My Big Boss

My Big Boss
Agresif



Bintang yang kini sudah berada di kamar terlihat termenung,dia memikirkan semua perkataan Tania tadi.


Dia harus pasang badan.Menyiapkan rencana sedari dini agar tania sama sekali tidak mempunyai celah untuk mendekati suaminya.


Hari sudah semakin gelap, Regan yang sedari tadi sore tidur mulai mengeliatkan tubuhnya,membuka matanya perlahan dan mulai mengedarkan pandangannya.Dia tersenyum saat melihat pujaan hatinya duduk bersimpuh menatapnya begitu dalam tepat disebelahnya.Regan pun merubah posisi, menaruh kepalanya dengan manja di atas pangkuan istrinya.


" Kenapa gak bangunin aku? " ucapnya sambil melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Bintang.


" Kamu kelihatan capek banget,aku gak tega banguninnya. "


" Mmmmm..., " Regan masih sedikit malas, " sekarang jam berapa yank? "


" Mau jam delapan nih. "


" Apa! " Regan pun terperanjat mendengar jawaban Bintang, jadi dia sudah tidur selama itu?


" Kamu nih apa sih yank! " Bintang mulai mengerutkan keningnya melihat sikap suaminya yang menurutnya berlebihan.


" Kamu dari tadi gak tidur? "


Bintang menggelengkan kepalanya.


" Kenapa gak ikut tidur? Terus kamu ngapain?jangan bilang kamu sibuk dengan pekerjaan mu di sini, " Regan mulai menerka-nerka.


" Enggak sayang habis aku lihat-lihat toko,aku langsung ke kamar nungguin kamu di sini. "


" Apa? " Regan pun merasa bersalah, " lain kali langsung bangunin aku ya, jangan nungguin aku seperti ini, " ucapnya sembari mengusap lembut pipi Bintang.


" Iya sayang. "


" Ya sudah, kita pulang sekarang? "


" He'em. " Regan pun mengambil kemeja dan jasnya sedangkan tangannya yang lain merangkul bahu Bintang.Mereka pun kini berjalan bersama meninggalkan toko.Senyuman bahagia pun menghiasi wajah mereka.


Waktu tak terasa berjalan begitu cepat,hari demi hari sudah di lalui,minggu demi minggu pun sudah berlalu,kini tepat satu bulan sudah sejak pertemuannya dengan Tania Bintang menjadi sedikit protektif terhadap Regan. Sampai-sampai kemana pun Regan pergi Bintang terus ngintilin.Regan pun merasa ada yang aneh dengan istrinya.


" Sayang kamu kenapa sih? "


" Kenapa apanya? " Bintang yang sedang duduk manja di pangkuan suaminya menjawab.


" Akhir-akhir ini kamu tuh aneh banget tau gak? "


" Masak sih? " Bintang tak merasa.


" Iya,contohnya sekarang nih.Kamu berinisiatif duduk di pangkuanku, biasanya kan gak pernah kamu bersikap agresif gini? "


" Kamu gak suka? " Bintang mengalungkan tangannya ke leher Regan dan mulai menatapnya intens.


" Suka. " Otak mesum Regan pun seketika aktif.Jeck yang tadinya tidur nyenyak pun mulai bangun dari mimpi indahnya.


" Lalu kenapa kamu permasalahankan? " Bintang mulai mengusap lembut pipi mulus suaminya membuat tubuh Regan mulai meremang.


" Ya kamu gak biasa aja seperti ini? Sekarang kamu juga suka ngintilin aku keamana-mana. "


" Ini karena si boy ingin selalu bersama mu sayang. " Bintang terus memancing suaminya menggerakkan pinggangnya hingga sesuatu yang keras di bawah sana semakin terasa keras.Bintang pun tersenyum nakal.


" Kamu sekarang pinter ya mancing-mancing? " Regan mulai menangkup wajah cantik istrinya dan mulai mengecup bibir ranum itu.


" Ih emang ikan di pancing? " Bintang terkekeh.


" Kamu harus tanggung jawab karena sudah berani bangunin jeck! " Regan langsung bangun sambil menggendong tubuh Bintang kedalam kamar yang ada di ruangannya.


" Sayang kamu kok beneran,aku cuma bercanda tadi, " Bintang mulai meronta, awalnya dia hanya ingin mengerjai suaminya.


" Kalau bercanda jangan bawa-bawa jeck. " Regan pun kembali mencium bibir ranum istrinya dan akhirnya olahraga panas di siang hari itu pun terjadi.Niat hati hanya ingin mengerjai suaminya malah akhirnya dia yang di kerjai suaminya diatas ranjang.


Waktu terus berjalan dan hari pun semakin gelap. Bintang yang kini berada di kamarnya diam mematung memandang bulan dari balik jendela.


Satu bulan sudah berlalu,satu bulan juga Bintang merasakan resah setelah pertemuannya dengan Tania tempo lalu.Dia selalu merasa bahwa Tania akan menemui suaminya diam-diam tapi sampai satu bulan ini dia tidak menemukan pergerakan Tania. Satu bulan setelah pertemuannya dengan Tania dia terus mengikuti kemana pun suaminya pergi, ya semua itu ia lakukan agar si Tania tidak punya celah untuk mendekati suaminya.Namun sampai hari ini Tania tidak terlihat batang hidungnya, dia sama sekali tidak menemui Regan. Bintang bisa pastikan itu, karena suaminya tak pernah lepas sedikit pun dari matanya kecuali saat di kamar mandi.


Lalu,kemana Tania? Bukankah dia pernah bilang bahwa dia akan mengambil Regan darinya?Kenapa dia tidak pernah datang?Apakah mungkin Tania hanya memperingatinya saja? Ataukah keadaan Tania drop lalu dia meninggal? Ah tidak.. Tidak.. Bintang menggeleng-gelengkan kepalanya, Regan yang baru saja masuk kamar pun mengerutkan dahinya melihat gelagat sang istri.


" Kenapa? " tannya nya yang kemudian memeluk istrinya dari belakang dan mulai menyandarkan kepalanya ke bahu Bintang.


Bintang sedikit terperanjat.Dia pun kini tersenyum tipis.Dia tidak mau jika suaminya tau bahwa dia memikirkan Tania.


" Gak papa kok, " jawabnya pelan.


"Emmm,besok jadwalnya si boy di periksa kan? " Regan berbicara sambil mengusap perut Bintang yang mulai membuncit.


" Iya sayang. "


" Ya sudah ayo sekarang tidur. " Tanpa menunggu persetujuan Regan tiba-tiba menggendong tubuh Bintang berjalan ke ranjang big size mereka.


" Sayang aku bisa jalan sendiri, " Bintang pun sedikit protes.


" Ini mah cuma jalan beberapa senti gak bakal bikin capek.Ibu hamil itu juga harus banyak gerak tau!kalau kamu dikit-dikit gendong aku, kapan aku geraknya!"


Regan tak menghiraukan istrinya yang terus mengoceh, ia pun kini membaringkan tubuh mungil istrinya di atas ranjang.


" Kamu geraknya diatas ranjang saja. Okey? " bisiknya dengan seringai nakal.


" Tuh kan otak mu mesum mulu! " Bintang pun memukul pelan dada suaminya yang kini berada tepat di atasnya.Regan hanya terkekeh dan kembali berdiri.


" Mau minum susu rasa apa sayang? " tannyanya.Selama ini Regan selalu rutin membuatkan susu untuk istrinya, saat pagi hari dan sebelum tidur.Dia juga membeli susu untuk ibu hamil dengan berbagai rasa agar Bintang tidak merasa bosan.


"Emmmm,rasa apa ya? " Bintang tampak berfikir, " rasa coklat deh tapi jangan lupa ditaburin bubuk cintanya yang banyak ya? " ucapnya sedikit manja dan genit.


Regan pun menggigit kecil hidung istrinya.Dia gemas melihat sikap istrinya yang seperti itu.


" Ya sudah kamu tunggu ya. " Regan pun kini berjalan keluar,tak lama ia sudah kembali dengan satu gelas susu coklat hangat di tangannya.Dan dengan cepat Bintang sudah menghabiskan susu spesial buatan suaminya itu.


" Enak banget ya? " Regan tak menyangka istrinya bisa secepat itu menghabiskan susu buatannya.


" Mantap! " Bintang pun menghadiahkan dua jempolnya untuk Regan dan kini meringis kuda membuat Regan kembali menggigit hidungnya karena gemas.


" Ini lama-lama hidung aku ilang lo yank! kamu mau beliin di mana kalau udah ilang! " Gerutunya sambil memijat-mijat hidungnya yang sedikit sakit.


" Tenang,di Korea banyak. "


" Ih kamu nih gampang banget jawabnya! " Bintang pun memukul pelan suaminya, " oh ya sayang,weekend nanti kita main ke rumah mama ya, " imbuhnya.


" Iya. " Regan yang mulai sibuk dengan ponselnya pun menjawab singkat.


" Aku boleh ya ajak temen-temen, mereka tuh dari dulu pingin ikut ke desa tapi belum ada waktu. "


" Ya terserah kamu. " Regan masih sibuk dengan ponselnya.


" Tapi aku mau naik blue. "


" Iya terserah kamu."


" Beneran yank? " Bintang tampak begitu antusias dia benar-benar tidak menyangka suaminya akan mengiyakan permintaannya itu.


Regan yang dari tadi asal jawab karena hanya fokus pada ponselnya pun kini bingung.


" Kenapa yank? " tannyanya yang membuat Bintang seketika memanyunkan bibirnya.


" Kamu gak dengerin aku! " gerutunya kesal.


" Iya, iya ma'af sayang. Tadi dapat email penting dari David.Kamu mau naik apa tadi? " Regan pun mulai merayu istrinya yang kini membelakanginya itu.


" Udah enggak jadi! "


" Sayang jangan gitu dong, mau naik apa tadi? " ucapnya sembari memeluk Bintang dari belakang.


" Blue. "


" Apa? " Reganpun seketika membulatkan matanya.


" Aku mau naik blue.Masih gak denger? " Bintang mulai emosi.


" Iya iya denger, " Regan mulai membuang nafas beratnya,dia harus ekstra sabar menghadapi istrinya yang tengah hamil, " sayang kamu kan lagi hamil, gak baik perjalanan jauh pake motor, kita bawa mobil saja ya? " bujuknya dengan nada yang begitu lembut.


" Gak mau, kalau gak boleh naik blue berarti naik pesawat! "


" Apa! " Regan kembali di buat terkejut, "ke rumah mama naik pesawat mau kamu turunin ke kebun?Hmmm. "


Bintang pun meringis kuda.Dia baru ingat jika di desanya tidak ada landasan untuk pesawat, yang ada hanya sawah, kebun dan lapangan sepak bola.


" Ya sudah kalau gitu kita naik jet ya? Kamu punya kan sayang? " Bintang mulai merayu lagi.


" Aku tidak sekaya itu sayang. "


Bintang pun membuang nafasnya kasar.


" Aku kira kamu tuh seperti CEO-CEO yang ada di novel,punya kapal pesiar,jet pribadi,helikopter,kapal selam bahkan kapal tempur. " Bintang cemberut semakin kesal.


" Nona Regan kenapa semakin matre gini sih? " Regan pun tersenyum sambil memeluk tubuh mungil istrinya itu.


" Ini tuh bukan matre! Aku cuma bilang apa adanya," belanya.


" Iya, iya.Ya udah do'a in suami mu biar bisa seperti CEOmu di novel,bisa punya kapal terbang sama kapal laut." Regan masih terus mendekap tubuh mungil istrinya yang terus cemberut itu. Dia tau ini mungkin bawaan calon bayinya.Bintang tidak pernah seperti ini sebelumnya.


" Ya Allah tolong lancarkanlah rizki suamiku ya Alloh.Biar bisa beli kapal terbang sama kapal laut. " Bintang pun benar-benar langsung berdo'a membuat Regan terkekeh.


" Aaaaamiiiin, " ucapnya sembari memeluk tubuh istrinya.Mereka pun kini beranjak tidur, Bintang terlihat begitu nyaman berada di dekapan suami tercintanya.