My Big Boss

My Big Boss
Sekretaris baru



Jam sepuluh tepat Regan memasuki kantornya,waktu yang cukup siang untuk jam masuk kantor.Jika saja Regan bukan pemilik perusahaan mungkin sudah di pecat saat itu juga mengingat perusahaan di bawah kepemimpinan nya itu sangat mengutamakan kedisiplinan.


Regan yang kini berjalan menuju ruangan nya menjadi pusat perhatian semua orang,pesona nya memang tak bisa di lawan, ketampanan yang di miliki nya mampu menyihir siapa saja untuk menatapnya, termasuk kali ini adalah karyawannya sendiri.


Regan yang akhir-akhir ini selalu berangkat siang membuat anak buahnya kini menggunjing nya, bagaimana tidak? Regan yang awalnya selalu datang pagi dan tepat waktu kini setelah menikah itu semua berubah, Regan kini lebih sering datang terlambat. Tau sendiri kan kenapa?hhee..


Saat sampai di lantai atas Reganpun langsung berjalan menuju ruangnya, namun seorang wanita cantik yang berawakan tinggi dan bertubuhbseksi menghentikan langkahnya.


" Ma'af Tuan, apa tuan sudah mendapatkan izin untuk masuk ke ruangan Presdir? " ucap wanita itu menghalangi Regan masuk kedalam ruangan nya.


Regan pun mengerutkan dahinya menatap wanita yang memiliki bentuk tubuh yang menggoda itu.


" Kenapa aku harus meminta izin dulu untuk masuk ke ruangan ku sendiri? " ucapnya yang membuat wanita seksi itu membulat kan matanya sempurna.


" Hah! jadi ini tuan Regan? " pikir wanita itu yang kini langsung membukukan badannya, " ma'af kan saya tuan, saya benar-benar tidak tau jika tuan adalah Tuan Regan Atmaja pimpinan dari Atmaja Grup, " ucapnya kemudian.


" Hmmmmm,apa kau sekretaris baru ku? " tanya Regan dengan tatapan dinginnya.


" Iya tuan, " wanita itupun menjawabnya dengan sopan.


Kini Regan tampak memerhatikan wanita di hadapannya itu, ia merasa sedikit tidak nyaman karena wanita itu memakai pakaian yang terlalu terbuka dan ketat hingga menampilkan bentuk tubuhnya.Dadanya yang berukuran besar sepertinya sengaja di perlihatkan,belahan dadanya pun membuat semua laki-laki pasti menelan ludahnya sendiri saat melihatnya, namun itu semua tidak berlaku untuk Regan.


" Siapa namamu? " tanya Regan kini.


" Nama saya Maura Angelista, tuan bisa memanggil saya Maura, " jelas wanita itu yang ternyata adalah sekretaris baru Regan.


" Baiklah Maura, selamat bergabung dan bekerjalah dengan baik, " ucap Regan yang kini berlalu masuk kedalam ruangannya.


Sementara Maura masih terus diam mengingat wajah tampan laki-laki yang kini menjadi atasanya itu.


" Ku fikir tuan Regan adalah laki-laki tua,ternyata masih muda dan sangat tampan, " gumamnya dalam hati yang mulai terpengaruh sihir dari ketampanan Regan.


Kini semua pun mulai di sibukkan dengan pekerjaan masing-masing.Regan, David dan Maura pun kini tengah mempersiapkan materi untuk meeting nanti siang.Di dalam ruangan Regan kini semua berada, mereka semua tampak serius kecuali Maura yang terus memperhatikan Regan,sementara David yang melihatnya pun mengerutkan dahinya dan mulai menegurnya,


" Fokuslah Maura ! " ucapnya dengan tatapan yang selalu tampak ingin membunuh buruannya itu.


Maura yang mendengarnya pun tampak terkejut, kini ia pun kembali fokus pada berkas dan laptop yang ada di hadapannya.Dan akhirnya setelah beberapa menit materi untuk meeting itu pun selesai, Regan yang diikuti David dan Maura kini berjalan menuju ruangan meeting yang ternyata sudah banyak staf dan beberapa dewan Redaksi sudah menunggu kedatangannya di sana.


Kini Regan pun langsung memulai jalannya rapat, ia mulai memaparkan target dan bagaimana strategi- strategi baru perusahaan pada semua staff dan dewan Redaksi yang ada di sana.


Rapat kali ini tidak berjalan kondusif karena semua anggota meeting yang mayoritas laki-laki itu kini malah fokus pada wanita cantik nan seksi yang duduk di dekat David dan Regan,siapa lagi wanita itu kalau bukan Maura si sekretaris baru,kemolekan tubuh Maura membuat kaum Adam yang melihatnya pasti ingin sekali memilikinya,sosok Maura mampu membuat seorang Regan Atmaja kali ini terabaikan.


" Benar-benar menggoda iman, " gumam Doni yang dari tadi terus memperhatikan Maura.


Sementara Rita yang kini tengah duduk di sebelah Doni pun mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan musuh bebuyutannya itu, ia pun seketika menendang betis Doni hingga Doni meringis kesakitan.


" Kau ini kenapa! " protes Doni.


" Fokuslah! sebelum tuan Regan melemparmu keluar! " Rita pun menjawab dengan penuh penekanan.


" Bilang saja jika kau cemburu! "


" Untuk apa aku cemburu dengan siluman tikus got! " gerutu Rita yang membuat Doni ingin sekali memukulnya,Doni yang sadar masih berada di tengah-tengah meeting pun mengurungkan niatnya dan mulai mengontrol emosinya.


Sementara Regan yang tau jika semua yang ada di tempat meeting itu tidak ada yang memperhatikan nya pun mulai tampak marah,terlihat dari wajahnya kini yang tampak merah padam, tatapan nya pun seperti harimau yang siap menerkam mangsanya.


" Brrrraaaaak! sejak kapan kalian berani mengabaikan ku! " suara gebrakan meja yang diiringi suara Regan yang tampak begitu marah seketika membuat semua mata yang dari tadi terus menatap Maura kini menundukkan pandangannya ketakutan.


" Jika kalian sudah bosan bekerja di sini silahkan keluar sekarang! " ucapnya lagi penuh amarah yang membuat siapapun yang di sana benar-benar gemetar,kini mulai terdengar sayu-sayu kata ma'af dari mulut semua bawahannya.


Regan pun kini mulai mengontrol emosinya, sementara Maura yang pertama kali melihat Regan marah pun tampak gemetar, bagaimana tidak? laki-laki yang dari tadi memenuhi fikiran nya ternyata begitu menakutkan saat marah.


Regan yang sudah berhasil meredam amarahnya pun kini menatap semua anak buahnya.


" Apa menurut kalian meeting ini perlu di lanjutkan! " ucapnya dengan tatapannya yang begitu dingin.


" I.. iya tuan, ma'af kan kami, " jawaban dari salah satu staff.


Kini meeting itupun kembali di lanjutkan dan setelah satu jam setengah akhirnya semua yang ada di ruangan meeting itu pun bisa keluar dan bernafas lega karena terlepas dari kukungan harimau.Karena kesalahan mereka tadi membuat mereka seakan sedang di kungkung di kandang Harimau.


Regan yang kini berjalan menuju ruangan nya di ikuti David yang terus mengekorinya,sesampainya di ruangan Regan pun menatap tajam David.


" Apa kau memilihnya karena bentuk tubuhnya! " ucapan Regan yang membuat David membelalakkan matanya.


" Tentu saja tidak tuan,tuan sangat mengenal saya bukan?saya memilihnya karena dari ketiga kandidat yang ada dia lah yang paling membutuhkan pekerjaan ini,saya sudah memantau kehidupannya tuan, walaupun penampilannya seperti itu,saya berani pastikan dia wanita yang baik, " jelas David yang mencoba menyanggah ucapan tuannya tadi.


Jadi selama beberapa hari yang lalu David mencari tahu kehidupan dari tiga calon sekretaris Regan, karena Regan menyuruhnya memilih mana yang benar-benar membutuhkan pekerjaan akhirnya langkah itulah yang di ambil, David benar-benar ingin memberikan yang terbaik untuk tuannya.


Sementara Regan yang mendengar penuturan David pun mulai percaya,Regan mengenal betul bagimana sifat asistennya itu,David adalah laki-laki normal namun entah kenapa ia sama sekali tidak tertarik dengan wanita, selama hidupnya ia tak pernah mempunyai teman dekat wanita, wanita pun banyak yang takut mendekatinya karena sorot matanya yang selalu tampak tajam,jadi karena itulah Regan mempercayai penuturan David.


" Baiklah aku percaya padamu,untuk seterusnya aku tidak mau melihatnya berpakaian seperti itu lagi, aku mau setelah jam makan siang dia sudah mengganti pakainya, " tutur Regan.


" Baik tuan saya mengerti. " David pun kini berjalan keluar menghampiri Naura yang berada di mejanya.


" Ikut saya sekarang! " ucapnya kini pada Maura.


" Ikut tuan? kemana? " tanya Maura bingung.


" Jangan banyak bertanya! ayo ikut! "


Maura pun mengerutkan dahinya, " Banyak bertanya dari mananya, cuma dua pertanyaan juga! " gerutunya pelan.


" Kenapa tetap diam! ayo jalan! " ucap David lagi yang mendapati Maura tak kunjung mengikuti langkahnya.


" Ma'af tuan, bukannya saya tidak mau ikut tapi bagaimana jika nanti tuan Regan mencari saya ? "


" Ini perintah dari tuan Regan! " ucapnya dengan tatapan dinginnya.


Maura yang kini sudah di dalam mobil David pun bingung sebenarnya dia akan di ajak kemana.


" Ma'af tuan sebenarnya kita mau kemana? " tanya nya.


" Mencari baju ganti untuk mu! " jawab David yang mulai melajukan mobilnya.


Maura pun merasa bingung, memangnya ada yang salah dengan pakainya sekarang, kenapa harus di carikan baju ganti segala? pikirnya dalam hati.


" Ma'af tuan,kenapa harus mencarikan baju ganti untuk saya?" tanyanya lagi.


" Tuan Regan tidak suka dengan penampilan mu! " jawab David yang tetap fokus mengemudi itu.


Maura pun memperhatikan penampilannya sendiri,menurutnya pakaiannya sopan dan enak di pandang,lalu kenapa tuan Regan tidak suka? tiga tahun ia menjadi sekretaris tidak pernah atasannya mempersalahkan pakaian yang biasa ia kenakan, lalu kenapa sekarang harus di permasalahan? itulah yang ada di fikiran Maura sekarang.


" Ma'af tuan memangnya kenapa dengan penampilan saya?menurut saya ini sopan dan enak di pandang, " ucapnya membela diri.


" Pakaian seperti itu kau bilang sopan?lihatlah bagian tubuhmu keluar kemana-mana! " ucap David yang kini mulai keluar dari mobilnya karena sudah sampai di tempat tujuannya.


" Bagian tubuhku keluar kemana-mana? apa coba maksudnya? " gumam maura yang tak mengerti maksud ucapan David,Maura pun kini mengikuti David yang mulai memasuki sebuah toko pakaian.


" Sekarang carilah pakaian yang sopan,yang tidak ketat seperti yang kau kenakan ini! " ucap David pada Maura yang kini sudah berada di samping nya.


Maura pun mengangguk,ia pun mulai memilah milah pakian, Maura akan melakukan apapun agar tetap bisa menjadi sekretaris Regan, karena ia benar-benar membutuhkan pekerjaan itu.


Maura yang sudah menemukan baju yang menurutnya pas pun mulai mengganti pakainya, setelah selesai ia menunjukkan pada David.


" Gimana tuan? apa ini cocok? " tanya Maura dengan kemeja lengan panjang berwarna cream.


David pun mengerutkan dahinya saat melihat Maura.


" Cari yang lebih besar lagi! apa kau tidak sesak nafas memakai pakian itu! " ucap David tak suka karena bagian dada Maura tetap saja tampak ingin keluar dari sarangnya.


Maura pun kembali lagi, ia mulai mencari pakaian yang lebih besar dari yang ia kenakan.


" Bagimana tuan, apa ini cocok? " tanya Maura yang sudah berganti pakaian.


" Itu terlalu besar, apa kau tidak bisa melihatnya! "


Maura pun mulai mengepalkan tangannya.


Ia pun mulai mendekati David dengan tatapan tajamnya.


" Tuan jangan mempermainkan saya ya! pakaian ini hanya beda satu size dengan yang tadi, jadi tuan ingin saya memakai yang mana! " ucapnya sambil membungsungkan dada hingga benda besar yang menonjol di dadanya itu hampir saja menyenggol dada David.


Wajah David pun seketika berubah pucat pasi, tubuhnya gemetar mendapati dada Maura yang sedikit lagi menempel pada dadanya,David yang memang tidak suka berdekatan dengan wanita itu pun mulai menahan nafasnya berharap dengan seperti itu dadanya tak bersenggolan dengan benda menonjol itu.


" Bisakah kau sedikit mundur! " ucap David kemudian,sambil menahan nafasnya.


" Tidak!tuan pilih dulu mana pakaian yang harus saya pakai! " Maura semakin mendekatkan tubuhnya,membuat David terus berjalan mundur.


" Pakailah yang tidak sesak di dada! " ucapnya dengan wajah yang semakin pucat.


" Semuanya tidak membuat dada saya sesak. " ucap Maura yang tidak mengerti maksud David.


" Maksud ku, pakailah pakaian yang tidak memperlihatkan dada besarmu itu! " seketika David pun menjadi sorotan semua mata yang ada di sana karena ucapannya yang baru saja keluar dari mulutnya itu.


" Hah! jadi yang dari tadi Tuan perhatikan dada saya! dasar mesum! " Maurapun menyodokan lututnya tepat ke senjata masa depan David hingga kini membuat David meringis kesakitan.Sementara Maura memilih kembali dan memakai pakaian yang pertama kali ia pilih.


David pun kini menatap Maura kesal, " Dasar wanita sialan! siapa juga yang memperhatikan dadamu," gerutunya sambil menahan sakit pada pangkal pahanya itu.


David yang merasa malu karena semua orang kini memperhatikan nya pun memilih menunggu Maura di dalam mobil.


Tak lama kini Maura keluar dari toko dan masuk kedalam mobil David.


Di dalam perjalanan tidak ada percakapan apapun di antara mereka,Maura yang masih kesal dengan sikap David memilih diam, begitu juga dengan David yang memilih diam karena merasa kesal dengan tuduhan Maura tadi, hingga akhirnya mobil David kini berhenti tepat di depan kantor Atmaja grup.


" Kancingkan bajumu! " suara David yang menghentikan langkah Maura yang hendak keluar mobil.Maura yang tidak mengkancingkan kemeja bagian atasnya membuat belahan dadanya sedikit terekspos,karena itulah David meminta maura mengkancingkan bajunya.


Maura pun seketika menatap David tajam.


" Jadi tuan masih memperhatikan dada saya! " ucapnya sedikit meningggi.


" Saya tidak ada niatan seperti itu, tapi jika kau menggunakan pakian seperti itu bukankah kau sendiri yang sengaja ingin memperlihatkan dada mu! jika kau masih ingin bekerja disini maka turuti saja ucapanku! " David pun kini keluar dari mobilnya.


Maura pun tampak memikirkan ucapan David,kenapa aku harus marah jika orang melihat dadaku, bukankah itu semua karena ulah ku sendiri? pikir Maura.


Kini ia pun mulai keluar dari mobil dan mengejar David yang berjalan lebih dulu darinya.


" Apa tuan Regan tetap tidak akan suka dengan penampilan saya? " tanya Maura.


" Ya! " jawab David yang tetap fokus berjalan itu.


Maura pun mulai mengkancingkan kemeja bagian atasnya.


" Apa seperti ini! " tanya Maura yang kini sudah mengacingkan kemejanya.


David pun menoleh dan memperhatikan Maura.


" Ya, seperti itu lebih baik,mulai besok jangan lagi memakai pakaian terbuka, atupun pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhmu,karena Tuan Regan tidak menyukainya!sekarang kau boleh iistirahat makan siang, " ucap David yang kini berlalu pergi.


" Baru kali ini ada presdir yang tidak suka sekretaris nya berpenampilan seksi, biasanya mereka suka-suka saja, " gumam Maura sambil memerhatikan David dari kejauhan.


" Menarik! " ucapnya sambil menyunggingkan senyuman di bibirnya.


Maura pun kini berjalan menuju kantin dengan senyuman yang mengembang mengingat wajah laki-laki yang kini berhasil memikat hatinya,kira-kira siapakah laki-laki itu? author pun bertanya-tanya....