
Malam berjalan begitu cepat, sinar mentari pun mulai menyapa, Regan yang lebih dulu bangun pun menatap wajah cantik istrinya yang masih tertidur pulas di sampingnya.Tatapan hangat yang penuh cinta terpancar dari matanya.
Terlihat senyuman bahagia di wajah Regan,kini ia pun mencium kening Bintang dengan penuh kasih sayang.
Kini Regan mulai beranjak dari ranjangnya,aktivitas semalam benar-benar membuat tubuhnya terasa lengket, ia pun bergegas membersihkan tubuhnya ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit Regan pun keluar hanya dengan handuk yang melingkar di pinggangnya.Ia pun mulai mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
Di sisi lain tampak Bintang yang mulia mengerjapkan matanya,ia pun bisa melihat suaminya yang tengah mengeringkan rambut tak jauh darinya itu.
" Tubuhku kenapa sakit semua, " gerutunya pelan sambil melihat jam di ponselnya, " apa! jam tujuh! aish! pasti mama sudah selesai masak! " ucapnya dengan suara lesu.
" Kenapa? " tanya Regan yang kini sudah berada di dekat Bintang.Regan yang melihat wajah lesu istrinya itu pun menyerengitkan dahinya.
" Kau lebih dulu bangun,kenapa tak mebangunkanku? " ucap Bintang dengan wajah lesunya.
" Kau tidur sangat nyenyak, mana mungkin aku tega membangunkan mu,tidurlah lagi,kau pasti sangat lelah. "
" Ini semua ulahmu,kau membuat tulang-tulangku hampir remuk,sampai-sampai sekarang aku bangun kesiangan," gerutu Bintang mengingat semalaman suaminya itu tak membiarkan nya tidur nyenyak.
" Tapi kau menikmatinya bukan? sekarang tidurlah lagi, aku akan memijatmu, " jawab Regan dengan senyuman tipis nya.
" Bagaimana bisa kau menyuruh ku tidur lagi, apa kata mama nanti,ini sungguh awal yang buruk! "
" Sudahlah mama pasti mengerti sayang, " ucapnya sambil merapikan rambut Bintang yang berantakan.
" Kau tidak akan mengerti bagaimana rasanya jadi menantu yang bangun kesiangan, pasti mama sekarang berfikir aku menantu yang malas, " ucap Bintang dengan lesunya.
" Kau ini lucu sayang,percayalah mama tidak akan berfikir seperti itu, " ucap Regan dengan memegang wajah Bintang dengan kedua tangannya.
Bintang pun kini menatap hangat suami tampannya itu, dan untuk ke sekian kalinya ia kembali terpesona setiap kali menatap tubuh atletis suaminya itu.
" Maha karya Tuhan yang begitu indah,beruntung sekali aku mendapatkan cintamu, " gumamnya dalam hati.
" Kenapa menatapku seperti itu! " tanya Regan yang membuat Bintang terkejut.
" A..apa kau tak ingin memakai pakaian mu? " ucapnya gelagapan yang memang mendapati Regan dari tadi masih mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya.
" Kenapa? apa tubuhku menggodamu? " jawab Regan dengan senyuman menyeringai.
" Hah! tidak, aku mau mandi, " ucap Bintang gelagapan, ia pun langsung beranjak dari ranjangnya.
Dengan wajah merona Bintang pun bergegas lari ke kamar mandi dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya.
Regan yang melihat tingkah istrinya itupun tersenyum tipis.
" Dia masih saja malu," ucapnya pelan yang kemudian mulai mengabil pakaiannya di almari.
Sedangkan di meja makan tampak mama Nita sedang menata makanan dengan di bantu Neni.Tampak juga Tuan Williams yang baru saja datang dan duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan itu.
" Kok masih sepi Ma,biasanya sudah ada suara berisik Cello sama Kevin, " ucap Tuan Williams yang mengingat suara berisik Cello dan Kevin yang selalu memenuhi ruangan setiap pagi hari,karena Cello sangat susah untuk sarapan sebelum berangkat sekolah jadi Kevin harus memakai beribu cara agar malaikat kecilnya itu mau makan, jadi dari sanalah suara berisik itu bermula.
" Entah lah pa, Cello sama Kevin dari tadi belum keluar dari kamar, " jawab mama Nita.
" Sudah jam tujuh lebih apa Cello tidak sekolah? " tanya tuan Williams lagi.
" Kenapa mama baru sadar? mama cek Cello dulu pa, " ucap mama Nita yang kini mulai melangkah menuju kamar Cello.
Sesampainya di kamar,mama Nita mendapati Cello yang sudah berpenampilan rapi namun tidak dengan memakai seragam sekolahnya melainkan memakai pakaian casual membuat mama Nita mengerutkan dahinya.
" Cello tidak sekolah?" tanya mama Nita.
" Tidak,emang daddy belum cerita ya sama grandma? " ucap Cello.
" Belum, cerita apa? "
" Cello sama daddy kan hari ini mau pulang ke Ausie. "
" Cucu grandma ini ada-ada saja, memang kapan daddy bilang mau pulang ke Ausie? udah ayo sarapan dulu, " ucap mama Nita yang tidak begitu menanggapi ucapan Cello.
Mama Nita pun kini menggandeng tangan Cello untuk menuju meja makan.
"Jadi grandma tidak percaya sama Cello,daddy tadi malam dapat telepon katanya di suruh cepat-cepat pulang, ada masalah di perusahaan daddy, " ucap Cello mencoba menjelaskan.
" Benarkah?kenapa Kevin tidak cerita, " gumam mama Nita pelan.
Sedangkan di sisi lain, Bintang yang sudah selesai mandi kini tengah sibuk di depan meja riasnya.
" Gimana aku nutupin ini semua, " gumam bintang sambil memegang beberapa tanda yang ditinggalkan Regan di lehernya.
Regan yang melihat istrinya itupun menghampiri.
" Kenapa sayang? " tanya nya.
" Lihatlah! aku tidak mungkin keluar dengan leher seperti ini! " gerutu Bintang kesal sambil menujukkan beberapa bekas kissmark Regan semalam.
" Kau tutupi saja pakai rambutmu. "
" Yang bagian depan kan masih bisa kelihatan! " protes Bintang sambil menata rambutnya untuk menutupi lehernya.
" Ya sudah kau nanti nunduk saja, " jawab Regan santai.
" Kenapa kau bisa sesantai itu! harusnya kau tidak meninggalkan jejak sebanyak ini di leherku! " protes Bintang.
" Bukankah semalam nona Regan begitu menikmatinya, kenapa sekarang protes! "
" Semalam kan aku tidak tau kalau bekasnya akan sebanyak ini! "
" Sudah tidak papa,ini itu tanda kepemilikan sayang,semakin banyak tanda akan semakin menarik, sekarang ayo kebawah, mama pasti sudah menunggu dari tadi, " ucap Regan yang kini menggandeng tangan istrinya untuk keluar kamar.
" Semakin menarik apanya! aku malu tau kalau ada yang melihat leherku! " gerutu Bintang pelan sambil terus menundukkan kepalanya saat berjalan keluar bersama Regan.
Sedangkan Regan tampak terlihat biasa saja.
Mereka berdua pun kini berjalan bersama menuju meja makan.
Tampak mama Nita Cello dan juga Tuan Williams sudah berada di meja makan.
" Pagi ma, pa, " sapa Bintang yang kini sudah berada di antara tiga manusia yang dari tadi sudah berada di meja makan itu.
" Pagi sayang, ayo sini duduk, " ucap mama Nita sambil menarikkan kursi untuk Bintang.
" Makasih ma,ma'af ya ma Bintang bangun kesiangan jadi tidak bisa bantu mama masak untuk sarapan, " ucap Bintang tak enak hati.
" Iya, mama ngerti kok, pasti manusia ini tidak membiarkanmu tidur kan malam ini? " goda mama Nita sambil melirik Regan yang tengah duduk di sebelah Bintang.
Bintang yang mendengar ucapan mama Nita pun tersenyum malu dengan wajah yang mulai memerah.
Sedangkan di sisi lain tampak Cello sedang menatap tajam Regan.
" Kenapa daddy tidak membiarkan kakak cantik tidur malam ini! " gertak Cello.
" Daddy sama kakak cantik semalam sibuk membuatkanmu adik, " jawab Regan dengan santainya membuat semua yang ada di sana seketika membelalakan matanya.
" Astaga! kenapa mulut suamiku bocor sekali, kenapa tidak di saring itu mulut! " gerutu Bintang dalam hati dengan wajah yang kini merah merona bak udang rebus.
" Hah! benarkah? memangnya daddy sama kakak cantik bisa buat adik? " tanya Cello dengan polosnya.
" Tentu saja bisa. "
" Ajarin Cello, Cello juga mau buat adik sendiri, " rengek Cello sambil menarik-narik baju Regan.
" Besok kalau kau sudah besar daddy ajari, sekarang biar daddy aja sama kakak cantik yang buat! " jawab Regan lagi.
" Kenapa harus nunggu besar! " protes Cello.
" Cello sayang,cicaknya gimana? apa daddy berhasil? " sahut Bintang yang sengaja mengalihkan pembicaraan non faedah itu.
" Iya kak daddy berhasil,tadi pagi Cello liat vidio nya, lucu banget, " jawab Cello yang memang sudah melihat vidio daddy Kevin nyebokin cicak.
" Benarkah? kakak pingin lihat, " ucap Bintang.
" Sama daddy udah di hapus kak, katanya malu. "
" Yah.. daddy nggak seru! oh ya,Cello kenapa sekarang masih di rumah, Cello enggak sekolah? "
" Cello enggak sekolah habisnya kakak enggak jadi nganterin Cello sih. "
" Hah! Iya kakak lupa, kakak minta ma'af kakak bangunnya kesiangan, tapi harus nya Cello tetap sekolah enggak boleh bolos! " ucap Bintang yang mulai tak enak hati dengan kedua mertuanya.
" Hahahah... enggak kok kak, Cello enggak bolos, Cello mau pulang sama daddy jadi Cello enggak sekolah di sini lagi. "
" Pulang? " ucap Bintang sambil melirik ke arah semua mata yang ada di meja itu.
" Maksud Cello apa ma? " tanya Regan pada mama Nita.
" Mama juga tidak tau Rey, dari tadi Cello bilang gitu, kita tanyakan saja nanti pada Kevin, " jawab mama Nita.
Kini tampak Kevin yang tengah berjalan menuju meja makan dengan koper besar yang ia bawa, membuat Regan yang melihatnya langsung beranjak dari kursinya.
" Mau kemana kau! " tanya Regan dengan tatapan tajamnya.
" Makan, " jawab Kevin dengan santainya duduk di sebelah Regan.
" Ya aku tau!kenapa kau harus bawa koper segede itu! "
" Aku akan kembali ke Ausie sekarang. "
" Jadi kau serius dengan ucapan mu kemarin!"
" Kapan aku pernah tidak serius dengan ucapanku! "
" Bercandalah jangan serius dengan ucapan mu itu! " ucap Regan penuh harap.
" Sayangnya aku tidak ingin bercanda! "
" Kenapa kau tega sekali padaku! kau pasti sengaja kan ingin membuatku tidak bisa liburan bulan madu, bilang saja jika kau tidak ingin aku menikmati bulan maduku! " ucap Regan kesal.
" Kenapa kau bisa berfikir seperti itu! " ucap Kevin sambil memukul kepala Regan dengan sendok yang ia pegang.Regan pun mengenggam sendok itu hingga bengkok.
" Lalu kenapa kau harus kembali sekarang! " ucapnya penuh amarah.
" Rey!makan dulu!kita bicarakan nanti setelah makan, " sahut Tuan Williams dengan tatapan tajamnya.
Regan pun menahan amarahnya, kini semua yang ada di meja makan itupun mulai menikmati makanan yang ada di meja makan.
" Iya, kenapa?Cello mau kakak suapin?" ucap Bintang.
" Tidak, kenapa leher kakak merah-merah? " tanya Cello yang membuat Bintang membelalakan matanya.Bintang pun kini tersenyum tipis menahan malu karena semua mata memandangnya.
" Ini,tadi kakak di gigit semut, " jawabnya yang membuat Regan tersenyum tipis mendengar jawaban Bintang yang sedikit gelagapan itu.
" Sial! kenapa Cello melihatnya! " batin Bintang kesal karena usahanya dari tadi menutupi lehernya sia-sia hingga semua orang kini tau.
" Owh, semutnya segede apa kak? kok sampai gitu merahnya, Cello pernah di gigit semut enggak sampai gitu. "
" Hah! itu, emmm semutnya itu segede......," diam mulai berfikir, " segede jempol kaki daddy, ya gede banget pokoknya, " jawabnya lagi dengan senyuman garingnya.
" Itu pasti semut siluman kak!semut jadi-jadian,mana ada semut segede itu! " ucap Cello yang membuat Kevin seketika tertawa.
" Ha.ha..ha ..,siluman semut," ucap Kevin sambil melirik Regan yang duduk di sebelahnya itu.
Sedangkan mama Nita dan Tuan Williams tertawa cekikikan mendengar celotehan Kevin.
" I..iya, mungkin siluman semut, " jawab Bintang terbata dengan wajahnya yang benar-benar merah merona.
" Untung saja leher istri mu enggak bolong di gigit siluman semut, " bisik Kevin ke telinga Regan sambil tertawa cekikikan.
" Diamlah! " ucap Regan kesal sambil menyumpal mulut Kevin dengan lalapan yang ada di hadapannya.
Kini semua pun kembali makan sambil menahan tawa mereka,setelah semua selesai makan, kini Tuan Williams pun berbicara pada Kevin.
" Kau benar-benar ingin kembali ke Ausie Vin? " tanyanya.
" Iya paman. "
" Kenapa mendadak sekali? " tanya Tuan Williams lagi.
" Ada masalah di sana paman, saham kita terus menurun, Kevin harus segera kembali. "
" Benarkah? bagaimana bisa? " tanya Tuan Williams panik.
" Kevin juga belum tau apa penyebabnya, paman tidak perlu khawatir, Kevin akan segera mengatasinya. "
" Baiklah, paman percaya padamu, jam berapa pesawat mu akan terbang? "
" Jam delapan paman, Kevin rasa Kevin harus segera berangkat, " ucap Kevin yang mulai beranjak dari kursinya karena melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih tiga puluh menit.
" Baiklah paman dan bibi akan mengantarmu sampai bandara. "
" Tidak perlu paman, biar Kevin di antar pak jang saja, " tolak Kevin.
Sedangkan di sisi lain tampak mama Nita dan Bintang yang sama-sama memandang Cello sedih.
" Granma pasti akan merindukanmu sayang, tetap lah di sini bersama grandma, " ucap Mama Nita yang mulai berkaca-kaca, mengingat Cello yang selama ini membuat kecerian di rumahnya.
" Grandma,Cello harus ikut daddy,siapa yang akan marahi daddy kalau Cello tetap di sini,grandma kan tau daddy suka nakal!terus juga banyak wanita jahat yang goda-goda daddy, kalau Cello enggak ikut nanti enggak ada yang jagain daddy dari wanita-wanita jahat itu,kalau grandma kangen, kita video call an, oke! " ucap Cello sambil mengacungkan jempolnya.
" Baiklah,Cello baik-baik ya di sana jangan nakal kasihan daddy, " ucap Mama Nita sambil mengelus rambut hitam Cello.
" Cello kan enggak nakal, " gerutu Cello menyilangkan tangan di dada,membuat Mama Nita tersenyum melihat tingkah bocah itu.
" Iya, Cello enggak nakal, Cello kan anak baik, " ucap mama Nita lagi.
Kini semua pun berjalan keluar mengantar Kevin dan Cello sampai mobil.
" Kevin berangkat ya bi, paman, " pamit Kevin sambil bersalaman dengan kedua manusia yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri itu.
" Iya,hubungi kami jika sudah sampai, " ucap Tuan Williams.
" Siap boskuh! " jawabnya santai.
" Aku pergi saudara ku, " bisik Kevin yang kini merangkul Regan.
" Ya! pergilah yang jauh! " ucap Regan kesal sambil menepuk-nepuk punggung Kevin.
" Jangan merindukanku! " goda Kevin.
" Tidak akan pernah! " jawab Regan cuek.
" Jadilah suami yang baik!" bisik Kevin lagi.
" Jangan menggurui ku! " ucap Regan yang membuat Kevin tertawa.
" Jaga istri mu baik-baik,jangan sampai orang lain mengambilnya darimu! "
" Tidak akan ada yang berani mengambilnya dariku, termasuk kau! " bisik Regan tajam.
" Ini memang Regan Atmaja yang kukenal! " ucap Kevin yang kini mulai melepas pelukannya.
" Jaga dirimu baik-baik, " ucap Regan sambil menepuk bahu Kevin,dalam hatinya Regan begitu berat untuk melepas Kevin kembali.
Kevin pun tersenyum tipis mendengar kata-kata yang keluar dari mulut saudara sepupunya itu.
Sungguh berat untuk nya untuk pergi dari keluarganya itu, namun Kevin tak mempunyai pilihan lain selain kembali.
" Kakak sepupu yang cantik,walau apapun yang terjadi,berjanjilah kau akan tetap bersamanya,kasihan kakak sepupuku ini,dia sudah terlalu lama tersiksa, " ucap Kevin yang kini berbicara pada Bintang.
" Apa maksud mu! " ucap Regan tak suka sambil memukul bahu Kevin.
" Bukankah selama ini kau tersiksa? " sindir Kevin.
" Cepatlah berangkat, kau akan ketinggalan pesawat jika terus mengoceh! " ucap Regan kesal.
" Sayang kau ini apaan sih! " sahut Bintang tak suka melihat sikap Regan.
Kevin pun tersenyum puas telah menggoda Regan.Kini ia pun menggandeng Cello untuk masuk ke dalam mobil yang akan di kemudiankan oleh pak Jang itu.
" Kakak cantik, Cello pasti akan merindukan kakak, " ucap Cello yang kini sudah berada di dalam mobil.
" Kakak juga pasti akan merindukan Cello,jaga diri baik-baik ya, " jawab Bintang berat hati.
" Pasti! kita akan tetap menjadi tim kan? " ucap Cello lagi.
" Tentu saja, " ucap Bintang lagi.
" Daddy kedua,apa kau juga akan merindukan ku! " tanya Cello pada Regan.
" Bagaimana bisa aku tidak merindukan bocah tengil yang selalu menyusahkan ku! " jawab Regan dengan senyuman tipisnya.
" Tunggu sampai aku kembali lagi kesini,aku pasti akan mengalahkan mu daddy! "
" Ya! cepatlah kembali, dan kalahkan daddy! " jawab Regan yang sebenarnya berat harus berpisah dengan Cello.
Kini mobil yang di kemudian pak Jang itupun mulai melaju.Semua pun melambaikan tangan ke arah Cello dan Kevin yang berada di dalam mobil yang sudah mulai melaju itu.
Tampak raut wajah sedih dari semua yang ada di sana.Tampak juga bi Inah dan Neni yang juga merasa kehilangan atas kepergian Tuan mudanya,yaitu Cello dan Kevin.
Kini semua pun kembali masuk kedalam rumah, termasuk Regan dan Bintang.
" Sayang, kenapa Cello selama ini memanggilmu daddy kedua? " pertanyaan Bintang yang selama ini bergelut di dalam fikirannya.
" Entahlah, bocah itu memang suka aneh-aneh, " jawab Regan yang berjalan sambil merangkul pinggang istrinya itu.
"Rumah ini pasti akan sepi tanpa Cello, " ucap Bintang pelan.
" Kau benar,sayang,cepatlah lahir, biar rumah ini rame lagi, " ucap Regan sambil mengelus-elus perut rata Bintang.
" Eh! bicara sama siapa? "
" Calon anakku! " jawabnya santai.
" Sayang, kita baru dua hari menikah,jangan ngada-ngada deh, " ucap Bintang tak habis fikir.
" Kan aku sudah nanem bibitnya, bisa jadi mereka sekarang sudah mulai tumbuh."
" Kau fikir taneman?" ucap Bintang gemas sambil mencubit hidung suami tampannya itu.
" Kenapa kau suka sekali mencubit hidungku! " protes Regan yang ingin membalas mencubit kedua pipi Bintang.
" Berani cubit,jeck puasa sebulan! " ancam Bintang sambil memegang kedua pipinya.
" Hah! tidak tidak sayang,mana mungkin aku mencubit pipi mulus istri cantikku ini, " jawab Regan dengan senyuman tipisnya mengelus kedua pipi Bintang.
Bintang pun tersenyum menang karena gertakan nya berhasil.
Mereka pun mulai menyusul kedua orang tuanya yang sudah berada di ruang keluarga itu.
_
_
_
_
_
Kevin
Cello
**othor baru balik kenapa lu pergi si Bang 😭
Kevin : kelamaan up sih lu thor, gua males nungguinnya
Kan otak othor juga butuh istirahat bang 😔
***
Jangan lupa jejaknya ya guys 🙏🙏🙏🙏
Happy Reading 😊**