
Davit yang sedari tadi memperhatikan dari dalam mobil pun bergegas membukakan pintu mobil untuk membantu Tuanya.
Bintang yang tak percaya dengan apa yang di lakukan Regan pun membulatkan matanya sempurna.
Dia akan menculik ku.. dia benar-benar menculik ku... pasti dua manusia ini sudah bersekongkol..
gumam Bintang dalam hati sambil membungkam mulutnya sendiri.
Bintang masih saja berfikir buruk tentang Regan,padahal Regan Benar-benar sangat menghawatirkan nya walau sikap yang ia tunjukan sangat menjengkelkan.
Saat berada di dalam mobil Bintang mencoba untuk meminta ma'af pada Tuanya lagi, ia berusaha agar Regan membiarkan nya keluar.
" Tuan tolong ma'af kan kecerobohan saya tadi, saya benar-benar tidak bermaksud menyakiti tuan, tangan saya ini benar-benar salah karena sudah berani memegang pipi Tuan. Tolong jangan culik saya Tuan,biarkan saya keluar dari mobil ini, "
ucap Bintang sambil menarik-narik bahu Regan.
Regan yang tak suka dengan sikap Bintang pun hanya melirik tajam kearah tangan Bintang yang berani memegang bahunya.
Sedangkan Bintang yang mulai sadar atas kesalahannya pun segera melepas pegangannya.
Bodoh..! bodoh..! bodoh..!
Kenapa tangan ini tak bisa di kontrol?
gumam Bintang mengutuki dirinya sendiri.
" Apa kau ini sudah kehilangan akal sehatmu!
apa untungnya aku menculikmu! "
ucap Regan dengan tatapan tajam dan terus mendekatkan wajahnya ke arah Bintang.
Deg..
Jantung Bintang terasa berhenti berdetak,
Apa yang akan kau lakukan Tuan? ini sungguh sempit aku sudah tak bisa mundur lagi.
gumam Bintang dalam hati, ia begitu panik karena kini kepalanya sudah membentur pintu mobil sedangkan Regan masih terus mendekatkan wajahnya.
Tuuk..!
suara sentilan tangan Regan tepat di kening Bintang.
" Apa kau fikir aku akan mencium mu? "
ucap Regan pelan dengan senyum yang tak dapat diartikan.
Regan pun mulai duduk di posisi semula, sedangkan Bintang hanya mengelus-elus keningnya karena sakit.
Dasar iblis! apa kau fikir aku mau kau cium ? aku hanya takut kau akan mencekikku tadi.
gumam Bintang dalam hati.
Davit yang dari tadi memperhatikan dua manusia di bangku penumpang hanya mengusap wajahnya sendiri.
Kenapa kau ini Tuan? bukan ya tadi kau sangat khawatir melihat keadaan Nona Bintang ? kenapa kau bersikap dingin sekarang?
gumam davit yang bingung dengan sikap Regan yang cepat berubah🤔.
Mobil pun mulai melaju.
Bintang hanya diam tak berani bersuara, kini ia benar-benar pasrah setidaknya dua manusia itu tak menyakitinya.Bintang mulai menggigil kedinginan karena baju yang ia pakai basah karena hujan tadi. Regan yang sesekali memperhatikan Bintang pun melepas jas yang ia pakai.
" Pakailah, "
ucap Regan dingin tanpa menoleh.
" Terima kasih Tuan, "
Bintang pun tak menolak karena memang ia sangat kedinginan,Bintang pun mulai memakai jas milik Regan .
Kau tak biasanya sepeduli ini dengan orang lain Tuan.
gumam Davit yang memperhatikan Tuanya dari kaca spion.
" Kenapa kau bisa ada di desa itu? "
tanya Regan datar tanpa menoleh.
" Itu kampung halaman saya Tuan, setiap akhir pekan saya selalu pulang untuk menemui ibu saya, " ucap Bintang cuek.
" Dimana kekasihmu itu? kenapa ia tak menjemputmu? "
tanya Regan sedikit kesal. entah kenapa Regan begitu kesal jika mengingat laki-laki yang selalu mengantar jemput Bintang saat kerja.
" Ma'af saya tidak mengerti maksud Tuan, "
ucap Bintang yang memang ia tak tau maksud dari ucapan Regan karena yang ia fikir sekarang dia tak punya kekasih. kenapa Regan harus menanyakan hal seperti itu.
" Kekasih yang selalu memberimu setangkai mawar! ku rasa kekasih mu itu orang yang sangat pelit, kenapa ia hanya memberimu setangkai jika dia saja bisa menaiki mobil mewah, "
ucap Regan semakin kesal,karena setahu Regan mawar yang setiap hari ada di meja Bintang adalah Pemberian dari laki-laki yang sering mengantar jemput Bintang.entahlah sekarang ini Regan sudah begitu aneh di mata Bintang dan Davit.
Bilang saja kalau kau cemburu Tuan
benak Davit dalam hati yang melihat sikap Tuan nya yang jengkel tanpa alasan.
Bintang hanya diam, dia semakin tak mengerti dengan ucapan Regan.
Siapa kekasihku?
siapa yang memberiku setangkai mawar?
mungkin otaknya sekarang lagi konslet , bisa-bisanya ia mengarang bebas.
benak hati Bintang.
"Sudahlah! abaikan saja pertanyaan ku tadi!
dimana alamat rumahmu ? "
tanya Regan berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Saya tinggal di daerah XX jalan Patimura No. 45 Tuan, "
" Dav,kita antarkan dulu gadis bodoh ini! ".
ucap Regan ketus.
Iishhh.. !!
Kenapa kau selalu mengataiku bodoh.
gumam Bintang dengan wajah cemberut ia tak suka dengan ucapan Regan yang mengatainya bodoh.
" Baik Tuan, "
Jawa Davit singkat.
Kau mengatainya bodoh tapi kau sangat menghawatirkan nya Tuan.
benak hati Davit sambil menggeleng-gelengkan kepala karena ia tak bisa memahami sikap Tuanya hari ini.
Didalam perjalanan tidak ada percakapan,Bintang terus menghadap ke arah luar jendela, ia begitu menikmati sejuknya udara dan pemandangan yang ada hingga kantuk pun menerpanya.
Tubuh Bintang terguncang kesana kemari karena jalanan yang tidak rata, tapi itu tak membuatnya terbangun dari tidurnya. sedangkan kan Regan sibuk menahan tubuh Bintang yang akan jatuh karena terguncang kesana kemari.
Kau ini tidur atau pingsan?
kau sangat menyusahkanku!
gerutu Regan yang sibuk memposisikan Bintang untuk bersandar di bahunya.
Davit yang memperhatikan Tuanya dari kaca spion tersenyum tipis.
Kenapa kau tak mengakui saja Tuan, bahwa kau mulai tertarik dengan Nona Bintang . Tak biasanya kau memperlakukan wanita seperti itu.
gumam Davit dalam hati.
Mereka menempuh perjalanan selama 2 jam, selama di perjalanan Regan selalu memandang wajah polos Bintang yang tengah tertidur pulas di bahunya.
Kau begitu manis jika tertidur seperti ini , rasanya aku ingin sekali mendekapmu. teruslah tertidur seperti ini karena setiap kali kau membuka mata kau hanya akan mbuatku kesal dan ingin terus memarahimu!
gumam Regan dalam hati.
Sikap Bintang yang begitu beranilah yang membuat Regan kesal, Regan tau bahwa Bintang hanya berpura-pura manis setiap ada di dekatnya.
" Ma'af Tuan kita sudah sampai, "
ucap Davit di bangku pengemudi.
" Kita tunggu ia bangun, " ucap Regan dingin.
Dua manusia itu hanya diam menunggu Bintang bangun, Regan tak tega jika harus membangunkannya.Entah ada apa dengan sikap Regan kali ini karena selama ini ia tak pernah memperdulikan orang lain.
Tak lama pun Bintang mulai membuka matanya, ia sadar bahwa mobil sudah berhenti.
" Apa kita sudah sampai Tuan ?"
tanya Bintang yang masih bersandar pada bahu Regan.
"Hmmm..., "
Jawab Regan singkat.
Bintang yang baru sadar bahwa dirinya sedari tadi bersandar di bahu Regan pun mulai menjauhkan tubuhnya dari tubuh Regan.
" Ma'af Tuan,saya tidak sengaja tertidur. saya pasti sudah menyusahkan Tuan, "
ucap Bintang mulai ketakutan.
" Tidak sengaja saja kau sudah mirip orang pingsan bagaimana kalau tidurmu itu karena kau sengaja pasti sudah mirip orang mati ! "
ucap Regan cuek.
" Ma'afkan saya Tuan, "
ucap Bintang penuh penyesalan.
Bisa-bisanya aku tertidur di bahunya? bukanya tadi aku duduk benar-benar di pinggir dan bersandar pintu mobil. kenapa aku bisa bergeser dan tertidur di bahunya?
bodoh..!bodoh..!bodoh..!
gumam Bintang mengutuki dirinya sendiri.
" Cepat keluar! "
ucap Regan tanpa menoleh.
Bintang pun bergegas keluar dari mobil membawa barang miliknya dan jas milik Regan yang masih melekat di tubuhnya.
" Terimakasih Tuan, sudah mau mengantarkan saya sampai rumah, "
ucap Bintang dari luar mobil sambil menunduk hormat.
Regan tak menghiraukan Bintang, ia menyuruh Davit untuk segera melajukan mobilnya.
_
_
_
_
ma'af sedikit typo
jangan lupa tinggalkan jejak ya..
Vote,like, komen dan klik favorit
jejakmu adalah energi bagi Author untuk tetap semangat menulis..😁
Terima kasih buat yang udah Vote, like, komen .
tunggu episode selanjutnya ya..
happy Reading 😊