
Kini Regan dan Bintang pun memasuki mobil dan mulai menunggu David yang sedang mengurus pembelian ruko tadi.
Tak lama kini David pun tiba dan mulai memasuki mobilnya,David pun kini mulai melajukan mobilnya menuju Atmaja grup seperti perintah Tuannya.
Sesampainya di kantor kini Regan mulai sibuk dengan pekerjaannya sementara Bintang tampak sibuk mencatat semua keperluan tokonya nanti.
Sedangkan di sisi lain, David yang berada di ruangan nya tampak begitu lelah, semua pekerjaan yang menumpuk di atas mejanya membuatnya semakin tak bersemangat hari ini.
David pun kini menyandarkan tubuhnya ke kursi kebesarannya,matanya yang mengantuk tak bisa lagi ia tahan,kelakuan Regan yang menyuruhnya mendapatkan ruko dan lahan secepat mungkin membuatnya harus begadang semalaman.Kini ia pun menyandarkan kepalanya ke kursi,matanya pun kini perlahan terpejam.
Sedangkan di sisi lain tampak Maura yang baru saja masuk dengan beberapa map di tangannya, Maura yang melihat laki-laki idamannya itu tertidur pun tersenyum simpul, ia pun mulai mendekat dan memperhatikan wajah galak David yang tampak begitu manis saat tertidur.
Maura yang memang cenderung centil dan agresif tidak membuatnya malu jika harus menunjukkan ketertarikan nya pada lawan jenisnya, apalagi sosok David yang begitu dingin dan kaku membuatnya semakin penasaran.
Maura pun kini menatap David lekat-lekat jarak wajah nya yang begitu dekat membuat David bisa merasakan hembusan nafasnya,David pun kini perlahan membuka matanya, saat mendapati Maura di dekatnya David pun terperanjat hingga jatuh tersungkur, Maura yang melihatnya pun terkejut.
" Tuan baik-baik saja! " tanya nya khawatir melihat David terjatuh dari kursinya.
Sementara David yang kini berada di lantai memegangi dadanya yang berdetak tak karuan,Maura benar-benar sangat menyiksanya, jika disuruh memilih lebih baik ia berhadapan dengan sepuluh preman dari pada harus berdekatan dengan wanita seperti Maura.
" Kkk.. kau! apa yang kau lakukan! " tanya David kini dengan wajah yang tampak pucat pasi.
" Saya ingin tuan melihat hasil laporan saya,apa tuan baik-baik saja,mari saya bantu," Maura pun perlahan menarik lengan David sementara David yang tak bisa mengelak kini tubuhnya bergetar hebat membuat Maura tersenyum tipis.Entah kelainan apa yang di derita David,yang jelas tubuhnya selalu bergetar saat berdekatan dengan wanita.
" Tuan melihat saya seperti sedang melihat hantu? apa wajah saya begitu menakutkan? " ucap Maura yang kini menggenggam tangan David dan menaruh pada wajah mulusnya.Maura yang bisa merasakan tangan David yang kini sedang bergetar pun menahan senyumnya.
Sementara David kini bergegas menarik tangannya,ia mulai memalingkan wajahnya yang dari tadi tampak gerogi,David pun kini memilih kembali duduk di kursi kebesarannya.Tampak dirinya yang masih gerogi tapi berusaha untuk tetap tenang.
" Apa kau tidak bisa menjaga sikapmu! " ucapnya saat ini, namun Maura yang bisa melihat kegerogian David pun tersenyum dalam hati.
" Iya ma'af tuan, " ucapnya menunduk hormat.
Maura pun tertawa cekikikan di dalam hati,laki-laki yang ia idam-idam kan ternyata takut berdekatan dengan wanita.
" Mana laporan mu! " ucap David yang kini sudah berada pada mode awal yang dingin dan galak.
Maura pun kini bergegas memberikan laporan yang baru saja ia selesaikan pada David,David pun kini mulai mengecek laporan yang di buat Maura itu dengan teliti.
Dalam hati David terus mengutuki dirinya sendiri.Bagaimana tidak? sikapnya hari ini pasti tampak begitu konyol di mata Maura,ia merasa begitu malu saat Maura tau tubuhnya bergetar,ingin rasanya saat ini ia pergi sejauh mungkin hingga Maura tak dapat melihatnya lagi.
David pun kini berusaha untuk fokus pada laporan Maura,walaupun sebenarnya otaknya entah pergi kemana.
Sementara Maura yang dari tadi memperhatikan wajah tampan David pun terus tersenyum.
" Tuan, " panggil Maura.
" Hmmm, " Davidpun menjawab tanpa memperhatikan Maura yang kini duduk di hadapannya.Namun bukan Maura jika tidak bisa membuat David kini menatapnya.
" Kapan tuan akan menyukai ku? " ucapnya yang membuat David seketika menatapnya,Maurapun kini tersenyum manis membuat David menghela nafasnya kasar,wanita ini benar-benar membuat kepalanya pusing.
" Jangan bicara yang tidak-tidak,fokuslah dengan semua pekerjaan mu dan jangan memikirkan yang lain saat bekerja! " ucapnya yang mulai sedikit marah,namun bukan Maura namanya jika takut di marahi David.Maura pun kini sedikit mencodongkan tubuhnya kedepan.
" Masalahnya saya tidak bisa fokus karena terus memikirkan mu tuan, " godanya yang membuat wajah David kembali pucat.David pun bergegas memberikan laporan Maura sebelum Maura membuatnya mati berdiri.
" Ini! laporan mu sudah benar, sekarang cepatlah keluar dari ruanganku !" ucapnya sambil melambai-lambaikan tangannya kedepan seakan sedang mengusir Maura.
Maura pun kini tersenyum sambil menulis nomor ponselnya diatas berkas yang ada di depan David, " hubungi nomor ini jika tuan mulai menyukai ku,oke! " ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya, Maura pun kini mengambil laporan nya dan mulai beranjak keluar.
Sementara David kini menjatuhkan kepalanya ke meja.
Waktupun berjalan begitu cepat, kini semua karyawan Atmaja Grup pun berlenggang pulang, begitu juga dengan Regan dan Bintang yang kini pulang bersama David.
Sesampainya di rumah, Bintang dan juga Regan langsung memasuki rumahnya, sementara David kini mulai melaju pulang.
Hari demi hari berlalu, semua terasa indah bagi Regan dan Bintang namun tidak untuk David karena kehidupannya yang tenang selalu di ganggu oleh Maura yang terus mencoba mendekatinya.
Toko Bintang yang sudah ia persiapkan sematang mungkin akhirnya bisa di buka,dan besok pagi rencana toko bunga itu akan mulai di buka.
Bintang yang kini ada di kamarnya pun menyusul suaminya yang tengah berada di ruang kerjanya.
" Sayang, " panggilnya dengan senyuman yang merekah di wajahnya.
Regan yang sibuk dengan laptopnya pun kini menatap istrinya yang sedang berada di pinggiran pintu itu.
" Kemarilah, " ucapnya sambil menepuk pahanya seakan menyuruh Bintang duduk di atas pangkuannya.
Kini Bintang pun berlari kecil dan mulai mendekati sang suami, Bintang pun kini benar-benar duduk di atas pangkuan suaminya itu.
" Ada apa? hemm, " ucap Regan sambil menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu.
Bintang pun kini tersenyum dan mulai mengalungkan tangannya ke leher sang suami, " ma'af aku mengambil banyak uang dari kartumu, " ucapnya kini tersenyum garing.
" Lalu? " Regan pun mengerutkan keningnya.
" Kau jangan marah ya? " Bintang pun kembali tersenyum garing pada suaminya itu.
Bintang yang kemarin berbelanja kekurangan perabotan toko membuatnya khilaf hingga membeli barang-barang yang mungkin tidak ada gunanya,untuk itu kini ia merasa takut jika suaminya itu akan memarahinya karena tau jumlah pengeluaran nya kemarin sangat fantastis.
Sementara Regan kini tersenyum melihat kelakuan istrinya itu.
" Aku tidak akan marah, gunakanlah yang banyak,bantu suami mu ini menghabiskan uangnya. " Ucapan Regan yang membuat Bintang menaikan sebelah sudut nya.
" Huh! dasar sombong! " Bintang pun mencubit hidung mancung suaminya itu.
" Aku bukan sombong,aku hanya bicara apa adanya, " ucapnya membela diri.
" Memangnya seberapa banyak sih hartamu? "
" Jika ku beritahu mungkin kau akan pingsan, " ucapnya sengaja melebih-kebihkan.
" Benarkah? ya sudah jangan memberitahu ku. " Bintang pun percaya begitu saja dan kini mulai turun dari pangkuan suaminya.
" Oh ya sayang, kapan mama sama papa akan pulang? " ucapnya lagi.
" Besok, mereka akan pulang dan langsung menuju tokomu. " Kini Regan pun kembali fokus pada laptopnya.
" Syukurlah, semoga mama dan papa sampai dengan selamat, " gumam Bintang pelan.
Kini Bintang pun duduk di kursi yang ada di depan meja suaminya dan mulai memerhatikan suaminya yang sedang fokus pada laptopnya.
" Pekerjaan ku masih belum selesai kalau kau sudah mengantuk tidur lah lebih dulu, " ucap Regan kini.
" Aku belum mengantuk, aku akan menemanimu disini, " ucapnya tersenyum manis.
Regan pun kini mengusap lembut kepala istrinya itu, ia pun kini bergegas menyelesaikan pekerjaan nya.