My Big Boss

My Big Boss
Pura-pura bodoh



Aktivitas memasak pun akhirnya selesai,dari nasi goreng, ayam goreng, telur ceplok, lalapan dan kerupuk pun sudah tersaji di meja makan.


" Bintang mandi dulu ya ma, " pamit Bintang pada ibu mertuanya yang tengah menata makanan itu.


" Iya sayang, besok-besok enggak usah bangun sepagi tadi ya,kau tidak perlu bangun pagi-pagi hanya untuk bantuin mama masak. "


" Enggak papa kok ma, Bintang memang sudah terbiasa bangun pagi. "


" Ya sudah,makasih udah bantuin mama pagi ini, sekarang cepetan mandi,mama juga mau mandi dulu,setelah itu kita sarapan bareng. "


" Iya ma, " Bintang pun kini melangkah menuju kamarnya di ikuti Regan yang terus mengekorinya.


Mama Nita yang melihat kelakuan anak laki-laki nya itu pun menggelengkan kepala.Bagaimana tidak dari tadi kerjaan nya hanya mengekori istrinya.


" Bintang sayang, " panggilnya pada Bintang yang mulai menaiki tangga.


" Iya ma,ada apa? " Bintang pun seketika menoleh ke arah mama Nita.


" Sejak kapan kau punya buntut sayang? "


" Hah!Buntut? " tanya Bintang bingung.


" Itu di belakang mu, " melirik Regan.


" Hah, " Bintang pun kini menatap suaminya sambil tertawa cekikikan.


" Jangan tertawa!" protes Regan tak suka Bintang mentertawakannya.


" Kau sih, ngintil mulu! " gerutu Bintang.


" Enggak suka? " tanyanya tajam.


" Hehe,suka,suka," ucapnya tersenyum nyengir.


" Ayo! " Bintang pun menggandeng tangan Regan dan kini mereka berdua berjalan bersama menuju kamar.


Sementara mama Nita yang melihat kebersamaan anaknya itupun tersenyum bahagia.Kini beliau pun beranjak menuju kamarnya.


Sementara Bintang yang sudah berada di kamarnya mulai tampak kesal karena Regan terus mengekorinya ke kamar mandi.


" Mau ngapain? " ucapnya dengan nada kesal.


" Mandi bareng kan? " menaikan kedua alisnya dengan senyuman liciknya.


" Tidak! enggak ada mandi bareng! " ucapnya yang kini mulai menutup pintu kamar mandi.


" Sayang,alangkah baiknya kita itu mandi bareng biar cepet selesai, " bujuk nya dari luar.


" Apanya yang cepet selesai, aku tidak percaya kata-katamu! " teriak Bintang dari dalam kamar mandi.


" Ayolah sayang,aku bisa membantumu menggosok punggung. "


" Tidak perlu, aku bisa sendiri, " tolak nya yang tau niat licik suaminya itu.


" Arrrggghhh.... dia tidak tau apa jeck dari tadi minta masuk, " batinnya kesal yang kemudian kembali tiduran di atas ranjangnya.


Setelah beberapa menit kini Bintang selesai dengan aktivitas mandinya, ia pun keluar hanya dengan handuk yang melingkar di tubuhnya. Saat Bintang mendapati Regan yang kembali tiduran di ranjang pun membuang nafasnya kasar. Kini ia pun mulai menghampiri suaminya itu.


" Sayang, kau tidur lagi? " ucapnya sambil menggoyang tubuh Regan.


Regan yang mendengar suara Bintang pun langsung menarik tangan Bintang hingga kini tubuhnya berada dalam pelukannya.


" Kau sengaja ingin menggoda ku, hemm! " ucapnya menaikan sebelah alisnya.


" Siapa yang menggodamu! " protes Bintang.


" Nah ini! kenapa cuma pake handuk! "


" Aku kan habis mandi, ya wajar kalau pakai handuk, udah cepetan mandi gih! " Bintang pun kini mencoba lepas dari kekangan suaminya itu.


" Mau kemana? kau harus tanggung jawab dulu, " Regan pun kini mulai menindih tubuh Bintang.


" Tanggung jawab? " tanya nya bingung.


" Kau sudah membuat jeck bangun, jadi kau harus menidurkan nya sekarang, " ucapnya yang mulai membuka lilitan handuk Bintang.


" Sayang, tanggung jawabnya nanti malam aja ya,nanti mama sama papa marah nungguin di meja makan kelamaan? " merengek manja barang kali naluri suaminya tersentuh.


" Mama sama papa pasti mengerti, " ucapnya mulai meremas benda menonjol di dada istrinya itu.Regan pun kini mulai mencium bibir mungil Bintang, ciumannya itu pun semakin memanas dan semakin liar.


Ciuman Regan yang kini menselancari tubuh polos istrinya itupun membuat si pemilik tubuh mulai memanas,hingga membuat Bintang yang awalnya menolak pun kini hanyut dalam permainan sumai tampannya yang terus memberikan rangasangan pada tubuhnya itu.


Akhirnya tubuh mereka pun kini menyatu dan jeck pun berhasil melepaskan lava panasnya.


Asupan pagi yang sungguh menyegarkan bagi jeck.


Regan pun kini menggendong tubuh Bintang ke kamar mandi.


" Kau membuatku mandi dua kali pagi ini! " gerutu Bintang kesal.


" Salah siapa! " ucapnya jutek.


" Salah mu lah! dasar mesum, mesum! mesum! " sambil mencubit kedua pipi Regan.


" Makanya lain kali kalau suami bilang apa itu harus menurut! kalau tadi nurut kan gak jadi mandi dua kali! ucapnya membela diri.


Bintang pun hanya mengerucutkan bibirnya kesal.


Kini mereka berdua pun mulai mandi bersama.Setelah selesai mereka pun bergegas merapikan diri dan kini bergegas ke meja makan.


" Kau ini mandi atau nyebrangi lautan lama banget! " celetuk tuan Williams sambil melirik Regan yang kini sudah duduk di hadapannya.


" Papa, " ucap mama Nita tak suka.


" Ma'af ya ma, " Bintang pun meresa tak enak hati.


" Iya, enggak papa, mama ngerti kok pasti manusia ini tak membiarkanmu keluar dari kamar mandi kan? "


Bintang pun hanya tersipu malu.


" Mama sama papa udah makan, kalian makan gih, " ucap mama Nita lagi.


" Iya ma, " kini Bintang pun mulai menyiapkan makanan untuk Regan terlebih dulu.


" Oh ya, mama sama papa hari ini mau berangkat keluar kota, mungkin sekitar dua minggu disana , " ucap mama Nita.


" Kok mendadak ma ?" tanya Regan sambil menikmati makanan nya itu.


" Sebenarnya papa udah ngerencanain dari kemarin, tapi belum bicara saja dengan mu, " ulasnya.


" Bener pa? memangnya papa ada keperluan apa? kenapa sampai dua minggu? " tanyanya pada Tuan Williams.


" Papa kan ada bisnis baru di sana, papa harus meninjau bagaimana perkembangan bisnis papa di sana, " Tuan Williams pun menjelaskan.


" Umur papa sudah tidak muda lagi, papa istirahat saja di rumah, biar Regan yang meng-handle semuanya, " Regan mulai khawatir dengan kondisi kesehatan papanya.


" Perusahaan kita banyak menerima proyek kerja sama, kau akan sibuk dengan itu,jika kau mengurus bisnis baru papa juga kau akan semakin sibuk, terus kapan kau akan mengajak istri mu liburan? papa akan mengurusnya sendiri, kau tidak perlu khawatir dengan kondisi papa, sekarang yang terpenting kau cepat selesai kan semua pekerjaan mu dan segeralah ajak anak mantuku ini liburan, " ucapnya sambil menatap hangat Bintang.


" Pa kita bisa liburan nanti-nanti, papa tidak perlu khawatir tentang itu,papa di rumah saja ya, biar mas Regan saja yang meng-handle bisnis papa, " Bintang pun ikut merasa khawatir karena memang umur mertuanya itu sudah cukup tua dan seharusnya di umurnya yang sekarang tidak lagi ikut bergelut di dunia bisnis.


" Papa senang kau mengkhawatirkan papa, tapi papa tetap pada pendirian papa, kau harus segera liburan, habiskan uang suamimu itu! mengerti! " ucapnya pada Bintang dengan penuh penekanan.


" Pantesan Regan juga keras kepala, suka memaksa, enggak bisa di bantah, jadi semua turunan dari sini! " batin Bintang.


" Sudah sayang, kau tidak akan pernah bisa meluluhkan hati mertuamu itu! manusia ini! dan ini! itu sama, sama-sama enggak bisa di bantah! " mama Nita pun menyahut sambil menunjuk dua laki-laki di depannya.


Bintang pun hanya tersenyum mendengar celotehan Ibu mertuanya itu.


" Kalau papa memang tetap akan pergi, Regan akan menyuruh beberapa orang Regan untuk membantu papa di sana, " Regan pun kembali angkat bicara.


" Terserah kau saja, papa siap-siap dulu. " Tuan Williams pun kini beranjak dari kursinya dan mulai melangkah menuju kamar.


" Mama susul papa ya sayang, kalian lanjutin makannya, dan kau Rey, kau tidak perlu khawatir dengan kakek tua itu, kau tau sendiri kan bagaimana jiwa bisnis papa mu itu?umurnya saja yang sudah tua tapi jiwa dan stamina nya enggak kalah muda denganmu, " ucap mama Nita yang kini berbicara pada Regan.


Mama Nita pun kuni meninggalkan meja makan menyusul tuan Williams yang tengah bersiap di kamar.


Sementara Regan kini ia kembali menikmati makanan nya kembali.


" Sayang, kau serius mengizinkan papa pergi? " tanya Bintang pada Regan.


" Bagaimana lagi, papa bukan tipe orang yang mudah menurut, " jawabnya santai.


" Ya, sama seperti mu! " ledek Bintang.


Regan pun hanya tersenyum mendengar ledekan istrinya itu.


Di sisi lain tampak Tuan Williams dan mama Nita yang sudah siap untuk berangkat,koper dan tas besar pun sudah ada di tangan mereka.


Regan dan Bintang yang melihatnya pun bergegas menghampiri.


" Berangkat sekarang pa? " tanya Regan.


" Iya,jadilah sumai yang baik,jangan minta jatah terus!kasihan anak mantu papa, kurang tidur karena mu! " ucap Tuan Williams yang membuat Regan seketika menjadi salah tingkah.


" Papa bicara apa, Regan tidak mengerti, " ucapnya pura-pura bodoh.


" Mama berangkat ya sayang, kalau manusia ini berulah dan menyakitimu kau hubungi mama biar mama langsung menghabisinya! " ucap mama Nita lagi yang kini berbicara pada Bintang.


" Iya ma, mama sama papa jaga kesehatan di sana,kalau sudah sampai langsung hubungi kita ya, " jawab Bintang sambil memeluk ibu mertuanya itu.


" Iya sayang, ya sudah ayo pa. " mama Nita pun segera mengajak tuan Williams untuk menuju mobil yang akan di kemudikan pak jang itu.


Kini semua pun berjalan keluar, tampak pak jang yang sedang menata barang bawaan tuanya itu ke dalam bagasi.


" Pak jang nanti hati-hati bawa mobilnya,pelan-pelan saja enggak usah ngebut-ngebut, " ucap Regan.


" Iya Tuan, " pak jang pun kini mulai memasuki kursi kemudi.


" Mama berangkat ya sayang, jaga diri baik-baik, " ucap mama Nita lagi yang sudah berada di dalam mobil itu.


" Iya ma, " Bintang pun kini melambaikan tangan ke arah mama Nita yang kini mobilya sudah mulai melaju itu.


Sekarang hanya ada Regan dan Bintang di sana.Tampak Regan yang juga sudah siap untuk berangkat ke kantor.


Bintang pun merapikan jas yang di kenakan suaminya itu.


" Apa rencana mu hari ini? " tanya Regan yang menatap hangat istrinya itu.


" Tidak ada, " Bintang pun menjawab nya dengan singkat, karena memang dirinya tak punya rencana apa-apa hari ini.


" Apa kau tidak ingin memberikan ku kejutan lagi? " tanyanya mengingat kemarin Bintang datang membawakan makan siang untuknya.


" Kau menginginkannya? " Bintang pun mengerti apa yang di maksud suaminya itu.


" Tidak, aku yang akan pulang nanti, jadi masaklah yang enak. "


" Siap Tuan! " ucapnya tersenyum garing.


" Ya sudah, aku berangkat sekarang, " ucapnya sambil mencium kening Bintang.


Bintang pun kini mencium tangan laki-laki yang sudah menjadi imamnya itu.Kini Regan pun mulai memasuki mobil mewahnya.


" Hati-hati sayang, jangan lagi menghubungi ku setiap satu jam sekali karena aku tidak akan mengangkatnya! " ucap Bintang sebelum Regan benar-benar melajukan mobilnya.


" Kalau kau tak mengangkatnya maka aku akan pulang saat itu juga! " Regan pun langsung melajukan mobilnya.


Sementara Bintang yang mendengar ucapan Regan pun membuang nafasnya kasar.


" Bagaimana dia bisa fokus bekerja kalau terus menghubungiku, " gerutunya pelan.


Bintang pun kini kembali ke dalam rumah.


Tiga puluh menit berlalu,Regan pun kini sampai di kantornya.


Regan yang kini berjalan menuju ruangannya menjadi pusat perhatian semua mata yang ada disana,terlihat jelas raut bahagia dari wajahnya hingga membuat ketampanannya kini semakin terpancar hingga sulit untuk di gambarkan.


Semua karyawan wanita yang ada di sana pun tak bisa mengalihkan pandangannya.


" Gila! tuan Regan setelah menikah semakin tampan ya, ingin rasanya ku memilikinya, " ucap salah satu karyawati di sana.


" Bener banget, aku iri kenapa harus nona Bintang yang menjadi istrinya kenapa bukan aku? " sahut karyawati lain ikut menimpali.


" Pada sadar diri deh, kalian itu cuma kentang di dalam tanah jangan mengaharapkan bulan yang ada di langit, " sahut Rita kesal karena mereka terus mengagumi suami temanya itu.


" Kau apaan sih Rit? " ucap Livia yang tak suka dengan sikap Rita yang berlebihan.


" Aku hanya antisipasi agar mereka sadar diri dan enggak jadi pelakor, bisa jadi kan mereka mau menggoda tuan Regan, " Ritapun membela diri.


" Berlebihan kau Rit, ini nih! akibat kau kebanyakan nonton sinetron! "


" Ini itu realita kehidupan,kau harus banyak belajar ilmu hidup padaku! " jawab Rita berlalu pergi.


" Jangan sok tua di hadapan ku! " teriak Livia yang kini berlari mengikuti Livia.


Sementara di sisi lain Regan yang kini sudah berada di ruangannya pun mulai di sibukkan dengan semua kertas-kertas yang bertumpukan di mejanya.


Kini terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok.. tok.. tok..


" Permisi Tuan boleh saya masuk, " suara David dari luar.


" Masuklah. " Kini David pun mulai masuk dan menghadap Regan.


" Ma'af Tuan, saya sudah merekrut sekretaris baru dan ini ada tiga kandidat yang terpilih, mereka semua cantik, good looking, good atitude dan sangat berpengalaman di bidangnya, mungkin tuan ingin memilih sendiri salah satu dari mereka, " ucap David yang kini memberikan berkas lamaran dari ketiga kandidat yang terpilih pada Regan.


Regan pun mulai membuka satu persatu berkas lamaran kerja itu, iapun kini mulai mengambil foto dari satu persatu calon sekretaris nya itu menggunakan ponselnya.


David yang melihatnya pun merasa bingung sendiri.


" Untuk apa tuan Regan mengambil foto calon sekretaris nya? " gumamnya dalam hati.


Sementara Regan yang telah selesai mengambil foto itu pun segera mengirimkannya pada Bintang.


Kini ia pun duduk bersandar menunggu Bintang menghubunginya.


Hanya selang beberapa detik kini Bintang benar menghubunginya.


" Apa maksudnya! " suara Bintang dari seberang sana yang terdengar kesal.


Regan pun tersenyum tipis saat mendengar suara istrinya itu.


" Mereka calon sekretaris ku,aku ingin kau yang memilih salah satu dari mereka, " jelasnya.


" Kenapa kau tidak memilihnya sendiri? "


" Karena aku tidak ingin ini nanti akan menjadi masalah untukmu, jadi lebih baik kau yang memilihnya. "


" Hmmm.. baiklah. " Bintangpun kini tampak memperhatikan foto-foto yang di kirimkan Regan padanya.


" Ah, kenapa mereka cantik-cantik sekali! " gerutunya pelan.


" Sayang, kau masih ada di sana? " suara dari seberang karena Bintang tak kunjung menjawab.


" Iya masih, " jawabnya malas, " apa kelebihan mereka dari ku! " tanyanya kemudian.


" Yang jelas mereka lebih pintar darimu. "


" Hah! " Bintang pun kesal mendengar ucapan suaminya itu.


" Dasar nyebelin, gak bisa apa bohong sedikit! " gerutunya pelan.


" Sayang? " suara Regan lagi dari seberang.


" Kau pilih saja sendiri!jangan bertanya padaku! aku tidak peduli dengan siapapun yang kau pilih ! " Bintang pun kini memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak.


Sementara Regan yang ada di ruangan nya pun mengerutkan keningnya.


" Ada apa dengannya?" gumamnya tak menyadari kesalahannya.


Kini Regan pun menatap David yang masih berdiri di depan mejanya.


" Dav, apa menurut mu aku salah bertanya pada istri ku dulu? " tanya nya.


" Menurut saya tidak tuan, " jawab David.


Dua manusia yang sama-sama tidak


pandai dalam memahami wanita itupun kini saling pandang.


Regan pun kini mengembalikan berkas lamaran itu pada David.


" Kau pilih salah satu dari mereka yang paling membutuhkan pekerjaan ini! " ucapnya kemudian.


" Baik Tuan, " kini David pun kembali ke ruangannya.


Sementara di rumah, bintang masih tampak kesal.


" Awas saja! jeck akan benar-benar puasa minggu ini! " ancamnya kesal.


_


_


_


_


Othor : Nah lo jeck, kisut- kisut deh lu kelamaan puasa 😆


Jeck : tega lu Thor 😞


Othor : Lu sih! udah bisa keluar masuk gak makasih sama gue!


Jeck : Ma'aph deh Thor, gue lupa ingatan, tolong batalin puasa gue ya othor ku yang cantik 🤗


Othor : Tergantung jempol pemirsa ya jeeeeck...gak janji 😆😆😆


Jeeck : 😭😭😭😭😭