
Tak lama mobil yang di kemudikan Regan kini berhenti tepat di depan restaurant seafood ternama di kota itu, restaurant dimana dulu adalah restaurant yang paling sering ia kunjungi hanya karena restaurant itu menyajikan menu kesukaan Tania dan akhirnya restaurant itu menjadi tempat favorit mereka berdua untuk makan.
Regan pun kini mulai turun dari mobilnya, begitu juga dengan David yang kini sudah turun dan berdiri di dekat Maura yang tengah membantu Tania untuk turun dan duduk di kursi rodanya.David yang melihat Maura tampak kesusahan memapah Tania pun berniat membantunya namun Maura malah menipis tangannya,seakan Maura tidak ingin David menyentuh Tania.
" Biar saya saja tuan, " ucap Maura yang kini mulai membantu Tania duduk di kursi roda, kini Maura pun mulai mendorong kursi roda Tania mengikuti Regan yang lebih dulu berjalan masuk.
Regan yang lebih dulu masuk pun mulai duduk di meja pilihannya,meja di sudut kanan di dekat jendela.Kini David dan Maura pun menyusul Regan begitu juga dengan Tania yang tengah di dorang Maura itu.
" Ternyata kau masih mengingat meja favorit kita Rey, " ucap Tania yang membuat Regan kini membelalakan matanya, "kenapa juga aku harus duduk di meja ini? sekarang Tania pasti berfikiran lain," pikirnya saat ini.
" Bukan karena mengingat tapi karena kebiasaan saja, " jawab Regan kini yang membuat Tania tersenyum masam.
" Owh, kau mau aku pesanan makanan kesukaan mu? " tawar Tania kini.
" Tidak,aku akan memesan makanan ku sendiri.Dav,Maura kalian mau makan apa? " tanya Regan kini pada David dan Maura.
" Emmmm.. samain saja dengan tuan, " jawab David.
" Kau Maura? " tanya Regan pada Maura.
" Samain saja tuan, " jawab Maura.
Kini Regan pun mulai memesan makanan pada pelayan yang sudah berdiri di hadapannya,begitu juga Tania yang juga mulai memesan makanan nya.Tania kini merasa begitu kesal karena Regan mengacuhkan nya.Rencananya membuat Regan mengingat masa-masa indah mereka dahulu tampaknya tak berjalan sesuai yang ia harapkan.
Mereka pun kini mulai menikmati makanan mereka masing-masing, dan setelah semua selesai makan Regan pun kini mulai membayar tagihan yang ada di bill
pada pelayan yang kini menghampiri nya.Regan pun kini memberikan uang ratusan ribu pada pelayan namun tangan Tania kini menghalau nya.
" Biar aku saja yang membayarnya Rey, disini aku yang mengajakmu makan siang, itu tandanya aku yang akan mentraktir mu, " ucap Tania.
" Tidak Tania, biar aku yang membayarnya karena aku kesini membawa dua anak buah ku. " Regan pun kini memberikan uang yang ia pegang pada pelayan restauran itu.
" Aku jadi merepotkan mu Rey, " ucap Tania tak enak hati.
" Tidak papa.Aku harus menemui client ku,nanti David yang akan mengantarmu kembali ke rumah sakit, " tutur Regan yang membuat wajah Tania kini tampak muram.
" Client mu yang kau telfon tadi? " tanya Tania kini.
" Iya. Dav kau antar Tania sampai rumah sakit,biar aku nanti naik taxi, " ucap Regan yang kini berbicara pada David.
" Baik tuan. " David pun kini tampak bingung.Bukankah tuannya hari ini tidak ada janji? client siapa yang akan di temui? pikirnya saat ini.
Regan pun kini mulai beranjak dari kursinya,kali ini ia berniat untuk menemui client nya yang tak lain adalah istri tercintanya namun belum juga Regan melangkah kepala Tania kini jatuh bersandar pada tubuhnya,tampak Tania yang kini tak sadarkan diri.Regan, David dan Maura pun kini tampak panik.
" Tania! Tania! bangunlah, " panggil Regan sambil menggoyang tubuh Tania namun tidak ada pergerakan yang di lakukan Tania membuat Regan kini tampak khawatir.
" Kita ke rumah sakit sekarang Dav! " ucap Regan yang kini mulai menggendong tubuh Tania.
Kini mereka pun berjalan setengah berlari agar cepat sampai ke mobil mereka yang terparkir di depan.
Sementara Tania yang sebenarnya hanya pura-pura pingsan pun kini tersenyum senang melihat kekhawatiran Regan.
" Ma'af kan aku Rey,aku hanya ingin terus bersamamu, " gumamnya dalam hati.
Regan yang kini sudah berada di mobil pun mulai membaringkan tubuh Tania di bangku belakang.Regan memang sudah tidak peduli dengan Tania tapi bukan berarti dia bisa meninggalkan Tania begitu saja,dia masih punya hati nurani yang tidak mungkin membiarkan orang lain kehilangan nyawanya.
" Cepat jalan Dav! " suruh Regan pada David yang kini sudah berada di bangku kemudi.
" Baik Tuan. " David pun kini bergegas melajukan mobilnya.
Sementara Maura kini tampak komat-kamit ia terus berdo'a agar wanita yang tidak di kenalnya itu tidak mati karena itu pasti akan menyusahkannya.
" Tuan, dia tidak akan mati kan? " tanyanya pada David.
David pun kini melirik Maura tajam membuat Maura kini menutup mulutnya sendiri, " pertanyaan ku salah ya? pikirnya saat ini. "
Tak lama mobil yang di kemudikan David pun berhenti di rumah sakit terdekat.Regan pun kini bergegas menggendong tubuh Tania dan membawanya masuk kedalam rumah sakit,namun langkahnya kini terhenti saat berpapasan dengan Bintang yang ternyata ada di sana.
" Sayang, kau ada disini? " ucapnya namun tak mendapat tanggapan dari Bintang.
Bintang hanya tersenyum kecut dan kini mulai berlalu meniggalkan Regan.Raut wajahnya kini tampak begitu kecewa, matanya pun tampak mulai berkaca-kaca.
Sementara Regan kini langsung mendekatkan tubuh Tania pada David.
" Gendong Dav, bawa Tania masuk! " ucapnya yang kini mulai berlari mengejar Bintang.
" Gawat,bakalan ada perang dunia ke tiga nih! " ucap Maura yang kini melihat tuannya itu tengah mengejar istrinya.Kini Maura pun
mencari sosok David yang ternyata sudah berjalan jauh meninggalkannya.Maura pun kini bergegas lari menyusul David
" Tuan gletakin saja dia dilantai,aku tidak rela tuan menggendong wanita lain, aku saja yang calon istri tuan tidak pernah tuan pegang! " protes Maura yang mulai mengaku-ngaku menjadi calon istri David,kini Maura pun menghadang jalan David.
" Maura kau apaan sih!cepat pergi dari hadapan ku! kau mau wanita ini mati! " ucap David yang kini membuat Maura berdecak kesal.Maura pun kini mulai memberikan jalan pada David.
" Dasar wanita sialan!aku selama ini tuh berharap di pegang sama dia tapi kenapa sekarang malah kau yang enak-enakan di gendong! " gerutunya kesal.
Tania yang hanya pura-pura pingsan pun kini mulai membuka matanya.
" Nona sudah sadar? " tanya David yang dari tadi menemani Tania.
" Iya,ma'af sudah menyusahkan mu. "
" Tidak papa,kalau begitu saya pamit keluar dulu nanti saya akan kembali lagi kesini. " David pun kini bergegas keluar dan mulai mencari dimana tuannya berada. Sementara Maura kini terus mengekori David.
Di sisi lain tampak Regan yang sedang mencari keberadaan Bintang, ia bingung kenapa Bintang cepat sekali menghilang dari penglihatan nya.
Sedangkan Bintang kini tampak berada di lorong kecil,sepertinya ia sengaja bersembunyi dari Regan karena dia tidak ingin melihat wajah suaminya itu, hatinya begitu sakit itulah yang ia rasakan saat ini. Bintang pun kini duduk di bangku yang ada di lorong itu, airmatanya kini terus mengalir dari pelupuk matanya.
" Kenapa kau diam-diam masih menemuinya,kemarin aku memang mengizinkan mu membantunya tapi bukan berarti kau boleh melakukan ini di belakang ku, hiks..hiks..hiks.." Bintang pun menangis sesenggukan.
" Kau menangis? siapa yang membuat mu menangis seperti ini? " suara Rafa yang membuat Bintang kini mendongakan wajahnya.
" Rafa!kenapa kau ada di sini? " tanyanya kini.
" Ada karyawan ku yang mengalami kecelakaan saat kerja, aku mengantarkanya kesini.Aku tidak sengaja melihatmu disini. Sekarang kenapa kau menangis? apa suamimu yang membuatmu menangis? " tanya Rafa penuh selidik.
Bukannya menjawab tangis Bintang malah menjadi-jadi.
" Ceritalah ada apa? " tanya Rafa yang kini mulai duduk di samping Bintang.
" Regan Fa, hiks.. hiks.. hiks.., " Bintang pun terus menangis membuat Rafa kini merangkul bahu sahabatnya itu, Rafa pun kini mengelus bahu Bintang.
" Tenanglah,sekarang ceritakan apa yang membuatmu menangis seperti ini?kenapa dengan Regan? " ucap Rafa seraya mengusap air mata yang membasahi pipi Bintang.
Sementara Regan yang kini sudah berada tak jauh dari sisi mereka pun merasa kesal melihat Rafa memegang istrinya,amarahnya pun tak bisa ia tahan, dengan tangan yang sudah mengepal Regan pun menghampiri Rafa dan tanpa ba bi bu ia langsung melayangkan satu pukulan ke wajah Rafa.Regan pun kini menarik kerah baju Rafa.
" Beraninya kau menyentuh istriku! " ucapnya yang kembali ingin memukul Rafa,namun aksinya terhenti karena Bintang menarik tangannya.
" Kau ini apa-apaan sih!kenapa kau memukul Rafa? " Bintang pun melepas tangan Regan yang berada di kerah baju Rafa.
" Dia memegang mu! wajar jika aku memukulnya sekarang! tidak seharusnya dia memeluk wanita yang sudah bersuami! "
" Dia hanya mencoba menenangkan ku! sekarang minta ma'af! " suruh Bintang.
" Tidak!
" Kau tidak mau minta ma'af! "
" Tidak aku tidak akan minta ma'af pada orang yang sudah berani menyentuh istriku! "
" Dasar egois,kau marah karena dia menyentuh ku lalu apa yang kau lakukan dengan mantan kekasih mu hah! kau bahkan memeluk dan menggendongnya, aku benar-benar tidak percaya jika di belakangku kau diam-diam menemuinya. Ayo Fa bawa aku pergi dari sini! " Bintang pun kini menarik tangan Rafa untuk pergi bersamanya.
" Sayang tunggu! kau salah faham.Semua tidak seperti yang kau lihat,aku tidak pernah diam-daim menemuinya, " Regan pun menarik tangan Bintang.
" Lepaskan tanganku! aku tidak percaya dengan kata-kata mu! " Bintang pun mencoba melepaskan tangannya dari genggaman suaminya,ia begitu kecewa dengan apa yang ia lihat tadi rasanya kini sulit untuknya percaya dengan kata-kata suaminya.
" Sayang,kumohon dengarkan dulu penjelasan ku!"
" Apa yang harus aku dengar dari mulutmu yang suka berbohong hah! " kini fikiran Bintang sudah di penuhi amarahnya, bahkan ia tak lagi mau mendengar penjelasan dari suaminya.
" Aku tidak berbohong, kau harus mendengarkan penjelasan ku dulu,ku mohon kendalikan amarah mu, " pinta Regan yang kini mulai memeluk tubuh ramping istrinya itu.
" Lepaskan aku, aku tidak mau mendengar apapun lagi dari mulutmu. " Air mata Bintang pun kembali mengalir membasahi pipi mulusnya.
" Dengar kan dulu aku bercerita, kau hanya salah faham. " Regan pun semakin mengeratkan pelukannya.
" Salah faham apa! sudah jelas yang ku lihat tadi, kau tidak perlu lagi menjelaskannya! sekarang lepaskan aku! " Bintang pun berusaha lepas dari dekapan suaminya itu.
" Tidak, kau harus mendengarkan aku dulu."
" Aku tidak mau! lepaskan aku! " Bintang pun semakin marah.
" Aku tidak akan melepaskan mu sampai kau mau mendengar penjelasan ku! "
" Sudah ku bilang aku tidak mau mendengar apapun dari mu! sekarang lepaskan aku Regan! " Bentak Bintang yang membuat Regan malah semakin mengeratkan pelukannya,ia tidak akan melepaskan tubuh istrinya itu.Airmata Bintang pun kini mengalir semakin deras.Melihat sikap suaminya membuatnya kini sadar mungkin suaminya itu memang tidak berbohong,tapi harus kah dia percaya begitu saja? bagaimana jika di belakang nya ternyata suaminya memang sering menemui mantan kekasihnya itu?Kepala Bintang pun kini tiba-tiba terasa pusing,pandangannya kabur dan kini tubuhnya terasa lemas membuat Regan yang bisa merasakannya pun mulai melihat istrinya yang ternyata kini sudah tak sadarkan diri.
" Sayang kau kenapa! sayang bangunlah! " ucap Regan seraya menepuk-nepuk pipi istrinya, tampak Regan yang kini begitu khawatir.
" Apa yang terjadi? kenapa dengan Bintang? " tanya Rafa yang dari tadi memang masih ada di sana.
" Entahlah aku juga tidak tau! " Regan pun kini mulai menggendong tubuh Bintang dan
bergegas membawanya ke ruang perawatan.Regan pun berjalan tergopoh-gopoh yang di ikuti oleh Rafa.
Sementara Tania yang ternyata dari tadi ada di sana kini diam terpaku,air matanya kini mengalir deras.
" Jadi Regan berhubungan dengan sekretaris nya sendiri? " ucapnya tersenyum kecut.Ia pun kini mulai memutar kursi rodanya dan mulai mengikuti kemana Regan tadi melangkah.Hati Tania begitu sakit, haruskah dia menerima kenyataan jika Regan memang sudah benar-benar melupakannya? ataukah memilih untuk mendapatkan kembali apa yang dulu pernah menjadi miliknya? Deraian air mata pun terus membanjiri pipinya.Dadanya terasa amat sesak menerima kenyataan yang ada.
Lalu......