
David yang sudah mendengar semua penjelasan dokter pun beranjak dari kursinya dan berlalu pergi.
Sedangakan dokter yang berada di hadapannya pun mulai bernafas lega.
Syukurlah Tuan David cepat pergi!
bisa-bisa setelah ini aku yang akan masuk ruang jenasah karena gagal nafas.
gerutu dokter itu pelan.
David berjalan menyusuri koridor rumah sakit, ia mulai menghubungi Tuan Williams untuk memberikan informasi tentang keadaan Regan saat ini.
📞 selamat siang Tuan,
ucap David dari ponselnya.
📞 Siang Dav,apa berita itu benar?
tanya Tuan Williams yang sebelumnya sudah melihat berita dalam media.
📞 Iya Tuan, tapi Tuan besar dan nyonya tidak perlu khawatir saat ini kondisi Tuan Regan sudah membaik.
jawab David yang sebelumnya sudah mengira bahwa Tuan besarnya sudah membaca berita itu.
📞 Syukurlah, kau sampaikan pada Regan jika saya baru saja sampai di Singapura mungkin lusa baru bisa kembali,ada pekerjaan yang harus di selesaikan disini,
ucap tuan Williams.
📞 Baik Tuan,
ucap David yang kemudian memutuskan panggilannya.
Sedangkan Mama Nita yang berada di samping Tuan Williams sangat mengkhawatirkan putranya.
" Pa, apakah Regan benar baik-baik saja? mama sangat mengkhawatirkannya,apa tidak sebaiknya sekarang Mama kembali saja ke Indonesia? "
ucap mama Nita yang berada di Singapura bersama Tuan Williams.
" Mama tenang saja, kita percayakan semua pada David, "
ucap Tuan Williams menenangkan.
Mama Nitapun sedikit lebih tenang.Karena selama ini David memang selalu bisa di andalkan.
Di tempat lain, David mulai berjalan menuju ruang di mana Regan di rawat. Disana dia melihat bed Regan yang kosong dan Bintang yang sedang tertidur.
David mulai menatap tajam ke arah Bintang.
" Ehemm..., "
suara batuk David yang sengaja di buat-buat untuk membangunkan Bintang.
seketika Bintang pun terbangun dan segera menoleh ke arah David yang sudah berdiri di sampingnya ia pun beranjak dari kursinya dan menunduk hormat.
Kenapa kau bisa sebodoh ini Bintang?bisa-bisanya kau tertidur, monster ini pasti akan menelan mu sekarang!
gumam Bintang yang mengutuki kesalahannya sendiri.
" Bukanya aku menyuruhmu untuk menjaga Tuan Regan, kenapa kau malah tiduran disini!sekarang dimana Tuan Regan! "
ucap David dengan tatapan membunuh.
Celingukan, baru sadar Regan tak berada di tempatnya.
Gawat!
kemana Tuan Regan!
apa dia di culik?
gumam Bintang panik.
" Ma'af kan saya Tuan, "
mulai panik mencari Regan.
Bintang yang mendengar suara gemricik air dari kamar mandi pun segera mengetuk pintunya.
" Tuan, apakah Tuan ada di dalam? "
tidak ada jawaban hanya ada suara gemericik air.
" Tuan, apa anda baik-baik saja, "
masih tidak ada jawaban.
Mulai panik sendiri.
mulai memegang handle pintu dan memutarnya,
Eh! tidak terkunci,
ucap Bintang pelan.
" Tuan, ma'af saya akan mengecek ke dalam, "
mulai membuka pintu.
Davit yang melihatnya memijat keningnya sendiri.
jadi benar jika panik kau tak bisa berfikir dengan jernih! kau bahkan sekarang memilih masuk ke dalam kandang singa! aku tak mau ikut campur jika terjadi sesuatu padamu!
gumam Davit yang heran dengan sikap Bintang.
Duuuuuk..
suara pintu yang mengenai kepala Regan yang berada di balik pintu sedang memakai handuknya.
Dasar gadis bodoh!
apa dia harus masuk jika aku tak menjawab ocehannya itu!
gerutu Regan di balik pintu.
Bintang yang tak sadar Regan ada di balik pintu pun tetap melangkah masuk, betapa kagetnya ia saat Regan menarik tangannya dan menguncinya di balik pintu dengan kedua tangannya.
Bintang yang terkejut memejamkan matanya karena melihat Regan yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya hingga tampak tubuh atletisnya.
Pemandangan apa ini?
kau mengotori mata suciku!
gerutu Bintang dalam hati.
" Tuan, kenapa kau belum memakai pakaian mu!"
ucap Bintang yang tetap memejamkan matanya.
" Kenapa aku harus memakainya, bukankah ini yang ingin kau lihat! "
ucap Regan dengan senyum menyeringai.
Apa dia fikir aku sudah tidak waras!
gumam Bintang dalam hati.
ucap Bintang panik yang masih memejamkan matanya.
" Benarkah hanya karena khawatir?
bukankah kau tadi sangat merindukan bibir pedasku ini?
apa kau ingin aku melakukannya lagi untukmu? "
mulai mendekat menatap lekat wajah Bintang.
Tidaaaak...
kenapa dia bisa tau?
apa dia tadi hanya pura-pura tidur?
Authooor..
hilangkan aku sekarang juga dari sini!
tak sanggup menahan malu.
Regan yang melihat wajah Bintang yang memerahpun tersenyum tipis,
" Kenapa dengan wajahmu! apa kau sangat menginginkannya hingga wajahmu memerah, " goda Regan dengan senyum menyeringai.
Dasar otak mesum! ini karena menahan malu bukan karena menginginkan ciumanmu!
gerutu Bintang dalam hati.
" Tidak Tuan, bukan seperti i.., "
belum selesai bicara Regan sudah mengecup bibir manis Bintang dengan lembut.Bintang yang terkejut pun seketika membuka mata dan membulatkannya sempurna.
flashback,
Saat Regan dan Bintang sama-sama kesal, Regan memilih memejamkan matanya,dan Bintang memilih menarik kursinya sedikit menjauh dari posisi Regan berbaring.
Kini Bintang mulai sibuk dengan ponselnya,baru saja ia membuka ponsel sudah mendapatkan panggilan dari Livia,sebelum menerima panggilan Bintang menoleh ke arah Regan.
Tidur lagi?
secepat itu!
membaca situasi,baru mengangkat telepon.
📞 Kemana saja kau Bintaaaaang!😡
kau hampir saja membuatku dan Rita mati kelaparan karena menunggumu!
teriak Livia dari seberang sana.
menjauhkan ponsel dari telinga, setelah aman bari mulai bicara,
📞 Akan ku jelaskan nanti!
jawab Bintang dengan suara pelan.
📞 Kau hutang banyak cerita padaku! 😤
kemana saja kau sampai sekarang belum kembali!
tanya Livia dengan nada kesalnya.
📞 Aku sedang menemani Tuan Regan di rumah sakit.
ucap Bintang dengan nada malas.
📞 Kenapa dengan Tuan Regan?
tanya Livia penasaran.
📞 Beliau tiba-tiba jatuh sakit,beritanya sudah menyebar di media apa kau belum melihatnya?
📞 Aku sangat sibuk, mana mungkin punya waktu!
berlagak sibuk.
📞 Hahahhaha..
sibuk apa Nona? bukankah kau tak pernah lepas dari ponselmu?
Bintang mulai menyindir.
📞 Aiishhh...! kau ini!
jawab Livia kesal.
Bintang pun menutup ponselnya sebelum mendengar ocehan Livia panjang lebar.
Bintang mulai membalikan badan dan menatap wajah Regan.
Apa sekarang dia benar-benar tidur.
menggerak-gerakan tangan di depan wajah Regan.
Dia benar-benar tidur.
syukurlah, dia lebih baik seperti ini.
tidurlah terus dan jangan bangun sebelum aku pergi dari sini!
dengan begitu kau tak akan menindasku,dan aku bisa terbebas darimu hari ini.
hehehe..
tertawa pelan kemudian membaringkan kepalanya di samping tangan Regan.Entah kenapa kini Bintang merasa sangat mengantuk.
Takdirku memang begitu buruk,kenapa aku harus bertemu dengan orang menyebalkan sepertimu!
kau bahkan telah mencuri ciuman pertamaku!
kau tahu!semalaman aku terus memikirkannya dan tak bisa tidur!
sekarang kau seenaknya menyuruhku untuk melupakannya!
Dasar mesuuum!
bahkan sekarang kau berhasil membuatku rindu dengan bibir pedasmu itu!
terus mengoceh hingga terlelap tidur.
Regan yang sebenarnya hanya pura-pura tidur pun mulai membuka matanya ketika sudah tak mendengar lagi ocehan Bintang.
Dasar gadis bodoh!
jadi hari ini kau berharap terbebas dariku?
jangan harap itu terjadi!
gumam Regan dengan senyum menyeringai.
Regan kemudian turun dari bednya dengan perlahan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, ia memilih berjalan ke kamar mandi sendiri tanpa meminta bantuan Bintang.Entah kenapa ia begitu tak tega jika harus membangunkan Bintang hanya untuk membantunya berjalan.