
Malam pun berlalu,sinar mentari kini mulai menyapa. Regan yang baru bisa tidur dini hari tadi kini harus sudah terbangun karena perutnya yang merasa mual.Ia pun bergegas beranjak dari ranjangnya dan kini berlari ke kamar mandi,sementara Bintang yang melihat suaminya itupun kini menyusul ke kamar mandi.
" Sayang kau kenapa? " tanya nya saat melihat suaminya itu muntah-muntah.Bintang pun kini memijat pelan tengkuk suaminya.
" Entahlah,perutku tiba-tiba saja mual, " jawab Regan yang kini wajahnya tampak pucat.
Bintang yang mendengar penuturan suaminya itu pun membuang nafasnya kasar.
" Pasti ini karena rujak yang kau makan kemarin,sudah ku bilang jangan makan buah yang asam!kau ini bandel ya di bilangin.Pasti kemarin makannya banyak kan? sekarang lihat penyakit lambung mu kambuh kan? " ucapnya yang mulai emosi.
Sementara Regan kini malah tersenyum melihat istrinya yang tengah mengomel itu,ia pun kini mengecup bibir mungil istrinya yang cerewet itu.
" Sudah marahnya? " ucapnya kini yang membuat Bintang semakin kesal.
" Kau ini menyebalkan sekali!sekarang ayo ke rumah sakit, " ucapnya sambil menarik tangan suaminya itu.
" Kau ini suka sekali marah-marah,aku mungkin hanya masuk angin,lihatlah sekarang aku sudah tidak papa. "
Bintang pun kini menatap suaminya itu dalam-dalam.
" Benar? " tanya nya kini.
" Iya sayaaang, " ucapnya gemas sambil memegang kedua pipi istrinya.
" Ya sudah sini biar aku kasih minyak angin perutmu, " ucap Bintang sambil mengambil minyak kayu putih di laci kamarnya.
" Memangnya perlu? "
"Iya, " jawabnya malas.
Regan pun kini mulai rebahan di ranjangnya,tampak Bintang yang kini mulai mengoleskan minyak pada perut idaman semua wanita itu dengan penuh kasih sayang.Terlihat Bintang memang begitu menyayangi Regan.
" Sayang, " panggil Regan.
" Iya,ada apa? "
" Kau membuat jeck bangun, " ucap Regan yang kini di hadiahi satu pukulan oleh Bintang.
" Dasar mesum! " ucapnya sambil menatap tajam suaminya itu, " sekarang gimana? masih mual? " tannya nya kini.
" Masih sedikit. "
" Ya sudah ayo kebawah aku buatkan teh hangat, " ajak Bintang.
" Sebentar aku belum menyapanya, " ucap Regan seraya mengelus dan mencium perut rata istrinya.
" Pagi sayang,sehat-sehat ya di dalam sana, " ucapnya seakan berbicara pada calon anaknya yang masih ada di dalam perut istrinya itu, Regan pun kini kembali mencium perut rata Bintang.
Sementara Bintang yang melihat tingkah suaminya itupun tersenyum lebar.Ia tampak begitu bahagia melihat kasih sayang dari suaminya itu.Namun saat melihat wajah suaminya yang masih sedikit pucat kekhawatiran itupun kembali.
" Sayang,kau benar tidak papa? " tannya nya kini.
" Iya aku tidak papa. "
" Masih mual? " tanya Bintang kini.
" Masih sedikit, nanti setelah minum teh hangat juga sembuh. "
" Ya sudah aku buatkan teh dulu,kau istirahat saja disini."
" Biar neni saja yang buat, kau tidak boleh capek-capek. "
" Kalau hanya buat teh aku gak bakalan capek. " Bintang pun kuni mulai beranjak keluar.
" Dasar keras kepala**! " gerutu Regan yang kini mulai berjalan mengejar istrinya.
Sesampainya di dapur Regan pun kini duduk di meja makan melihat istrinya yang tengah membuatkannya teh itu.Terlihat mama Nita dan juga Neni sedang ada di sana tengah sibuk memasak.
" Nen, " panggil Regan pada Neni.
" Iya tuan. "
" Ganti pakian mu! aku tidak suka melihatnya!"
" Hah? " Neni pun merasa bingung dengan ucapan tuannya itu, " ma'af tuan, kenapa dengan pakaian saya? " tannya nya kini.
" Aku tidak suka melihat mu memakai pakaian totol-totol seperti itu! "
" Ini namanya polkadot tuan, " ucap Neni lirih.
" Terserah namanya apa yang jelas aku tidak suka kau memakai itu, cepat ganti pakaian mu! " perintah Regan lagi yang membuat Neni kini bertanya-tanya.
" Kenapa tuan Regan jadi rewel gini? sejak kapan dia peduli dengan apa yang aku kenakan? " pikirnya saat ini.
Neni pun diam dan tanpa sadar dia terus meperhatikan tuannya membuat Regan kini mengerutkan keningnya.
" Nen! " panggil Regan kesal karena Neni tak kunjung pergi.
" I.. iya, baik tuan. " Neni pun kini bergegas pergi menuju kamarnya.
Sementara mama Nita dan juga Bintang yang melihat sikap Regan pun merasa aneh.
" Kau ini kenapa sih Rey?pakian Neni sopan juga bersih kenapa kau menyuruhnya ganti? " tanya mama Nita.
" Regan kan sudah bilang ma, Regan tidak suka melihat pakaiannya yang totol-totol itu! "
" Kau ini aneh Rey. " Mama Nita pun kembali fokus memasak.
Sementara Bintang yang telah selesai membuat teh pun kini membawanya ke hadapan suaminya.
" Ini minumlah," ucapnya sambil menaruh secangkir teh hangat ke meja suaminya.
Regan pun kini langsung meminum teh buatan istrinya itu.
" Kenapa rasanya aneh gini? " ucap Regan setelah meminum teh buatan istrinya itu.
" Aku menambahkan obat masuk angin kedalam teh mu.Cepat habiskan, " titah Bintang.
" Kenapa dengan suamimu sayang, kenapa harus kau kasih obat masuk angin segala? " tanya mama Nita yang kini sedang menyiapkan makanan di atas meja.
" Katanya tadi masuk angin ma. "
" Masuk angin? " Mama Nita pun terkekeh, " pasti semalam gak pakai baju kan ? " godanya pada Regan.
" Apaan sih ma. " Regan pun merasa kesal dengan godaan mamanya itu,tampak Regan yang kini menutup hidungnya sendiri setelah mencium aroma makanan yang sudah tersaji di hadapannya itu.
" Masakan mama kenapa baunya enggak enak gini sih?perut Regan mual nyium nya! " Regan pun kini beranjak dari kursi dan berjalan ke arah kamarnya.
Mama Nita yang mendengar ocehan putranya itupun mengernyitkan dahinya.
" Sayang emangnya bau masakan mama enggak enak gimana sih? " tannya nya pada Bintang.
" Baunya enak kok ma, sedap gini. Mungkin hidung mas Regan saja yang sensitif. Bintang susul suami Bintang dulu ya ma. " Bintang pun kini menyusul Regan ke kamar mandi.
" Tuh anak kenapa sih aneh gitu! " gerutunya pelan.
Bintang yang kini sudah berada di kamarnya pun menyusul Regan yang kini sedang berada di kamar mandi.
" Sayang, kau baik-baik saja? " tanya nya dari balik pintu.
" Iya aku baik-baik saja, " jawab Regan seraya mencuci mulutnya.
" Ya sudah aku kebawah mau bantu mama. "
Bintang pun kini berjalan keluar.Sementara Regan yang ada di dalam kamar mandi kini tampak memandangi wajahnya sendiri di dalam cermin.
" Sebenarnya kenapa dengan ku? kenapa perutku terus mual gini?apa penyakit ku memang kambuh lagi? " gumamnya dalam hati.
Di sisi lain Bintang yang kini sudah berada di lantai bawah pun menghampiri mama Nita yang kini berada di dapur.
" Bintang bantu ya ma, " ucapnya saat melihat ibu mertuanya itu tengah membawa masakan yang sudah siap ke meja makan.
" Tidak usah sayang, kau duduk manis saja. Ini juga sudah mau selesai kok.Oh ya gimana suamimu? masih mual ? " tanya mama Nita kini.
" Tadi Bintang tanya sih katanya sudah baik-baik saja.Tapi Bintang khawatir deh ma, takut dia mual gitu karena penyakit lambungnya kambuh. "
" Ya sudah nanti kau ajak saja dia kedokter. "
" Diannya enggak mau ma, Bintang udah ajak tadi. "
Mama Nita pun kini membuang nafasnya kasar.
" Anak itu memang tidak berubah. Ya sudah mama panggil dokter Rian saja kesini. " Dokter pribadi keluarga Atmaja.
" Tida perlu ma, " sahut Regan yang baru saja datang itu. Tampak Regan yang kini sudah rapi dengan balutan jas berwarna hitam.
" Kau mau ke kantor? kalau enggak enak badan jangan ke kantor, " ucap Bintang kini.
" Aku tidak papa kok sayang,ada meeting penting pagi ini,aku berangkat ya, " ucap Regan seraya mencium kening Bintang.
" Kau tidak sarapan dulu? " tanya Bintang.
" Aku sarapan di kantor saja, kau jangan lupa minum vitaminnya ya,nanti jam makan siang aku pulang. " Entah kenapa selera makan Regan saat ini hilang.Mungkin karena kondisi perutnya yang masih tidak nyaman.
" Baiklah hati-hati. " Bintang pun kini mencium tangan suaminya itu.
" Iya, kau jangan ke toko dan jangan lakukan apapun yang membuat mu kelelahan."
" Siap bos! " Regan pun tersenyum mendengar jawaban istrinya itu.
" Regan berangkat ya ma, " ucap Regan yang kini berpamitan pada mama Nita,Regan pun mencium tangan wanita yang sudah melahirkannya itu.
" Kau benar sehat kan Rey? " tanya mama Nita kini.
" Iya ma, Regan sehat. Regan berangkat ya. "
" Hmm.. baiklah hati-hati. "
Tampak Regan yang kini mulai bejalan keluar bersama Bintang yang mengantarkannya sampai depan.
" Daddy berangkat ya sayang, ingat jangan rewel di perut mommy, " ucapnya sembari mengelus perut rata Bintang.
Bintang yang mendengar ucapan suaminya itu pun memicingkan matanya.
" Sepertinya yang rewel daddy deh, iya kan sayang, " ucapnya yang seakan birbicara dengan calon anaknya itu.
" Kau ini! " Regan pun mencubit kedua pipi istrinya.
" Ya sudah masuk gih, aku berangkat dulu, " ucapnya kini.
" Tidak, aku akan disini sampai mobil mu tidak tampak. "
" Hmmm.. baiklah. " Regan pun kini mulai memasuki mobilnya.Namun entah kenapa ia kembali keluar lagi dari mobilnya dan kembali menghampiri istrinya.
" Kenapa?ada yang tertinggal? " tanya Bintang yang kini tampak bingung melihat suaminya kembali.
" Iya, " jawab Regan yang kini langsung mencium bibir mungil istrinya itu.Ia pun kini mulai memperdalam ciumannya.
Sementara pak Jang dan Neni yang tak sengaja melihatnya pun kini menutup mata mereka masing-masing.Neni yang awalnya ingin membuang sampah ke depan pun kini berbalik arah kembali ke belakang.
" Emaaaak... pingin punya suami, " teriak Neni yang kini berlari ke belakang itu.
Sementara Regan yang kini mengakhiri aksinya pun tersenyum tipis melihat istrinya yang tampak kesal.
" Dasar tidak tau malu!kenapa harus mencium ku di sini! " ucap Bintang yang kini memukul bahu suaminya itu.
Sementara Regan kini malah terkekeh melihat kekesalan istrinya.
" Aku berangkat ya, nanti siang lagi, " ucapnya yang kini mulai kembali memasuki mobil.
" Jalan pak, " ucapnya yang kini berbicara pada pak Jang.
" Baik tuan. "
Mobil yang Regan tumpangi pun mulai melaju sementara Bintang yang masih berada di sana pun tersenyum tipis mengingat kelakuan suaminya tadi.
" Dasar manusia mesum! " gerutunya pelan yang kini berjalan memasuki rumah.
***
Bintang pun kini menyusul ibu mertua nya yang kini sedang berada di meja makan.
" Papa mana ma? " tannya nya yang tak melihat tuan Williams ada di meja makan.
" Papa masih mandi sayang, kau makan saja dulu nungguin papa nanti lama, " suruh mama Nita.
" Tidak,kita makan sama-sama saja ma. "
" Ya sudah,oh ya sayang apa Regan kemarin salah makan sampai-sampai sekarang dia mual-mual gitu? " tanya mama Nita yang membuat Bintang tampak berfikir.
" Enggak tau sih ma, tapi kemarin dia tuh makan rujak terus pesennya buah yang asem-asem,Bintang sudah ingetin biar enggak makan tapi enggak tau deh ma dia makan atau tidak,soalnya Bintang nunggu di dalam mobil,dia makan bareng David sama Maura, " tutur Bintang.
" Jadi suamimu kemarin makan rujak? "
" Iya ma. "
Mama Nita pun kini tampak tersenyum.
Sementara Regan yang kini sudah berada di kantor pun tampak tengah berjalan mondar mandir di ruangannya.Entah kenapa ia tampak begitu gelisah.
" Ma'af tuan, semua sudah berkumpul di ruang meeting, " ucap David yang kini berada di hadapannya.
" Hmmm..ya." Regan pun kini berjalan keluar di ikuti David di belakangnya.
Tampak Regan yang kini mulai memimpin jalannya meeting,setelah satu jam berlalu kini meeting itupun selesai.