
" Aku akan membuat jantungmu mulai bersahabat saat menatap ku! " ucap Regan yang mulai mendekatkan wajahnya.
huuuuuuhffff...
suara Regan meniup ubun-ubun Bintang, seketika membuat Bintang membuka matanya lebar-lebar.
Nih orang nagapain niup ubun-ubun aku,
gumam Bintang dengan wajah datar tanpa ekspresi.
" Bagaimana?apa jantungmu masih berdetak tidak normal? " tanya Regan dengan senyum tipisnya.
Bintang diam sejenak,
Eh, beneran ga berdetak kaya tadi. Dia pakai ilmu apa tadi?
gumam Bintang dalam hati.
" Emmmm...sekarang lebih baik, " ucap Bintang masih tak percaya.
Regan pun tersenyum tipis melihatnya.
" Kembalilah kemejamu, cepat selesaikan pekerjaan mu setelah itu kita pulang, "
" Kita? "
" Ya, apa kau tak mau mengambil motor butut mu itu! jika memang tidak, aku akan membuangnya," alasan biar mau pulang bareng😁
" Ja..jangan Tuan,baiklah saya akan segera menyelesaikan pekerjaan saya, " ucap Bintang yang kemudian bergegas keluar.
Bintang yang sudah berada di luar menghampiri meja Doni.
" Ini berkas anda Tuan Doni Mahendra, " ucapnya penuh penekanan.
Donipun tersenyum garing.
" Terimakasih Nona Bintang Ariana Putri yang baik Hati, tidak sombong,suka menabung, " ucapnya tertawa lepas melihat Bintang yang kembali ke mejanya dengan wajah kesalnya.
Bintang kembali bergelut dengan pekerjaannya.Dua jam berlalu kini Bintang sudah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun mulai membereskan mejanya.
" Apa kau sudah selesai? " tanya Regan yang sudah berdiri di depan mejanya.
" Iya Tuan, "
Regan pun berjalan dengan Bintang yang mengekorinya.
" Kau mau kemana? " tanya Rita yang baru saja kembali dari ruang meeting.
" Pulang! " ucap Bintang sambil melambaikan tangan kepada tiga temannya yang sudah berada di meja masing-masing.Hingga membuat ketiga temannya itu mendengus kesal karena iri Bintang bisa pulang lebih cepat.
" Aishh.. Dia curang sekali! " gerutu Doni yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Kini Bintang dan Regan sudah sampai di lantai bawah, Kevin yang melihat Regan pun segera menghampiri.
" Kau akan pulang? " tanya Kevin pada Regan.
" Iya, aku akan pulang bersama Pak Jang, kau pulang sendiri saja, masih ingat jalan pulang kan? "
" Aishh...! Kau fikir aku bocah! " memukul bahu Regan.
" Kau masih saja suka memukulku! " dengan wajah dinginnya meninggalkan Kevin.
Sedangkan Bintang yang melihat kedekatan mereka menjadi bbingung. Bintang yang bulum tau siapa Kevin sebenarnya terbesit rencana jahat dalam benaknya.
Satu-satunya orang yang berani memukul Tuan Regan,fiks! aku harus bersekutu dengannya untuk menindas Raja iblis ini!
ahihihihi....
tawa kecil Bintang dalam hati,Bintang melihat Regan yang sudah berjalan jauh di depannyapun segera menyusulnya, ia menundukan kepala dan tersenyum tipis saat melewati Kevin dan Kevin pun membalasnya dengan hal yang sama. Bintang pun kini bergegas mengejar Regan yang sudah berada di mobil.
" Ma'af Tuan, " ucap Bintang yang sadar bahwa sudah membuat Tuanya menunggu.
Namun tidak ada jawaban, Regan tetap fokus pada ponselnya.Bintang pun bergegas duduk di kursi depan.Kini mobil melaju dengan kecepatan sedang.Selama perjalanan Bintang terus mengelus perutnya sendiri karena lapar.
Aisshhh....!
Ini sungguh membuatku tidak nyaman. . .
gerutu Bintang dengan wajah cemberutnya, Bintangpun melirik ke arah Regan yang tetap fokus pada ponselnya.
Mana mungkin dia peduli aku sudah makan atau belum, hiks... ini sungguh tidak adil...!
gumam Bintang meratapi nasibnya.
Beberapa menit kemudian,kini mobil pun berhenti tepat di depan rumah Regan.
Bintang pun bergegas keluar dari mobil dan mengedarkan pandangannya mencari motor kesayangannya.
Di..di mana blue?
Aku ingat betul tadi pagi motor aku parkir di sini, tapi sekarang dimana? kenapa tidak ada?
gumam Bintang yang terus mengedarkan pandangannya dengan wajah paniknya.
Di sisi lain Regan yang sudah berdiri di luar mobil tersenyum tipis melihat tingkah Bintang yang sedang panik.
" Tuan, dimana motor saya?kenapa tidak ada di sini? " tanya Bintang pada Regan.
" Kenapa kau tanyakan padaku! aku tidak tau! " jawab Regan dengan santainya. Regan pun berlalu meninggalkan Bintang.
Apa mungkin ada maling?
Masak sih maling bisa masuk kesini!
Aish...!
Gimana kalau benar-benar ada maling...
ucap Bintang yang mulai gelisah.
" Tidak perlu khawatir, tidak akan ada maling yang mau mengambil motor jelekmu itu! " ucap Regan dari kejauhan.
Aish..!
bisa-bisanya dia mengejek motor ku!
ingin melempar Regan dengan sepatu yang ia pakai tapi ia urungkan karena bagaimanapun ia harus menjaga sikapnya.Bintang pun menghampiri pak Jang yang selesei memarkir mobil di garasi.
" Pak Jang, "
" Bisa bantu saya? "
" Ma'af,bantu apa Non? "
" Tolong bantu cari motor saya, tadi pagi saya parkir di depan sana,tapi sekarang tidak ada, " ucap Bintang sambil menunjuk tempat ia memarkir motornya tadi.
" Motor Nona ada di garasi, "
" Benarkah? " ucap Bintang dengan senyum semeringah.
Pak Jang hanya menjawab dengan anggukan kepala.Bintang pun langsung berlari ke arah garasi.
Di sisi lain, Regan sudah berada di dalam rumahnya, ia berjalan menghampiri Neni yang sedang sibuk di dapur.Neni yang melihat kehadiran Tuan mudanya pun segera menunduk hormat.
" Ma'af Tuan, ada yang bisa saya bantu, " ucap Neni masih menundukkan kepala.
" siapkan kain untuk ku! "
" Kain? kain seperti apa Tuan? ma'af saya kurang mengerti, " tanya Neni yang benar-benar tidak faham.
" Kain apa saja yang penting bisa menutupi bagian pa...," (berhenti sejenak) " pokoknya kain yang lebar, " ucapnya lagi tanpa meneruskan ucapan sebelumnya, membuat Neni bingung tapi tetap melaksanakan tugas yang di berikan Tuannya itu.
" Baik Tuan, " ucap Neni sambil berjalan kebelakang.
Mama Nita yang melihat anaknya duduk di meja makan pun segera menghampiri.
" Kau sudah pulang sayang, "
" Iya Ma, Mama pulang kenapa tidak menghubungi Regan?"
" Mama tidak sempat, karena Papa mendadak sekali memberitahu mama kalau kita pulang hari ini.Oh ya, Bukankah kau masih harus bedrest kenapa sudah masuk kantor? ini juga hari minggu biasanya kau hanya menghandle dari rumah jika memang harus lembur, " ucap Mama Nita, tapi belum sempat Regan menjawab Neni sudah datang dengan kain di tangannya menyeka obrolan mereka.
" Ma'af Tuan, ini kainnya, " ucap Neni memberikan kain pada Regan.
" Ma'af Ma, Regan keluar sebentar, " ucap Regan bergegas keluar.
Mama Nita pun mengangkat kedua alisnya, ia pun menoleh ke arah Neni seolah meminta penjelasan, namun Neni hanya membalas dengan menggelengkan kepala karena ia sendiri memang tidak tahu untuk apa Tuan mudanya memintanya menyiapkan kain. Akhirnya Mama Nita pun mengikuti Regan keluar.
Di luar Regan mencari sosok Bintang, ia berjalan sambil mengedarkan pandangannya.
Kemana gadis itu!
Apa dia sudah pulang?
Kenapa aku tidak menyuruhnya menunggu tadi!
gerutu Regan kesal sambil berjalan melintasi garasi,tak sengaja Regan menoleh ia pun melihat sosok Bintang di sana yang masih memeluk motornya.Regan pun berjalan perlahan mendekati Bintang tanpa Bintang menyadarinya.Regan berdiri menyenderkan tubuhnya pada mobil yang terparkir,sambil terus memperhatikan Bintang.
Aish...
Kau membuatku khawatir blue...
ucap Bintang memeluk motornya dengan penuh perasaan.
" Begitu berhargakah motor mu itu hingga kau terus memeluknya? " ucap Regan yang membuat Bintang seketika melepas pelukannya.Bintang memasang wajah masam dan melirik ke arah Regan.Bintang pun membuang muka dan segera menaiki motornya tanpa menghiraukan Regan.
" Kau sekarang berani sekali ya, " ucap Regan dengan tatapan tajam dengan tangan yang ia silangkan di dada.
Bintang yang berada di atas motornya hanya membuang nafas kasar.
" Turun! " ucapnya lagi dengan sorot matanya yang tajam.
Bintang pun turun dengan wajah cemberutnya masih dengan memalingkan wajah.Regan berjalan mendekati Bintang, ia langsung mengikat kain yang ia pegang ke pinggang Bintang hingga menutupi rok Bintang yang pendek. Regan sengaja mengikat kain pada pinggang Bintang agar saat Bintang menaiki motor pahanya tidak terekspos dan tertutup oleh kain yang panjang itu.Sedangkan Bintang hanya tercengang melihat sikap Regan.
" Sekarang pulanglah! " ucap Regan cuek, menatap bintang dingin sambil memasukkan keduanya tangannya ke dalam saku celana.
Aish..!
Sekarang dia mengusir ku!
gerutu Bintang dalam hati dengan mengangkat sebelah sudut bibirnya, dalam hatinya ia masih kesal karena sikap Regan yang tak peduli saat ia mencari motornya.Bintang pun mulai menyalakan mesin motornya dan siap melajukan motornya namun Mama Nita tiba-tiba menghentikannya.
" Tunggu-tunggu jangan pergi dulu, " ucap mama Nita berlari mendekati Bintang.Sebenarnya Mama Nita dari tadi memperhatikan sikap Regan pada Bintang dari kejauhan dan membuat Mama Nita senyum-senyum sendiri melihat sikap putranya itu.Sedangakan Bintang begitu terkejut melihat wanita paruh baya itu mendekatinya, Bintang membulatkan matanya dan langsung mematikan mesin motornya.
" Jangan pulang dulu, mampir dulu sebentar, " ucap Mama Nita lagi sambil memaksa Bintang turun dari motornya dan menggandeng Bintang berjalan masuk ke rumah.
Bintang nampak bingung namun tak bisa menolak ia berjalan bersama Mama Nita sambil menoleh ke arah Regan mencoba meminta penjelasan siapa wanita yang bersamanya saat ini. Namun Regan tak menghiraukan Bintang, ia hanya memijat keningnya sendiri melihat sikap ibunya itu.
Jadi dia wanita yang sudah berhasil mencuri hati putraku.
Cantik,nampaknya dia juga gadis yang baik.
gumam Mama Nita dalam hati yang terus memperhatikan Bintang yang masih ia gandeng.
Selama di luar negeri Mama Nita terus mendapatkan laporan dari Neni.Neni mengirim beberapa foto dan vidio tentang kedekatan Regan dan Bintang selama Bintang merawat Regan,hingga membuat Mama Nita mengambil kesimpulan bahwa putranya itu memang sudah jatuh hati pada Bintang.
Bintang yang dari tadi di perhatikan oleh Mama Nita menjadi tidak nyaman.
" Ma'af Tante, apa ada yang salah dengan penampilan saya, "
" Tidak, kau hanya terlalu cantik, " ucap Mama Nita tersenyum hangat.
" Tante terlalu memuji saya, " jawab Bintang tersenyum garing.
" Kau memang benar-benar cantik dan juga baik, tidak salah putraku memilihmu menjadi sekretarisnya, " ucap Mama Nita dengan tatapan hangatnya.
" Hah! " Bintang begitu terkejut mendengar ucapan wanita yang dari tadi menggandeng nya itu, seketika Bintang pun membungkukkan badan menunduk hormat.
" Ma.. ma'af kan sikap saya yang kurang sopan Nyonya, saya benar-benar tidak tahu Nyonya adalah ibu dari Tuan Regan," ucap Bintang gelagapan dan terus membukukan badannya berulang kali.
Regan yang melihatnya tersenyum tipis dan berlalu menuju kamarnya di lantai atas.
Sedangkan Mama Nita malah tersenyum melihat tingkah Bintang.
" Sudah, tak perlu bersikap seperti itu,jangan panggil saya Nyonya panggil saja seperti semula kamu memanggil saya,ayo duduklah, " ucap Mama Nita menuntun Bintang untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu itu.
Bintang tersenyum tipis dengan senyum yang ia paksakan, sekarang ia benar-benar menjadi salah tingkah.
" Kamu tunggu sebentar disini, tadi tante buat kue kamu harus cobain kue buatan tante, "ucap Mama Nita lagi yang kemudian meninggalkan Bintang sendiri di ruang tamu.
Sedangkan Bintang yang duduk sendiri di ruang tamu mencoba menenangkan dirinya agar tidak nervous.Ia memejamkan mata dan mulai mengatur nafasnya, saat membuka mata betapa terkejutnya saat ia melihat sosok Kevin yang baru saja masuk,Bintang pun menundukan kepala, Kevin pun membalas menundukan kepala dengan senyum tipis di bibirnya dan berlalu begitu saja di hadapan Bintang.Bintang yang melihat senyuman itu membuat hatinya berbunga-bunga.
Oh.. oppa...kenapa kau tampan sekali,kau jauh berbeda dengan iblis itu, kenapa kau ada di sini?apa kau juga tinggal di sini? semoga saja kau tak ada hubungan darah dengan iblis itu!
gumam Bintang yang begitu mengagumi ketampanan Kevin yang menurutnya mirip aktor Korea yang menjadi idola nya.