My Big Boss

My Big Boss
Semakin mencintaimu



Waktu berjalan begitu cepat.Sinar mentari sudah lama pergi,berganti rembulan yang kini tengah bersinar dari singgah sananya.


Angin malam yang menerpa merasuk kedalam pori-pori,membuat Regan yang tengah berdiri di balkon kamarnya mengusap lengannya sendiri,membuat sebuah gesekan kecil untuk menghangatkan diri.


Fikirannya tengah gusar,menatap sang rembulan akan sedikit mengurangi kegusaran hatinya.Jujur saja saat ini Regan bingung,bagaimana nanti dia akan


menjelaskan semuanya pada Tania.


Bagaimana jika Tania tidak bisa menerima dan berakibat fatal pada kesehatannya? Fikiran buruk terus berterbangan di dalam otaknya.


" Sayang, " panggilan lembut yang selalu mendebarkan hatinya,yang membuat hatinya seketika tenang saat mendengarnya.


Regan pun kini menoleh ke arah asal suara itu.Terlihat wanita pujaan hatinya tengah berjalan menghampirinya.


" Kenapa disini? aku fikir kamu ada di ruang kerja, aku mencarimu dari tadi, " ucap Bintang sembari menatap wajah laki-laki pujaannya itu.


" Kamu mencariku? Pasti karena ini kan? " tanpa persetujuan Regan mengecup bibir manis di hadapannya itu.


" Ih! Apaan sih yank! " Bintang pun memukul bahu suaminya itu namun tak membuat tubuh si empunya goyah apa lagi merasakan sakit.Pukulan Bintang hanya seperti angin lalu. Regan malah tersenyum senang,menggoda istrinya hingga membuatnya kesal adalah hal yang menyenangkan sekali baginya.Kini tubuh tinggi besar itu menarik tubuh kecil Bintang kedalam dekapannya,memeluknya dalam-dalam hingga menimbulkan sejuta pertanyaan di otak Bintang.


Kenapa dengan suaminya?


Ada perasaan tak seperti biasanya pada suaminya.


Bintang pun kini menatap dalam-dalam wajah suaminya, mencoba mencari jawaban dari sana.


" Kenapa?mau lagi? " Regan malah menggoda nya.


" Kamu apaan sih yank, mesum mulu! " gerutu Bintang yang membuat Regan tertawa kecil.


" Mesum sama kamu tuh enak banget tau yank, " bisiknya yang membuat Bintang memberikan satu buah cubitan di pinggangnya.


" Hahaha.., iya-iya sayang. Udah ayo masuk!angin malam tidak baik untuk mu. " Regan yang meringis kesakitan pun merangkul tubuh mungil istrinya dan mulai menggirinnya masuk kedalam kamar.


Sementara Bintang masih bisa merasakan ada sesuatu yang aneh pada suaminya walaupun suaminya sekarang tampak begitu bahagia.


" Sayang,kamu kenapa?ada masalah? " tanyanya.


" Hmmmm iya,ini si jeck bangun, " jawabnya dengan seringai nakal.


" Ih! Aku pukul nih! " Bintang yang kesal pun mulai mengancam memukul senjata suaminya itu, " ada masalah kantor ya? " Bintang yang belum puas kembali bertanya.


" Tidak ada sayang ku, " jawabnya dengan satu kecupan pada kepala Bintang.Namun entah kenapa Bintang tidak puas dengan jawaban suaminya.


" Bener? " ucapnya memastikan.


" Iya sayang. " Regan mulai menggendong tubuh mungil istrinya dan menaruhnya di atas ranjang dan kini menguncinya di bawah kungkungannya.


" Lagi? " satu kata yang memiliki makna berjuta rasa itu keluar dari bibir ranum Bintang.


Regan hanya tersenyum dan mulai mengecup bibir manis kesukaannya itu.


" Sayang, tadi siang kan udah? " ucap Bintang saat Regan melepas tautannya.


" Sekarang kan belum? " jawabnya dengan seringai nakalnya.


" Ih! Dasar raja mesum! " Bintang kembali memukul dada bidang suaminya.


" Tapi kamu sangat menyukainya bukan? " Regan tersenyum dan kembali mencium bibir ranum yang sudah menjadi candu baginya itu.Wanita di hadapannya benar-benar bisa melepaskan perasaan gusar yang membelenggu dirinya.Ia akan menceritakan semua pada istrinya saat sudah menemukan cara yang tepat.


Tangan yang terampil itu mulai masuk kedalam baju Bintang, memberikan sentuhan lembut pada perut Bintang dan kini mulai merayap ke atas menuju sebuah bukit yang begitu ia sukai.Bintang yang sudah masuk kedalam perangkap suaminya pun mulai mengeluarkan ******* kecil saat tangan terampil itu memainkan puncak buktinya, suara ******* yang begitu merdu yang membuat si jeck di bawah sana semakin kalang kabut.


Regan pun mulai melucuti baju Bintang, tangan yang sudah ahli itu mulai membuka satu persatu kancing piama bintang.Regan pun tersenyum saat melihat dua bukit kembarnya mulai terekspos namun kebahagiaan itu seketika sirna saat terdengar sebuah ketukan pintu dan suara teriakan yang begitu familiar dari luar.


Regan pun membuang nafasnya kasar.


" Sayang, nanti di lanjut lagi ya, kita buka dulu pintunya, " pinta Bintang yang masih dalam kungkungan Regan.


" Abaikan saja honey,malam ini jeck tidak bisa di ajak tawar menawar. "


" Tapi sayang_"


Brak... Brak.. Brak.. Suara ketukan pintu yang semakin keras membuat Bintang tak lagi melanjutkan ucapnya melainkan melirik kearah pintu.


" Kakak cantik,daddy buka pintunya! " Teriakan Cello entah yang ke berapa kalinya membuat tanduk Regan kini mulai menyeruak.


" Bocah sialan! " gerutunya sambil membuang nafasnya kasar.Bicah kecil itu benar-benar merusak konsentrasinya.Ia pun terpaksa turun dari atas ranjangnya.


" Aku buka dulu pintunya,nanti kita lanjut lagi.Oke! " ucapnya pada Bintang dan tak lupa satu kecupan kecil ia tinggalkan di kening Bintang sebelum turun meninggalkan sang istri tercintanya dari tempat tidur.


Regan yang kini sudah berada di depan pintu pun menatap dua orang manusia di hadapannya dengan tatapan yang begitu datar.Ingin rasanya dia menerbangkan dua manusia pengganggu itu ke luar angkasa.


" Daddy kenapa lama sekali sih bukannya! " protes Cello dan dengan kesalnya berjalan nyelonong masuk begitu saja.


" Eh! " Regan pun menatap wali dari bocah itu tajam-tajam.Dan seakan tau kesalahannya manusia di hadapannya itu meringis kuda.


" Aku tadi sudah coba tahan,tapi dia terus nyariin Bintang,aku titip dia ya malam ini."


" Titip dia malam ini? " Regan tak mengerti.


" Iya, terimakasih ya saudaraku, aku tidur dulu. " Kevinpun langsung mengambil langkah seribu sebelum Regan mengerti apa yang dia maksud.


Regan yang belum mengerti pun kembali menutup pintu kamarnya sembari mencerna ucapan Kevin.


Titip dia malam ini?


Kenapa?


Apa bocah itu mau semalaman di sini?


Regan pun menatap kearah Cello yang kini sudah tiduran bersama istrinya.


Apa maksudnya bocah itu mau tidur di sini malam ini?


Regan yang mulai mengerti pun menjambak rambutnya sendiri.


Arrrrrrghh.... Anak sama bapak sama saja! Awas saja kau KEVIN!!!!


Regan pun mulai naik keatas ranjang.Menatap kesal Cello yang kini menempati posisinya.Sekarang harusnya dia yang berada di samping istrinya memeluknya dengan manja.


Ah sial..! Sial..! Sial..! umpatnya.


"Ada apa sayang? " tanya Bintang sembari mengelus rambut lurus Cello.


" Tidak boleh! " Sahut Regan penuh penekanan.


" Aku enggak butuh persetujuan daddy! Weeek.., " Cello pun menjulurkan lidahnya di hadapan Regan.Membuat Regan semakin kesal saja.


" Jangan dengaarkan daddy sayang, Cello boleh kok tidur di sini, " bintang pun menyahut sambil merengkuh tubuh Cello ke dalam rangkulannya.


" Terimakasih kakak cantikku, " jawabannya dengan senyum jumbawa nya.


" Kau dengar kan daddy? " ucapnya kini mengejek Regan.


Regan pun mendengus kesal," Sayang? " ucapnya berharap Bintang akan berubah fikiran.


" Sudahlah sayang, ayo tidur! "


" Tapi sayang, jeck? " Regan mulai mengkhawatirkan nasib senjata saktinya.


" Besok saja ya. " Bintang pun tersenyum manis sambil mengusap bahu sang suami.Dia tau suaminya sekarang sedang tidak baik-baik saja.Tapi apa boleh buat keadaan memaksanya.


Regan pun langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang,pupus sudah...semua sudah pupus...harapannya untuk memanjakan senjata saktinya gagal total.


Arrrrrrghh....


Regan mulai membenamkan wajahnya ke bantal sambil mengacak-acak rambutnya.


" Daddy kenapa?" tanya cello.


" Pusing. " Regan dengan lemasnya mulai bangun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.Dia harus segera menjinakkan ular naga yang sedang meronta di balik celananya.


Sementara Cello yang dibuat tak mengerti dengan kelakuan daddy keduanya itupun menatap Bintang.


" Kakak,daddy sakit kok malah ke kamar mandi? " tanya nya pada Bintang.


" Sudah jangan hiraukan daddy, dia akan baik-baik saja setelah dari kamar mandi. "


" Owh, begitu. " Cello pun mengangguk ria.


" Iya sayang,sudah ayo tidur, " ajak Bintang sembari mengelus rambut Cello.


" Gak nunggu daddy? "


" Daddy akan sedikit lama di kamar mandi. "


" Tapi Cello belum bisa tidur, " rengeknya dengan mata gemoynya.


" Emmmm, mau kakak bacain dongeng? "


" Boleh, " dengan suka cita Cello menerimanya.


Bintang pun kini mulai bercerita, sementara Cello dengan setia mendengarkan.


Tiga puluh menit sudah berlalu,Cello tak juga kunjung tidur begitu juga dengan jeck,hampir tiga puluh menit Regan menaklukkan senjatanya namun sepertinya dia benar-benar butuh menyalurkan hasratnya.Air dingin tak mampu membuat api dalam tubuhnya memadam.Kini ia pun keluar dan berjalan kembali menuju ranjangnya.


" Daddy baik-baik saja? " tanya Cello.


" Hmmmm. " Dengan dinginnya Regan menjawab.Dia pun mulai berbaring di sebelah Bintang.


" Sayang kenapa di sini sih!kamu di samping Cello sana! " protes Bintang karena suaminya mulai ndusel di sampingnya.


" Dia tidak akan suka berada di sampingku,ya kan boy? " Regan yang sudah berada tepat di samping Bintang pun merangkul tubuh itu dari belakang.


" Yeach,daddy jauh-jauh dari aku! "


Cello senang sekali karena tidak berdekatan dengan daddy resenya itu.


" Ya sudah, sekarang kita tidur ya? " bujuk Bintang.


" Okey kakak cantik, " Cello pun mengerlingkan sebelah matanya membuat Bintang gemas sekali dengan bocah di hadapannya ini.


" Kakak cantik,apa Cello bisa punya Mommy lagi? Mommy Cello enggak pulang-pulang,daddy Kevin selalu bilang mommy gak bisa pulang,dia sedang nyiapin tempat yang paling indah buat Cello,tapi Cello juga ingin punya mommy seperti teman-teman Cello,pasti mereka tidurnya seperti ini,bertiga, " ucap Cello lagi yang membuat Bintang dan Regan seakan tercekat tak bisa berkata-kata.Airmata Bintang pun mulai menggenangi pelupuk matanya.


" Sayang, Mommy Cello memang sedang nyiapin tempat yang begiiiiituu indah,tempatnya jauuuuuh sekali jadi enggak bisa nemuin Cello.Cello do'ain mommy aja ya semoga di tempat yang jauuuuuh itu mommy bahagia, " ucap Bintang seraya mengelus rambut Cello.


" Oh gitu ya kak,iya deh Cello do'ain mommy terus.Tapi Cello mau mommy kak?Mommy bakal marah gak kak kalau cello ingin punya mommy lagi yang bisa sama terus sama Cello? Cello janji kok gak bakal lupa sama mommy, " pintanya dengan mata berbinar.


" Cello anak baik, pasti mommy gak bakal marah kalau Cello mau punya mommy lagi. "


" Beneran kak? " wajah Cello tampak begitu gembira.


" Iya sayang,sudah ya,kita tidur sekarang,Okey? "


" Okey! "


" Jangan lupa berdo'a sayang, " ucapnya sembari mengecup ujung kepala Bintang.


Cello pun mulaii berdoa dalam hati dan mulai meringkuk dalam dekapan Bintang,terlihat jelas bocah itu begitu tenang berada di sana.Sedangkan Regan yang melihat kasih sayang istrinya begitu tulus pada anak yang jelas-jelas tak ada hubungan darah dengannya pun begitu kagum.


" Kamu memang luar biasa sayang," bisiknya sembari merapatkan pelukannya, " aku semakin mencintaimu," lanjutnya berbisik.


" Ih! Kamu apaan sih yank! " Bintang pun memukul paha sang suami yang tengah menindih pahanya itu, " jangan berisik! Cello bari mau tidur, " lanjutnya sembari menaruh telunjuknya di ujung bibirnya.


" Hmmm,Oke.Oke.Setelah dia benar-benar tidur kita lanjut yang tadi ya,kita hadapin dia kesana lalu kita bisa di sini,eh!atau kita pindah aja ke kamar tamu habis itu kita pindah lagi kesini,giamna sayang? " ucapnya dengan segala rencananya.


" Enggak usah banyak mikir, kita tidur aja ya, " Bintang pun mulai memejamkan matanya.


" Yah, yank? " Regan tampak begitu kecewa, istrinya benar-benar tidur,lalu bagaimana nasib jeck?


Sepertinya dia memang harus melakukan hal yang menurutnya paling menjijikkan itu. Bermain solo di kamar mandi.


Jeck : Huaaaaaaaaaaaa.....


Aku gak mau thor!


Bos tolong jangan pegang-pegang aku😭😭😭 aku masih suci😫


Othoooor kamu tanggung jawab kalau aku hamiduuun


Othor : Eh,kamu siapa?


emang kita kenal?😒


😝