah merencanakan sesuatu untuk Bintang.


" Baiklah, Tuan hati-hati di jalan, " ucapnya dengan senyum manis yang terukir di bibirnya.


Regan pun membalas dengan hal yang sama, kini ia mulai melajukan mobilnya.


_


_


_


_


Proses review yang lama membuat proses up juga lama,mohon bersabar ya nungguin up nya🙏🙏Author juga tetap semangat walaupun sedikit kecewa😟 semoga pihak Noveltoon/Mangatoon cepat menanganinya.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian😉


Jika kalian suka novel ini yuk bantu author naikin ranking Vote, sisihkan sedikit poin kalian untuk dukung novel ini. terimakasih😘


Happy Reading 😊