My Big Boss

My Big Boss
Nona Regan



Sinar mentari mulai menyapa, pagi ini Bintang begitu bersemangat untuk bekerja, entah kenapa tak seperti biasanya, ia terus memilah-milah pakaian untuk ia kenakan hari ini,Bintang yang selalu cuek dengan penampilannya kini ia berusaha tampil secantik mungkin di depan Regan.Bintang yang telah menemukan pakaian yang pas pun segera memakainya,setelah itu ia pun mulai merias wajahnya, Bintang yang biasa tampil hanya dengan riasan natural kini mencoba berkreasi menggunakan alat make-up nya, ia mengoleskan lipstik yang berwarna kuat pada bibirnya berharap membuat bibirnya tampak lebih seksi.


Sedangkan di sisi lain Regan pun sudah bersiap untuk menjemput Bintang,kini menjemput bintang adalah menjadi rutinitasnya setiap pagi, tak seperti biasa kali ini Regan juga berpenampilan semaksimal mungkin agar terlihat sempurna di depan Bintang.


Kini mobil Regan pun berhenti tepat di depan rumah Bintang, Bintang yang mendengar suara mobilpun segera keluar dari dalam rumah, ia pun berlari menuju mobil Regan.


Tak seperti biasa, bintang yang biasanya membuka pintu mobil sendiri kini ia di bantu pak Jang yang membukakan pintu untuknya.


" Terimakasih pak, " ucap Bintang yang kemudian masuk kedalam mobil.


Bintang yang melihat Regan sibuk dengan laptopnya pun mendengus kesal.


Dia sama sekali tidak memperhatikan ku,


ucap Bintang kesal karena Regan sama sekali tak memperhatikannya,namun tanpa Bintang sadari bahwa Regan sudah memperhatikannya dari tadi.Kini Bintang pun lebih memilih melihat ke arah luar jendela.


" Hapus make up mu!" suara Regan yang seketika membuat Bintang menoleh.


" Hah " ucapnya membuka mulut lebar-lebar.


" Apa aku harus mengulangi kata-kata ku! " ucap Regan yang tetap fokus pada laptopnya.


Bintang yang mendengar ucapan Regan pun menjadi kesal,bagaimana tidak,ia berharap Regan memuji penampilannya tapi kini Regan malah menyuruh menghapus make upnya, Bintangpun memilih membuang muka dan kembali menghadap jendela.


" Kau berdandan seperti itu apa sengaja ingin tebar pesona dengan laki-laki di luar sana! " ucap Regan yang tak suka Bintang mengacuhkannya dan mengahadap ke luar jendela.


Bintang yang mendengarnya pun menaikan sebelah sudut bibirnya, ia pun kini menatap lurus kedepan dengan wajahnya yang datar tanpa menghiraukan Regan yang kini tengah menatapnya.


" Kenapa kau malah diam, " memutar tubuh Bintang untuk mengahadap ke arahnya.Regan pun kini menatap wajah masam Bintang.


" Harusnya kau tidak memakai make up seperti ini? lihatlah bibirmu sekarang mirip sekali dengan mulut ikan, " ucapnya lagi sambil menekan pipi Bintang dengan kedua telapak tangannya.


" Ini itu seksi, kenapa Tuan bilang mirip mulut ikan, " ucap Bintang mengerucutkan bibirnya,ia begitu kesal karena hasil kerja kerasnya tadi pagi di hina oleh Regan.


" Seksi? ini itu lebih mirip mulut ikan, kenapa kau harus memakai lipstik semenor ini,cepat Hapus! " ucap Regan penuh penekanan,


" atau kau ingin aku membantumu menghapusnya, " ucapnya lagi dengan senyum menyeringai kini Regan pun mulai mendekatkan bibirnya. Bintang yang melihatnya pun seketika membuang muka.


" Saya bisa menghapusnya sendiri Tuan, " ucapnya mulai mengambil tisu.


Regan pun tersenyum tipis melihat tingkah Bintang.


" Kau lebih cantik seperti ini, " ucap Regan saat melihat wajah Bintang bersih dari make-up nya.


" Benarkah? "


" Ya, tetaplah jadi gadis bodoh yang selama ini ku kenal, " ucapnya sambil mengacak-acak rambut Bintang.


" Saya tidak bodoh Tuan, "


" Buktinya kau bodoh sekali dalam berdandan, "


Bintang yang mendengarnya pun kesal, ia pun menatap Regan dengan sorot matanya yang tajam.


" Tuan bolekah saya memuji anda, "


" Boleh, " (menata kerah percaya diri dengan penampilannya)


" Mulut Tuan pedas sekali! " ucap Bintang yang kemudian turun dari mobil yang kini sudah berhenti tepat di depan kantor Atmaja grup.


Regan pun hanya tersenyum tipis melihat Bintang yang kini sudah berjalan memasuki kantor.


gumam Regan yang kemudian keluar dari mobil mewahnya dan berjalan memasuki kantor.


Bintang yang tadinya meninggalkan Regan kini ia berhenti di depan lift menunggu Tuanya itu.


" Nona Regan sudah berani ya jalan lebih dulu dari Tuan Regan, mau di hukum seperti apa? " ucap Regan yang kini berdiri tepat di depan Bintang.


" Ma'af Tuan saya tadi kilaf, " ucapnya tersenyum garing.


" Nona Regan harus tetap di hukum, "


"Sssssst....Tuan, jangan terus memanggil saya seperti itu? " ucap Bintang dengan suara berbisik sambil melihat sekeliling.


" Kenapa?


Aku harus melatih lidahku mulai dari sekarang, apa kau ingin terus ku panggil gadis bodoh!" ucapnya yang kemudian masuk ke dalam lift.


" Untuk sekarang itu lebih baik, " ucap Bintang pelan namun masih bisa di dengar Regan.


" Kau bahkan lebih suka ku panggil gadis bodoh, " gerutu Regan sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Kini Regan dan Bintang pun sudah berada di meja masing-masing.Karena hubungan Regan dan Tuan Williams yang sudah membaik kini Bintang tak perlu lagi menyiapkan sarapan untuk Regan karena Regan yang sudah kembali ikut makan bersama keluarganya.Kini semua tengah di sibukan dengan pekerjaan masing-masing hingga tak terasa jam makan siang tiba.


Seperti biasa bintang harus menemui Regan terlebih dulu sebelum ia istirahat makan siang.


" Permisi Tuan, Tuan ingin makan di luar atau saya pesankan makan siang untuk Tuan? " ucap Bintang yang kini berada di depan meja Regan.


" Tuan Regan akan makan bersamaku di luar," sahut Livia yang baru saja masuk.


" Ma'af Nona, kenapa Nona lancang sekali, Nona tidak boleh masuk ke ruangan Tuan Regan tanpa izin, " ucap Bintang penuh penekanan.


" Apa kau lupa siapa aku? "


" Ma'af,tidak penting saya harus mengingat siapa Nona,silahkan pintu ada di sebelah sana, " ucap Bintang mengusir Selly secara halus.


" Tuan, sekretaris anda sungguh tidak sopan, ia berani sekali mengusir calon istri Presdir, apa tuan akan diam saja? "


Regan pun memijat keningnya sendiri, saat ini ia tak mungkin berpihak pada Bintang, karena ia mengingat sifat Selly yang begitu buruk, ia bisa saja melakukan hal-hal yang akan mencelakai Bintang.


" Kau, meminta ma'af lah kepada Nona Selly, dan mulai sekarang bersikaplah sopan padanya, "


Deg,


Entah kenapa hati bintang begitu sakit mendengar ucapan Regan.


" Kau dengar itu! " sahut Selly dengan senyum sinis nya.


" Ma'af Nona, saya tidak tau jika Nona adalah benar-benar calon istri tuan Regan, sekali lagi saya minta ma'af atas sikap saya tadi, " ucap Bintang menahan kekesalannya pada Regan.


" Kali ini kau ku ma'af kan, cepatlah keluar! " ucap Selly dengan nada kasar.


Bintang pun bergegas keluar dari ruangan itu.


Hati Regan pun terasa teriris saat tau wanita yang kini ia cintai harus merasakan sakit karena kata-katanya sendiri.


Kini Regan pun keluar bersama Selly dan berlalu begitu saja melewati Bintang yang tengah membereskan mejanya.


Setiap hari kau selalu membentak ku tapi kenapa kali ini rasanya sakit sekali,


gumam Bintang yang menahan rasa sakit di hatinya.