My Big Boss

My Big Boss
Obat tidur



Regan David dan Maura kini sudah berada di meja mereka masing-masing. Mereka mulai di sibukkan kembali dengan pekerjaan mereka hingga tak terasa waktu makan siang tiba.


Regan benar-benar menepati perkataannya, ia pulang seperti yang ia ucapkan pada Bintang tadi pagi.Kini ia terlihat sedang makan siang bersama istri dan kedua orang tuannya.


" Sayang, kau tidak makan? " Tanya Bintang mendapati suaminya itu hanya menatap makanannya.


" Aku tidak berselera, " jawabannya yang kembali menaruh sendok di atas piringnya.


" Tidak berselera? Kau tidak pernah melewatkan makanan kesukaanmu, apa kau sedang sakit? " tanya Bintang.


" Aku tidak sakit, aku hanya sedang tidak ingin makan makanan ini, " jawabannya yang membuat Bintang menatapnya tak suka, tak biasanya suaminya ini mengabaikan makanan yang sudah susah payah ia buat, biasanya Regan selalu bersemangat memakan apapun yang yang ia masak.Tapi ada apa dengan suaminya ini? Fikiran Bintang pun mulaii berkelana. Apa jangan-jangan?


" Kau habis makan siang kan sama mantan tunangan mu ? " Bintang pun mulai berasumsi sendiri.


" Kenapa kau berfikir seperti itu? "


" Habisnya kau tidak mau makan masakan ku, kau pasti sudah di cekokin makanan kan sama mantan tunangan mu! " Bintang pun tampak begitu kesal.Dan kini memilih meninggalkan meja makan.


" Ma gimanaa ini? " Ucap Regan yang kini meminta bantuan ibu tersayangnya.


" Kau sih! Istri susah payah masak tidak kau hargai, ngambek kan jadinya. "


" Bukan tidak menghargai ma, tapi memang Regan tidak bisa makan makanan itu,Regan juga bingung sama mulut Regan sendiri,seharian ini minta yang aneh-aneh." Regan pun mulai beranjak dari kursinya, " sayang! Kau terlalu jauh berfikir! " teriaknya yang kini berlari mengejar Bintang.


Regan pun kini berjalan perlahan memasuki kamarnya, mendekati sang istri yang tengah di landa cemburu buta.


" Sayang. " Regan pun memeluk tubuh mungil istrinya dari belakang dan mulai menaruh kepalanya di atas bahu Bintang.


Ia pun melirik wajah istrinya yang tampak begitu kesal.


" Kau tadi berfikir terlalu jauh, aku tidak bertemu dengannya. "


" Lalu kenapa kau tidak mau makan makanan yang sudah susah-payah aku masak? "


" Hari ini mulut sama perutku sedang aneh, dia terus mual setiap melihat apa yang tidak aku suka.Kau tau kan kalau aku begitu menyukai semua masakan mu? " Penuturan Regan yang membuat Bintang kini membalikkan badannya.


" Sungguh bukan karena mantan kekasih mu? " tannya nya.


" Tentu saja bukan. " Regan pun menangkup kedua pipi Bintang dan mulai mengecup bibir ranum itu.


" Kau perlu ke dokter sayang? " Bintang pun mulai mengkhawatirkan kondisi suaminya.


" Tidak.Aku hanya perlu ini. " Regan pun menarik tengkuk Bintang dan kembali menyatukan bibir mereka.Kali ini bukan sekedar kecupan melainkan ciuman yang semakin dalam yang memaksa Bintang sedikit membuka mulut agar lidah suaminya itu bisa leluasa bermain di dalamnya,lidah mereka kini saling bertautan, saling sesap dan saling *******.


Tangan Regan mulai menyusup masuk ke dalam pakaian Bintang dan dengan lihainya ia mulai melepas pengait yang membungkus kedua bukit kembar yang cukup besar milik istrinya itu.Jari-jari tangannya pun bermain di sana,mulai meremas dan sesekali memainkan pucuk bukit hingga membuat desahan-desahan kecil keluar dari mulut empunya.Sang penjelajah ulungpun kini bertambah bergairah untuk mengapsen setiap inci tubuh istrinya.Dengan secepat kilat Regan melucuti pakaian Bintang dan kini hanya benda segitiga yang masih menempel menutupi bagian sensitif nya.


Regan begitu menikmati pemandangan yang membuat jeck semakin mengeras,ia pun bergegas melepas kemeja yang masih ia pakai dan kini membuangnya ke sembarang arah. Terlihat enam cetakan kotak di perutnya yang selalu membuat Bintang terbuai setiap kali memandangnya.


Tanpa menunggu lama Regan pun membenam kan wajahnya di bukit kembar yang sudah menjadi miliknya,ia mulai menyesap,menjilat, meremas dan membuat beberapa tanda di sana,jari-jari tangannya kini mulai menjelajah ke area bawah, membuka sedikit paha Bintang mengelus dan mulai menyusup masuk ke area sensitif itu.


Jari-jari yang sudah berbakat itupun membuat desahan-desahan keluar lagi dari mulut Bintang.


" Ahhh..sayang." Bintang begitu menikmati setiap kenikmatan yang di buat oleh suaminya itu.Kenikmatan yang sangat sulit di jabarkan dengan kata-kata.


Si mesum yang terus mendengar desahan-desahan dari mulut istrinya semakin gencar menjelajahi tubuh polos itu, hingga tanpa sadar tubuh putih itu kini sudah seperti macan tutul karena banyaknya tanda merah yang ia sebar.


Regan yang melihat Bintang begitu menikmati permainannya pun tersenyum puas.Ia pun kini menyibakan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.


" Enak ya? " ucapnya yang membuyarkan kenikmatan yang Bintang rasakan.Si mesum benar-benar menyebalkan,kenapa harus menggodanya di saat dia tengah menikmati kenikmatan yang ia ciptakan barusan!


" Biasa saja, aku hanya mengikuti permainan mu. " Bintang pun tampak begitu kesal.


" Biasa saja apanya, basah semua gini! " Tangan Regan yang masih setia menyusup di balik benda segitiga milik Bintang bisa merasakan betapa basahnya Bintang.


" Itu semua karena kau terus memancing ku! " Regan pun tersenyum kecil, ya seperti itulah istrinya selalu saja malu dan tak mau mengakui jika memang dia begitu menikmati permainan mesum yang ia ciptakan.


Regan pun kembali memainkan jarinya, mencium bibir ranum itu hingga membuat Bintang kembali masuk dalam permainan mesumnya.


Regan kini melepas satu-satunya kain yang masih menempel di tubuh istrinya, lidahnya mulai bermain di sana hingga membuat tubuh Bintang serasa tergelinjing,begitu nikmat ya itulah yang bintang rasakan.


Regan semakin gencar menjalankan aksinya.Semakin basah,itu pertanda sudah waktunya mengeluarkan senjata tempurnya yang dari tadi terus meronta-ronta di balik celana,akhirnya dengan gagah berani jeck pun menampakkan hidungnya.Dengan rasa percaya diri dia siap untuk melakukan pertempuran siang ini.


Tanpa basa basi jeck langsung menuju surga dunia miliknya, namun saat sudah berada di ambang pintu entah kenapa bos tampannya menghentikan langkahnya.


Wooooi bos!dikit lagi ini! Ceilah napa mandek!


" Sayang kau sedang hamil, apa boleh kita melakukannya? " Regan menghentikan aksinya mengingat jika istrinya tengah hamil.Dia yang masih awam takut jika itu akan membahayakan kehamilan Bintang.


Sementara Bintang yang dari tadi terbuai kenikmatan pun tersadar.


" Aku juga tidak tau, apa ini akan berbahaya? "


" Entahlah,aku akan mencari tau nanti. " Regan pun kini memilih tiduran sambil memeluk tubuh istrinya.


" Sayang kau tidak papa? "


" Aku akan baik-baik saja, " ucapnya yang kini mulai ndusel-ndusel di bukit kembar yang sudah menjadi miliknya.


" Lalu nasib jeck? " Bintang mulai mengkhawatirkan senjata tempur suaminya yang pastinya tidak baik-baik saja.


" Tenanglah,si jeck pengertian. "


Gue sleding lu bos! Enteng banget bilang gue pengertian!


"Emmmm... Kau tidak ingin aku keluarkan? " Dengan ragu Bintang pun mengucapkannya, membuat Regan kini mendongakkan wajahnya menatap wajah istri nya yang kini mulai memerah.


" Ih mesum ih, " godanya yang membuat Bintang kini semakin malu.


" Siapa yang mesum! Aku hanya memberikan penawaran padamu, aku tau pasti kau tidak nyaman karena menahan itu. "


" Alasan,bilang saja kalau mau pegang-pegang jeck, " godannya lagi yang membuat Bintang kini merasa kesal.


" Tau ah! ngeselin! " Bintang pun kini memilih memunggungi suaminya.


Regan pun terkekeh melihat wajah yang begitu merah itu, ia tau jika istrinya itu pasti sangat malu karena ini pertama kalinya Bintang menawarkan hal mesum padanya.


Regan pun kini memeluk tubuh polos bintang dari belakang, tangannya kembali bermain di bukit kembar yang berukuran besar itu.


" Ya sudah sini pegang jeck. " Regan pun membalikkan tubuh Bintang dan mulai mengarahkan tangan Bintang ke pusaka saktinya,sementara Bintang hanya mengikuti.Terlihat senyuman licik tersungging di bibirnya entah apa yang sedang ia rencanakan kali ini.


Bintang pun kini mulai memainkan pusaka sakti milik suaminya,ia bergerak naik turun hingga kini membuat tubuh suaminya seperti teraliri aliran listrik, panas tapi begitu nikmat.


" Faster honey, " suruhnya agar ia cepat mencapai puncaknya.


" Udah ah aku pegel. " Dengan seenaknya Bintang menghentikan aktivitasnya dan tanpa dosa ia kembali memunggungi suaminya sambil tertawa cekikikan mengingat ekspresi suaminya yang kini pucat bak mayat hidup.


" Tega banget kau yank! " Regan pun tampak begitu lesu.


" Biarin. "


" Yah jeck kau di PHP in,sabar ya. "


Awas ya elu bedua!๐Ÿ˜ญ


" Sayang lagi dong, jeck demo ini! " Regan pun meminta penuh harap, ia kembali nemplok di punggung istrinya sambil meremas benda kenyal-kenyal empuk di dada istrinya itu.Sementara Bintang kini bisa merasakan benda tumpul yang semakin mengeras serasa menusuk punggungnya.


" Katanya tadi jeck pengertian,udah ah aku haus mau ambil minum. " Bintang sengaja mengerjai suaminya,tanpa dosa ia pun bergegas turun dari ranjangnya.


" Sayang katanya tadi mau di keluarin, " Rengeknya penuh harap.


" Ah! Kenapa kau jahat sekali! " Teriaknya sambil jempalitan di atas ranjangnya.


Disisi lain Bintang yang kini sudah membawa segelas jus jambu pun ikut bergabung kedua mertuanya yang tengah menonton TV.


" Pa, ma, " sapanya yang kemudian duduk di salah satu sofa, " Papa sama mama mau Bintang buatin jus jambu, " lanjutnya.


" Tidak sayang terimakasih,oh ya mana suami mu ? " Tanya mama Nita.


" Masih di atas ma. " Bintang pun tampak fokus menonton TV.


" Pah, bukannya tadi mereka berantem ya, nah ini kenapa leher mantu kita udah kaya macan tutul. " Mama Nita pun menelan ludahnya susah payah melihat banyaknya tanda di leher menantunya.Ia mulai membayangkan bagaimana putranya melakukan itu.


" Keturunan mu benar-benar keterlaluan,untung saja leher istrinya enggak bolong. "


" Sadar dia seperti itu karena menurunmu . " Tuan Williams pun tersenyum mengingat bagaimana dia saat diatas ranjang.


" Dia benar-benar anak ku, " gumamnya tersenyum tipis.


Tak lama terlihat Regan yang kini turun dari lantai atas,dengan wajah kusut nya ia berjalan menyusul ketiga manusia yang tengah berada di depan TV.


" Kau kenapa Rey? " Tanya mama Nita.


" Enggak papa, " Jawabnya yang begitu lesu.


" Kalau mau gituan makanya makan dulu biar enggak lemes kayak gitu " Tuan Williams pun salah tafsir melihat kelesuan putranya.


" Siapa juga yang gituan. "


" Nah itu leher istri mu hampir bolong kau gerogoti, " ujar tuan Williams yang membuat Bintang kini bak di sambar petir.Wajahnya merona menahan malu.


" Makan sana, " lanjutnya yang kemudian beranjak pergi.


" Iya sayang, makan gih biar kuat biar nanti calon cucu mama ini cepet punya adik. " Mama Nita pun ikut menimpali membuat Bintang mendelik mendengarnya.


" Ini aja belum lahir udah mikirin adik, " ucapnya pelan saat melihat ibu mertuanya itu kini berjalan ke arah kamar.


Kini bintang melirik kearah suaminya yang malah tiduran di sofa.


" Gak makan? " Tannya nya.


" Nggak laper. " Regan yang kesal dengan kelakuan istrinya pun menjawab dengan ketusnya.


" Marah ya? Ma'af deh, habisnya tadi ngeselin sih. Mau aku keluarin? " Bintang pun kembali menawarkan hal mesum itu lagi, tapi kali ini dia serius karena merasa bersalah.


" Telat. " Regan pun kembali menjawab dengan ketusnya.


" Jeck udah tidur ya? " ucapnya tersenyum garing.Bintang bisa melihat tidak ada benda menonjol di pangkal paha suaminya.Itu tandanya Jeck memang sudah bubuk manis.


"Hmmmm."


" Yah sayang jangan marah dong.Iya aku salah.Ma'af. " Bintang pun merengek minta ma'af sambil menghujani suaminya itu dengan ciuman barang kali dengan seperti itu suaminya akan luluh.


" Jangan gini ah! Aku risih! " Regan pun berusaha cuek dan tetap fokus pada televisi di hadapannya membuat Bintang semakin merasa bersalah,kelakuannya tadi memang keterlaluan.Pikirnya.


" Sayang jangan gini dong,ayuk ke kamar yuk aku servis dengan pelayanan penuh deh,aku juga bisa kok kaya video viral 19 detik itu. "


Regan yang mendegar rengekan istrinya itu tak tahan ingin tertawa.Jujur dia memang kesal dengan kelakuan istrinya namun untuk marah tidak karena rasa cinta nya lebih besar dari amarahnya.


" Sayaaaaang,udah dong jangan marah, " Bintang pun terus merengek karena Regan masih terus mengacuhkan nya.Merengek adalah jurus paling jitu untuk meluluhkan hati kaum adam, Bintang pun tak henti mengeluarkan jurus jitu itu hingga kini " awwww, " ringisnya kesakitan hingga membuat Regan yang tadinya mengacuhkannya langsung beranjak bangun.


" Kenapa sayang ? " Tannya nya yang terlihat begitu khawatir, " mana yang sakit? Hah? "


" Ini, " jawabnya sambil memegang perutnya.


" Perut? Perutmu sakit? Apa jangan-jangan terjadi sesuatu? " Regan pun langsung membopong tubuh istrinya dan melangkah secepat mungkin menuju mobil.


" Kau mau membawaku kemana? "


" Kerumah sakit. "


Bintang pun terkekeh.


" Kau mau membawaku kerumah sakit hanya karena di gigit semut? "


" Hah? " Wajah Regan pun kini berubah datar, " di gigit semut? "


" He'em ini, " Bintang pun membuka sedikit pakaian yang ia kenakan dan mengambil semut yang telah berani menggigit istri Sultan itu.


" Kau mengerjai ku lagi? "


" Siapa juga yang mengerjai mu, kau saja yang kebiasaan tidak bertanya dulu. " Bintang pun terkekeh melihat wajah suaminya yang begitu kesal.


" Sepertinya nona Regan minta di hukum, mau di hukum seperti apa? " Regan pun kini membawa tubuh istrinya ke kamar,dengan perlahan ia mulai menaiki tangga.


" Ngeluarin itu. " Bintang pun kembali membahas hal mesum tadi.Senyuman tipis keluar dari bibir ranumnya yang membuat Regan ingin sekali mengecupnya.


" Ih dasar mesum! " Cibir Regan.


" Biarin dari pada aku di acuhin kaya tadi. "


Regan pun tersenyum gemas, ia yang kini sudah berada di kamarnya pun membaringkan tubuh wanita yang ia cintai sepenuh hati di atas ranjang berukuran king size miliknya. Ia pun kini ikut membaringkan tubuhnya di samping Bintang dan mulai memeluk erat tubuh ramping istrinya itu.


" Nggak jadi? " Tanya Bintang yang kini menatap wajah tampan suaminya itu.


" Apanya? "


" Ngeluarin itu. "


" Jeck tidur enggak usah di godain. " Regan pun semakin mengertakan pelukannya.


" Kok bisa tidur kau apain? "


" Kasih obat tidur. " Bintang pun terkekeh mendengar jawaban suaminya itu.


" Sayang kau tidak kembali ke kantor? " Tanya Bintang karena kini suaminya malah mengajaknya tiduran di kamar.


" Kembali tapi nanti, " jawabnya yang masih betah memeluk tubuh Bintang.Regan pun membenamkan wajahnya di tempat favoritnya dimana lagi kalau tidak di dada montok istrinya.


" Ya sudah ayo makan dulu, kau belum makan tadi. "


" Nanti, aku belum lapar, " Suara Regan terdengar semakin mengecil.


" Kau tidak boleh telat makan, ayo kau ingin aku buatkan makanan apa? " Ajak Bintang namun tak kunjung mendapatkan jawaban dari Regan, Bintang pun kini menatap wajah suaminya yang ternyata sudah terlelap tidur,di usapnya dengan lembut wajah yang selalu meneduhkan hatinya itu. Wajah tampan putih mulus tanpa noda. Begitu beruntung bisa bersanding dengannya,bagi Bintang semua masih seperti mimpi.Gadis desa sepertinya bisa mendapatkan cinta laki-laki tampan sultan kaya raya.


" Terimakasih sudah mencintai ku, " ucapnya yang kini mulai memejamkan matanya.Mereka pun tidur dengan saling berpelukan.


_


_


_


Terlalu riweh di dunia nyata sampai lupa ngehalu๐Ÿคญ


Biar enggak ketinggalan update othor jangan lupa klik favoritnya ya, klik tanda lope-lopenya itu loh biar dapat pemberitahuan kalau othor udah update hhee ๐Ÿ˜


Dengan segala keriwehan othor akhirnya othor bisa update juga, terimakasih buat yang setia nungguin novel ini, yang enggak setia nunggu gak makasih โœŒ๐Ÿ˜