
Malam semakin larut pesta tunangan yang dadakan itupun selesai tanpa adanya gangguan.
" Jika Stella tau mungkin acara ini tidak akan berjalan lancar,Tuan Regan memang pintar dalam mengatur strategi, " gumam David yang bahagia melihat senyuman yang kembali setelah selama ini hilang dari wajah Regan.
Kini keluarga besar Regan dan keluarga besar Bintang sudah berjalan pulang. Kini hanya tinggal ketiga teman dekat Bintang,David, Tuan Williams bersama istri dan bu Dewi.Bu Dewi memutuskan untuk tinggal bersama Bintang karena hari pernikahan Bintang dan Regan sudah dekat.
Sedangkan Kevin sudah pulang dari tadi karena ia harus segera menemui putra kecilnya yang sengaja di tinggal bersama Neni dan Bi Inah.Tau sendiri ya kenapa tu bocah tengil nggak di ajak😆
" Kita pulang duluan ya Bi, " ucap Rita yang mewakili dua temannya.
" Iya kalian hati-hati, makasih untuk semuanya, " ucap Bintang tersenyum manis.
" Selamat ya sudah memenangkan hati Bos galak si Raja Iblis, " bisik Livia yang kemudian berlalu di hadapan Bintang.
Bintang pun tersenyum tipis, ia ingat betul dirinya dulu sering mengumpati Regan.
Setelah ketiga temannya sudah memasuki mobil kini Bintang menghampiri Bu Dewi, Regan dan juga tuan Williams bersama mama Nita.
" Sayang seminggu lagi kan kalian akan menikah,kalian harus di pingit jadi ini hari terakhir kalian bertemu ya, " ucap mama Nita pada kedua manusia yang ada di hadapannya sekarang yaitu Regan dan Bintang.
" Nggak..nggak..Regan nggak mau! kenapa harus ada acara seperti itu sih ma!" protes Regan.
" Turuti saja itu sudah aturan dari nenek moyang kita jadi harus di patuhi, " sahut tuan Williams.
" Kita kan satu kantor,mana iya kita nggak saling bertemu Ma, Bintang juga sekretaris ku jadi bagaimana bisa nggak ketemu! " Regan yang terus saja protes karena tak bisa jika harus tak bertemu Bintang.
" Apa kau masih akan menyuruh mantu mama ini kerja Rey! " ucap mama Nita yang mulai meninggi, membuat si anak diam seribu bahasa.
" Sudahlah.. kan cuma seminggu nggak ketemu, setelah itu kita bisa bertemu setiap hari kan? " kini Bintang mulai bicara dengan calon suaminya yang keras kepala itu.
" Cuma seminggu? kau tau,satu detik aja aku tidak melihatmu rasanya sudah seperti setahun, bagaimana aku bisa kuat tidak melihat mu selama satu minggu, " ucap Regan yang kini mulai kesal dengan bintang yang mendukung acara pingitan itu.
" Aish! kau ini Rey! " ucap tuan Williams yang menggeleng kan kepala melihat sikap anaknya itu.
" Pingitan itu untuk kebaikan kalian nak,itu bukan hanya tradisi saja, dengan kalian di pingit maka itu akan melatih kesabaran dan juga kepercayaan kalian pada pasangan kalian, kalian juga nantinya akan menjadi semakin rindu dan itu akan membuat kalian bertambah bahagia di saat hari pernikahan karena bertemu dengan orang yang kalian rindukan,dan satu lagi,kalian juga akan terhindar dari pertengkaran yang kemungkinan akan terjadi, tidak ada salahnya kan kita lakukan itu? " ucap bu Dewi yang kini angkat bicara.
" Baiklah Ma, Regan mengerti, " ucap Regan yang kini memilih pasrah.
" Ya sudah sekarang kita pulang, " ucap mama Nita mulai menarik tangan anak laki-laki nya itu untuk masuk ke mobil.
" Ma Regan kan harus mengantarkan Bintang sama mama Dewi pulang dulu, "
" Kan ada David? " ucap mama Nita yang kini melihat ke arah David.
Regan pun menatap David dan menggelengkan kepala, sebagai isyarat agar David menolak untuk mengantar Bintang.
David yang mengerti pun langsung berbicara pada mama Nita.
" Ma'af nyonya,saya tidak bisa mengantarkan nona Bintang beserta ibunya karena ada urusan yang harus saya selesaikan, " ucapnya berbohong.
" Baiklah kau boleh mengantarkan anak mantu mama, " ucap mama Nita yang kini bicara pada Regan.
Regan pun tersenyum senang, kini ia mulai berjalan menuju mobil bersama Bintang dan juga ibunya.
Sedangkan mama Nita dan tuan Williams juga mulai berjalan menuju mobil mereka.
Kini semua sudah melaju pulang.
Tiga puluh menit berlalu kini mobil Regan berhenti tepat di depan rumah Bintang.Mereka semua pun turun dari mobil.
" Ma, Regan boleh nggak bicara dulu sama Bintang? " izinnya pada bu Dewi.
" Regan cuma sebentar kok ma, "
" Oh, ya sudah mama masuk dulu ".
Kini Regan menatap Bintang yang juga tengah menatapnya penuh tanda tanya.
" Ada apa?" tanya Bintang.
" Masalah di hotel tempo lalu, apa kau jatuh ke kolam benar-benar karena terpleset? " tanya Regan yang ingin mencari kebenaran dari Bintang.
" Emmmm.... i.. yaaaa,kenapa kau tanyakan itu? " tanya Bintang balik karena ia juga penasaran kenapa Regan menanyakan hal itu kembali.
" Aku takut saja jika ada orang yang sengaja ingin menyakiti mu, "
" Kau tidak perlu khawatir, aku bisa jaga diri, lagian siapa juga yang berani menyentuh calon istri Tuan Regan Atmaja yang terkenal sadis ini! " ucap Bintang yang sengaja tak mengatakan yang sejujurnya karena ia tak mau Regan terlalu mengkhawatirkannya.
" Emang aku terkenal sadis? "
" Iya, yang aku dengar dari orang-orang di luar sana seperti itu, "
" Aish! mereka sangat salah menilai ku, " gerutu Regan pelan.
" Sudah sana pulang, "
" Kau mengusirku! " ucapnya ketus.
" Sudah malam, apa kau masih mau di sini terus! " mulai kesal juga.
" Selama kau temani,di mana pun itu bukan masalah untuk ku, " ucapnya tersenyum genit.
" Dasar genit! sudah sana cepat pulang! "
" Tapi cium dulu ya.. kan udah tunangan, " ucapnya dengan senyum menyeringai.
" Berani bilang lagi, nih sepatu aku yang nanti bakalan nyium, mau! " ucap Bintang sambil mengangkat sepatu heels nya.
" Galak sekali, kalau gitu peluk deh? " masih terus usaha.
" Nggak ada! "
" Untung saja aku sudah pernah menciummu! " gerutu Regan pelan namun masih bisa didengar Bintang.
" Dasar pencuri! " ucap Bintang kesal.
" Tapi kau suka kan? "
" Ih.. enggak.., " ucap Bintang dengan wajah yang mulai merah merona, kini ia pun memilih berjalan meninggalkan Regan.
" Satu minggu ini jangan jauh-jauh dari ponselmu, kau mengerti! "
" Tidak! " jawab Bintang yang sengaja membuat Regan kesal.
" Ini perintah dari atasanmu jadi kau harus menaatinya! "
" Yes, My Big Boss..., " ucap Bintang yang kini sudah siap masuk ke dalam rumahnya.
Regan pun tersenyum tipis mendengar jawaban Bintang kini ia pun mulai memasuki mobilnya dan mulai melaju pulang.