My Big Boss

My Big Boss
Ketiduran



Di sisi lain Regan dan Bintang sudah berada di depan kamar Regan.Bintang yang melihat kamar Regan bak kapal pecah pun tercengang,karena begitu terkejut membuat tubuhnya sudah seperti patung karena tak ada satu pergerakan pun yang terlihat kecuali mata yang berkedip pelan dan mulut yang terbuka lebar.


" Cepat bereskan, " ucap Regan yang kemudian masuk kedalam kamarnya.


" Saya membereskan ini semua? " tanya Bintang menegaskan.


" Iya, " jawab Regan yang mulai melepas ikat pinggangnya.


" Tapi kenapa saya? "


" Itu hukuman mu karena tadi sudah berani melotot di depanku! " ucap Regan yang sengaja mencari alasan agar Bintang bisa sedikit lama bersamanya.


" Kapan aku melotot di depannya? " gumam Bintang pelan,namun masih bisa di dengar oleh Regan.


" Apa aku perlu memperlihatkan rekaman CCTV di rumah ini agar kau mengingatnya! " ucap Regan tanpa menoleh ke arah Bintang.


Aish!


Dia mendengarnya..,


" Ma'af Tuan, tidak, " ucap Bintang dengan wajah cemberutnya.


" Saat aku keluar dari kamar mandi, ini semua sudah harus tertata rapi, " ucap Regan yang mulai masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu.


Aish!


Kenapa kau seenaknya menyuruhku!


Ucap Bintang pelan sambil memukul-mukul pintu kamar Regan meluapkan kekesalannya.


Regan yang kembali keluar karena melupakan handuknya pun melihat tingkah Bintang.


" Kau kenapa? " tanya Regan dengan wajah datarnya.


" Emmm.. ini Tuan, pintunya berdebu, " jawab Bintang yang pura-pura mengelap pintu kamar Regan.


" Kau nampak berbakat dalam hal itu, " menyindir Bintang dengan senyum tipis di bibirnya yang kemudian berlalu masuk ke kamar mandi dengan handuk di tangannya.


Hiks..,


Kau begitu menyebalkan...


gerutu Bintang dalam hati..


Bintang pun bergegas membereskan kamar Regan dengan menahan kekesalannya,ia mengambil satu persatu buku yang berserakan di lantai dan menatanya di rak buku yang ada di kamar itu.Regan yang suka membaca tak heran jika ada banyak buku di kamarnya.


Tidak hanya di ruang kerjanya, di sini juga banyak banget buku,gak capek tuh mulut baca segini banyak buku.


gumam Bintang yang heran melihat buku-buku Regan.


Sedangkan di sisi lain mama Nita yang masih menunggu Bintang di bawah merasa cemas.Beliau hafal betul sifat putranya itu.


Kenapa lama banget?


Awas saja jika dia berani menyusahkan Bintang.


gerutu Mama Nita yang mulai menyusul ke lantai atas.


Karena pintu yang terbuka lebar, Mama Nita yang sudah berada di depan kamar Regan pun melihat Bintang yang sedang sibuk membereskan kamar.


" Apa Regan yang menyuruhmu melakukan ini semua? " tanya Mama Nita yang membuat Bintang terkejut karena ia tak menyadari kedatangan Mama Nita.Bintangpun menjawab pertanyaan Mama Nita hanya dengan menganggukan kepala.


" Berani sekali dia menyuruhmu melakukan ini semua!


Dimana anak itu! aku akan membunuhnya sekarang juga, " ucap Mama Nita yang mulai naik darah.


Bintang yang melihat mama Nita mulai marah pun segera menghampirinya, mencoba menenangkan amarahnya.


" Tenang Nyonya, eemm...,maksud saya tante,ini sama sekali tidak menyusahkanku, saya sudah biasa melakukannya, " ucap Bintang dengan senyum manisnya, ia terpaksa berbohong karena entah kenapa ia tak tega jika Regan kena amukan dari Mamanya itu.


Tulang-tulangku serasa sudah hampir lepas tapi aku bilang ini tidak menyusahkan?


Aish! kau kenapa Bintang?


gerutu Bintang dalam hati.


" Dia sudah keterlaluan, ini bukan tugasmu,"


" Saya tidak papa tante, saya senang melakukannya, "


Senang?????


Apa lagi ini?


Hai mulut, kenapa kau pintar sekali berbohong?


gerutu Bintang lagi mengutuki dirinya sendiri karena dalam hatinya ia sungguh terpaksa melakukannya.


" Kau duduk saja biar Neni yang membereskannya, " ucap Mama Nita hendak memanggil Neni.


" Tidak perlu tan, ini juga tinggal sedikit lagi sudah selesai, "


" Ma'af kan tante, harusnya Tante tidak menyuruhmu mampir tadi kalau endingnya akan menyusahkanmu seperti ini, "


" Kau memang anak baik, " ucap Mama Nita mengelus kepala Bintang, " Tante kebawah dulu, nanti kalau dia berani macam-macam denganmu panggil tante, tante akan memberinya pelajaran, " imbuhnya lagi.


" Baik tan, " Jawab Bintang dengan senyum hangatnya.


Mama Nita pun keluar dari kamar Regan.


Aish.. kenapa aku harus melindunginya, harusnya aku senang jika ibunya benar-benar membunuhnya tadi!


gerutu Bintang sambil terus membereskan kamar Regan.Bintang mulai menata seprei, bantal dan guling ke atas ranjang yang tadinya juga berserakan di lantai.Bintang yang sudah menyelesaikan tugasnya pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang kini sudah tertata rapi.


Paling tidak ini membuat tulang-tulangku sedikit bernafas.


Gumam Bintang sambil melihat ponselnya yang ternyata mati.Bintang yang berniat hanya membaringkan tubuhnya sebentar malah ketiduran karena tubuhnya yang benar-benar kelelahan.


Regan yang selesai mandipun keluar dari kamar mandi,dengan rambut yang masih basah dan handuk yang melingkar di pinggangnya,membuat tubuh atletis dan perut absnya tampak terlihat jelas.


Regan melihat kamar yang tadi tampak seperti di terjang sunami kini sudah tertata rapi, lebih rapi dan tampak indah dari sebelumnya karena Bintang yang memang pintar dalam menata ruangan.Regan dengan rambut yang masih basah berjalan mendekati Bintang yang tertidur pulas.


Kenapa aku bisa menyukai gadis seperti mu yang jelas-jelas selalu membuatku kesal setiap hari, kau bahkan sama sekali bukan tipeku!


gumam Regan yang bingung dengan perasaannya sendiri. Regan pun mulai mengeringkan rambutnya dan memakai pakaian gantinya.Regan yang melihat Bintang tertidur pulas tak tega jika harus membangunkannya, Regan pun berjalan mengambil salah satu bukunya,kemudian duduk bersandar di atas ranjangnya membaca buku hingga dirinya juga ikut tertidur pulas.


Tiga puluh menit berlalau, Mama Nita yang hendak menemuai Bintang malah di suguhkan dengan pemandangan indah.


Bintang yang tertidur pulas dengan Regan yang juga tertidur di sampingnya,masih dengan posisi duduk dan buku yang berada di pangkuannya, membuat mama Nita yang melihatnya tersenyum tipis.


" Mereka pasti ketiduran,sudahlah biarkan saja, toh juga tidak terjadi apa-apa, " ucap mama Nita yang kembali ke bawah.


Tak lama Mama Nita pergi, Bintang mulai mengerjapkan matanya, ia yang sadar bahwa dirinya ketiduran pun membulat kan matanya lebar-lebar dan seketika beranjak dari tidurnya dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya.


Buuuuuk...


suara tubuh Bintang yang terjatuh dari atas ranjang.


Awww...


Ringis Bintang pelan karena kesakitan.


Regan yang mendengar suara itupun langsung membuka matanya, ia melihat sosok Bintang yang sudah berada di lantai sambil meringis kesakitan.


" Dasar gadis bodoh!"


nggak nolongin malah ngatain aku bodoh, dasar iblis!


gerutu Bintang dalam hati.


Regan pun beranjak bangun,berdiri di depan Bintang dan mengulurkan tangannya ke arah Bintang.


Bintangpun menatap wajah Regan yang juga menatapnya dengan wajah dinginnya.Bintang yang tak kunjung menerima uluran tangan Regan membuat Regan yang melihatnya kesal.


" Apa perlu aku menggendongmu, " ucapnya ketus.


" Ti..tidak Tuan, " ucap Bintang gelagapan dan langsung menerima uluran tangan Regan, Regan pun menarik tangan Bintang membantunya berdiri.Kini Bintang berdiri tepat di hadapan Regan, ia menekuk wajahnya dan meminta ma'af kepada Regan.


" Ma'af Tuan,saya tidak bermaksud tidur di kamar Tuan,saya hanya berniat untuk membaringkan tubuh saya sebentar tapi karena saya terlalu lelah jadi saya ketiduran, " ucap Bintang mencoba menjelaskan.


Tak ada jawaban dari Regan,ia malah menarik pinggang Bintang hingga tak ada jarak diantara mereka, Bintang membulatkan matanya karena terkejut,jantungnya mulai berdetak tak beraturan karena Regan mulai melingkarkan kedua tangannya pada pinggang miliknya.


" Aku paling tidak suka jika kau bicara tanpa menatapku, apa aku perlu meniup ubun-ubun mu lagi, " ucap Regan sambil mengeratkan ikatan kain yang hampir lepas dari pinggang Bintang.Kini posisi Bintangpun berada dalam dekapan Regan.


" Ti... tidak Tuan, " ucap Bintang yang seketika menatap wajah Regan dengan tersenyum garing.


" Kau boleh pulang sekarang, " ucap Regan yang mulai melepas tangannya dari kain yang telah selesai ia eratkan ikatannya.


_


_


_


_


Episode selanjutnya masih on going ya guys...


ma'af gak bisa up banyak๐Ÿ™



Cello Alvian



ini tampang tengilnya yang sok cool๐Ÿ˜‚



Cocok jadi anak si duda keren gak guys??๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya..


Pleaseee...Vote, Like, dan Favoritnya jangan cuma di baca๐Ÿ˜๐Ÿ™