
Ekspresi wajah Bintang pun berubah datar saat mendengar jawaban dari Regan.
" Bagaimana, apa kau senang? " ucap Regan lagi.
" Tentu saja saya senang, " ucap Bintang tersenyum getir.
Lima puluh lima menit berlalu, waktu yang begitu lama untuk sampai di rumah Bintang. Dengan kondisi jalan yang sepi harusnya Regan bisa sampai dua puluh menit lebih awal hanya dengan kecepatan sedang,kini tubuh Bintang dan Reganpun menjadi kaku karena terlalu lama duduk di atas motor.
( Bayangin sendiri ya gimana pelannya Regan melajukan motornya😅)
Bintang yang lebih dulu turun dari motor mulai memutar pinggangnya ke kanan dan kekiri meregangkan tulang-tulangnya yang terasa kaku. Ia memutar pinggangnya sambil melirik kearah Regan yang terus mengibas-ngibaskan tangannya.Membuat Bintang yang melihatnya menjadi khawatir.Bintang pun berjalan mendekati Regan.
" Tuan, apa tuan baik-baik saja? "
" Tanganku, " ucap Regan yang terus mengibas-ngibaskan tangannya.
" Kenapa tangan Tuan, apa ada yang sakit? apa tuan terluka? " ucap Bintang panik yang seketika memegang tangan Regan dan membolak-balikan telapak tangannya mencari bagian yang terluka.
" Jangan menyentuhnya, " suara Regan yang seketika membuat Bintang melepas tangan Regan.Bintangpun hanya melihat Regan yang terus mengibas dan menekan-nekan tangannya sendiri. Membuat Bintang yang melihatnya menjadi panik sendiri.
Tangannya tidak ada yang terluka tapi kenapa ekspresi nya kesakitan seperti itu?
ucap Bintang panik, Bintangpun bertanya lagi pada Regan karena rasa khawatir nya.
" Tuan,sebenarnya kenapa dengan tangan tuan? " dengan raut yang begitu khawatir.
" Kesemutan, " ucap Regan yang seketika membuat wajah Bintang menjadi datar.
Kesemutan?
Kenapa ekspresi mu seperti itu jika kau hanya kesemutan?
jerit Bintang dalam hati karena kesal.Bintang pun menarik tangan Regan tanpa permisi yang membuat si pemilik menatap tajam.
" Sudah kubilang jangan menyentuhnya! mau kau apakan tanganku! " ucap Regan kesal.
" Memotongnya! " ucap Bintang ketus, ia begitu kesal karena tau kalau Regan hanya kesemutan.
" Aish!
Apa kau sudah gila!
Kenapa aku bisa punya sekretaris sepertimu! " ucap Regan yang mencoba menarik tangannya kembali.
" Tuan tenanglah, mana mungkin saya berani melakukannya, " ucap Bintang menatap Regan kesal.
" Lalu mau kau apakan tanganku! "
" Memijat nya, " ucap Bintang yang mulai memijat telapak tangan Regan.
" Apa itu akan membuatnya lebih baik? "
" Entahlah, " jawab Bintang dengan santainya.
" Terus kenapa kau memijat nya, " ucap Regan yang menahan rasa kesemutannya.
(Gimana sih neranginya kalau lagi kesemutan di pegang? Author sulit nulisnya pakai kata-kata,jadi kalian bayangin saja ya ekspresi Regan gimana kalau lagi kesemuatan tapi di pegang Bintang😅).
" Barangkali kesemutannya bisa cepat hilang, kan gak ada salahnya kita coba, " ucap Bintang tanpa rasa bersalah, padahal wajah Regan kini sudah memerah karena menahan rasa kesemutannya itu yang terus di pijat oleh Bintang.Reganpun terus mencoba melepas tangannya,tapi Bintang semakin erat memeganggnya dan terus memijat.
" Tanganku sudah lebih baik, jadi lepaskanlah, " ucap Regan berbohong agar Bintang mau melepaskan tangannya.
" Benarkah? apa secepat itu! " tanya Bintang yang mulai melepas tangan Regan.
" Hmmm iya, " ucap Regan yang langsung menyembunyikan tangannya di belakang punggung karena takut Bintang memijat nya lagi.
Walaupun tak percaya dengan ucapan Regan Bintang hanya menatap Regan yang kini mulai mengambil ponsel dari saku celananya,Regan yang mengambil ponsel menggunakan tangan kirinya tak sengaja menjatuhkan ponsel mahalnya itu, ia pun langsung berusaha mengambilnya.
Kreeeeekkkk...
Suara punggung Regan saat ia membungkuk mengambil ponsel.
" Awwww... punggung ku, " ringis Regan kesakitan memegangi punggungnya.
" Kenapa lagi Tuan? " tanya Bintang panik.
" Punggungku sakit sekali, " mencoba menegakkan punggungnya dengan pelan.
Kreeeeekkkk... kreeeeekkkk..
suara punggung Regan saat ia kembali berdiri tegak.Regan pun mulai menarik punggungnya kedepan dan kebelakang, memutar pinggangnya ke kanan dan kiri untuk meregangkan tulang-tulangnya yang terasa kaku akibat lama tidak mengendarai motor.Bintang yang melihatnya pun membuang nafasnya kasar.
" Sebenarnya kapan terakhir kali Tuan naik motor? "
" Kelas tiga SMP, " jawab Regan yang mulai sibuk dengan ponselnya.
" Apa! " ucap Bintang membulatkan kedua matanya, " Untung saja kita sampai dengan selamat, " ucap Bintang pelan namun masih bisa di dengar Regan.
"Walaupun aku sudah lama tidak mengendarai motor, aku masih mahir mengendarainya,kau tahu! untuk mengalahkan Valentino Rossipun itu mudah bagiku,jadi jangan meremehkanku! " ucap Regan dengan sorot matanya yang tajam.
Mahir?
Baru naik motor sebentar saja sudah kesemutan, gimana caranya ngalahin Rossi?
Kau bahkan melajukan motor seperti kura-kura yang sedang berjalan,apa itu kau sebut mahir?
Hihihihihi...
Tawa Bintang dalam hati yang puas mengejek Regan.
" Jangan mengejekku! " ucap Regan yang seakan tau isi fikiran Bintang, wajah Bintang pun seketika berubah datar saat mendengar ucapan Regan, ia pun hanya memutar badannya kesamping untuk menghindar dari tatapan Regan.
Regan pun kembali sibuk dengan ponselnya,ia dari tadi berusaha menghubungi David namun hanya jawaban dari operator lah yang terus ia dengar, tak lama terdengar suara dering tak jauh dari tempatnya berdiri.
" Ma'af Tuan, saya terlambat, " suara David yang baru saja sampai dengan ponsel yang berdering di tangannya.
Regan pun mematikan panggilannya, dan menoleh kearah David yang berdiri di belakangnya.
" Kenapa kau baru sampai, bukankah aku menyuruhmu datang lebih dulu sebelum aku sampai di sini! " ucap Regan yang marah, karena ia sudah menyuruh David datang kerumah Bintang dari ia masih berada di garasi rumahnya tadi.
" Ma'af Tuan,tadi ban mobil saya pecah,saya juga terjebak macet saat perjalanan kesini! " ucap David menundukkan kepala.
Regan pun hanya menatap David datar, ia kembali menoleh ke arah Bintang yang dari tadi hanya diam membisu menatapnya.
" Kau istirahatlah, mulai besok aku tidak mau kau menaiki motor mu ini ke kantor! "
ucap Regan yang kemudian berlalu meninggalkan Bintang berjalan menuju mobil David.
" Tapi Tuan,ba..,"
David yang menatap Bintang tajam membuat Bintang tak melanjutkan ucapnya, Bintang pun hanya diam tak berani membantah ucapan Tuannya itu.
Dasar manusia setengah iblis!
Ku sumpahin mata mu kering, tandus seperti gunung Sahara!
gerutu Bintang saat melihat David sudah memasuki mobilnya.Bintang pun memasuki rumahnya masih dengan mulut yang terus menggerutu.
Sedangkan David yang sudah berada di bangku kemudi pun mulai melajukan mobilnya, dalam perjalanan ia terus memperhatikan Regan yang duduk di bangku belakang dari kaca spion.
Peristiwa dua tahun lalu,yang membuat Tania kehilangan nyawanya membuat Regan sangat membenci motor,David yang tau itu pun bertanya-tanya di benaknya kenapa Tuanya mau menaiki motor untuk mengantarkan Bintang pulang.Dengan ragu David pun memberanikan bertanya,
" Emmmm..
Saya tau Tuan sangat membenci motor,bahkan Tuan sampai menjual motor kesayangan Tuan karena peristiwa yang menimpa Nona Tania dua tahun lalu, tapi sekarang Tuan kembali naik motor lagi,itu membuat saya terkejut, " ucap David sambil tersenyum sendiri, "tuan melarang Nona Bintang untuk mengendarai motornya lagi, apa Tuan melakukan ini semua karena takut kehilangan Nona Bintang? " ucap David lagi.
Regan yang dari tadi menatap ke arah luar jendela pun menoleh ke arah David setelah mendengarkan ucapannya.
" Apa yang dapat kau lihat dari sikapku ini? " ucap Regan yang malah balik tanya.
David pun menajamkan penglihatannya ke depan saat mendengar pertanyaan dari Regan.
" Kurasa Tuan mulai mencintai Nona Bintang, "
Regan hanya diam mendengar jawaban dari David, dalam hatinya ia masih bertanya-tanya apakah ia benar-benar mencintai Bintang atau tidak karena sampai detik ini ia masih belum bisa menghilangkan perasaannya terhadap Tania. Regan yang bingung dengan perasaannyapun memijat keningnya sendiri membuat David yang memperhatikannya dari kaca spion menjadi khawatir.
" Apa Tuan baik-baik saja? "
" Hmmm..., " jawab Regan hanya dengan daheman.
Kenapa kau tak menjawab pertanyaan ku Tuan, jika kau memang mencintai Nona Bintang kenapa kau menerima perjodohan itu?
gumam David dalam hati yang tak bisa menebak isi hati tuanya itu.
Tiga puluh menit berlalu kini mobil David pun
berhenti tepat di depan rumah Regan.David yang berada di bangku kemudi bergegas turun dan membukakan pintu untuk Regan.
Reganpun langsung turun dan berjalan memasuki rumah, sedangkan Davit yang melihat tuannya sudah masuk kedalam rumah bergegas masuk kedalam mobilnya dan melaju pulang.
Regan yang sudah berada di kamar nya mulai merebahkan tubuhnya sambil memikirkan perasaannya.
Apa aku mencintainya?
( sambil membayangkan wajah Bintang yang tanpa sadar membuatnya tersenyum tipis)
Aish! ini sebenarnya perasaan cinta atau hanya sekedar rasa suka ????
Aku terlalu lama menutup hatiku hingga aku lupa apa itu cinta??
Sungguh, ini membuatku gila!
ucap Regan sambil memukul kepalanya sendiri.
" Kau kenapa? " suara Kevin yang berdiri dipintu yang membuat Regan terkejut,Reganpun melempar Bantal ke arah Kevin.
" Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu! " ucap Regan kesal.
" Kau saja yang tidak mendengar karena terlalu asyik melamun , " ucap Kevin berbohong padahal ia sama sekali tak mengetuk pintu.
Regan hanya diam tak menjawab ucapan Kevin.
Benarkah aku sampai tak mendengarnya mengetuk pintu karena memikirkan gadis itu!
gumam Regan dalam hati.
Aish!
dia melamun lagi.
gerutu Kevin yang mengambil bantal di lantai dan memukulkan ke kepala Regan.
"Aish!
Berani sekali kau memukul kepala presdir! " ucap Regan yang mulai naik darah.
" Kau seorang presdir kalau di kantor, kalau di rumah kau adalah adik kecilku! " ucap Kevin dengan santainya.
" Kau lupa! aku kakak sepupu mu! jadi kau harus tetap hormat padaku! "
" Aku lima tahun lebih lama menghirup oksigen,jadi kaulah yang harus hormat kepada ku! "
Aish!
gerutu Regan kesal memukul Kevin lagi dengan bantal.
Kevin yang tak sengaja melihat Ponsel di atas ranjang Regan pun segera mengambilnya.
" Sejak kapan kau menyukai warna pink? apa kau sudah berubah haluan karena lama menjomblo? " ucap Kevin mengejek Regan.
" Berikan itu padaku! " ucap Regan dengan tatapan tajam.
" Jangan menatapku seperti itu, kau membuatku sangat takut, hahahaha..., " ucap Kevin tertawa lepas. Regan pun merebut ponsel yang ada di tangan Kevin, dan mendorong tubuh Kevin keluar.
"Pergilah, aku akan membunuhmu jika kau terus menggangguku! "
" Aku sangat takut dengan ancamanmu! tolong jangan ancam aku seperti itu, " ucap Kevin dramatis yang pura-pura takut dengan ancaman Regan.
Regan yang melihatnya pun menutup pintunya kasar.
" Kau harus jelasakan, kenapa pink? apa kau benar-benar berubah haluan? " teriak Kevin dari luar pintu tapi tak mendapat jawaban apapun dari Regan. Kevin pun memukul pintu kamar Regan karena kesal,kini ia pun melangkah pergi.
***
Wajah kesel si adik sepupu yang lima tahun lebih lama menghirup oksigen😁
_
_
_
_
Yang bilang author upnya dikit, please ini udah 1600 kata lebih,author udah usaha banget🤪,setiap episode author selalu up lebih dari 1000 kata,kepala author ampe puyeng mikir sama ngerangkai katanya,tapi kalian masih bilang author upnya pelit, upnya dikiiiit, upnya lama🤔tapi emang lama sih😁karena author juga punya kesibukan lain,tapi percayalah di tengah kesibukan,author masih memikirkan Regan dan Bintang.
Author bukan sedang menyinggung kalain tapi author hanya ingin kalain tau kalau nggak mudah buat nulis cerita dan nyusun kalimat agar mudah kalain pahami,dan juga buat kalain itu mudah ngebayanginnya...jadi,tolong mengertilah keadaan author mu ini yang apalah😌
Mungkin buat kalain yang baca ini sedikit,tapi buat author yang nulis,ini tuh udah panjang banget karena otak outhir aja sampai mendidih mikirnya😁 maaf kalau authornya lebay🤭cerewet,banyak nuntut,minta ini itu 🙏🙏🙏🙏 jangan marah,tetap dukung author dan jangan lupa tinggalkan jejak kalain🤗🤗 Vote, Like, Favorit, dan saran kalain tetap ku tunggu😘
Happy Reading😊