My Big Boss

My Big Boss
Tak tega



Tiga hari di acuhkan Bintang membuat Regan benar-benar rindu dengan istrinya, rindu untuk memeluk, mencium dan bercanda gurau dengannya.


Regan yang kini sudah kembali ke kantor berusaha secepat mungkin menyelesaikan pekerjaan nya,ia ingin pulang secepat mungkin agar bisa melihat istri tercinta nya.Setelah seharian bergelut dengan pekerjaannya akhirnya semua kini sudah terselesaikan. Regan pun kini mulai beranjak pulang.


Sesampainya di rumah Regan langsung menuju kamarnya dan kini bisa di lihatnya wanita cantik yang tengah duduk di depan cermin.


" Malam sayang, " ucapnya seraya memeluk tubuh ramping istrinya dari belakang.


" Kau ini suka sekali nemplok di punggung ku, " gerutu Bintang kesal karena ulah suaminya itu membuatnya terkejut.


" Jangan suka marah-marah nanti cepet tua, " Regan malah semakin mengeratkan pelukannya membuat Bintang kini mengerutkan keningnya karena kesal.


" Mandi dulu, aku siapin air hangatnya," ucapnya kini.


" Aku mau seperti ini dulu. "


Bintang pun kini membuang nafasnya kasar, kenapa seharian ini sikap suaminya benar-benar seperti anak kecil?


" Kau sudah makan? " tanya Bintang kini.


" Sudah, bagaimana dengan toko mu, apa hari ini banyak pengunjungnya? "


" Yah, lumayanlah. " Bintang pun kini mulai membalikkan tubuhnya dan mulai menatap wajah tampan suaminya.


" Akhir pekan nanti apa kau ada pekerjaan? " tanya nya kini.


Regan pun kini tampak diam.


" Memangnya kenapa? " tanya nya balik.


" Aku ingin mengunjungi mama, setelah menikah kita belum mengunjungi mama sekalipun. "


Regan pun kini menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.


" Baiklah, akhir pekan nanti kita ke rumah mama, " ucapnya kemudian.


" Tapi kau benar tidak ada janji ataupun pekerjaan yang harus di kerjakan kan? "


" Tidak, " jawabnya yang membuat Bintang kini tersenyum senang.


" Ya sudah, aku siapin air hangat mu dulu. " Bintang pun kini berlalu meninggal Regan.


Sementara Regan kini tampak menghubungi David.


" Dav ajukan jadwal pertemuan kita dengan perusahaan asing itu, bilang pada mereka akhir pekan ini aku tidak menerima janji, jika mereka tidak mau, batalkan saja kerja samanya, " ucap Regan yang kini sudah tersambung dengan David.


" Baik tuan," suara David dari seberang sana.


Kini Regan pun mulai melepas jas yang ia kenakan,sambil menunggu istrinya menyiapkan air untuk nya Regan pun kini tiduran diatas ranjangnya.


Tak lama Bintang pun kini keluar dari kamar mandi.


" Sayang airnya sudah siap, mandi gih! " tuturnya di hadapan sang suami.Bukannya bangun Regan malah menarik tangan istrinya hingga kini jatuh ke pelukannya.


" Temani aku mandi yuk, " ucapnya dengan senyuman liciknya.


" Tidak, aku tidak mau, " tolak Bintang yang tau niat licik suaminya.


Regan pun kini tersenyum sembari mengecup bibir istrinya,


" baiklah aku mandi dulu, " ucapnya kini sambil membaringkan tubuh Bintang,Regan pun kini bangun dari ranjangnya dan mulai berjalan kearah kamar mandi.


Setelah mandi Regan pun kini bergegas menyusul istrinya yang sudah tiduran diatas ranjangnya yang berukuran big size itu.


" Sayang kau sudah tidur? " Regan pun kini melihat sang istri yang berbaring membelakangi nya itu ternyata sudah tidur.


" Yah jeck,kita puasa lagi malam ini! " gerutunya pelan dengan wajah yang tampak masam.


Regan pun kini memeluk tubuh istrinya dari belakang,tangannya yang nakal mulai menyusup di balik baju istrinya dan kini mulai bermain di dada kenyal milik istrinya itu, Regan yang belum bisa tidur pun terus meremas dan memainkan pucuk bukit istrinya itu,hingga kini si pemilik bukit kembar itu terbangun.


" Dasar nakal! " gerutu Bintang kini.


" Bukan aku sayang,ini jeck yang memintanya, " dalih Regan.


Bintang pun kini membalikkan badannya dan menatap wajah suaminya yang banyak akalnya itu.


" Jeck atau tuannya jeck? "


" Dua duanya," ucapnya yang kini mulai mencium bibir mungil yang sudah beberapa hari ini ia inginkan,tangannya pun kini kembali bermain di bukit kembar istrinya hingga kini suara desahanpun mulai terdengar dari mulut Bintang.Dan tanpa Bintang sadari kini posisi suaminya sudah berada di atasnya.Mereka pun saling bertukar silva dan bertaut lidah, akhirnya aktivis panas itu pun kembali terjadi,tampak pakaian mereka yang kini suda berserakan di lantai,dan semoga saja kali ini jeck berhasil mencetak Regan junior.


Malam pun berlalu,Regan dan Bintang kini sudah kembali memulai aktivitas mereka masing-masing, Regan berusaha keras menyelesaikan pekerjaannya di kantor agar di akhir pekan ini dia benar-benar free, tidak ada lagi urusan pekerjaan yang akan menganggu nya, sementara di tokonya Bintang juga tampak sedang bekerja keras agar semua pesanan yang ia terima selesai tepat waktu.


Hari demi hari pun berlalu,kini tampak Regan dan Bintang yang sudah bersiap untuk pergi ke desa mengunjungi ibunya.


" Ma,pa,Regan dan Bintang berangkat ya, " pamit Regan pada kedua orang tuanya.


" Iya sayang,hati-hati ya,cepat kembali mama merindukan kalian, " ujar mama Nita yang tampak bersedih itu.


" Cuma dua hari kok ma,mama jangan sedih gini dong, " ucap Bintang seraya memeluk mama mertuanya itu.


" Ma,Bintang mau menemui ibunya jangan di tahan-tahan, " sahut tuan Williams tak suka dengan sikap istrinya.


" Ya sudah, kalian berangkat lah,pak jang hati-hati ya bawa mobilnya, " ucap mama Nita yang kini berbicara pada pak Jang.


" Baik nyonya. "


Pak jang pun kini membukakan pintu untuk kedua majikannya itu,bintang pun masuk lebih dulu dan kini di susul oleh Regan namun langkah Regan terhenti setelah mendengar suara sorang wanita yang familiar di telinganya.


" Tunggu Rey, " teriak wanita itu dari kejauhan.


Semua mata pun kini memandang ke arah wanita itu yang ternyata adalah tante Nia.


Bintang yang sudah berada di dalam mobil pun kini mengerutkan dahinya mendapati wanita paruh baya itu.


" Bukankah itu wanita yang berada di rumah sakit bersama Regan tempo lalu?untuk apa dia kesini? " pikirnya dalam hati.


Tante Nia pun kini berjalan menghampiri Regan.Raut wajahnya tampak begitu sedih, matanya pun bengkak seperti habis menangis semalaman.


" Tante Nia, ada apa tante kesini? tanya Regan.


" Tante ingin memohon pada mu Rey,tolong temui Tania,berhari-hari keadaannya terus menurun, dia sekarang kritis dan dia terus memanggil namamu, " tutur tante Nia yang membuat Regan kini diam terpaku.


" Maksudmu apa Nia?Tania kritis jadi Tania selama ini masih hidup? " tanya Mama Nita kini.


" Iya,Tania selama ini masih hidup, " jawab tante Nia yang membuat mama Nita dan tuan Williams kini tampak begitu terkejut.


Sementara Bintang kini hanya diam menundukkan pandangannya,di dalam benaknya ia berfikir apakah sekarang suaminya akan pergi menemui mantan tunangannya itu atau tidak.


Sementara tante Nia kini tampak menatap Regan penuh harap.


" Rey kau mau kan menemui Tania? " ucap tante Nia lagi.


" Ma'af tan Regan tidak bisa. " Jawaban Regan yang membuat Bintang kini langsung menatapnya,benarkah yang di ucapkan suaminya itu?


" Regan tante mohon padamu, tante tau kau sesungguhnya masih peduli dengan Tania kan?kau tidak bisa membohongi tante. "


" Tante salah, ma'af Regan tidak bisa membantu. " Regan pun kini mulai melangkah memasuki mobilnya.


" Rey, tante mohon, temuilah tania demi tante, demi seorang ibu yang menginginkan anaknya tetap hidup, tante tidak tau lagi harus berbuat apa selain meminta bantuan mu. " Teriak tante Nia,kini tante Nia pun tertunduk lemas,air matanya pun mulai membasahi pipi namun Regan yang ada di dalam mobil hanya diam tanpa memberikan jawaban.


Sementara Bintang yang melihat tante Nia pun merasa tak tega.Kini ia pun menatap wajah sang suami yang duduk di samping nya itu.


" Temuilah jika kau ingin menemuinya,aku tidak marah, " ucapnya dengan pelan.


" Tidak sayang, kau ingin ke rumah mama kan, kita ke rumah mama saja, " jawab Regan seraya mengusap lembut pipi istrinya itu, " tunggu di sini aku bicara dengan tante Nia dulu, " ucapnya lagi yang kini mulai beranjak keluar dari mobilnya.


Kini Regan pun menghampiri tante Nia ia harus berbicara agar tante Nia tak mengharapkan bantuannya lagi.


Tapi belum sampai bicara kini tante Nia sudah bertekuk lutut di hadapannya.


" Jika dengan berlutut di hadapan mu akan membuat mu berubah fikiran maka tante akan melakukannya sampai kau mau menemui Tania. "


" Tidak perlu seperti ini tan, kita akan pergi bersama tante, " ucap Bintang yang tiba-tiba saja ada di sana dan kini memegang kedua bahu tante Nia untuk membantunya berdiri.


Tante Nia pun kini menatap wajah cantik wanita yang kini membantunya berdiri Itu.


" Kau siapa? apa kau istri Regan? " tannya nya kini.


" Iya,perkenalkan saya Bintang istri dari Regan. " Bintang pun kini mengulurkan tangannya. .


Tante Nia pun kini menjabat tangan Bintang,


" ma'af tante pasti menganggu ketenangan mu, tante hanya ingin melihat putri tante sembuh, itu saja, " ucapnya yang merasa bersalah pada Bintang.


" Tidak papa, sekarang ayo kita temui putri tante, " Bintang pun kini merangkul bahu tante Nia dan mengajaknya masuk kedalam mobil yang tadi ia tumpangi.


" Ayo sayang, " teriak Bintang yang kini memanggil Regan.


Sementara Regan masih tak habis fikir dengan sikap istrinya itu.Apa yang harus ia lakukan saat ini? Regan pun merasa bingung.


_


_


_


_


Kalau berkenan mampir juga ya ke novel baru othor judulnya " Cinta Untuk Arjuna " di jamin ceritanya gak kalah seru deh😁


Mohon dukungannya ya redears..


Terimakasih 😊


Ma'af typo nya 😁