
Di tempat lain.
Regan berjalan mondar-mandir di dalam ruang kerjanya, ia berjalan sambil memasukan kedua tangan ke dalam saku celananya.Tampak raut wajah Regan yang menahan emosi setiap kali menatap jam dindingnya.Jam menunjukkan pukul lima sore lebih empat puluh lima menit,itu artinya Bintang sudah keluar selama satu jam lebih.
Dengan raut wajahnya yang datar, Regan mulai berjalan ke arah jendela yang ada di ruang kerjanya,ia berdiri di dekat jendela dan terus mengarahkan pandangannya ke bawah tepatnya ke arah gerbang depan,ia berharap melihat sosok Bintang disana, namun sudah sepuluh menit ia berdiri tidak ada siapapun yang dilihat kecuali seorang satpam yang sedang berjaga.
Kini Regan pun keluar dari ruangannya,ia berjalan menuju gerbang depan.
" Buka gerbangnya, " perintah Regan pada satpam yang sedang berjaga.
" Baik Tuan, " ucap satpam itu yang bergegas membuka gerbang lebar-lebar.
Regan pun berjalan ke luar gerbang,ia mengedarkan pandangannya berharap melihat sosok yang ia cari, namun nihil tak ada tanda-tanda kedatangan Bintang.Regan pun kembali berjalan mondar-mandir sambil menundukkan kepala dengan kedua tangannya yang ada di saku,tak lama sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan gerbang, namun Regan hanya melihatnya sekilas karena yang datang adalah David asistennya.
David yang masih berada di mobilnya di buat heran dengan kelakuan Tuanya itu, ia pun segera keluar dari mobilnya dan menghampiri Tuanya.
" Ma'af Tuan, apa yang membuat Tuan ada di sini? " tanya David heran.
" Aku sedang menunggu gadis bodoh itu! "
" Maksud Tuan Nona Bintang? " tanya David memastikan.
" Iya, siapa lagi! " jawab Regan ketus.
" Apa tidak sebaiknya kita tunggu di dalam saja Tuan? "
" Aku ingin menunggunya disini, " jawab Regan acuh,dengan menunggunya di gerbang Regan akan tahu dengan siapa Bintang pergi,itulah alasan kenapa Regan menunggu Bintang di gerbang depan.
David pun membuang nafasnya kasar,ia memilih berdiri mematung sambil memperhatikan Tuanya yang mulai gelisah sendiri.
Sepuluh menit berlalu,kini mobil sport milik Rafa berhenti di tepi jalan, tepat di depan rumah Regan.
Bintang yang masih duduk di dalam mobil Rafa tiba-tiba melorot,tubuhnya menjadi lemas,saat tau dua manusia devil berdiri di depan gerbang.
Tamat kau Bintang...
gerutu Bintang sambil menutup wajahnya sendiri.
Rafa yang melihat tingkah aneh sahabatnya itupun menghela nafas.
" Kenapa kau malah duduk di bawah Bi? "
Bintang hanya tersenyum garing tak menjawab pertanyaan Rafa.
Rafa hanya mengerutkan keningnya,ia mulai melirik ke arah Regan dan David yang kini sedang menatap ke arah mobilnya.
" Siapa mereka? apa kau mengenalnya?" tanya Rafa pada Bintang yang mulai duduk ke posisi awal.
" Mereka atasanku,makasih ya Fa,aku duluan," ucap Bintang berlari menghampiri Regan dan David.
Rafa yang sudah membuka mulut ingin bertanya pun kembali menutup mulutnya rapat-rapat, karena Bintang yang begitu cepat meninggalkannya. Kini Rafa pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Regan yang melihat Bintang keluar dari mobil sport itu merasa sangat kecewa, kini ia pun tahu dengan siapa Bintang pergi.Reganpun menatap tajam Bintang yang sudah ada di hadapannya.
" Ma'af Tuan, " ucap Bintang lirih.
" Pulanglah, aku tak membutuhkanmu lagi! " ucap Regan berlalu pergi.
Entah apa yang ada di fikiran Regan kali ini,yang jelas ada rasa kecewa yang begitu dalam di hatinya.Regan berjalan menuju rumahnya sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.Tanpa Regan sadari, orang yang di suruh nya pulang malah berlari mengekorinya.
" Tuan," suara Bintang yang membuat Regan terkejut hingga membuat kedua bahu Regan terangkat tiba-tiba.
" Bukankah aku sudah menyuruhmu pulang! kenapa masih ada di sini! " ucap Regan ketus.
" Saya hanya ingin memastikan, apa Tuan benar-benar ingin saya pulang? "
" Ya, " jawab Regan yang tetap berjalan tanpa menghiraukan Bintang.
" Tuan tidak akan menyuruh saya kembali lagi seperti kemarin? "
" Tidak! " jawab Regan dingin
" Baiklah, saya akan pulang setelah menyiapkan tuan makan malam, "
" Kau tak perlu merawat ku lagi!"
" Tapi,saya akan tetap merawat Tuan, " tersenyum garing, tapi Regan mengacuhkannya, Regan masuk kedalam rumah dan berjalan menuju lantai atas, sedangkan Bintang berjalan menuju kamarnya sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.
Aish....!
Apa yang kau fikirkan Bintang?
Kenapa kau tak langsung pulang saja?
gerutu Bintang mengutuki dirinya sendiri, ia tak mengerti kenapa hatinya tak rela jika harus meninggalkan Regan yang belum benar-benar sehat.
Sedangkan David yang melihat sikap Tuannya pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Bukankah tadi sangat menunggu-nunggu kedatangan Nona Bintang?
Kenapa sekarang malah di acuhkan dan di suruh pulang?
tanya David dalam hati yang memperhatikan Tuanya dari belakang.
David pun segera menyusul Regan ke lantai atas dengan beberapa map yang ia bawa.
Sedangkan Bintang yang ada di kamarnya mulai bersiap mandi, ia mulai mengalungkan handuk di pundaknya dan berjalan ke kamar mandi, Bintang mulai mengisi buthup dengan air hangat dan tak lupa menuangkan sabun yang beraroma cherryblosom ke dalamnya, Bintang pun mulai berendam menghilangkan penatnya.
Hmmmm...kamar mandi ini lebih besar dari ukuran kamarku di rumah,
Bintang berendam sambil menikmati alunan musik yang ia nyalakan dari ponselnya,ia begitu menikmati alunan lagu hingga membuatnya ketiduran di dalam buthup.
Sedangkan David yang berada di ruang kerja Regan mulai membereskan beberapa map yang ia bawa tadi, David datang hanya untuk meminta tanda tangan Regan selaku presdir di Atmaja Grup, setelah Regan menandatangani semua,David pun segera pamit pulang.
Kini Regan mulai sibuk di ruang kerjanya sendiri, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, Regan mulai meregangkan otot-otot nya, ia mulai beranjak dari kursinya dan menatap jam dinding.
Dimana gadis bodoh itu, kenapa belum mengantar makan malam untuk ku?
Bukankah tadi,dia bilang akan pulang setelah menyiapkan makan malam untuk ku, apa dia sudah menyiapkannya di meja makan?
Akhirnya Regan pun berjalan keluar, Regan mulai menuruni tangga dan berjalan menuju meja makan, ia ingin memastikan apakah Bintang menyiapkan makanan untuknya atau tidak.
Sesampainya di meja makan.
Kenapa kosong? tidak ada apa-apa di sini.
gumam Regan dalam hati.
Bi inah yang melihat Reganpun segera menghampiri,
biar bibik siapkan dulu, " ucap bi Inah yang mulai melangkah ke dapur.
" Tidak Bik,saya belum mau makan, dimana Bintang? apa dia sudah pulang? "
" Nona Bintang belum keluar dari kamarnya semenjak pulang tadi Tuan, "
Reganpun segera berjalan ke kamar Bintang, karena kamar tak di kunci Regan pun langsung masuk tanpa permisi.
Tidak ada siapapun di sini, kemana gadis itu?
gumam Regan yang tak melihat siapapun disana,hanya ada baju ganti yang berserakan di atas ranjang.
Saat Regan akan menutup kembali pintu kamar,ia mendengar alunan musik dari dalam kamar mandi, Regan pun segera berjalan ke arah sumber suara, ia mulai mengetuk pintu.
Tok... tok.. tok..
" Apa kau di dalam? "
tidak ada jawaban dari dalam, reganpun kembali mengetuk pintu kamar mandi.
Tok.. tok.. tok..
"Hai gadis bodoh! apa kau baik-baik saja? kenapa kau tak menjawab ku!"
ucap Regan yang mulai khawatir, karena Bintang tak kunjung menjawab Regan pun mulai memutar handle pintu.
Dasar gadis bodoh! kenapa pintunya tidak di kunci, bagaimana kalau yang masuk orang jahat, siapa yang akan dia salahkan?
Gumam Regan yang mulai membuka pintu kamar mandi.
Betapa terkejutnya Regan saat mendapati Bintang sedang berendam di dalam buthup. Tampak kepala Bintang yang di senderkan dengan mata terpejam dan bagian dada atas Bintang yang tampak putih mulus dengan sedikit belahan dada yang terlihat hingga membuat Regan menelan ludahnya sendiri.
Regan pun menghampiri Bintang,ia duduk di samping Bintang dan mematikan alunan musik yang berasal dari ponsel Bintang.
Regan terus memperhatikan wajah Bintang yang putih, mulus tanpa make up.
Cantik..
Kata-kata yang begitu saja terucap dari mulutnya.Regan mulai memercikkan sedikit air pada wajah cantik Bintang.
Kau tidur atau pingsan,
sambil memercikkan air ke wajah Bintang.
Bintang yang merasa ada rasa dingin di wajahnya pun mengerjapkan matanya, ia mulai membuka matanya perlahan.
Bintang yang melihat sosok Regan sudah berada di hadapannya pun membulatkan matanya sempurna.
" Aaaaaaaaaa...,"teriak Bintang sambil membenamkan seluruh tubuhnya ke dalam air, " Tu...Tu..Tuan apa yang Anda lakukan disini! Tuan jangan macam-macam padaku! "gertak Bintang pada Regan.
Regan hanya tersenyum tipis,
" Emang apa yang akan aku lakukan dengan tubuh jelek mu! itu sama sekali tak membuatku tergoda! " ucapnya yang langsung beranjak keluar dari kamar mandi.
Bintang yang masih berada di kamar mandi pun membuang nafasnya kasar,ia mulai memandang seluruh tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang itu...
Kenapa aku bisa ketiduraaaan....
Aaaaaa.... semoga saja dia tak melihat semua ini...
teriak Bintang dari dalam kamar mandi yang bisa di dengar jelas oleh Regan yang masih berada di kamarnya.
Bintang pun segera membilas tubuhnya dengan shower, ia mulai memakai handuk dan berjalan keluar dengan rambut basah yang terurai.
Bintang yang baru saja keluar di buat terkejut lagi dengan adanya Regan yang masih berada di kamarnya.Bintang pun bergegas masuk lagi kedalam kamar mandi dan menutup pintunya keras.
" Tuan, kenapa masih ada di sini?
cepatlah keluar! " teriak Bintang dari dalam kamar mandi.
" Jadi sekarang kau mengusir ku dari rumahku sendiri, " ucap Regan datar.
" Bukan seperti itu, saya ingin ganti baju, apa tuan ingin melihatku berganti pakaian, haah! "
teriak Bintang kesal.
" Kau kan bisa ganti di dalam, " jawabnya santai.
" Baju gantiku ada di luar, " jawab Bintang malas.
" Biar aku ambilkan, " ucap Regan yang sengaja menggoda.
" Tidak.. tidak...jangan..! " ucap Bintang panik,
"Tuan tolong cepatlah keluar, bisa-bisa saya masuk angin kalau seperti ini terus. "
Regan pun tersenyum tipis, ia mulai melangkah keluar dan menunggu Bintang di meja makan.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Yang baca membludak tapi kenapa yang kasih Vote hanya segelintir orang😭😭
Please...jangan pelit-pelit sama Author🙏
sisihkan sedikit poin kalian untuk dukung Author, ma'af kalau sedikit memaksa😁
Jejak kalian semangat ku💪
jangan lupa tinggalkan jejak ya 😉
Happy Reading😊