My Big Boss

My Big Boss
Kamar mandi atau kandang ayam



Malam berlalu begitu cepat, kini sinar mentaripun mulai menyapa, Bintang yang terbiasa bangun pagi pun kini mulai beranjak dari tidurnya, ia tersenyum tipis saat melihat Regan yang masih tertidur pulas di atas sofa.


Dengan selang infus yang masih menggelantung dari tangannya ia pun berjalan menghampiri Regan yang masih tertidur.


" Terimakasih atas semua perhatianmu padaku, " ucap Bintang sambil membelai rambut Regan.


Sebelum Regan menyadarinya Bintang pun menyembunyikan tangannya, ia pun kini berjalan keluar untuk mencari udara segar, Bintang pun berjalan menuju taman kecil yang ada di rumah sakit tempatnya di rawat.


Bintang yang sudah berada di taman pun mulai duduk di salah satu bangku taman, ia menikmati pemandangan pagi yang begitu indah,tampak bunga-bunga yang bermekaran di lengkapi kupu-kupu yang berterbangan hilir mudik mencari sari bunga menambah indahnya pagi ini.Sekitar satu jam Bintang menghabiskan waktunya di taman, ia pun kini kembali berjalan menuju ruangannya di rawat. Saat ia mulai keluar dari taman ia melihat seorang wanita yang terjatuh dari kursi rodanya, Bintang pun mempercepat langkahnya untuk menolong wanita itu.


" Mari saya bantu Nona, " ucap Bintang sambil merangkul bahu wanita itu.


" Tidak perlu,tinggalkan saya sendiri, " ucap wanita itu ketus tanpa menoleh ke arah Bintang.


Bintang pun langsung melepas tangannya dari bahu wanita itu.


" Ma'af Nona, " ucap Bintang yang kemudian berlalu pergi, dalam hatinya ia begitu kesal mengingat kata-kata ketus dari wanita itu,namun Bintang tak ambil pusing ia pun kini bergegas kembali ke ruangan sebelum Regan mencarinya.


Sedangkan Di sisi lain,Regan yang sudah bangun mulai panik melihat ranjang Bintang yang kosong. Ia pun beranjak dari sofa dan segera mengecek Bintang di kamar mandi namun tidak ada si apapun disana, Regan pun mulai berjalan keluar dan buuuuuk....! suara tubuh Regan yang bertabrakan dengan tubuh Bintang di depan pintu.


Regan pun menghela nafasnya, ia begitu tenang setelah mendapatkan Bintang baik-baik saja.


" Dari mana! " tanya Regan yang tetap saja kesal karena Bintang pergi tanpa memberitahunya.


" Taman Tuan, " jawab Bintang tersenyum garing sambil mengangkat kedua jarinya, ia tahu jika Regan pasti akan memarahinya.


Regan yang melihat tingkah Bintang pun membuang nafasnya pelan,


" Cepatlah bersihkan tubuhmu, kau bau sekali, " ucapnya yang kembali masuk kedalam ruang rawat Bintang.


" Benarkah? " gumam Bintang pelan sambil mencium aroma tubuhnya sendiri, " tidak terlalu bau.Mandi nanti ajalah kalau nih jarum infus udah di lepas," ucap Bintang yang kini mulai masuk kedalam ruangan di mana ia di rawat.Bintang pun kini kembali duduk di atas ranjangnya.


" Kenapa malah duduk, cepatlah mandi! " ucap Regan yang tak suka melihat Bintang kembali duduk di atas ranjangnya.


" Tuan, bagaimana saya bisa mandi jika jarum ini masih menempel di tangan, " ucap Bintang sambil menunjukkan tangannya yang di infus ke arah Regan.


" Owh, jadi kau butuh bantuan untuk membersihkan tubuhmu? " ucap Regan dengan senyum menyeringai.


" Ti..tidak tuan, " ucap Bintang yang bergegas ke kamar mandi.


" Dasar otak mesum! nih dokter juga kenapa pake pasang infus segala! " gerutu Bintang yang kesal pada infus yang masih melekat pada tangannya.


Regan yang sekarang sedang menunggu di luar mulai sibuk dengan ponselnya.


" Permisi Tuan, " suara David yang mengagetkan Regan hingga ponselnya hampir saja jatuh dari tangannya.


Regan pun menatap Tajam David membuat David menjadi panik.


" Ma'af Tuan tadi saya sudah mengetuk pintu, " ucap David mencoba menjelaskan walau Regan tak memintanya.


Regan hanya diam tak menanggapi ucapan David, ia pun mulai bertanya tentang tugas yang ia berikan kepada David.


" Bagaimana hasilnya? apa kau sudah tau apa penyebabnya ? " ucapnya dengan datar.


" Ma'af Tuan komputer yang menyimpan semua hasil rekaman CCTV sedang di perbaiki mungkin lusa baru bisa di gunakan, " ucap David menjelaskan.


Regan yang mendengar penjelasan David pun mengepalkan tangan menahan amarahnya.


" Baiklah, kau kembali saja ke kantor. Handle semua masalah kantor bersama Kevin, mungkin dalam dua hari ini aku tidak akan pergi ke kantor, " ucapnya datar.


" Baik Tuan, " ucap David yang langsung bergegas pergi.


Bintang yang telah selesai membersihkan tubuhnya pun kembali duduk di ranjangnya sambil memperhatikan Regan yang tengah duduk termenung di kursi.Tak lama dokter bersama seorang perawat pun masuk kedalam ruangan Bintang, karena kondisi Bintang yang membaik perawat itu mulai melepas infus yang melekat di tangan Bintang,dan setelah dokter memastikan bahwa Bintang sudah benar-benar sembuh kini Bintang pun mulai bersiap untuk pulang.


" Tuan, apa Tuan tidak pergi ke kantor? " tanya Bintang yang kini tengah berjalan bersama Regan menuju mobil.


" Tidak, " jawabnya singkat.


" Kenapa? apa itu karena saya?


saya tidak papa pulang sendiri, tuan pergi saja ke kantor, hari ini ada pertemuan penting bukan? "


" Tidak ada yang lebih penting dari pada kau, " ucapnya yang tetap fokus berjalan.


" Yah, walaupun ngucapinnya ketus,tapi itu sudah membuat hatiku senang, " gumam Bintang dalam hati yang terus tersenyum sendiri.


Bintang berjalan tanpa memperhatikan Regan,begitupun dengan Regan yang kini pandangannya tertuju pada sosok wanita yang tidak asing di matanya, wanita yang selalu ada di saat dia mengunjungi makam Tania. Regan pun terus memperhatikan wanita itu, namun ia tak dapat melihat wajahnya dengan jelas, ia pun mulai berjalan mendekati wanita yang duduk di atas kursi roda itu, namun langkahnya terhenti saat mendengar Bintang sedang berbicara dengan seorang laki-laki.


" Kua di sini Fa? " ucap Bintang yang tak sengaja bertemu Rafa.


" Ya, aku berniat untuk menjenguk mu, tapi kau sekarang sudah terlihat sangat sehat, " ucap Rafa sambil mencubit kedua pipi chubby Bintang.


" Ya, tapi sepertinya aku akan kembali dirawat karena cubitanmu ini! " ucap Bintang datar yang membuat Rafa seketika melepas tangannya dari pipi Bintang.


" Aish! kau sangat berlebihan, apa kau hanya sendiri? " tanya Rafa yang memang tak melihat siapapun di dekat Bintang.


" Tidak, dia bersamaku " sahut Regan yang kini berdiri di samping Bintang sambil merangkul bahunya yang membuat Bintang sedikit terkejut.


" Kenapa sekarang pakai rangkuk-rangkul, tadi aja nengok, enggak! " gumam Bintang dalam hati yang heran dengan sikap Regan.


Rafa yang melihat nya pun tersenyum tipis dan menunduk hormat.Namun Regan tetap dengan wajah dinginnya.


" Dari mana kau tahu aku di rawat Fa? " tanya Bintang.


" Kemarin aku tidak sengaja bertemu Livia dan Rita, mereka yang memberitahu ku.Dari semalam bibi terus menghubungi ku, apa kau belum menghubunginya? "


" Belum, aku tidak mau mama khawatir, aku akan menghubunginya nanti,sesampainya di rumah, "


" Ehem.., " suara batuk Regan yang sengaja di buat-buat karena tidak suka Bintang terus mengobrol dengan Rafa.Rafa yang mengerti jika Regan tidak suka dengan kedatangannya pun menyudahi obrolan itu.


" Baiklah, jaga dirimu baik-baik,aku pulang dulu, " ucapnya yang kemudian melangkah pergi.


" Kenapa buru-buru sekali, dia tidak seperti biasanya, " gumam Bintang dalam hati yang merasa jika sikap Rafa sedikit berubah padanya.


" Fa, " panggil Bintang lagi. Rafa yang sudah sedikit jauh pun menoleh ke arah Bintang.


" Hati-hati, " ucap Bintang tersenyum manis sambil melambaikan tangan ke arah Rafa. Rafa pun hanya membalas dengan senyum manisnya dan kembali melangkahkan kakinya.


Sedangkan Regan yang melihatnya merasa kesal.


" Berhentilah,kau tidak perlu melambaikan tangan selama itu! " ucap Regan yang menurunkan tangan Bintang.Bintangpun hanya menaikan sebelah sudut bibirnya, kini mereka pun kembali berjalan menuju mobil dengan tangan Regan yang masih merangkul bahu Bintang.


Regan yang masih penasaran dengan wanita yang ingin ia temui tadi pun menoleh ke arah tempatnya tadi berada, namun tak ada siapapun disana.Kini ia pun kembali menatap Bintang dan sengaja mengeratkan rangkulannya agar Bintang terhimpit, akhirnya ia pun mendapat satu cubitan dari Bintang karena ulah jailnya itu.


Kini Bintang dan Regan sudah berada dalam perjalanan pulang.Karena jalanan yang tidak begitu macet kini mereka pun tiba di rumah Bintang lebih cepat, Regan yang sudah turun pun mengambil pakaian ganti yang selalu ada di dalam mobilnya,membuat Bintang yang melihat mulai bertanya-tanya.


" Tuan mau apa? " tanya Bintang.


" Mandi, cepat buka pintunya! " menyuruh Bintang membuka pintu rumah.


" Kenapa mandi di sini? apa Tuan tidak pulang? " tanya Bintang sambil membuka kunci pintu rumahnya.


" Tidak, setelah ini aku akan mengantarkan mu pulang menemui ibumu, " ucap Regan yang kemudian masuk kedalam rumah Bintang.


" Tidak perlu tuan, saya bisa pulang nanti di akhir pekan, " ucap Bintang yang tak enak hati.


" Tapi aku ingin menemui ibumu, "


" Untuk apa? "


" Meminta Restu, " ucapnya yang kemudian berjalan kebelakang.


Bintang kembali tersenyum saat mendengar ucapan Regan.


" Dimana kamar mandinya? " teriak Regan yang berada di belakang.


" Tuan belok saja ke kiri, " Jawab Bintang dengan suara keras.


" Aish! ini kamar mandi atau kandang ayam, " teriak Regan yang sengaja mengejek kamar mandi Bintang.


" Terus saja menghina! " ucap Bintang kesal.


Regan pun yang ada di belakang tersenyum mendengar suara Bintang yang mulai kesal.