My Big Boss

My Big Boss
Hantu di siang bolong



Setelah mendengar suara mama Nita Bintang langsung duduk di balik meja membenahi pakaiannya,sementara Regan masih saja diam mematung meratapi nasib jeck.


" Tadi mama ke kamar kalian,tapi kalian gak ada.Kata David kalian sedang ada di ruang kerja,makanya mama langsung kesini, " ucap mama Nita saat memasuki ruang kerja Regan, " mana anak mantu mama Rey? " imbuhnya sambil menatap Regan yang hanya diam mematung di kursi kerjanya.


" Bintang di sini ma, " sahut Bintang yang baru saja muncul dari balik meja.Dengan senyuman garingnya ia menatap mama mertuanya,sementara tanganya masih sibuk mengancing bagian bawah bajunya.


" Kok dari bawah sayang, habis ngapain? "


" Emmmm, itu ma.Tadi itu,anting Bintang jatuh, " dengan sedikit gelagapan Bintang menjawab.Sedikit berbohong tidak papa dari pada mertuanya tau kejadian yang sebenarnya.Memalukan sekali bukan?


" Owh,ya sudah ayo kebawah.Mama bawa kejutan buat kalian. "


" Kejutan? " Bintang tampak begitu antusias.


" Iya. Ayo! " mama Nita pun merangkul bahu Bintang dan mulai membawanya keluar ruangan.Meninggalkan Regan yang masih diam mematung.


" Sabar jeck sabar, nanti kita buka puasa sepuas-puasnya.Oke! " ucapnya sambil mengelus senjatanya yang masih mengeras di balik celana.Regan pun kini mulai mengubah posisi Jeck agar tetap nyaman dalam sangkarnya.Setelah itu baru menyusul kebawah.


" Lihat siapa yang datang, " ucap mama Nita setelah berada di ruang keluarga.


Bintang pun tampak membelalakan matanya. Senyuman bahagia terlihat dari wajahnya.Wajah imut dan menggemaskan kini berlari kegirangan kearahnya.


" Kakak caaaantiiiik... Cello rinduuuu, " ucap Cello yang kini berhambur kepelukan Bintang, " kakak kangen gak sama Cello, " imbuhnya lagi dengan tatapan yang begitu manja.


" Tentu saja kakak kangen, kangen banget malah. " Bintangpun memeluk dan mencubit pipi gembul Cello.


" Bener? "


" Iya sayang, bener. " Bintang kembali mencubit pipi Cello saking gemasnya.


" Kakak gemukan ya sekarang.Kakak makin cantik, " Cello memperhatikan tubuh Bintang yang memang sedikit gemukan,kini Cello kembali memeluk Bintang erat.Sepertinya anak itu tidak mau lepas dari Bintang.


" Masak sih kakak makin cantik? "


" He, em.Kakak cantik banget. Besok kalau Cello udah setinggi daddy kakak tinggalin ya manusia itu! " Cello menunjukk Regan yang baru saja ikut bergabung membuat Bintang kini tertawa cekikikan, " kakak nikah sama Cello, kakak jadi istri Cello. Oke! "


" Tidak oke! " sahut Regan dengan ketusnya.Regan pun menatap Cello dengan dinginnya.


" Daddy kedua apaan sih nyaut-nyaut! " Cello mulai sewot sendiri, " kakak mau kan jadi istri Cello? " imbuhnya.Lagi-lagi Bintang di lamar oleh Cello. Anak kecil yang begitu menginginkan kasih sayang seorang ibu.


Sementara Bintang terus tertawa cekikikan mendengar ucapam Cello, begitu pula mama Nita dan juga tuan Williams yang ikut tertawa melihat kelakuan Cello.Keinginan Cello masih sama.Ingin menjadikan Bintang seorang istri.Anak kecil ini benar-benar tak putus asa.Melihat Cello begitu gigih membuatnya semakin menggemaskan ingin rasanya Bintang mencubit pipi itu puas-puas.


" Cello sayang,Cello sekolah dulu aja ya yang pinter," ucap Bintang seraya menangkup kedua pipi Cello.


" Cello udah pinter kok sekolahnya. Ya kan daddy? " Kali ini Cello meminta dukungan dari daddy Kevin.


" Ya. Anak daddy sudah sangat-sangat pintar. " Kevin pun mengangkat tubuh Cello penuh kebanggaan.


" Besok lamar kakak cantik ya dad? "


" Siap bos! Besok daddy lamar kakak cantik jadi ibumu.Oke! "


Seketika Cello pun menatap Kevin tajam.Sementara mata yang lain juga melotot kearah Kevin.Kevin hanya meringis menyadari kesalahan pada ucapannya tadi.


Kevin pun tertawa sendiri mengingat kebodohannya,bagaimana bisa mulutnya bicara seperti itu?Mau cari mati? Kevinpun melirik Regan yang rahangnya sudah tampak mengeras.


" Bicara apa bos tadi! " ucap Regan dengan tatapannya yang tajam.


" Hahaha, tidak pak bos. " Kevin pun mengelus-elus kedua bahu Regan dengan tawa garingnya.


" Daaaddyyyyy! " teriakan Cello yang menggema dengan mata tajamnya.Terlihat sekali wajah kesal Cello karena ucapan Kevin tadi. Kevin pun langsung menghampiri pangeran kecilnya itu.


" Maksud daddy jadi istri Cello.Oke bos! " bisiknya pada Cello yang sedang kesal.


Seketika senyuman pun mengembang di pipi gembul Cello.


" Daddy beneran kan? "


Kevin pun mengangguk, " toss dulu, " ucapnya kemudian.


" Yeah!" Kevin dan Cello pun bertos ria dengan senyuman abstrak mereka.Membuat mata yang melihat adegan itu ikut tersenyum.


Sementara di sisi lain Regan mulai menatap mama Nita begitu intens.


" Jadi yang mama bilang kejutan ini? Dua manusia menyebalkan ini? Mama tidak menjemput Regan di rumah sakit karena lebih memilih menjemput mereka? Regan benar-benar di anak tirikan sekarang, " ucapnya kecewa.


" Uh sayang, kenapa kamu jadi sensitif gini sih? " mama Nita pun mengelus-elus rambut Regan.Sama seperti saat Regan masih kecil.


" Mungkin itu karena faktor kehamilannya bi,jadi sensitif dia.Hhaaa, " sahut Kevin dengan gelak tawanya, " begimana kehamilan mu brother, baik-baik saja kan? " godannya sambil mengelus perut rata Regan.Seketika Regan pun menepis tangannya dengan kasar.


" Aku bingung.Sejak kapan laki-laki bisa hamil ? " ejek Kevin masih dengan gelak tawanya.


" Aku gak hamil! " Regan begitu kesal mendengar ejekan Kevin.


" Bukannya kau masuk rumah sakit karena ngidam? Itu tandanya kau hamil brother, " Kevin tak henti-hentinya menggoda Regan.


" Terserah kau! '' Regan mulai malas menganggapi Kevin.


" Jangan gitu dong brother.Kau seharusnya menyambutku dengan ramah,aku jauh-jauh datang kesini karena mendengar mu masuk rumah sakit.Aku langsung terbang kesini setelah mendapat kabar dari bibi. Bukankah aku adik sepupu yang sangat baik dan perhatian.Lihat aku bahkan membawakan mu buah-buahan segar. Aku tahu kau begitu menginginkan ini bukan? Ayo sekarang peluk aku sebagai tanda terimakasih mu. " Kevin pun dengan percaya diri membuka tangannya lebar-lebar menyambut pelukan Regan.


Namun Regan malah berlalu pergi membawa satu keranjang buah pemberian kevin menuju ruang keluarga.


" Wah dasar sepupu durjana! "


Akhirnya Kevin,Mama Nita, tuan Williams, Bintang dan tentunya Cello yang terus menempel pada Bintang ikut menyusul Regan ke ruang keluarga.Mereka bercengkarama sambil bercanda gurau.Sementara Regan hanya sibuk memakan buah-buahan tanpa ikut berbicara karena buah-buahan itu membuat mulutnya kembali segar.


" Kakak cantik kita foto yuk, " ucap Cello yang sudah menempelkan pipinya ke pipi Bintang membuat Regan merasa cemburu.Bintang pun langsung berpose di depan kamera ponsel yang dipegang Cello. Mereka berdua tersenyum lebar namun saat Cello siap menekan tombol putih pada ponselnya Regan sudah menarik pinggang Bintang hingga kini Bintang berada di rangkulannya.Den tanpa dosanya Regan tetap melahap buah anggur yang ada ditangannya.Seperti tak melakukan kesalahan apapun.Cello yang melihatnya pun begitu kesal.


" Deddy apaan sih! Gak sopan tau! Aku kan mau foto sama kakak cantik! " protes Cello dengan penuh amarah namun malah terlihat begitu menggemaskan karena pipi gembul nya yang memerah karena marah.


" Memangnya siapa yang mengizinkan mu foto dengan istriku! " Regan berkata dengan dinginnya,tangannya sibuk menyuapi Bintang anggur yang juga ia makan.


" Dia milikku, kau harus mendapatkan izin dari ku dulu jika ingin berfoto dengan milikku ini. " Regan pun mencium pipi Bintang, seperti nya dia sengaja ingin menunjukkan pada Cello bahwa wanita di sampingnya adalah benar-benar miliknya, dan tak seorang pun bisa bebas bersamanya termasuk Cello Anak kecil yang menjadi saingannya.Anak kecil yang berhasil membuatnya cemburu hanya karena Bintang perhatian pada Cello. Berlebihan sekali bukan? Perhatian Bintang hanya untuk dirinya tidak boleh di bagi atau terbagi, begitulah pikiranya.


Melihat kelakuan suaminya Bintang pun mendengus kesal,suaminya memang sangat berlebihan. Masak dengan anak kecil cemburu? Pake cium-cium lagi di depan anak kecil! Gak etis banget kan ya?


" Kamu apaan sih! " gerutunya pelan namun tak di hiraukan Regan.


" Sini sayang kita foto bareng, nanti kita cetak yang besar kita tempel di dinding depan! Kalau perlu kita tempel juga di depan pintu masuk Atmaja grup." Bintang berkata penuh penekanan sengaja membuat Regan kesal.Dia juga membawa Cello berpindah tempat agar suaminya tak mengganggu lagi.Sikap suaminya memang keterlaluan. Cello kan masih anak kecil.Untuk apa cemburu dengan anak kecil. Pikirnya.


Sementara Cello kini senyum penuh kemenangan di depan Regan.Dia bisa membusungkan dadanya sekarang.Hahaha kau kalah daddy, gumamnya jumawa.


Akhirnya Bintang pun merangkul Cello dan mereka mengambil foto bersama.


" Hei, aku tidak mengizinkan kalian foto bersama. Sayang kenapa kau tidak memahami perasaan ku! " Regan terus ngedumel namun Bintang tetap tak menghiraukan. Ia tetap berselfie ria bersama Cello.


Regan pun membuang nafasnya kasar.Dia sudah kalah, kalah telak dengan anak tengil itu.


Kevin yang melihat pun tertawa mengejek.


" Kau kalah satu babak bro. Hahaha, " tawa kevin memenuhi ruangan.Dia puas sekali melihat kekesalan Regan.


Sementara mama Nita dan Tuan Williams hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya sendiri.Cinta memang sudah merusak akal sehatnya.


Di sisi lain terlihat Neni yang berlari tergopoh-gopoh.Wajahnya tampak pucat pasi.


" Ada apa Nen? " tanya Bintang saat neni sudah berdiri di antara mereka di ruang keluarga.Dia memegang dadanya yang berdetak melewati batas.Ketakutan seperti sudah melihat hantu.Ya memang melihat hantu.


Neni mengatur nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Bintang.Setelah ia rasa nafasnya sudah tidak tersengal-sengal ia mulai menjawab.


" Aaa_ada ha_hantu Nona, " jawabnya dengan terbata-bata.Wajah Neni benar-benar pucat karena takut. Namun mereka yang mendengar jawaban Neni malah tertawa terbahak-bahak.


" Bik Neni ini lucu, mana ada hantu siang-siang bik, " Cello berkata sambil tertawa,mentertawakan ekspresi Neni yang begitu lucu menurutnya.


" Bener tuan muda, ada hantu di depan. Hantunya nona Tania. Bik Neni gak bohong, " Neni menjawab dengan masih gemetar, keringat dinginnya sudah bercucuran dari tadi.


" Tania?Untuk apa dia kesini ? " Semua bergumam kecuali kevin dan Cello.Wajah Regan,Bintang,mama Nita dan tuan Williams sudah tak seceria tadi,semua pasi.Suasana menjadi tegang. Orang yang tidak di inginkan kehadirannya datang.Apa yang akan terjadi ?


Sementara Kevin yang belum mengetahui Tania masih hidup sepertinya penasaran dengan ucapan Neni.


" Beneran Nen? Kamu gak lagi buat konten prank kan? "


" Mana brani aku main begituan tuan. " Neni tak habis fikir dengan pertanyaan Kevin.


" Ayo temani aku melihatnya Nen. "


Neni pun mengikuti langkah Kevin yang sudah berjalan di hadapannya.


Mereka kini mengintip Tania yang berada di luar dari balik jendela.Kevin masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Sosok Tania benar-benar ada. Bagimana bisa hantu terlihat sangat cantik begitu?Mana nongol di siang bolong lagi. Apa hantu jaman sekarang tidak takut matahari? Ah pasti mereka memakai sunblock agar kulit mereka tidak terbakar. Pikir Kevin.


" Nen, pukul aku! " titah Kevin untuk menyakinkan bahwa dirinya tidak sedang bermimpi.Tatapannya tetap fokus pada Tania di luar.


Sementara Neni hanya melirik Kevin punuh tanya.Ini beneran minta di pukul? Kalau sudah aku pukul nanti aku si pecat lagi. Begitu pikir Neni. Mana berani dia memukul majikannya. Ya walaupun majikannya sendiri yang menyuruh.


" Kenapa malah menatapku seperti itu! Ayo pukul aku! " Kevin geram karena Neni tak kunjung memukulnya.


" Tuan beneran? " Neni memastikan.


" Iya ayo cepat! "


Akhirnya Neni pun memukul bahu Kevin hingga Kevin meringis kesakitan.


" Hei! Kenapa kau memukul ku keras sekali! Kau punya dendam padaku! " Kevin berapi-api sambil mengelus bahunya yang sakit.


Tuh kan salah. Padahal dia yang minta tadi. Nasib. Gumam Neni dalam hati.


" Ma'af tuan,saya hanya melaksanakan perintah tuan. Salah siapa tuan tadi tidak menerangkan seberapa keras saya harus memukul tuan. "


" Hah! Benar juga, " Kevin pergi meninggalkan Neni sendiri.


Kini ia berjalan kembali ke ruang keluarga.


" Eh, beneran ada hantu Tania di luar, sepertinya rohnya gentayangan mencari mu Rey. Kau harus minta ma'af, dia mencari mu pasti karena kau punya salah yang belum dia ma'af kan,ayo temui aku bantu do'a dari sini! " Kevin pun mendorong tubuh Regan agar melangkah maju.


Sementara Regan sama sekali tak Menghiraukan ucapan Kevin. Ia memilih menatap Bintang,istrinya.Ia takut jika istrinya itu akan murka.


" Ma'af tuan, ada nona Tania di luar. Apa saya boleh membuka pintunya? " Suara bi Inah yang baru saja datang memecah keheningan.Bi inah pernah mendengar kedua majikan besarnya membicarakan soal Tania yang masih hidup paska pulang dari rumah sakit tempo dulu,jadi beliau tidak terlalu terkejut.


Semua hanya diam, tidak ada yang menjawab pertanyaan bi Inah.Semua kini menatap Bintang seakan keputusan ada pada Bintang.


" Cepat buka pintunya bik.Biarkan dia masuk, " ucapan Bintang yang membuat semua membelalakan mata.


" Sayang? " Regan mengenggam tangan Bintang erat. Seakan dia tidak setuju dengan ucapan istrinya barusan.Regan tidak mau ada masalah dengan istrinya setelah kedatangan Tania.


" Biarkan dia masuk,Tania belum tau setatus mu yang sudah menikah, aku yakin jika dia tau dia akan menjaga jarak dengan mu.Tania orang baik bukan? Dia pasti tau batasanya. " Bintang masih berfikir positif tentang Tania.Pikiran bintang begitu polos.Mana mungkin suaminya dulu sembarangan mencintai wanita,pastinya Tania itu wanita yang sangat baik.Wanita yang tahu diri dan tau bagaimana menempatkan diri.


Namun Bintang tidak tau bahwa wanita yang dulunya memang baik itu kini berubah menjadi wanita licik yang kapan saja bisa menusuknya dari belakang.


_


_


_


Setelah seribu purnama menghilang akhirnya othor bisa up lagi😁


Ma'af kan daku yang sudah lama menghilang πŸ™πŸ™ salahkan saja si ilham kenapa baru datang.


Terimakasih yang masih mau membaca karya receh ini, semoga kalian sehat selaluπŸ€—


Karena hati othor seputih kapas dan selembut sutra jadi tolong jangan hujat othor ya πŸ˜†βœŒ