
Di sisi lain Bintang sedang melakukan segala perawatan tubuh agar ia tampak cantik luar dalam di hari pernikahannya, mama Nitalah yang sengaja membawa Bintang pergi melakukan perawatan.Mereka pergi dengan puluhan pengawal yang sengaja Regan perintah untuk menjaga Bintang,Regan benar-benar melakukan apa yang ia ucapkan kemarin.
Sekarang tampak Bintang begitu menikmati setiap perawatan yang ia lakukan hari ini.
Sedangkan di tempat lain,tiga preman tadi benar-benar melakukan tugasnya,mereka meluapkan kekesalan mereka pada Stella,karena Stella lah yang membuat mereka kini harus berurusan dengan Regan.
" Kenapa kalian menyerang ku! " ucap Stella yang kini tengah berada di antara tiga preman itu.
" Kau harus merasakan apa yang kami rasakan! " ucap salah satu preman yang tubuhnya kini penuh luka.
" Kalian benar-benar gila, aku akan melaporkan kalian pada polisi, " ancam Stella yang mulai ketakutan.
" Kau tidak perlu repot-repot lapor, karena kita akan pergi bersama-sama kesana, " ucap salah satu preman yang ikut menimpali.
" Kalian benar-benar sudah tidak waras! sekarang biarkan aku pergi aku akan membayar berapapun yang kalian minta! "
" Kami sekarang sudah tak butuh uang, karena kau membuat kami berurusan dengan Tuan Regan hidup kami sekarang hancur,kau tau! kami sekarang tak punya lagi tujuan hidup! " ucap salah satu preman yang begitu emosi dan mulai memukul Stella.
Kini ketiga preman itupun benar-benar meluapkan kekesalan mereka dengan menyiksa Stella,mereka pun melakukan apa yang Regan minta hingga kini tubuh Stella tak sadarkan diri. Ketiga preman itupun tersenyum getir, kini mereka benar-benar menyerahkan diri pada polisi dengan membawa Stella yang tak sadarkan diri.
Pada polisi ketiga preman itu berdalih bahwa mereka sedang berselisih faham,mereka menyerang Stella karena Stella tak membayar mereka sesuai kesepakatan, mereka juga menceritakan semua rencana Stella yang membayar mereka untuk menyerang wanita yang bernama Bintang.Akhirnya Polisi pun memberi surat panggilan kepada Bintang untuk di mintai keterangan. Sedangkan Stella dan ketiga preman itu di bawa kerumah sakit untuk menjalani perawatan.
Ketiga preman itu tetap menjaga nama baik Regan, mereka sama sekali tak menyebut nama Regan karena tak mau lagi berurusan dengan macan yang baru saja bangun dari tidurnya itu.
Waktu berjalan begitu capat,Bintang yang baru saja memberikan semua keterangan pada polisi masih bingung kenapa ia tiba-tiba di mintai keterangan dan kenapa tiba-tiba ketiga preman yang menyerangnya mau menyerahkan diri pada polisi,dan yang membuatnya lagi tak percaya jika dalang dari semua itu adalah Stella.
Bintang yang tidak pernah bermimpi berurusan dengan polisi itu pun merasa takut,ia masih tidak percaya jika akan mengalami kejadian yang tidak pernah ada dalam bayangan nya itu,di dalam perjalanan pulang Bintang pun mulai bertanya pada Regan yang kini tengah fokus mengemudi.
" Kau belum menjelaskan apa-apa padaku,bagaimana bisa para penjahat itu menyerahkan diri mereka kepada polisi?apa benar karena mereka berselisih dengan Stella? " tanya Bintang karena Regan tidak menjelaskan apa-apa saat mengantarkannya ke kantor polisi.
" Ya seperti yang kau dengar, " jawab Regan dengan santainya.
" Benarkah? kalau seperti itu namanya senjata makan Tuan,ya kan? " ucap Bintang tersenyum garing pada Regan.
" Nona Regan pintar sekali sekarang,tidak sia-sia selama ini aku memberikan sup penutrisi otak padamu," ucap Regan sambil mengacak-acak rambut Bintang.
" Anak SD juga pasti tau kalau itu namanya senjata makan tuan, " gerutu Bintang kesal karena Regan memujinya karena hal semudah itu.
" Kau tidak perlu tau yang sebenarnya, kau juga tidak perlu mengenal Regan yang sebenarnya, kau hanya perlu mengenal Regan yang selama ini kau lihat," gumam Regan dalam hati sambil tersenyum tipis melihat pujaan hatinya yang masih tampak kesal.
" Sudah jangan cemberut, harusnya aku yang kesal karena sudah kau bohongi! " ucap Regan yang melihat Bintang masih saja cemberut.
" Iya ma'af, aku hanya tidak mau membuatmu khawatir, " jawab Bintang yang kini tersenyum garing.
" Mulai sekarang apapun yang terjadi kau harus ceritakan padaku, kau mengerti! "
" Iya, iya, " jawab Bintang malas.
" Masalah di kolam renang, itu juga ulah Stella kan? "
" Kenapa kau masih menanyakan hal itu? "
" Ya karena tidak mungkin jika kau terpeleset karena lantainya licin,para pegawai di sana tidak mungkin berani melakukan kesalahan sekecil apapun, "
" Ya, itu memang ulah Stella, " jawab Bintang pelan, ia kini berkata jujur karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.
" Dasar bodoh! kenapa tidak dari dulu kau katakan, harusnya aku bisa memenjarakan Stella dari dulu! " mulai emosi.
" Ya karena aku tidak mau kau khawatir,dulu aku ingin menyelesaikan masalah ku sendiri dengan Stella, "
" Jika menyangkut Stella, itu juga menjadi urusan ku, "
Reganpun tampak terkejut dengan pertanyaan Bintang hingga wajahnya kini sedikit pucat.
" Kau lupa jika di luar sana terlalu banyak wanita yang mengagumiku,aku hanya berjaga, jika ada yang ingin menyakitimu ada pengawal yang akan melindungi mu, " jawab Regan dengan alasan lain, entah kenapa ia tak menceritakan yang sejujurnya.
" Dia benar juga, " batin Bintang.
Mobil Regan kini sudah berhenti tepat di depan rumah Bintang.
" Untuk masalah persidangan kau tidak perlu takut,David akan mengurus semuanya agar di permudah,aku pastikan hari pernikahan kita akan tetap berjalan lancar, " ucap Regan yang mencoba memberi ketenangan pada hati Bintang yang terlihat gelisah dari tadi.
" Ya, aku percaya padamu, " ucap Bintang yang kini bisa tersenyum lepas.
" Sekarang aku lega, karena sudah tidak ada lagi yang mengganggu hubungan kita, " ucap Regan sambil mengelus rambut Bintang yang terurai.
" Kata siapa, di luar sana masih banyak Stella-Stella lain yang menginginkan mu, " Ucap Bintang sambil mengerucut kan bibirnya.
" Kau tenang saja,aku hanya menginginkan mu, " jawab Regan sambil mencubit kedua pipi Bintang karena gemas.
" Awas saja jika kau sampai berpaling, aku akan membunuhmu! " ancaman Bintang yang membuat Regan tertawa kecil dan kini di hadiahi sebuah pukulan oleh Bintang karena kesal ancamannya malah di ketawain.
" Jangan tertawa, aku benar-benar akan membunuhmu jika itu benar-benar terjadi! " ucap Bintang yang masih kesal.
" Iya.. iya,bunuh aku jika aku sampai berpaling ke lain hati, " jawaban Regan yang kini membuat Bintang diam seribu bahasa.
Regan yang melihat Bintang terus diam pun menyeringitkan dahinya.
" Kenapa diam? " tannya nya heran.
" Kalaupun itu terjadi aku tidak akan pernah sanggup membunuhmu, " ucap Bintang pelan.
" Percayalah,aku tidak akan pernah berpaling darimu,hanya kau yang aku cintai saat ini dan untuk selamanya, jadi jangan berfikir macam-macam, " ucap Regan sambil memegang kedua pipi Bintang, " sekarang ayo keluar, aku ingin memberi pelajaran pada dua pengawal yang tak becus menjagamu! " ucapnya lagi yang kini mulai keluar dari mobilnya.
" Jangan apa-apa kan mereka, mereka menjagaku dengan baik, " teriak Bintang yang kini berlari mendekati Regan.
" Jangan membela mereka aku tidak suka! "
" Sayaaang...,aku tidak membela mereka, aku hanya berkata apa adanya,mereka semalaman tidak tidur karena menjaga ku jadi tolong jangan hukum mereka, " sengaja pakai kata sayang agar hati nurani calon suaminya tersentuh.
" Hmmmm....,baiklah,aku tidak akan menghukum mereka, " ucap Regan yang akhirnya luluh juga.
" Ya sudah,pulang sana! "
" Kau hobi sekali mengusir ku! " ucap Regan kesal.
" Kita lagi di pingit,jadi kau tidak boleh mampir, "
" Sebentar saja, " nyelonong masuk tapi di hadang oleh calon ibu mertua di depan pintu dengan tangan yang di silangkan di dada.
" Sore Ma, " sapa Regan tersenyum garing.
" Sore, " jawab Bu Dewi dengan wajah datarnya.
" Regan cuma mau pamit kok ma, Regan pulang dulu ya ma, " ucap Regan yang mengingat janjinya kemarin pada bu Dewi yang tidak akan menemui Bintang sebelum hari pernikahan mereka.
Regan pun mencium tangan bu Dewi dan kini beranjak kembali ke mobilnya yang disambut tawa oleh Bintang.
" Hati-hati sayang, " ucap Bintang sambil menahan tawanya.
Regan pun hanya memasang wajah kesalnya, kini ia pun mulai melajukan mobilnya.