
Tak terasa dua hari sudah Regan menginap di rumah mertuanya.Dua hari yang begitu menyiksanya. Bagaimana tidak? selama dua hari ini dia harus memakan makanan yang tidak ia sukai dan selama dua hari itu juga sebelum tidur ia harus meminum jamu, jamu racikan mertuanya yang selalu membuatnya ingin muntah setelah meminumnya.Walaupun jamu itu bisa membuanya kuat naik tiga kali semalam ya tetap saja rasanya tidak ingin lagi meminumnya.
Akhirnya hari ini Regan bisa bernafas lega,karena hari ini dia dan juga istrinya berencana untuk pulang ke kota itu tandanya penderitaannya berakhir sudah.Tidak ada lagi makan kecambah atupun minum jamu.
" Ma, Bintang sama mas Regan pulang ya, mama jaga diri baik-baik, " pamit Bintang seraya memeluk ibu tercintanya itu.
" Iya sayang, kalian hati-hati, " jawab Bu Dewi yang kini berganti memeluk menantu tampannya.
Kini Bintang dan Regan pun mulai memasuki mobil yang di kemudikan pak Jang,setelah mobil melaju Bintang pun kini melambaikan tangan pada bu Dewi yang masih setia melihat kepulangannya.Mobilnya yang sudah melaju jauh membuatnya tak dapat lagi melihat wajah ibunya, membuat raut wajahnya kini terlihat sedih.Kesedihan itu selalu datang ketika ia harus meninggalkan ibunya sendiri.Kini Bintang pun duduk temenung dengan tatapannya yang kosong.
Regan yang melihatnya pun mengerti jika istrinya itu pasti bersedih karena memikirkan ibunya.Kini Regan pun merangkul bahu Bintang dan mulai menaruh tubuh kecil istrinya itu pada dekapannya.
" Jangan bersedih, jika kau masih mau bersama mama kita bisa kembali dan menginap lagi di rumah mama, " ujar Regan sambil mengusap lembut kepala istrinya.
Bintang kini menggelengkan kepalanya. Dia tidak mungkin menginap lagi karena sudah banyak pekerjaan yang menunggunya di toko begitu pula dengan suaminya yang pastinya sudah banyak pekerjaan yang menunggu nya di kantor.
" Tidak, aku akan baik-baik saja nanti, " tuturnya kini.
Regan pun kini tersenyum melihat wajah lesu istrinya itu.
" Tenanglah, aku akan membuat mama mau tinggal bersama kita, " ucap Regan yang membuat Bintang kini seketika menatap wajah suaminya itu.
" Apa rencana mu? " tanya Bintang kini.
" Rahasia,kau tidak perlu tau. "
" Kok gitu! kau tidak berencana menggusur rumah mama kan? " Bintang pun mulai curiga karena suaminya yang kaya raya dan berkuasa itu bisa melakukan apa saja yang ia inginkan.
Regan pun kini terkekeh mendengar ucapan istrinya itu.
" Tentu saja tidak, kau berfikir terlalu jauh, " ucapnya sambil mengacak-acak rambut istrinya.
" Lalu apa rencana mu? " tanya
Bintang yang semakin penasaran.
" Membuat mu hamil, kau harus hamil dan secepatnya melahirkan Regan junior maka dengan itu mudah untuk membawa mama tinggal bersama kita. Kau tau kan jika seorang nenek itu akan mudah menurut jika sudah menyangkut cucu. "
" Iya kau benar, tapi rencanamu itu terlalu sulit,aku sampai sekarang tidak juga hamil jadi buat rencana lain saja. "
" Tidak perlu membuat rencana lain,kita hanya perlu kerja lebih keras lagi,kalau bisa sampai pagi, " ucap Regan dengan senyuman liciknya.
Bintang pun kini mencubit pinggang suami mesumnya itu.
" Dasar si otak mesum, kau mau buat tulang-tulang ku remuk! " ucapnya dengan kesal.
" Gak bakal remuk kok, beneran? nanti malem kita coba ya, " godanya barang kali istrinya akan mengiyakan.
" Kau ini apaan sih yaaaank! malu tuh di dengerin pak Jang! " Wajah Bintang pun kini memerah karena pak Jang dari tadi cengar-cengir mendengar ucapan suami mesumnya itu.
" Tenanglah sayang,pak Jang tidak mendengar kok. Iya kan Pak Jang? " ucap Regan yang kini bertanya pada pak Jang.
" Iya Tuan, " jawab pak Jang yang menahan tawanya.Mana mungkin pak Jang berani bilang sejujurnya.
Regan pun kini kembali menggoda istrinya.
" Tuh kan pak Jang enggak denger.Jadi gimana? " ucapnya kini.
" Apanya yang gimana! " gerutu Bintang kesal.Ia fikir sumainya tadi benar-benar serius ternyata ada niat terselubung di balik semua ucapnya tadi.Kini Bintang pun mendengus kesal ia malas menanggapi ucapan sumainya yang non faedah itu.
Sementara Regan kini tersenyum senang melihat wajah kesal istrinya,ia pun kini menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
" Tenanglah aku akan memikirkan cara agar mama mau tinggal bersama kita.Jangan cemberut gitu dong! " ucapnya mulai merayu.
Sementara Bintang tak bergeming, ia tetap kesal dan semakin memanyukan bibirnya kesal.
Sedangkan Regan yang melihat sikap istrinya itu tersenyum tipis,ia yang merasa gemas pun langsung mencium bibir mungil istrinya yang terus manyun itu, hingga membuat si empunya kini berdecak kesal.
" Kau ini apaan sih yaaaank! " ucapnya sambil memelotiti suami tampannya itu.
" Kok apaan sih! dari tadi manyun-manyun bukannya minta cium? " goda Regan.
" Siapa yang minta cium! " Bintang pun memukul bahu suaminya itu.Ia tak habis fikir bagimana bisa sumainya itu menciumnya di saat ada pak Jang di sana.
" Owh, jadi enggak minta cium? aku fikir tadi minta cium, " Regan pun berucap tanpa dosa membuat Bintang semakin kesal saja,kini Bintang pun memilih memalingkan wajahnya.
" Sudah jangan marah lagi atau mau aku cium lagi? " ucapnya tak suka Bintang mengacuhkannya.Bintang pun kini langsung menatapnya walau dengan muka masamnya.
" Dasar nyebelin! " gerutu Bintang kesal.
Regan pun kembali tersenyum senang melihat kekesalan istrinya itu,ia pun kini kembali merangkul tubuh istrinya yang tadi sempat menjauh dari sisinya.
Sedangkan Pak Jang yang dari tadi melihat kelakuan Tuan nya hanya geleng-geleng kepala.
Setelah beberapa jam mobil yang di tumpangi Regan kini berhenti tepat di depan rumah megahnya.Bintang pun kini turun namun tidak di ikuti Regan karena dia harus langsung ke kantor karena ada meeting penting.
Sesampainya di kantor Regan pun langsung menuju ruang meeting dan setelah satu jam berlangsung akhirnya meeting pun kini selesai,Regan pun kini berjalan menuju ruangan nya.Saat membuka pintu Regan pun kini mengerutkan dahinya mendapati seorang wanita yang terduduk di kursi roda,wanita yang tak asing lagi baginya siapa lagi kalau bukan Tania.Wajah Regan pun kini tampak tak suka.Siapa yang sudah berani memasukan orang ke dalam ruangannya tanpa seizinnya?pikirnya saat ini.
Maura yang baru saja kembali dari ruang meeting pun mengernyitkan dahinya melihat tuanya yang masih berdiri di ambang pintu.
" Ma'af Tuan,kenapa tuan berdiri di sini? " tanya nya kini.
" Apa kau yang mengizinkan wanita itu masuk kedalam ruanganku? " tanya Regan dengan nada kesalnya.
" Wanita?wanita siapa?Saya kan tadi ikut meeting Tuan, " ucap Maura sambil celingukan ingin melihat sosok wanita yang di maksud Regan.
" Ya sudah kembalilah kerja! " Regan pun kini mulai memasuki ruangannya, sementara Maura kini berdecak kesal karena tak dapat melihat sosok wanita yang berada di dalam ruangan tuannya itu.
Regan yang kini sudah berada di ruangannya pun mulai menghampiri Tania yang tengah sibuk memperhatikan ruangannya.
" Regan.Aku senang bisa melihatmu," ucap Tania dengan senyuman tipis di bibirnya, " selama dua hari ini kondisi ku terus membaik. Ya walaupun dokter belum mengizinkan ku pulang tapi dokter mengizinkan ku untuk keluar rumah sakit tapi dengan syarat aku harus kembali lagi kerumah sakit untuk menjalani perawatan.Aku kesini karena ingin makan siang bersamamu. Kau mau kan menemaniku makan siang? " tanya Tania kini.
" Ma'af Tania,siang ini aku ada janji dengan client ku, ma'af aku tidak bisa menemani mu. " Regan pun terpaksa berbohong karena ia tak mungkin menerima ajakan Tania.
" Apa kau tega Rey aku kembali dengan kecewa?kau tau kan kondisi ku seperti ini, tidak mudah untuk ku bisa sampai di tempat mu sekarang ini! " Tania pun mulai memelas membuat Regan kini menjadi tak enak hati.
" Baiklah aku akan menemani mu makan tapi aku hubungi client ku dulu, " ucap Regan kini.
" Terimakasih Rey. " Tania pun kini tersenyum lebar.
Sementara Regan kini mulai menghubungi seseorang yang katanya client nya tadi,ia pun kini berjalan sedikit menjauh dari Tania agar Tania tidak mendengar percakapannya.
" Halo sayang, kau sedang apa? " sapa Regan yang kini sudah terhubung dengan seseorang yang katanya client nya tadi.
" Aku sedang ada di toko, ada apa? " jawab seseorang dari seberang sana.
" Kita makan di luar yuk, nanti aku jemput, " ucap Regan lagi.
" Ma'af ya sayang, kelihatannya aku enggak bisa soalnya pengunjung toko lagi banyak, pegawai ku lagi sibuk menyelesaikan pesanan jadi terpaksa aku harus melayani semua pengunjung toko,enggak papa kan makan siang sendiri? eh sama David deh, suruh dia menemani mu makan, " tutur yang ada di seberang sana.
" Hemmm... baiklah,sepertinya besok aku harus menambah jumlah karyawan mu. "
" Iya terserah,sudah ya aku tutup telfonnya,makan yang banyak ya sayang..dada... emmuachh..muach..muach. " suara tut.. tut.. tut.. pun kini terdengar di telinga Regan tanda bahwa seseorang yang dia bilang client nya itu sudah memutuskan panggilannya. Kini Regan pun menatap wajah cantik clientnya yang terpampang di ponselnya.
" Dasar rubah kecil, sengaja pakai cium-cium biar enggak aku marahi! " Regan pun tersenyum tipis dan kini mulai memastikan ponselnya kedalam kantong celananya.Kini Regan pun kembali menghampiri Tania.
" Kau kenapa senyum-senyum Rey? " tannya Tania yang mendapati Regan masih senyum-senyum.
" Hah! tidak papa, ayo mau makan siang di mana? " tanya Regan yang kini mulai mendorong kursi roda Tania.Tania pun kini tampak senang ternyata Regan benar-benar mau menerima ajakannya.
" Di restaurant favorit kita dulu,kita makan disana ya, " jawabnya yang kini membuat Regan menghentikan langkahnya.Mungkinkah Tania sengaja ingin membuatnya mengingat masa lalu mereka kembali ? Regan pun kini menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya.
" Rey kenapa berhenti? " tanya tania kini karena Regan tak kunjung berjalan.
" I.. iya ma'af. " Regan pun kini kembali mendorong kursi roda Tania.Senyuman licik pun terlihat mengembang di pipinya.
" Kau mau kan? " tanya Tania kini.
" Iya aku mau. "
Tania pun kini kembali tersenyum senang, niatnya untuk kembali mengambil cinta Regan sepertinya tidak sulit.
Regan yang kini sudah berada di luar pun mulai menatap Maura yang ada di mejanya.
" Maura kau belum istirahat makan siang kan? " tannya nya kini.
" Belum tuan, " jawab Maura sambil memperhatikan wanita yang ada di kursi roda.
" Ya sudah ayo ikut makan siang bersama ku, ajak sekalian David ya, " suruh Regan yang membuat Maura dan Tania kini saling melongo.
" Tuan Regan beneran? " tanya Maura yang memastikan terlebih dulu.Bisa jadi tuannya ini hanya ingin mengeprank nya kan?
" Apa aku terlihat sedang bercanda? " tanya Regan kini yang membuat Maura tersenyum garing.
" Ti.. tidak Tuan, saya panggil tuan David dulu ya tuan, " pamit Maura.
" Ya cepatlah.Aku tunggu disini. "
Sedangkan Tania kini ia merasa kesal kenapa Regan harus mengajak orang lain, padahal ia hanya ingin makan berdua bersama Regan.
Tak berapa lama kini Maura dan David pun datang dan kini menghampirinya.
" Dav, tolong dorong kursi roda Tania ya, " ucap Regan yang kini berjalan terlebih dulu.
Tania pun kini bertambah kesal.
" Regan ini apa-apaan sih!kenapa malah David coba yang di suruh dorong! "gerutunya pelan.
" Ma'af Nona. " David pun kini mulai mendorong kursi roda Tania, namun Maura yang melihatnya merasa tidak rela jika laki-laki idamannya berdekatan dengan wanita lain.
" Biar saya saja yang dorong tuan, " Maura pun kini menyenggol tubuh David hingga David terpental.
" Ini wanita kenapa tenaganya kuat banget!eh!terus tadi yang kenyal-kenyal empuk nyenggol dada aku apa? " gumam David dalam hati.
Sementara Tania kini terlihat begitu kesal, kenapa malah jadi gini? pikirnya saat ini.
Mereka yang kini sudah sampai tempat parkiran pun mulai memasuki mobil, David pun kini berusaha mengangkat tubuh Tania tetapi Maura yang melihatnya merasa tidak suka.
" Biar saya saja yang membantunya Tuan, " Maura pun kini kembali menyenggol David hingga David kini merasakan lagi benda kenyal empuk menyentuh tubuhnya.
Setelah Maura selesai membantu Tania duduk di bangku belakang, ia pun kini menyusul David di bangku depan.
Mobil pun kini mulai siap melaju, namun suara Regan yang tengah duduk di bangku belakang bersama Tania menghentikan David untuk menginjak gasnya.
" Biar aku saja yang menyetir Dav! " ucap Regan yang kini mulai keluar dari mobil.
" Ma'af Tuan biar saya saja yang membawa mobilnya, " ucap David yang kini merasa tidak enak hati.
" Sudah kau duduk saja di bangku belakang, aku sedang ingin menyetir hari ini! " jawab Regan yang kini mulai duduk di bangku kemudi. Regan sengaja bertukar tempat hanya karena ingin menjaga jarak dengan Tania.
Sementara Tania kini tampak begitu kesal. kenapa sepertinya Regan sengaja ingin menjauhinya?
Regan pun kini mulai melajukan mobilnya,sementara Maura yang sebenarnya ingin pindah kebelakang pun ia urungkan karena kini ia bisa menatap wajah tampan tuannya itu dari dekat.Maura yang berada di sisi Regan pun tak henti menatap Regan yang tengah fokus menyetir.
" Ternyata Tuan Regan keren banget kalau di lihat dari deket gini!nona Bintang beruntung banget sih! eh! tapi ngomong-ngomong siapa ya wanita yang ada di belakang ini? " Maura pun kini mulai melirik Tania namun pandangnya beralih pada David yang kini sedang menatap nya tajam, sepertinya David merasa tidak senang dengan cara Maura menatap tuannya Regan Atmaja, mungkinkah kini David sedang cemburu? lalu benda apa yang kenyal-kenyal empuk yang di fikirkan David dari tadi? ah othor jadi kepo!wkwkwk