
Malam semakin larut, Regan dan Bintang kini sudah bersiap tidur.
" Sayang, kau tadi belum menjawab siapa Tania ? " ucap Bintang lirih yang kini berada di pelukan suaminya itu.
" Kenapa kau masih menanyakan itu? "
" Entahlah, semakin kesini aku semakin takut kehilangan mu. "
Regan pun mengusap lembut rambut Bintang.
" Tenanglah kau tidak akan pernah kehilanganku. "
" Tapi aku tetap ingin tau siapa wanita yang kalian bicarakan tadi siang? " ucapnya manja sambil menatap wajah tampan suaminya itu.
" Kenapa kau ingin tau sekali? jika besok aku menyebut nama Sasa,Sasi,Susi,Sulastri, Sukiyem,Soimah apa kau juga akan menanyakan nya? " Regan pun menatap lekat istrinya itu.
" Tentu saja, kau tidak akan pernah mengerti bagaimana kekhawatiran ku saat ini karena memiliki suami idola kaum hawa seperti mu! " Bintang pun mengerucutkan bibirnya kesal.
Regan pun tersenyum menatap wajah Bintang yang cemberut. Kini ia pun memegang wajah Bintang dengan kedua tangannya dan mulai menatap lekat-lekat wajah wanita yang sangat ia cintai itu.
" Dengarkan aku,cintaku untukmu melebihi batas umur ku, sampai kapanpun aku hanya mencintai mu dan akan tetap mencintaimu walau jantung ku tak lagi berdetak,tidak mungkin aku berpaling pada wanita lain,hilangkan semua kekhawatiran mu itu, kau mengerti sayang! " ucapnya kemudian.
Bintang pun mengagguk,beribu rasa kini memenuhi hatinya,yang jelas kini ia begitu bahagia setelah mendengar kata-kata yang keluar dari suaminya itu.
Bintang pun kini menatap dada bidang suaminya, ditaruh nya tangan putihnya di sana dan kini mulai mengusap lembut dada bidang suaminya itu.
" Jangan pernah berhenti berdetak,berdetaklah terus untuk ku, " ucapnya tersenyum tipis.
Regan pun tersenyum melihat tingkah istrinya yang seakan sedang berbicara pada jantungnya itu,ia pun kini semakin mengeratkan pelukannya, " tidurlah sayang,aku mencintaimu, " ucapnya dengan satu kecupan di kening Bintang.
Mereka pun kini tertidur dengan pulasnya.
Malam berjalan begitu cepat, sinar mentari yang menyapa menuntut semua orang untuk memulai aktivitas nya.
Bintang yang bangun lebih dulu pun mulai melakukan aktivasnya sebagai seorang istri,aktivitas yang sangat umum di lakukan para istri di pagi hari,dari memasak untuk suami, membangunkan suami tercinta dan menyiapkan baju ganti kini sudah biasa ia lakukan.
" Sayang, kau tau di mana jam tanganku? " tanya Regan pada Bintang yang kini sedang berada di dalam kamar mandi.
" Aku taruh di laci sayang, " Teriak Bintang yang memang menaruh jam mewah suaminya itu di dalam laci.
Regan yang dari tadi sudah mencari jam tangan mewahnya itu di setiap sudut kamarnya pun mulai membuka laci nakasnya.
Saat membuka laci raut wajahnya seketika berubah datar,saat mendapati kotak hitam di dalam sana.
" Sejak kapan kotak ini ada disini? " gumamnya bingung karena seingat nya terkhir kali ia menaruhnya di rak buku yang ada di dalam kamarnya,Regan pun kini mulai mengambil kotak itu,kotak hitam yang menyimpan kenangan nya bersama Tania dan tanpa di minta bayang-bayang kenangan masa lalu itu pun mulia terlintas, Regan pun sontak menggeleng kan kepalanya,hatinya menolak untuk mengingatnya, kini ia pun membuang kotak itu kedalam tempat sampah yang ada di dalam kamarnya.
" Kenapa di buang? " suara Bintang yang baru saja keluar dari kamar mandi itu berhasil membuat Regan terkejut.Regan pun kini mengelus-elus dadanya sendiri.
" Apa yang kau fikir kan samapai terkejut seperti itu? " tanya Bintang lagi penuh selidik.
" Tidak ada. "
" Benarkah? " Bintang pun mendekatkan wajahnya dan menatap mata suaminya lekat-lekat.
Regan pun tersenyum melihat tingkah aneh istri nya itu.
" Ada apa di mataku?apa yang dapat kau lihat hemm, " ucapnya dengan senyuman yang menyeringai melihat sang istri sedang mengintrogasi nya.
" Kebohongan, " Bintang pun mengatakan nya dengan penuh penekan membuat Regan terkekeh dan mengusap wajah istrinya yang seolah menjadi detektif itu dengan telapak tangannya.
" Sadarlah, kenapa pagi-pagi kau sudah berkelakuan aneh seperti ini? apa jin di kamar mandi merasuki mu? " goda Regan.
Bintang pun tidak senang karena suaminya itu menanggapinya dengan bercanda.
" Aku serius jangan bercanda! " protesnya tak suka, kini bintang pun menyilangkan tangannya di dada karena kesal.
Regan yang melihat tingkah istrinya itu pun tak bisa menahan tawa.
" Oke, baiklah aku juga serius sekarang, " Regan pun mengikuti Bintang yang kini berdiri dengan posisi menyilangkan tangan di dada.Tatapan Regan seakan menusuk jantung, saking seriusnya hhee..
Bintang pun kini menatap suaminya dalam-dalam, ada banyak pertanyaan yang tersimpan di dalam otaknya dari kemarin, jujur saja kotak hitam itu terus menghantui Bintang, dan kini saatnya Bintang mengetahui apa yang ingin ia ketahui. itulah pikirnya saat ini.
" Kenapa kau membuang kotak itu? " ucapnya yang kembali bertanya soal kotak hitam yang sudah berada di tempat sampah itu.
" Sampah memang harus di buang kan? " Regan pun menjawabnya dengan santai,seakan benda itu memang tak berharga lagi baginya.
Sementara Bintang yang mendengar jawaban suaminya itu pun tersenyum senang. Bagaimana tidak ia dari kemarin berfikir bahwa benda itu sangat berharga sampai-sampai suaminya masih menyimpan nya.
" Apa kau tak ingin menceritakan tentang kotak itu padaku? " ucapnya kemudian yang memang dari kemarin ingin mengetahui siapa wanita yang ada di dalam foto itu.
Mimik Regan pun tampak berubah setelah mendengar ucapan Bintang.Tatapanya menjadi tak fokus namun ia berusaha untuk tetap tenang dan biasa saja.
" Tidak ada yang perlu di ceritakan,itu hanya kotak biasa, " ucapnya.
Bintang pun tak mau menyerah, ia tetap berusaha ingin mencari tau siapa wanita yang ada di dalam foto itu.
" Tapi aku ingin kau menceritakan isi kotak itu padaku, " ucapnya lirih.
Deg...
Jantung Regan pun seakan berhenti mendengar ucapan Bintang.
" A.. apa kau sudah melihat isinya? " tanya nya terbata.
Bintang pun mengangguk, " ma'af, aku sudah lancang membukanya, " ucapnya kemudian.
Regan yang dari awal ingin menyembunyikan kisah masa lalunya dari Bintang seperti nya kini ia harus menceritakan nya,Regan pun mulai mengambil kotak itu dari tempat sampah dan membawanya duduk di ranjang empuknya.
" Kemarilah, " ucapnya menatap istri cantiknya.
Bintang pun langsung menghampiri suami tampannya dan mulai duduk di sampingnya.
Sementara Regan,ia kini menatap hangat wanita yang ia cintai itu.
" Apa yang ingin kau tau tentang kotak ini? " ucapnya kemudian.
Bintang merasa ragu untuk menanyakan nya, namun keinginan tahunya mendorongnya untuk tetap bertanya.
" Foto itu, siapa wanita yang ada di dalam foto itu? " ucapnya dengan lirih.
Regan pun kini mengusap pelan wajah cantik istrinya itu.
" Jika aku mengatakannya apa kau akan baik-baik saja? "
Bintang pun diam,ada rasa takut di dalam hatinya,rasa takut jika hatinya tidak akan baik-baik saja setelah mendengar penjelasan Regan.
" Sayang? " panggil Regan karena Bintang terus diam.
" Hmm.. iya, aku akan baik-baik saja,siapa wanita itu? " ucapnya dengan senyuman yang sedikit di paksakan.
" Dia wanita yang lebih dulu aku cintai sebelum dirimu. "
Jeduuuuuar....petirpun pun seakan menghantam dan meremukkan hati Bintang.Entah kenapa rasanya begitu sakit mendengarnya,kini dada Bintang pun serasa sangat sesak.
" Itu hanya masa lalunya, tapi kenapa rasanya tetap sakit saat mendengarnya? " gumam Bintang dalam hati.
Bintang pun kini hanya bisa diam menatap suaminya.
" Sayang, kau baik-baik saja? " tanya Regan khawatir pengakuannya menyakiti hati istrinya.
" Hah! Tentu saja aku baik-baik saja, aku tidak papa, " ucapnya tersenyum masam.
Bintangpun berusaha menutupi perasaannya yang saat ini tidak karuan,perasaan takut jika suaminya itu masih menyimpan rasa pada mantan kekasih nya pun mulai menghantui fikiran nya,ia pun kini mulai menatap suaminya lekat-lekat mencari kebenaran.
" Apa kau masih mencintai nya? " tanyanya curiga karena Regan masih menyimpan kenangan bersama kekasih lamanya itu.
Regan pun tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu.Ia bisa melihat dengan jelas kekhawatirannya saat ini.
" Tentu saja tidak, aku sekarang hanya mencintaimu, " jawabnya sambil mengacak-acak rambut bintang.
" Benarkah? tapi kenapa kau masih menyimpan barang kenanganmu? " tanyanya penuh selidik.
" Aku lupa membuangnya. "
" Lupa? " tannya nya tak percaya.
" Iya, memangnya seorang presdir tidak boleh lupa? "
Bintang pun menaikan sebelah sudutnya mendengar ucapan suaminya itu.
" Tunggu dulu, cincin itu! kau belum menceritakan nya? " Bintang pun menunjuk dua cincin berwarna putih yang bertabur swarovski dan bertahtakan berlian itu.
" Itu hanya cincin biasa! tidak ada yang perlu di ceritakan. " Entah kenapa Regan tak mengatakan yang sejujurnya, mungkin ia memang tidak ingin membahas lagi masa lalunya yang menyakitkan itu.
Sementara Bintang yang mendengar ucapan Regan mengerutkan dahinya, mana mungkin dia bisa percaya begitu saja.
" Cincin itu tampak spesial, bahkan kau menyimpannya, mana mungkin hanya cincin biasa! " ucapnya menyelidik.
" Itu hanya cincin biasa, tidak ada yang spesial dari cincin itu,kau boleh membuangnya. "
" Hah!di buang? " Bintang pun terkejut dengan ucapan suaminya.Bagaimana bisa suaminya menyuruh membuang cicin yang tampak mahal itu.
" Sayang kan kalau di buang,mending dijual nanti uangnya bisa buat beli kuota internet, " ucapnya pelan tapi masih bisa di dengar Regan.Regan pun tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.
" Ya kau boleh menjualnya,kau bisa membeli kuota dan tokonya sekaligus! " ucapnya sambil mengacak-acak rambut Bintang. Regan pun kini mulai beranjak dari ranjangnya dan mulai berjalan ke luar.
" Benarkah yang dia katakan? " Bintang pun kini mulai berlari mengikuti Regan yang sudah lebih dulu keluar itu.
" Kau belum bilang ini cincin apa?ini cincin tunangan kan? " tanyanya lagi yang membuat Regan seketika menghentikan langkahnya.
" Apa dulu hubungan kalian sudah sejauh itu? " Bintang pun semakin penasaran,perasaan takut jika suaminya itu masih menyimpan rasa pada mantan kekasihnya itu pun kembali menghantuinya.
" Ku rasa kita tidak perlu membahasnya! " Regan pun berlalu begitu saja membuat Bintang menjadi naik darah.
" Tidak perlu di bahas! Bagaimana jika kau yang berada di posisi ku, apa kau akan diam saja jika istri mu masih menyimpan barang kenangan bersama mantan kekasihnya ? Bagaimana jika istri mu ternyata masih menyukai mantan kekasihnya,apa kau juga akan diam! " suara Bintang yang seketika menghentikan langkah kaki Regan.
Reganpun kini berbalik menatap wajah wanita yang selalu memabukkan nya itu,ia pun kini mulai mengambil tangan Bintang dan menggenggamnya erat.
" Aku mengerti perasaan mu,tapi percayalah sayang,aku hanya mencintai mu , " ucapnya.
" Kau mungkin sudah ribuan kali mengatakan bahwa kau mencintai ku dan hanya aku yang kau cintai,aku percaya hal itu,tapi mengetahui kau masih menyimpan fotomu bersama kekasih mu,tetap saja itu membuat ku khawatir, khawatir jika suamiku ternyata belum bisa melupakan wanita masa lalunya,khawatir jika suatu saat dia datang dan kau akan kembali padanya,apa salah jika sekarang aku memiliki banyak kekhawatiran? " ucapnya lagi yang membuat Regan kini langsung memeluk tubuhnya.Regan merasa bersalah karena sudah mengabaikan istrinya,ia pun kini mengusap lembut belakang kepala Bintang.
" Ma'af aku salah telah mengabaikanmu,aku tidak bermaksud membuat mu seperti ini, aku hanya tidak ingin membahas masa lalu yang sudah ku kubur dalam-dalam, tolong hilangkan semua kekhawatiran mu itu,saat ini aku hanya mencintai mu,tidak ada yang lain di hatiku selain dirimu,percayalah aku tidak akan meninggalkan mu, " ucap Regan yang kini menatap dalam-dalam mata indah istrinya itu.
" Kau yakin? bagaimana jika suatu saat mantan kekasih mu itu datang kemari dan menginginkan mu kembali? "
" Itu tidak akan pernah terjadi, jika memang itu terjadi aku akan tetap memilih bersamamu, " Regan pun mulai meyakinkan Bintang.
" Lalu kenapa kau masih menyimpan foto itu jika kau memang sudah tidak mencintai nya? " Bintang pun masih tetap curiga.
Regan pun kini mengambil nafas dalam-dalam,ia harus berbicara sangat hati-hati agar istrinya itu tidak marah.
" Itu foto terakhir ku berasamanya,karena aku dulu sangat mencintai nya dan tidak bisa begitu saja melupakannya jadi aku menyimpan foto itu sebagai kenangan, " tuturnya pelan.
" Tuh kan ! " Bintang pun merasa kesal mendengar pengakuan dari suaminya,membuat Regan kini berada di posisi serba salah,bagaimana tidak? tidak di jawab marah,di jawab juga marah,membuatnya kini semakin dilema.
" Itu dulu sayang, sekarang hanya kau yang aku cinta! " Regan pun mulai merayu namun Bintang memilih mengabaikan nya dan memberikan cincin yang dari tadi ia bawa.
" Lalu cincin ini? " meminta penjelasan soal cincin yang bertabur swarovski itu.
" Ini...ini cincin yang aku siapkan tiga tahun lalu untuk bertunangan dengan nya, " jawabnya yang membuat Bintang seketika membulatkan matanya sempurna.
" Tuh kan tadi bohong! kenapa tadi bilang itu cuma cincin biasa! " Bintang pun memukul pelan dada bidang suaminya itu.
" Iya, iya ma'af, " Regan pun mengatakannya dengan penuh penyesalan.Sementara Bintang kini malah menatap suaminya itu dengan tatapan mengintimidasi.
" Lalu? " ucapnya mengerutkan dahinya.
" Lalu apa? " tanya Regan tak mengerti.
" Lalu kenapa kalian tidak jadi menikah? "
Regan pun membuang nafasnya kasar karena Bintang terus membrodirnya dengan beribu pertanyaan.
" Sayang kenapa kita harus terus membahasnya, sudahlah itu masa laluku yang tidak penting, kita makan saja ya perutku sudah lapar, " ucapnya yang kini mencoba mengalihkan pembicaraan.
Namun Bintang yang mendengar penuturan suaminya itu semakin menatap suaminya tajam, " oh, jadi kau ingin aku mendengarnya dari orang lain? " ucapnya kemudian yang membuat Regan kini kembali membuang nafasnya kasar karena usahanya ternyata sia-sia.
" Baiklah, aku akan menceritakan nya, dia meninggal satu hari sebelum hari pertunangan kita, jadi karena itulah kita tidak jadi menikah, " jelasnya yang membuat Bintang begitu terkejut.
" Benarkah dia meninggal? " tanya nya tak percaya.
Regan pun mengangguk membuat Bintang kini merasa senang karena ketakutannya jika suatu saat wanita itu datang kembali tidak akan pernah terjadi, namun di sisi lain ia juga merasa menjadi wanita paling jahat karena tersenyum senang mendengar kisah tragis suaminya itu.
Bintang pun kini menatap suaminya lamat-lamat.
" Ma'af kan aku sayang, " ucapnya kemudian.
" Tidak papa, aku sudah melupakannya jadi itu tidak akan membuatku sedih. "
" Bukan itu? " ucapan Bintang yang membuat Regan mengerutkan dahinya.
" Lalu? " tanya Regan tak mengerti.
" Ma'af karena aku senang mendegar mantan kekasih mu meninggal, " ucapnya tersenyum garing di depan Regan.
" Wah,ternyata nona Regan jahat sekali ya? " Regan pun mencubit hidung mungil Bintang.
" Biarin,paling tidak itu membuatku tenang karena dia tidak akan pernah kembali untuk mengmbil mu dariku! " Bintang pun memalingkan wajahnya.
Regan yang melihat tingkah istrinya itupun tersenyum, ia pun menarik dagu bintang untuk menghadapnya, kini tatapan mereka pun saling beradu, tatapan penuh cinta dari kedua mata yang kini saling pandang.
" Tidak akan pernah ada yang mampu membuat ku meninggalkan mu, " ucapnya yang kini mulai mencium bibir mungil Bintang dengan lembutnya,mereka pun kini mulai bertukar silva dan bertaut lidah membuat tubuh mereka kini seakan teraliri aliran listrik.
Regan yang kini menyudahi aksinya membuat Bintang mengerutkan dahinya.
" Kenapa? " tanyanya.
" Kau sudah membuat ku terlambat datang ke kantor , " ujar Regan.
Bintang pun tersenyum garing, " tenang lah tidak ada yang berani memarahimu bukan? " ucapnya kemudian.
Regan pun tersenyum mendengar penuturan istrinya itu, ia pun kini kembali mencium bibir manis istrinya, ciumannya kali ini semakin memanas namun ia tak bisa meminta lebih karena sedang ada bulan yang datang menghalang,jika saja tidak ada mungkin Regan sudah membawa istrinya itu kembali ke kamar.Jeck,kau memang benar-benar harus puasa sekarang,hheee...
Mereka yang kini sudah menyudahi aktivitas bertukar silva itu pun mulai berjalan ke meja makan,kini saatnya Bintang menyiapkan sarapan untuk suaminya itu, mereka pun kini mulai sarapan berdua setelah selesai Regan pun kini beranjak dari kursinya untuk bersiap ke kantor.
" Aku berangkat ya, kau baik-baik di rumah, " ucapnya sambil mencium kening Bintang.
" Iya, hati-hati di jalan, jaga matamu jangan nakal di luar sana! " pesan Bintang yang membuat Regan terkekeh.
" Cuma mata kan yang enggak boleh nakal? " ucapnya yang membuat Bintang sontak memelototinya.
" Awas ya macam-macam! " ucap Bintang mengancam.
" Tenanglah, aku akan menjaga semua untuk mu, " ucapnya yang kini mulai berjalan ke arah mobilnya.
" Sayang? " panggil Bintang lagi yang membuat Regan menghentikan langkah nya.
" Ada apa? kau sudah merindukan ku ya? baru juga lima langkah aku tinggal, " ucapnya percaya diri.
" Ish! kau percaya diri sekali, aku hanya mau bertanya apa jeck akan baik-baik saja? " ucapnya yang memang dari tadi memperhatikan benda yang tampak menonjol dan mengeras di balik celana suaminya,siapa lagi kalau bukan jeck yang dari tadi meronta-ronta akibat aktivitas panas yang mereka lakukan tadi.
" Wah mata nona Regan nakal ya? " goda Regan yang membuat wajah Bintang kini mulai memerah.
" Aku hanya tidak mau nanti jeck mengamuk dengan orang lain di luar sana! " ucapnya yang membuat Regan tertawa lepas melihat kekhawatiran istrinya itu.
" Tenanglah aku bisa mengatasinya sendiri, kau jangan berfikir yang macam-macam, " ucapnya yang kini mulai memasuki mobilnya.
Bintang pun tersenyum dan kini melambaikan tangan pada suaminya yang sudah mulai melajukan mobilnya itu, setelah mobil Regan mulai tak tampak lagi kini Bintang pun kembali memasuki rumahnya.
_
_
_
_
Jangan lupa ritualnya ya say ...
jagan sampai emaknya jeck marah lagi ya 😂🤣🤣✌
Like, vote,favorit dan komen kalian selalu ku tunggu...
Terimakasih, happy Reading 😊