
Waktu berjalan begitu cepat , kini jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi.
Pagi ini Bintang tak sempat sarapan di rumah karena ia bangun kesiangan.Setelah memasak nasi goreng ia memasukannya dalam kotak bekal karena ia berencana untuk sarapan di kantor. Bintang pun bergegas mandi dan berbenah.
" Tubuhku rasanya sakit semua, "
rengek Bintang sambil berjalan keluar.
Sedangkan di luar sudah ada mobil Rafa terparkir.
" Fa,sejak kapan kau disini? "
tanya Bintang pada Rafa.
" Lima belas menit yang lalu, kau kenapa bi?"
tanya Rafa khawatir melihat raut wajah Bintang sedikit pucat.
" Aku hanya sedikit capek.
kenapa kau tak memanggilku jika dari tadi kau disini? "
tanya Bintang pada Rafa.
" Aku sudah memanggil mu seribu kali tapi tak kau jawab, "ucap Rafa kesal.
" Benarkah? mungkin tadi aku sedang mandi,"
Jawab Bintang terkekeh karena ekspresi Rafa.
" Kau benar-benar sehat kan bi ?"
tanya Rafa masih khawatir dengan keadaan Bintang.
" Aku sehat Fa! apa kau mau mengetes kesehatan ku? "
tanya Bintang dengan senyum menyeringai.
" Tidak.. tidak, sekarang aku percaya kau sehat!"
ucap Rafa bergegas menjahui Bintang karena dia tau maksud dari senyuman Bintang adalah ingin memukulnya.
Bintang pun terkekeh melihat tingkah Rafa.
" Ayo masuk! kau akan telat nanti, "
ucap Rafa ketus karena kesal Dengan sikap Bintang.
" Lain kali kau tak perlu mengantarku! "
ucap Bintang cuek.
" Baiklah...," jawab Rafa malas.
Tak lama pun mereka sampai di kantor Bintang.
" Aku duluan ya Fa,makasih tumpangannya, "
ucap Bintang berlari menuju kantor.
Rafa hanya tersenyum melihat tingkah Bintang.
Sampai kapanpun kau tak kan pernah menganggapku lebih dari sahabat Bi
gumam Rafa tersenyum getir.
Bintang sampai di kantor lebih awal.
" Huuhh...!syukurlah.., "
ucap Bintang sambil mengatur nafas.
" Hai Bi kau sudah datang,
kau ingat kan?
kau hutang cerita padaku! "
ucap Rita bersemangat.
" Hmmm.. iya.. iya.. "
jawab Bintang malas.
" Kau ngapain saja semalam dengan Tuan Regan? "
tanya Rita penasaran.
" Sudahlah Bi, kau jangan hiraukan pertanyaan Rita. Tuan pasti sangat menyusahkan mu semalam, " sahut Livia yang baru datang.
Bintang hanya menjawab dengan anggukan kepala.
" Kalau boleh tau hukuman apa yang di berikan Tuan padamu? "
tanya Livia serius.
" Membersihkan semua toilet di lantai ini, "
jawab Bintang santai.
" Benarkah? Tuan sungguh keterlaluan. ma'af ya bi, kau harus menanggungnya sendiri, "
ucap Livia merasa bersalah.
" Sudahlah, aku tidak papa.
memang si iblis itu sengaja ingin mengerjaiku, " jawab Bintang dengan senyum di bibirnya.
"Siapa iblis? "
tanya Rita bingung.
" Sudahlah ayo kembali ke mejamu, "
ucap Livia menarik tangan Rita untuk menjauh dari Bintang.
Bintang hanya menghela nafas melihat teman-teman nya itu.
Semoga hari ini tak seburuk kemarin.
Gumam Bintang dalam hati.
Bintang pun mulai membuka bekalnya, belum sempat ia menyendok makanannya suara langkah kaki Regan sudah terdengar. Bintang pun beranjak bangun dan berdiri tegap.
" Selamat pagi Tuan, "
ucap Bintang sambil menunduk hormat.
Seperti biasa Regan hanya berlalu tanpa menghiraukan Bintang,tapi kali ini tanpa Bintang ketahui Regan sedikit melirik ke arahnya dengan senyum tipis di bibirnya.entah apa maksud dari senyuman itu, karena Regan tak pernah cerita pada Author 😅.
Berbeda dengan Davit walau dia mempunyai sifat yang hampir sama dengan Regan tapi ia masih bisa menghargai orang lain .
Davit pun membalas dengan anggukan kepala.
Kenapa kau harus datang lebih awal! kau merusak selera makanku!
gerutu Bintang sambil berjalan menuju pantry. Seperti biasa Bintang menyiapkan sarapan untuk Regan.
" Permisi Tuan, boleh saya masuk, "
tanya Bintang di luar pintu.
" Masuklah! "
" Ini sarapan anda Tuan, "
ucap Bintang menaruh makanan tadi di atas meja tamu.
" Ma'af Tuan,apa masih ada yang perlu saya lakukan ? "
tanya Bintang memastikan karena dia ingin segera keluar dari ruangan itu.
" Bawa bekal makanan mu kesini! ".
ucap Regan fokus dengan berkas-berkas di hadapannya.
Bintang hanya diam terpaku, ia tak mengerti maksud Tuanya.
Darimana dia tau kalau aku membawa bekal? bukanya tadi dia sama sekali tak melirik ku?
gumam Bintang dalam hati.
"Sampai kapan kau akan terus berdiri di situ! "
tanya Regan ketus.
" Ma'af Tuan, " Bintang yang sadar pun langsung bergegas keluar untuk mengambil bekal makanannya.
Sekarang kau boleh seenaknya memerintah ku karena kau Bosnya !
gerutu Bintang sambil kembali berjalan masuk ke ruangan Regan.
" Duduklah! "
ucap Regan saat tau Bintang sudah kembali masuk.
Tuhaaan.. apa lagi yang sedang ia rencanakan?
tolong lindungi hambamu ini
gumam Bintang dalam hati karena bingung dengan sikap Regan.
Bintang pun bergegas duduk di sofa.
sedangkan Davit sedari tadi duduk di kursi tepat di hadapan Regan.
" Ambil buku agendamu! "
perintah Regan pada Bintang.
Aish..! kenapa kau menyuruhku duduk jika kau sekarang menyuruhku mengambil buku agenda.
gerutu Bintang karena baru saja ia duduk.
" Baik Tuan, "
ucap Bintang bergegas ke mejanya.
tak lama Bintang pun kembali masuk kedalam ruangan.
" Bacakan semua agendaku hari ini! "
ucap Regan datar.
Bintang pun mulai membuka buku agendanya,
" Hari ini Tuan harus menghadiri jamuan dari Tuan Felix, Presdir dari EE grup pada jam makan siang nanti di restaurant mewah yang baru beliau resmikan, dan nanti pada jam tiga sore Tuan ada meeting di kantor bersama Tuan Endrew perwakilan dari FF grup untuk membahas kerja sama kita untuk proyek yang ada di kota sebelah".
ucap Bintang sejelas mungkin.
Regan hanya diam mendengarkan semua yang di katakan Bintang.
" Segera kau selesaikan berkas-berkas ini! jam makan siang nanti kita hadiri undangan Tuan Felix, "
ucap Regan pada asisten Davit.
" Baik Tuan, "
ucap Davit sambil membereskan semua berkas yang ada di meja kerja Regan.
" Kau boleh kembali ke mejamu! "ucap Regan datar.
Davit pun bergegas keluar ruangan.
" Kau!
kenapa kau masih berdiri! "
tanya Regan dengan tatapan tajam.
" Ma'af Tuan, "
ucap Bintang bergegas duduk.
Jika saja aku duduk mungkin kau sudah menendang bokong berharga ku ini!
gerutu Bintang kesal karena semua yang ia lakukan selalu salah dimata Regan.
Regan pun duduk satu meja bersama Bintang.
" Ini sudah dingin! "
ucap Regan sambil menggeser piring berisi roti bakar ke sisi Bintang.
" Apa Tuan mau saya buatkan yang baru? "
tanya Bintang semanis mungkin walau sebenarnya hatinya sangat kesal.
" Aku sedang ingin makan nasi goreng, "
ucap Regan menyilangkan tanganya ke dada tanpa menatap Bintang.
Bilang saja kalau kau ingin makan bekalku!
kenapa harus bertele-tele?
gerutu Bintang dalam hati yang tau maksud Regan menyuruhnya membawa bekalnya ke ruangan .
" Ini buat anda Tuan, biar roti bakarnya untuk saya, " ucap Bintang pura-pura manis.
" Baiklah kalau kau memaksa, "
ucap Regan datar tanpa ekspresi.
Hei! kapan aku memaksamu!secara tak langsung kau yang meminta bekalku !
gerutu Bintang benar-benar kesal dengan sikap Regan.
Akhirnya mereka sarapan berdua.
Bintang begitu kesal karena harus memakan makanan yang ia tak suka .
Kenapa dia tak bosan makan-makanan seperti ini? dimana enaknya coba?
gerutu Bintang dalam hati sambil memegang garpu dan menusuk-nusuk roti dengan kasar.
Sedangkan Regan sangat menikmati nasi goreng milik Bintang. ini pertama kalinya Regan sarapan nasi karena sebelumnya Regan lebih suka sarapan dengan Roti.
Tanpa Bintang sadari Regan sesekali melirik nya.Regan yang tau tingkah Bintang pun hanya tersenyim tipis, ia tau bahwa Bintang terpaksa memakan roti itu karena dari raut wajahnya terlihat jelas.
Kau sangat menggemaskan jika sedang menyimpan amarahmu.
gumam Regan dalam hati.
Yang jelas sekarang suasana hati Regan sangat bahagia entah karena berhasil mengerjai Bintang atau karena ia bisa sarapan berdua dengan Bintang.