My Big Boss

My Big Boss
Kartu sakti



Hari berjalan begitu cepat tak terasa kini sudah satu minggu lamanya mama Nita dan tuan Williams berada di luar kota.Hari ini seharusnya mereka sudah kembali namun karena masih ada pekerjaan yang belum selesai Tuan Williams menunda kepulangannya.


Bintang yang berada di rumah hanya bisa rebahan sambil menonton drakor kesukaan nya,bukan karena dia malas tapi memang tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali memasak dan setelah itu rebahan karena semua pekerjaan rumah sudah di kerjakan semua oleh Neni dan Bi inah.


Regan sengaja melarangnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah kecuali memasak itupun karena Bintang memohon dengan sangat agar dia tetap di izinkan untuk memasak, jika Bintang berani melanggar dan tetap melakukan pekerjaan rumah yang lain Regan mengancam akan memecat semua asisten rumah tangga yang ada di sana, karena itulah sekarang pekerjaan Bintang setelah mamasak hanya guling-guling di atas ranjangnya menunggu suaminya pulang dari kantor.


Bintang yang mulai merasa jenuh dengan aktivitas nya pun mulai berencana untuk membuka usaha yang dari dulu ia impikan,usaha yang akan membuatnya sibuk dengan bunga-bunga kesukaannya.


Bintang dari dulu bermimpi mempunyai kebun bunga dan toko bunga sendiri untuk menjual bunga hasil kebunnya sendiri.Namun sekarang untuk merealisasikan niatnya Bintang perlu izin dan persetujuan dari suaminya dulu.


Bintang pun kini berjalan menghampiri suaminya yang tengah membaca buku di atas ranjang yang berukuran king size itu.


" Sayang, " ucapnya bergelayut manja di pundak Regan berharap jika bersikap seperti itu akan mudah mendapatkan izin dari suami tampannya itu.


Regan pun kini melirik istrinya yang sedang bersikap tak seperti biasanya padanya,ia pun kini mulai berfikir pasti ada niat di balik sikap istrinya yang sekarang manja dan terus memeluknya itu, selama menikah Bintang belum pernah berinisiatif untuk memeluknya lebih dulu apa lagi sampai bergelayut manja seperti ini.


" Sayang apa kau ingin aku pijitin? " ucap Bintang lagi mencoba mengambil hati sang suami.


" Tidak perlu, sini duduk saja di sampingku, " ucapnya sambil merangkul bahu istrinya, Regan yang sebenarnya tau ada niat lain di balik sikap istrinya itu pun sengaja kembali fokus membaca bukunya membuat Bintang kini bingung harus mulai bicara dari mana.


Bintang pun mulai memutar otak untuk bisa mengutarakan niatnya tanpa harus membuat suaminya itu marah.Bintang pun kini mulai melingkarkan tangannya di perut sang suami dan memeluknya erat.


" Sayang, aku tuh di rumah bosen tau, kerjaannya cuma masak,makan,rebahan, masak,makan,rebahan,gitu mulu tiap hari, nanti lama-lama tubuhku gede segede kingkong,aku boleh ya buka usaha biar ada kesibukan ? " ucapannya penuh harap.


" Kau di rumah saja, pekerjaan mu cukup memasak dan mengurus ku tidak ada yang lain, " ucap Regan yang masih fokus dengan bukunya itu.


Jawaban Regan yang jauh dari harapan Bintang pun membuat Bintang kini tertunduk lesu, Bintang pun mengerucutkan bibirnya dan mulai melepaskan pelukannya,rasanya percuma saja yang ia lakukan karena suaminya memang sampai kapanpun tak akan mengizinkannya bekerja seperti ucapanya tempo dulu.


Regan yang melihat perubahan sikap istrinya itu pun tersenyum tipis.Ia pun kini mulai memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.


" Jadi karena ini dari tadi meluk-meluk, " Regan pun tersenyum menyeringai mengetahui niat di balik sikap istrinya tadi.


Sementara Bintang yang mendengar ucapan suaminya hanya diam mengerucutkan bibirnya.


" Memangnya mau buka usaha apa sih? " tanya Regan kemudian.


" Nggak jadi, nggak usah di bahas! " Bintang pun menjawab dengan ketusnya membuat Regan gemas dengan sikap istrinya yang mudah ngambek itu.


" Owh,ya sudah,padahal kalau tadi mau cerita bisa jadi aku ACC lo, " ucapnya yang membuat Bintang kini seketika membalikkan badan dan menatap suaminya lekat-lekat.


" Sungguh? " ucapnya kini memastikan.


Regan pun mengangguk, " lakukan apa yang membuat mu senang, " ucapnya kemudian yang membuat Bintang kini tersenyum bahagia.


Bintang pun memeluk erat tubuh suaminya itu,satu kecupan manis pun ia hadiah kan di bibir suaminya,ia merasa begitu senang ternyata suaminya tidak seegois yang ia fikirkan.


" Terimakasih sayang, " ucapnya kini.


Regan pun tersenyum melihat kebahagiaan istrinya itu.


" Memangnya mau buka usaha apa? " tanya Regan kini.


" Aku sangat menyukai bunga,jadi aku ingin membuka Toko bunga,apa kau mengizinkannya? "


" Iya, asalkan itu tidak membuatmu mengabaikan ku. "


" Tentu saja tidak, tugas utamaku tetap mengurusmu,menjadi istri yang baik untuk mu, setelah itu baru aku mengurus yang lain, " ucapannya meyakinkan.


" Nona Regan memang sangat pintar memilih jawaban, " ucapnya sambil mengacak-acak rambut istrinya itu.


Kini Bintang pun mengmbil ponselnya, di ketiknya sesuatu di sana dan kini muncul sisa saldo dari tabungan pribadinya, Bintang pun tersenyum melihat sisa saldo nya yang di rasa cukup jika hanya untuk menyewa sebuah ruko dan modal untuk usahanya nanti, dan untuk lahan kebun ia bisa fikir nanti setelah usahanya mulai berjalan.Walaupun Regan sudah memberikan kartu yang tanpa batas itu padanya, Bintang tetap ingin menggunakan uangnya sendiri untuk memulai usaha yang sudah dari dulu ia impikan itu.


Sementara Regan yang melihat Bintang senyum-senyum sendiri dengan ponselnya pun mengerutkan dahinya.


" Kenapa senyum-senyum, dapat pesan dari siapa? " tanya nya curiga.


" Tidak ada, " jawab Bintang yang kini meletakkan ponselnya di atas nakas.


" Kau yakin? " tanya Regan yang masih curiga.


Bintang pun menghela nafasnya kasar,ia pun mengambil ponselnya dan menunjukkan isi ponselnya pada Regan.


" Benar kan nggak ada apa-apa? " ucapnya kini.


Regan pun tersenyum, " ya sudah ayo! " ucapnya kini menarik Bintang kedalam pelukannya.


" Ayo apa? " Bintang pun mengerutkan keningnya.


" Batalin puasa jeck, sudah selesai kan? " ucapnya yang mulai membaringkan tubuh istrinya itu.


Bintang yang tau maksud suaminya itupun tersenyum licik.


" Belum, " jawabnya kini yang sengaja berbohong.Bintang pun mencoba menahan senyumnya agar suaminya itu percaya.Namun bukan Regan namanya jika mudah di bohongi, Regan pun menatap tajam mata istrinya itu dan mulai menggelitik perut Bintang hingga membuat Bintang tertawa kegelian.


" Nona Regan fikir bisa membohongi ku! sudah tujuh hari harusnya sudah selesai, iya kan? " ucapnya kini yang menyudahi aksinya.


Bintang pun masih tertawa karena tak bisa membohongi suaminya yang super pintar itu.


" Kau menghitungnya? " ucapnya kini.


" Tentu saja, bahkan aku mencatatnya di buku. "


Tawa Bintang pun semakin lepas mendengar jawaban suaminya itu.


" Dasar manusia musum! " ucapnya kini mencubit hidung Regan yang kini berada tepat di atas wajahnya itu.


" Kenapa? nggak mau? "


" Mau, " Bintang pun tersenyum manis.


Kini tampak senyuman bahagia dari pasangan suami istri yang masih dalam masa manis-manisnya dalam berumah tangga itu.


Tatapan penuh cinta pun selalu terpancar dari keduanya,kini dengan perlahan Regan pun mulai mendekatkan wajahnya,mengusap lembut telinga sang istri dan kini mulai mencium bibir manis yang menjadi tujuannya.


Ciuman itupun semakin memanas lebih panas dari biasanya,dan entah dari kapan pakaian mereka kini sudah berserakan di lantai, dan akhirnya kini jeck bisa berbuka dengan yang manis-manis setelah tujuh hari puasa.Selamat ya jeck hhee....


Kini tampak Bintang yang mulia tertidur di pelukan suaminya,tampak wajahnya yang begitu letih karena kelakuan suaminya,permainan suaminya malam ini benar-benar menguras tenaganya,maklum saja jeck habis fakum seminggu ya hhe ..


Regan yang belum tidur pun kini tersenyum tipis melihat wajah cantik yang tertelap tidur di dalam pelukannya itu,ia pun mengusap lembut pipi mulus itu dan mulai mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang, sebelum Regan kini benar-benar tidur ia mengirim pesan singkat pada asistennya siapa lagi kalau bukan David.


Pagi pun menjelang,tampak Regan dan Bintang yang kini sudah berada di meja makan menikmati sepiring nasi goreng lengkap dengan telur ceplok dan kerupuk di atasnya,tak lupa potongan-potongan kecil ayam goreng pun ikut melengkapi.


" Tidak. "


Bintang pun kini langsung menatap suaminya itu tajam.


" Apa kau tidak ikhlas mengizinkan ku membuka toko bunga? " ucapnya kini menyelidik.


Regan pun tersenyum,


" tentu saja ikhlas, aku sudah menyuruh David untuk mencari ruko beserta lahan kebun untuk mu, jadi kau tidak perlu lagi mencari nya, " ucapnya.


" Benarkah?tapi kapan kau menyuruhnya? "


" Tadi malam sebelum tidur, " ucapnya sambil menikmati makanan nya.


" Kau jahat sekali mengganggu David malam-malam. "


" Dia tidak pernah mengeluh untuk itu, setelah selesai,cepatlah bersiap David akan menjemput kita untuk melihat ruko itu. "


Bintang pun mengangguk dan setelah selesai makan ia benar-benar bersiap untuk melihat ruko yang sudah David dapatkan,kini Bintang yang sudah rapi pun mulai berjalan ke arah suaminya yang tengah menunggu nya di ruang tamu.


" Ayo sayang! " ucapnya kini.


Regan pun kini menatap sang istri yang cantik jelita itu.


" Sudah? " tanynya kesal karena terlalu lama menunggu Bintang berdandan.


" Sudah, lama ya? " ucapnya tersenyum garing.


" Tidak cuma tiga puluh menit, besok sekalian satu jam ya sayang, " ucapnya sambil mencubit kedua pipi Bintang.


Bintang pun tersenyum nyengir di depan suaminya itu.


" Ya sudah ayo! David sudah menunggu kita di luar. " Regan pun kini menggandeng tangan Bintang dan mulai berjalan keluar menuju mobil David yang sudah terparkir di halaman depan.


Regan dan Bintang yang kini sudah duduk di bangku belakang pun membuat David langsung melajukan mobilnya.


Tak lama kini mereka sampai di tempat yang begitu asri,banyaknya pepohonan rindang membuat tempat itu terasa sejuk,hembusan angin pun menelusup kedalam pori-pori,membuat siapapun pasti betah berlama-lama di sana.


Sebuah ruko besar berdiri kokoh di sana,tampak juga lahan kosong yang begitu luas di samping dan belakang bangunan itu.


" Bagaimana sayang, apa kau suka? " tanya Regan pada Bintang yang tengah memperhatikan ruko itu.


" Tentu saja suka,tapi uang ku sepertinya tidak akan cukup untuk menyewa ruko beserta lahannya sekaligus,kita sewa ruko nya saja ya sayang,kau suruh David bilang ke pemilik ruko ini kalau kita sewa ruko nya saja,oke! " bisiknya kini ke telinga Regan membuat Regan kini tertawa pelan.


" Kau lupa siapa suamimu ini! kita beli ruko beserta lahannya sekaligus, kau simpan saja uangmu yang sedikit itu! " ucapnya sambil mengacak-acak rambut Bintang.


" Tidak! jangan jangan! kau tak perlu membelinya,aku akan menyewa semua dengan uangku sendiri,tapi di tambah uangmu yang ada di kartu ini ya? " ucapnya tersenyum garing sambil menunjukkan kartu yang tempo lalu Regan berikan.


Regan pun semakin gemas dengan tingkah istrinya itu.


" Kenapa kau melarang ku membeli ini semua? " tanya nya kini.


" Bagaimana jika kau jatuh miskin, kau baru saja membeli perkebunan teh dan sekarang kau mau membeli ruko beserta lahan yang ada di sini,jika uang mu habis, pasti semua akan menyalahkan ku dan menganggap ku hanya memanfaatkan mu! "


" Kau ini lucu sayang,seorang istri itu memang harus memanfaatkan harta suaminya,sekarang untuk siapa aku bekerja kalau bukan untuk mu,Dav!segera urus semuanya! " ucapnya kini pada David.


" Baik tuan. " David pun kini berlalu untuk mengurus proses jual beli ruko beserta lahan kosong itu.


" Sayang, kau yakin? bagaimana jika uang mu habis? " tanya Bintang khawatir.


" Aku akan meminta padamu, bukankah istri ku mempunyai kartu sakti ? " godanya kini yang membuat Bintang memukul bahunya pelan.


" Aku serius, jangan menggoda ku! " ucapnya tak suka.


Regan pun tersenyum tipis, dan kini mulai merangkul bahu istrinya itu.


" Tenanglah,suamimu ini tidak akan jatuh miskin hanya karena ini! "


" Oke, baiklah, tapi ini yang terakhir kau membantuku,setelah ini biarkan aku mengurus semuanya sendiri! " ucap Bintang yang ingin mengurus usahanya itu sendiri tanpa campur tangan suaminya lagi.


" Baiklah, setelah ini kau boleh mengurus nya sendiri,gunakan kartu yang ku berikan untuk membeli finiture dan semua kebutuhan yang lainnya,seperti membeli bunga dari petani,bibit bunga, pupuk dan lainnya, jangan gunakan uangmu yang sedikit itu!kau mengerti! " ucapnya lagi yang tak ingin Bintang menggunakan tabungan pribadinya.


" Iya iya, terimakasih sayang ku, " ucapnya bahagia.


" Jangan seneng dulu! kalau toko bungamu akan menyita banyak waktumu dan nantinya membuat kau mengabaikan ku maka aku akan menutup usahamu ini! " ancam Regan yang membuat wajah Bintang seketika pucat,


namun bukan Bintang namanya jika tidak mempunyai seribu akal untuk meluluhkan suaminya itu.


" Tenanglah sayang kau tetap nomor satu, oke! " ucapnya memastikan.


Regan pun mengacak-acak rambut istrinya yang sekarang tersenyum garing padanya.


" Ya sudah, kau mau ikut ke kantor atau mau di antar pulang? " tanya nya kini.


" Ikut ke kantor, di rumah sepi! "


" Baiklah kita tunggu David di mobil. "


Kini Regan dan Bintang pun memasuki mobil dan mulai menunggu David yang sedang mengurus pembelian ruko tadi.


_


_


_


_


Jangan lupa Vote dan Like nya ya..πŸ˜„


tolong bantu Author naikin ranking novel receh iniπŸ˜‚πŸ˜‚


dan jangan lupa di favoritkan kalau suka ceritanya.....


Terimakasih...😘😘😘


Happy Reading