
Bintang yang sudah sampai rumah bergegas memasuki kamarnya sebelum Mamanya mengetahui jika wajahnya sedikit terluka. Bintang pun bergegas mengobati luka gores di pipinya dan menutupnya dengan plester.
Tak beberapa lama Mike datang dengan membawa semua belanjaan yang ada di list Bintang, Jorsh yang dari tadi berjaga di depan pun bergegas membantu mengetukkan pintu karena di lihat kedua tangan Mike membawa dua kantong plastik besar.
Tok.. tok.. tok.., suara ketukan pintu Jorsh.
" Permisi Nona, ini saya Jorsh, " ucapnya kemudian.
Tak lama Bintang pun keluar dari kamarnya, ia bergegas membuka pintu karena mendengar suara Jorsh.
" Ini, semua belanjaan anda Nona, " ucap Mike sambil memberikan dua kantong plastik yang berisi belanjaan Bintang.
" Terimakasih, kalian masuklah, mau minum apa biar aku buatkan, " ucap Bintang yang kini membuka pintunya lebar-lebar.
" Terimakasih Nona, kami di sini saja, " tolak Jorsh sopan.
" Ada tamu kenapa di biarkan di luar sih,Bi? " tanya bu Dewi yang baru saja dari dapur dan kini menghampiri tiga orang yang ada di depan pintu itu.
" Mereka orang-orang Regan yang akan menjaga kita Ma, mereka sudah ku suruh masuk tapi tidak mau, " jawab Bintang.
" Menjaga kita? kenapa kita harus di jaga? " tanya bu Dewi bingung, " lalu kenapa dengan wajahmu ini? pasti tadi di luar sana terjadi sesuatu kan? " tanya bu Dewi lagi sambil memegang wajah Bintang yang terluka.
" Aku tidak mungkin cerita yang sebenarnya, itu akan membuat mama khawatir dan kepikiran, " gumam Bintang dalam hati.
" Regan ingin kita benar-benar aman saja Ma, terus luka ini, tadi Bintang nggak sengaja kena ranting pohon, " ucap Bintang yang sengaja mencari alasan lain.
" Kamu sih nggak mau nurutin kata mama, coba aja tadi mama yang belanja pasti nggak bakal kaya gini kan? " bu Dewi mulai mengomel.
" Iya... iya Ma, Bintang minta ma'af tadi nggak dengerin kata-kata Mama, "
" Ya sudah,sekarang bawa masuk belanjaan mu, "
" Ya ma, " jawab Bintang yang kini mulai masuk rumah.
Kini tinggal bu Dewi dan dua pengawal Bintang.
" Mari masuk, Tuan, " ucap bu Dewi menawari Jorsh dan Mike masuk rumah.
" Terimakasih,kita di sini saja Nyonya, " tolak Mike halus.
" Baiklah kalau begitu, kalau mau apa-apa langsung masuk kerumah,anggap saja rumah sendiri, " ucap Bu Dewi ramah.
" Terimakasih Nyonya," ucap Jorsh dan Mike dengan senyum ramah mereka, kini bu Dewi pun kembali masuk kerumah.
Tampak Jorsh mulai menghubungi David,ia mulai melaporkan kejadian saat Bintang di serang,ia pun menceritakan secara detail kejadian tadi kecuali kejadian saat Bintang sempat terpukul, karena itu akan mengancam kelangsungan hidupnya.
Di sisi lain David pun langsung menghadap Regan untuk melaporkan kejadian yang Jorsh laporkan padanya.
" Ada apa Dav? " tanya Regan pada David yang kini sedang menghadapnya.
" Menurut laporan para pengawal Nona Bintang, tadi ada tiga preman yang menyerang Nona Bintang Tuan, "
" Bintang di serang? " ucap Regan yang seketika beranjak dari kursinya, " bagaimana keadaan Bintang sekarang? " tanya Regan khawatir.
" Nona Bintang baik-baik saja Tuan, "
Regan yang mendengar pun sedikit bernafas lega.
" Kenapa mereka menyerang Bintang? " tanya Regan yang kini tampak menahan amarah.
" Kita belum tau motifnya Tuan, yang jelas mereka ingin melukai Nona Bintang, "
" Kenapa orang suruhan mu itu tidak menangkap b*jingan-b*jingan itu! "
" Menurut laporan mereka, Nona Bintang begitu syok jadi mereka lebih memilih menolong Nona Bintang, " ucap David menurut cerita Jorsh dari sambungan telepon tadi.
" Cari b*jingan-b*jingan itu sampai ke belahan bumi manapun,aku tidak mau tau,kau secepatnya harus membawa mereka ke hadapanku! " ucapnya yang kini mulai bergegas keluar.
David pun hanya bisa memandangi tuannya yang mulai pergi meninggalkan nya itu.
Kini Regan yang sudah berada di mobilnyapun langsung melajukan mobilnya menuju rumah Bintang.
Tak lama kini mobil Regan berhenti tepat di depan rumah Bintang. Jorsh dan Mike yang berjaga pun menunduk hormat pada Tuan besarnya itu.
Namun Regan yang melihat kedua orang itu pun memicingkan matanya.
" Kenapa kalian ada di sini? " tannya nya.
" Menjaga Nona Bintang Tuan, " jawab Mike.
" Ya saya tau, maksud ku kenapa kalian malah nongol di sini, bukankah kau di perintahkan untuk mengawal Bintang tanpa sepengetahuannya ? "
" Ma'af Tuan, Nona Bintang sudah tau semuanya, "
" Sudah tau?bagaimana tanggapannya?apa dia menolak? "
" Nona Bintang tidak bicara apa-apa Tuan, sepertinya Nona Bintang tidak menolak,karena kami di terima dengan baik, "
" Baguslah, kalian bekerja lah dengan baik, "
" Pasti Tuan, " ucap Mike dan Jorsh kompak.
kini Regan pun mulai berjalan ke arah pintu rumah Bintang.
Baru saja Regan mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu Bu Dewi sudah membuka pintu duluan karena beliau yang memang ingin keluar rumah.
" Nak Regan? " ucapnya terkejut melihat Regan yang berdiri di hadapannya, " ada apa kesini? " tanyanya pada Regan.
" Regan mau ketemu Bintang Ma, "
" Kalian kan lagi masa pingitan,nggak boleh ketemu dulu, kenapa nak Regan malah kesini mau ketemu Bintang? "
" Sebentar saja Ma, Regan cuma mau pastiin Bintang baik-baik saja, " tetap berusaha.
" Anak muda sekarang, ada aja alasannya, " gerutu bu Dewi pelan namun masih bisa di dengar oleh Regan.
" Boleh ya Ma, Regan janji cuma sebentar, " ucap Regan lagi yang masih terus usaha.
" Hmmmm... iya, iya, tapi ini yang pertama dan terakhir, kalian boleh ketemu lagi nanti di pelaminan, " jawab Bu Dewi yang akhirnya luluh juga.
" Ya Ma, " jawabnya dengan senyuman yang mengembang di pipinya.
" Ya sudah,ayo masuk,mama panggil Bintang dulu, " ucap bu Dewi yang kini mulai melangkah menuju kamar Bintang.
" Terimakasih Ma, " ucap Regan yang kini menunggu di ruang tamu.
Di sisi lain, Bintang yang berada di kamarnya sedang duduk di depan meja riasnya melihat luka pada wajahnya dan luka memar pada punggungnya dari cermin.
" Aish! ini sungguh mengenaskan, " gerutunya pelan.
Sedangkan Bu Dewi yang kini sudah berdiri di depan kamar Bintang segera memanggil Bintang.
" Bi, di luar ada calon suamimu, " ucapnya.
" Calon suami?" gumam Bintang dalam hati yang masih berada di dalam kamarnya.
" Maksud Mama Regan?" ucapnya memastikan.
" Emang ada lagi calon suami mu selain dia? "
" Ada apa dia kesini, " gumamnya lagi dalam hati yang kini mulaii berjalan menuju pintu.
" Temui saja sebentar, dai hanya ingin memastikan kau baik-baik saja, kurasa itu hanya alasannya saja biar bisa bertemu dengan mu, " ucap bu Dewi yang kini mulai melangkah pergi.
" Pasti dua cunguk itu udah ngadu ke Regan soal kejadian tadi, " gerutu Bintang yang kesal pada Jorsh dan Mike.Kini Bintang pun mulai melangkah menuju ruang tamu.
Regan yang melihat wajah Bintang yang tertutup plester pun langsung beranjak dari kursinya.
" Kenapa dengan wajahmu? " tanya nya yang begitu khawatir sambil memegang wajah Bintang.
" Tidak papa, ini hanya tergores ranting pohon, "
" Benarkah? bagaimana bisa ranting pohon melukaimu?dua manusia di luar itu pasti tidak menjagamu dengan baik! " ucap Regan yang mulai emosi.
" Jangan menyalahkan mereka, aku saja yang kurang hati-hati tadi, "
" Nona Regan memang tidak bisa menjaga diri dengan baik,mulai besok aku akan menambah jumlah pengawal mu, "
" Tidak.. tidak..., aku tidak mau, " tolak Bintang sambil membayangkan betapa repotnya dia jika banyak yang mengekorinya.
" Tidak ada penolakan, kau lupa dengan penyerangan tadi, bagaimana jika mereka menyerangmu la.., " Regan yang tak meneruskan ucapnya karena kini Bintang membungkam mulutnya rapat-rapat.
" Jangan keras-keras, aku nggak mau mama tau soal ini, " ucap Bintang dengan suara berbisik.
Regan pun kini menatap Bintang tajam.Bintang yang tau maksud tatapan Regan pun seketika menurunkan tangganya dari mulut Regan sambil tersenyum nyengir.
" Kau masih saja suka melotototiku, " gerutunya pelan.
" Bagaimana aku tidak melotot, kau membungkam mulut ku sangat kuat, "
" Iya, iya ma'af, ada perlu apa kau kesini? kita sedang di pingit harusnya kita tidak boleh saling bertemu, "
" Aku kesini karena kau membuatku khawatir, bagaimana bisa kau keluyuran di saat kita di pingit? " mulai emosi.
" Kau sendiri bagaimana? kau juga keluyuran bahkan sampai sejauh ini, kalau aku kan cuma ke supermarket dekat sini, " membela diri.
" Aku tidak keluyuran, aku kesini karena ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja, jadi jangan membela diri! " ucap Regan yang sedikit emosi.
" Kau memarahiku karena aku cuma keluar sebentar, sekarang lihatlah dirimu,kau berpenampilan sangat rapi pasti masih masuk kantor! " masih nggak mau di salahkan.
" Aku seorang pimpinan perusahaan,ada pekerjaan yang tidak bisa di wakil kan jadi jangan samakan aku dengan mu,lagian juga aku bisa menjaga diriku dengan baik, tidak seperti mu,membiarkan ranting pohon melukaimu, " nada Regan mulai meninggi.
" Kau tidak tau saja bagaimana tadi aku menjaga diri dari tiga preman yang ingin melukai ku, " batin Bintang yang kesal karena Regan menganggap nya tidak bisa menjaga diri.
" Mulai sekarang tetaplah di rumah, kalau perlu apapun kau suruh saja dua manusia diluar itu, kau mengerti! " ucap Regan lagi penuh penekanan.
Dengan wajah yang sedikit masam Bintang pun menganggukkan kepala tanda ia mengerti ucapan Regan.
Kini Regan pun menatap lekat wajah Bintang.Ia pun mulai meredam amarahnya sendiri dengan memeluk Bintang.
" Kau tidak tau bagaimana aku sangat mengkhawatirkan mu saat ini, kau pun tidak tau bagaimana aku sangat takut kehilangan mu," gumam Regan dalam hati yang mulai terlintas lagi di saat ia kehilangan Tania.
" Lepaslah pelukanmu, kau membuat ku sesak nafas, " ucap Bintang yang mulai merasa ada yang aneh pada calon suaminya itu.
" Sebenarnya dia kenapa sih, kenapa tiba-tiba dia tampak sedih seperti ini, aku kan tidak kenapa-kenapa,dia lebay sekali, " batin Bintang.
" Aku sangat mencintaimu,tolong jangan biarkan dirimu terluka lagi, " ucap Regan pelan.
Bintang yang tadinya kesal pun kini mulai tersenyum tipis, sungguh ia sebenarnya begitu bahagia dengan semua perhatian yang di berikan Regan padanya walau caranya sedikit membuatnya kesal.
" Aku janji akan menjaga diriku dengan baik,cepat lepaslah pelukanmu sebelum mama tau, "
" Memang kenapa kalau mama tau? " semakin mengeratkan pelukannya.
" Nanti mama mikir yang aneh-aneh, "
" Otakmu saja yang mikir aneh-aneh, atau jangan-jangan kau berharap aku aneh-anehin ya? " ucap Regan yang kini melepas pelukannya,menatap Bintang dengan senyuman menyeringai.
" Dasar mesum! " menutup wajah Regan dengan kedua tangannya, kini Bintang pun mulai membuang muka.
" Aku atau kau yang mesum, bukannya tadi kau yang mulai mikir aneh-aneh, " ucap Regan yang membuat wajah Bintang kini merah merona.
" Otakku bersih ya, kau saja yang mencemari otak ku dengan sifat mesummu! " mulai salah tingkah.
" Malah nyalahin aku, sudah akui saja,aku tidak keberatan melakukannya jika kau ingin aku aneh-anehin, " mulai memanfaatkan kesempatan.
" Dasar kodok liar, melakukan apa yang kau maksud? " mencubit pinggang Regan hingga Regan meringis kesakitan, " kau selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan! " ucapnya lagi kesal.
" Kau tega sekali mencubit ku! " ucap Regan yang mulai mengelus pinggangnya yang sakit.
" Habisnya kau membuatku kesal,sini biar aku lihat! "
" Jangan nanti kau malah nafsu lagi! " sedikit menjauh dari Bintang dengan senyuman licik di bibirnya, Regan suka sekali melihat wajah Bintang yang kini semakin kesal.
" Dasar nyebelin... nyebelin...nyebelin...," mulai memunggungi Regan, " udah pulang sana! " usir Bintang kesal.
" Baiklah aku pulang sekarang, "
" Ih, dia beneran pulang! " gerutu Bintang kesal.
Cup, satu kecupan mendarat di pipi mulus Bintang. Bintang pun kini menoleh ke belakang.
" Dasar pencuri! " ucapnya kesal pada Regan yang diam-daim menciumnya dari belakang.Kini wajah Bintang pun kembali merah merona, ada rasa kesal bercampur senang di hatinya sekarang.
" Tapi suka kan ? "
" Apaan sih, udah sana pulang! " mulai salah tingkah lagi.
" Jawab dulu, "
" Jawab apa? "
" Suka nggak? " tanya Regan lagi.
" Iya.. iya suka, " jawabnya malas menanggapi pertanyaan Regan yang tidak berfaedah itu.
" Mau lagi? " tawar Regan tersenyum genit.
" Tidak! sudah pulang sana! " menutupi kedua pipinya.
" Bener nggak mau tambah lagi?nanti nyesel lo, " tersenyum licik.
" Dasar beluuuut, terus saja modus! pulang sana! "
Regan pun tertawa kecil mendengar calon istrinya yang terus menghadiahi dirinya dengan panggilan binatang.
Akhirnya ia pun kini menyerah karena tidak bisa menaklukkan pujaan hatinya.
" Ya sudah aku pulang sayang, salam buat mama ya," ucapnya sambil mengacak-acak rambut Bintang.
" Iya nanti aku sampai kan salam mu, " ucap Bintang sambil merapikan rambutnya kembali.
" Love you sayang, " bisiknya ke telinga Bintang yang kemudian berjalan keluar dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Dasar manusia genit, " batin Bintang yang tetap saja berdebar saat Regan mengatakan kata-kata sakral itu.
Kini Bintang pun menyusul Regan yang ternyata sudah memasuki mobilnya.
" Hati-hati, " ucapnya sambil melambaikan tangan ke arah Regan yang mulai melajukan mobilnya. Regan pun membalas dengan senyuman hangat nya.