My Big Boss

My Big Boss
Menerima perjodohan



Di tempat lain,


Regan dan David sudah berada di sebuah restaurant mewah untuk mengahdiri undangan dari pimpinan EE grup yaitu Tuan Felix yang menjadi rekan bisnis sekaligus juga investor terbesar di perusahaannya.


Regan berjalan menuju salah satu meja VIP di ikuti David yang setia mengekorinya, disana sudah ada tiga orang laki-laki dan satu orang perempuan yang mulai memperhatikannya dari kejauhan.


Papa!


Kevin!


Kenapa mereka ada di sini !


gumam Regan yang melihat sepupu dan papanya juga ada di sana.Kerena setahu Regan ayahnya itu masih berada di Singapura begitupun juga Kevin. Regan pun menatap tajam ke arah David,dia mulai berfikir seakan pertemuan ini sudah di rencanakan tanpa sepengetahuannya,sedangkan David yang di tatap hanya geleng-geleng kepala tanda bahwa ia tak tau menau tentang ini.


Regan pun berjalan dengan wajah dinginnya.


" Ma'af Tuan,sudah membuat anda menunggu, " ucap David ramah pada Tuan Felix yang sekarang ada di hadapannya.


" Sudah duduklah, saya tau pengusaha muda ini begitu sibuk sekarang, " ucap Tuan Felix memegang bahu Regan.


Regan pun duduk dengan ekspresi wajah yang begitu dingin,ia tau akan kearah mana nanti pembicaraan di pertemuan kali ini,kini Regan memijat keningnya sendiri dan membuang nafas kasar seakan dia menyesal sudah mendatangi undangan itu.


Tuan Williams yang melihat ekspresi putranya itu menjadi khawatir karena bagaimana pun Regan baru saja keluar dari rumah sakit.


" Apa kau baik-baik saja Rey? " tanya Tuan Williams memegang bahu putranya itu.


Regan menjawab hanya dengan anggukan kepala.


Di sisi lain Tuan Felix yang melihatnya pun menjadi tak enak hati,


" Ma'afkan saya Rey, saya yang sudah memaksa ayahmu untuk mengadakan pertemuan ini, harusnya saya bisa lebih bersabar untuk menunggumu benar-benar sehat, " ucap Tuan Felix.


" Saya tidak papa Tuan, saya sudah cukup sehat, " jawab Regan tetap dingin.


Sedangkan David yang melihat ekspresi Tuannya menjadi bergidik ngeri karena ia tau setelah pertemuan ini pasti dirinya lah yang akan jadi sasaran Tuanya itu.


Kini Tuan Williams mulai membuka percakapan.


" Oh ya Rey, kenalkan ini adalah Nona Shelly putri dari Tuan Felix, "


Perempuan yang dari tadi terus memperhatikan Regan pun kini mulai tersenyum ramah padanya.


Namun bukan Regan namanya jika membalas senyuman itu, ia hanya menatapnya sekilas dan masih saja memasang wajah datarnya itu, membuat Kevin yang melihat tersenyum tipis.


gumam Kevin dalam hati.


Di sisi lain Tuan Williams yang melihat sikap putranya itu menjadi tak enak hati.


" Nak Shelly,ma'af atas sikap putra saya yang kurang ramah , sikapnya memang begitu dingin kepada siapapun," ucap Tuan Williams ramah.


" Tidak apa-apa Om, itu bukan masalah untuk saya, " jawab shelly yang tetap tersenyum ramah.


" Langsung pada intinya saja,saya mengundang mu kesini untuk membahas tentang perjodohan kalian,apa ayahmu sudah bicara padamu Rey ?"


Sudah kuduga ini yang akan di bahas,


jadi selama ini teman papa adalah Tuan Felix, dan dengan anaknya lah aku akan di jodohkan? Kenapa Papa cepat sekali berubah fikiran.


gumam Regan dalam hati.Kini Regan pun mulai menjawab pertanyaan dari laki-laki yang usianya sudah lebih dari setengah abad itu.


"Ya, ayah saya sudah pernah berbicara tentang perjodohan ini,tapi untuk pertemuan hari ini dan dengan siapa saya di jodohkan beliau tidak bercerita apa-apa kepada saya, " jawab Regan.


" Pertemuan ini sudah kita rencanakan lama,namun kita undur karena ayahmu yang harus pergi ke Singapura,kenapa kau tak menceritakan tentang pertemuan ini sebelumnya kepada putramu Will?dan kenapa kau tak memberitahunya bahwa putrikulah yang akan kau jodohkan padanya? " tanya Tuan Felix.


" Ma'af memang saya belum menceritakannya karena kita sama-sama sibuk dan jarang bertemu," ucap Tuan Williams mencari alasan, sejujurnya Tuan Williams sengaja tak menceritakannya, karena jika Regan tau lebih dulu pasti dia akan menolak, dan Tuan Williams juga sengaja menyuruh pihak Tuan Felix untuk menghubungi asisten Regan secara mendadak. Tuan Williams tau jika yang mengundang adalah Tuan Felix langsung maka Regan tak akan menolak.


" Baiklah menurut ku itu bukan masalah, toh hari ini Regan juga sudah tau siapa jodohnya, karena putri saya bulan depan harus kembali ke London untuk menyelesaikan kontraknya menjadi model,saya ingin sebelum putri saya kembali kita sudah melaksanakan pertunangan terlebih dulu.Bagaimana Will? apa kau setuju? " tanya Tuan Felix.


Tuan Williams diam sejenak, ia tak langsung menjawab pertanyaan Tuan Felix karena bagaimanapun dia sudah memberikan Regan kebebasan untuk mencari calon istrinya kelak. Tuan Williams pun menatap ke arah Regan,ia bingung harus menjawab apa karena beliau tak mungkin menolak kemauan Tuan Felix dan beliau juga tak mungkin memaksa Regan untuk menerima perjodohan ini.Regan yang ditatap menganggukan kepala tanda setuju, membuat tuan Williams tak percaya melihatnya.Akhirnya Tuan Williams pun menyetujui permintaan Tuan Felix walau di hatinya masih ada rasa keraguan atas keputusan Regan.


" Ya, baiklah saya setuju, " ucap Tuan Williams sedikit ragu.


" Baiklah, untuk acara pertunangannya kita bahas lain waktu saja, kita harus membahasnya bersama semua keluarga kita. dan mohon ma'af sekali saya harus pamit undur diri karena baru saja saya mendapat telfon bahwa rekan bisnis saya dari Jerman sudah menunggu di rumah, " ucap Tuan Felix yang kemudian pamit undur diri bersama putrinya.


Kini di meja itu hanya ada tiga orang laki-laki, yang salah satu laki-laki nya masih bengong karena baru saja melihat Regan menerima perjodohan itu.


Ku fikir selama ini kau ada rasa dengan Nona Bintang Tuan, ternyata tidak, buktinya kau mau menerima perjodohan ini....


Terus bagaimana dengan pengorbanan ku selama ini?


Kau terus menyusahkan ku dan sekarang semua itu hanya sia-sia...


gumam David dalam hati dengan wajah memelasnya.