My Big Boss

My Big Boss
Gagalnya aksi Jeck



Episode ini mengandung konten dewasa,jadi buat yang di bawah umur mending di skip aja ya, soalnya enggak baik buat fikiran kalian😉


******


Bintang yang kini sudah berhasil membuka gaun mewahnya itupun bergegas mandi, ia memilih untuk berendam air hangat untuk melepas penatnya,tak lupa Bintang menuangkan cairan sabun dengan aroma buah cherry yang tersedia di kamar mandi itu, kini Bintang pun mulai berendam,air hangat yang kini menenggelamkan sebagian tubuhnya membuat rasa lelahnya sedikit berkurang,setelah beberapa menit Bintang pun menyudahi aktivitas berendamnya karena ia takut jika membuat tubuhnya masuk angin,kini ia pun bergegas membilas tubuhnya di bawah guyuran air shower, Bintang yang sudah menyelesaikan aktivitas mandinya pun bergegas untuk berganti pakaian.


Bintang yang sebelumnya mengira akan tidur di kamar hotel yang ia tempati sejak beberapa hari lalu itu membuatnya kini merasa bingung karena tak membawa baju ganti,kini ia pun mencoba membuka almari yang ada kamar hotel yang sudah di persiapkan untuk dirinya dan Regan itu,barangkali dia bisa menemukan pakaian ganti di sana.


Setelah membukanya Bintang di buat terkejut karena di dalam almari itu sudah terdapat tumpukan baju yang tertata rapi, ada dua sisi di dalamnya,satu sisi berisi pakaian laki-laki dan satu sisi yang lain berisi pakaian wanita,Bintang pun kini mulai memilah dan betapa terkejut nya saat ia mendapati semua pakaian yang ada adalah baju tidur transparan yang memperlihatkan lekuk tubuh pemakaiannya.


" Kenapa semua pakaian nya seperti ini? sama saja aku telanjang jika memakainya, " gerutu Bintang sambil melihat langerie yang saat ini ada di tangannya.


Bintang pun kini memutuskan untuk memilah pakaian laki-laki yang ada di sisi lain dari almari itu,barangkali ada pakaian yang cocok untuknya,bintang yang sudah menemukan satu pakaian yang menurutnya cocok pun mulai memakainya,


" Ini lebih baik, " ucapnya dengan kemeja putih di atas lutut yang kini menutupi tubuhnya.


Kini tampak Bintang membersihkan bunga-bunga yang bertebaran di atas ranjang pengantin nya,ia tak mungkin membiarkan suaminya tidur di lantai karena keegoisan nya itu.Bintang yang belum bisa tidur kini memilih memainkan ponselnya dan mendengarkan musik dengan handset yang menutupi kedua telinganya, ia pun kini duduk bersandar di ranjangnya.


Satu jam berlalu, Bintang yang tengah asik mendengarkan musik dan fokus memainkan ponselnya tak menyadari jika suaminya kini berjalan kearahnya.


" Kenapa belum tidur? " tanya Regan namun tak kunjung mendapatkan jawaban dari istrinya itu.Regan pun kini menatap lekat istrinya, ia yang menyadari jika kedua telinga istrinya menggunakan headset pun membuang nafasnya pelan. Ia pun kini mulai duduk di samping Bintang dan memeluk tubuh istrinya itu hingga membuat Bintang mengangkat bahunya karena terkejut.


" Sayang, " panggilnya terkejut,Bintang kini tak merasa canggung lagi memanggil Regan yang kini sudah menjadi suaminya itu dengan panggilan sayang.


" Hmmmm...,kenapa belum tidur? " tanya Regan sambil memindahkan satu handset yang sedang Bintang pakai ke telinganya.


" Aku belum mengantuk, " jawab Bintang yang masih fokus dengan ponselnya.


" Benarkah? bukannya sengaja menunggu ku? " goda Regan.


" Ih, kepedean.. aku tuh memang benar belum mengantuk, " ucap Bintang menjelaskan.


" Baiklah, anggap saja aku percaya kata-katamu, " jawab Regan yang terus memeluk tubuh istrinya itu.


" Ih, nyebelin, " gerutu Bintang kesal sambil mencubit hidung suaminya yang sedang menempel pada pundaknya itu.


" Kau membersihkan ini semua, " tanya nya yang mendapati ranjangnya itu bersih dari bunga yang tadi bertaburan di atasnya.


" Tentu saja, aku tidak mau kita tidur di lantai malam ini, "


" Nona Regan memang pintar sekali,mana mungkin kita melakukannya di lantai, " ucapnya dengan senyum yang menyeringai.


" Dasar mesum, " ucap Bintang yang mengerti maksud suaminya itu.


" Mesum sama istri sendiri kan enggak papa,


emmmm.. kenapa sekarang memakai bajuku? " ucap Regan yang kini bertanya kenapa sang istri memakai kemeja miliknya.


" Kau kan tau aku kesini tak membawa baju ganti, "


" Bukankah di almari sudah ada baju ganti untukmu?aku sendiri yang menyuruh dua teman mu untuk menyiapkan baju ganti untuk mu, "


" Dua temanku? " tanya Bintang bingung.


" Rita dan Livia, mereka temanmu bukan? " ucap Regan yang sebelum hari pernikahannya memang sudah menyuruh Rita dan Livia untuk menyiapkan semua keperluan Bintang di dalam kamar mewahnya,kamar hotel yang super mewah yang biasa ia tempati saat menginap di hotel mewahnya itu yang kini ia jadikan kamar pengantin nya.


" Jadi pakaian tak layak pakai itu mereka yang menyiapkannya,sialan mereka pasti sengaja! " gerutu Bintang dalam hati.


" Apa mereka benar-benar tak menyiapkan baju untukmu? " tanya Regan yang kini mulai sedikit emosi.


" Mereka sudah menyiapkan nya, aku hanya tidak menyukai nya saja, " jawab Bintang.


" Baiklah, sekarang aku akan menyuruh David untuk menyiapkan baju ganti untukmu, " ucap Regan yang kini mulai mengambil ponsel dari sakunya karena takut jika istrinya itu tidak nyaman memakai pakaiannya.


" Tidak perlu, aku akan memakai baju mu malam ini, " jawaban Bintang yang membuat Regan kini memikirkan kebodohannya.


" Kenapa aku malah sibuk memikirkan baju untukmu? "


" Maksud mu apa? " tanya Bintang menyelidik.


" Ini malam pengantin kita, bukankah kau lebih baik tak memakai baju? " bisik Regan tersenyum licik.


Dug,dug,dug,jantung Bintang pun mulai berdetak kencang saat mendengar jawaban dari suaminya itu,entah kenapa rasa tegang menyelimutinya saat ini.


Hembusan nafas Regan yang mengenai telinganya membuat tubuhnya mulai panas dingin.


" Sayang, apa kau tak ingin mandi? " tanya Bintang pada suaminya yang semakin mengeratkan pelukannya itu.


" Kenapa?aku bau ya? " tanya Regan yang mulai mencium aroma tubuhnya sendiri.


" Tidak, " jawab Bintang karena memang tubuh suaminya itu tetap wangi walaupun kini sedikit berkeringat, " kalau kau mandi rasa lelahmu nanti akan sedikit berkurang,kau juga akan merasa lebih segar, " ucapnya lagi yang kini mulai menatap wajah suaminya yang sedang menempel di pundaknya itu.


" Baiklah, aku mandi dulu, " ucap Regan yang memang sudah tidak tahan dengan tubuhnya yang kini terasa lengket,ia pun kini mulai beranjak bangun dari ranjangnya.


" Biar aku bantu siapkan air panas mu, " ucap Bintang yang kini mulai beranjak dari ranjangnya.


" Tidak perlu, tuan putri duduk manis saja di situ, " ucap Regan yang kini sudah berjalan menuju kamar mandi.


" Emmmm...baiklah," jawab Bintang pasrah.


Bintang pun kembali duduk bersandar di sandaran ranjangnya, kini ia pun mulai memainkan ponselnya hingga tanpa sadar kini ia tertidur pulas di atas ranjangnya.


Regan yang kini telah selesai mandi pun bergegas keluar, ia sengaja tak berlama-lama karena ingin segera menghabiskan malamnya bersama wanita yang ia cintai itu, Regan yang mendapati Bintang tengah tertidur pun menghembuskan nafasnya kasar,hanya dengan haduk yang melingkar di pinggangnya ia mulai mendekati istrinya itu.


" Kau pasti lelah, " ucapnya sambil menata posisi tubuh Bintang agar lebih nyaman,tak lupa ia memberikan satu kecupan hangat di kening istrinya itu, Regan yang sudah memastikan posisi tidur istrinya lebih nyaman pun mulai berjalan menuju almari untuk mengambil baju ganti, ia yang merasa penasaran dengan baju ganti yang tidak disukai istrinya itu pun mulai melihatnya.


" Jadi ini pakaian yang di siapkan mereka,pantas saja Bintang tak mau memakainya, " gumam Regan tersenyum tipis melihat lingerie yang kini ada di tangannya. Regan pun kini mulai menaruhnya kembali ke dalam almari, ia yang sekarang sudah selesai berganti pakaian pun bergegas menyusul istrinya yang sudah terlelap tidur.


Regan yang kini sudah berbaring di samping Bintang pun menatap wajah cantik istrinya itu, ia masih tak menyangka jika sekarang wanita cantik yang ia cintai itu benar-benar ada di samping nya menemani tidur nya malam ini.


Bintang yang mulai mengerjapkan matanya pun mendapati suaminya yang kini sedang menatapnya hangat,Bintang pun mulai tersenyum tipis yang di balas dengan hal yang sama oleh suaminya itu,Bintang yang merasa malu karena suaminya itu terus menatapnya pun mulai menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut,membuat Regan yang melihat nya mengerutkan dahinya.


" Kenapa di tutup, " tanya nya sambil membuka selimut yang menutupi wajah Bintang.


" Tatapan mu membuat ku sulit bernafas, " jawab Bintang yang mencoba menggombali suaminya itu.


" Benarkah? sekarang sini mendekatlah, "


" Tidak,untuk apa mendekat, " ucap Bintang dengan malasnya.


"Menatapmu itu bagian dari hidupku, jadi jangan jauh-jauh dari ku agar aku bisa memberi mu nafas buatan, " ucapnya lagi dengan satu kecupan yang mendarat lagi di bibir mungil Bintang.


" Dasar modus! " ucap Bintang dengan tatapan hangatnya.


" Tapi suka kan aku modusin, " ucap Regan dengan tatapannya yang juga begitu hangat yang membuat kini tatapan mereka saling beradu.


Entah sejak kapan posisi Regan kini sudah berada di atas Bintang yang membuatnya bisa menatap wajah cantik dan mata indah wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu,kini tatapan Regan pun beralih ke bibir manis yang sudah menjadi candu baginya itu,iia pun mulai mendekatkan wajahnya,membuat Bintang yang mulai hanyut dengan tatapannya mulai memejamkan mata,jarak antara mereka kini semakin dekat, membuat hidung mereka saling bersentuhan,Regan pun kini sedikit memiringkan kepalanya,dan cup...., bibir lembutnya kini mendarat tepat di bibir manis istrinya,Regan yang merasakan manisnya bibir Bintang pun mulai ******* nya dengan lembut,sedangkan Bintang tampak begitu menikmatinya hingga tanpa sadar ia mengalungkan tangannya ke laher suaminya,ciuman itu pun semakin memanas,lidah yang kini saling bertautan dan saling hisap membuat junior Regan si Jeck mulai bangun dari tidurnya.


Kini tangan Regan pun mulai bergerilya di tubuh istrinya itu, ia pun meraba bagian yang ingin ia raba, menyentuh semua bagian yang ingin ia sentuh,hingga membuat Bintang terangsang dan mulai mengeluarkan desahan yang membuat si jeck ingin sekali keluar dari sarangnya.


Entah dari kapan,pakaian mereka berdua kini sudah berserakan di lantai.Bintang yang melihat tubuh kekar suaminya itu pun begitu takjub, walaupun ini bukan hal pertama baginya tetap saja ia terpana melihat roti sobek suaminya itu.


Bintang yang tadinya begitu takut dan tegang kini sudah kehilangan akalnya, ia sudah tak lagi merasakan semua itu karena rangsangan yang terus suaminya itu berikan membuatnya merasakan kenikmatan yang berbeda yang belum pernah ia rasakan selama ini,kenikmatan yang tak bisa ia definisikan, yang jelas kenikmatan yang ia rasakan itu membuatnya lupa dengan semua ketakutan nya tadi.


Sedangkan Regan yang melihat tubuh polos istrinya itu membuat tegangan Jeck semakin tinggi hingga membuat Jeck terus meronta-ronta ingin keluar dari sarangnya,kini tibalah saatnya Jeck yang akan bertempur.


" Sayang aku takut, " ucap Bintang pelan.


" Aku janji jeck akan melakukannya dengan sangat pelan, "


" Jeck? siapa jeck? " tanya bintang bingung.


" Si junior yang dari tadi ingin melihat hunian barunya, " ucap regan menjelaskan yang langsung di mengerti oleh Bintang.


" Boleh kan? " ucapnya lagi.


Bintang pun hanya menganggukan kepala, karena saat ini rasa tegang kembali menyelimuti fikirannya.


Regan yang melihat persetujuan dari istrinya itupun berusaha menyatukan tubuh mereka tapi belum apa-apa Bintang sudah teriak.


" Sayang pelan-pelan, " teriak Bintang panik.


" Iya sayang, janji pelan-pelan, " ucapnya yang kini mulai berusaha menyatukan tubuh mereka lagi, tapi belum juga menyentuh Bintang sudah teriak lagi.


" Sayang,aku..., " belum juga Bintang selesai bicara Regan sudah mengecup bibir mungil istrinya itu.


" Aku janji sakitnya cuma sebentar,nanti sisanya tinggal enaknya aja, " ucap Regan pelan yang membuat Bintang kini menganggukkan kepalanya lagi.


Kini Bintang pun memilih memejamkan matanya rapat-rapat,ia juga mencengkeram kedua tangan suaminya yang sedang menggenggam tangannya itu kuat-kuat.


Regan pun kini mulai menyatukan tubuh mereka lagi, belum juga sepenuhnya,Regan menyudahi aktivitas nya karena melihat Bintang yang sepertinya sangat tegang.


" Rileks sayang, jangan tegang, " ucap Regan pelan yang di balas dengan anggukan kepala oleh Bintang.


Kini Regan pun mulai menekan si jeck yang sudah separuh jalan itu, namun karena ia melihat mata istrinya yang mulai berair ia pun mulai menyudahi aktivitas nya.


" Sayang, kau menangis, " ucap Regan sambil mengusap air mata istrinya itu.


" Sakit, " ucap Bintang pelan yang memang merasakan sakit yang begitu sakit,perih yang begitu perih mungkin karena ia yang terlalu tegang.


" Ma'af kan aku, aku menyakitimu," ucap Regan yang kini memeluk tubuh istrinya dengan mencium kepala istrinya itu.


" Kau tidak salah, aku yang salah, " ucap Bintang yang semakin menangis hingga membuat Regan panik.


" Sayang kenapa kau semakin menangis, apa itu benar-benar sakit, kita ke dokter ya, " ucap Regan panik karena Bintang semakin menangis.


Bintang pun menggelengkan kepala,


" Masak ia ke dokter karena luka dari jeck, mau di taruh mana muka ku, " batin Bintang.


" Aku tidak papa, aku hanya takut kau marah padaku, " ucap nya kini pada suaminya yang tenggah panik itu.


" Kau membuat ku sangat khawatir, aku sama sekali tidak marah,sekarang tidurlah, " jawab Regan yang kini memeluk erat tubuh istrinya itu.


" Benar kau tidak marah, " tanya Bintang memastikan.


" Iya, aku tidak marah, kita bisa melanjutkan nya nanti jika sudah tidak sakit, "


" Terimakasih sayang, " ucap Bintang yang kemudian memberikan satu kecupan ke bibir suaminya itu.


" Iya, sekarang tidurlah, " jawabannya dengan satu kecupan yang mendarat di kening istrinya sebagai pengantar tidur.


Regan yang sebenarnya sedikit lagi mencapai puncaknya pun terpaksa harus menghentikan aksinya karena tak tega melihat Bintang yang kesakitan,kini wajahnya pun kusut seperti pakaian lusuh.Ia pun kini menatap sang istri yang ternyata sudah tertidur.


" Untung saja ruangan ini kedap suara, " gumamnya yang mengingat Bintang yang terus berteriak tadi.Ia pun tersenyum tipis mengingatnya dan kembali mencium kening Bintang yang tengah tertidur itu dengan penuh kasih sayang.


Satu jam berlalu,tampak Bintang yang sudah benar-benar terlelap tidur di pelukan Regan,sedangkan Regan ia masih belum bisa tidur karena mencoba menidurkan si jeck yang sedang ngambek.


_


_


_


_


_


jeck : waaaah...sialan lu thor, enggak mikirin gimana nasib gue😤


othor: sabar jeck, anda belum beruntung 😂😂


jeck : gue sumpahin bengek lu thor 😏


Othor : wah.. wah.. gue bikin gak bisa berdiri deh lu!


jeck : othor mah ngancem nya gitu, aku padamu deh thor 😒


othor : Ferguso di lawan🤣🤣


Nb : Yang otaknya mulaii travelling dosa tanggung sendiri ya🤣🤣othor yang polos ini mah otaknya selalu bersih 😂😂


Jempolnya jangan lupa😉


Happy Reading 😊