
" Kenapa dengan wajahmu! apa kau sangat menginginkannya hingga wajahmu memerah? "
goda Regan dengan senyum menyeringai.
Dasar otak mesum! ini karena menahan malu bukan karena menginginkan ciumanmu!
gerutu Bintang dalam hati.
" Tidak Tuan, bukan seperti i.., "
belum selesai bicara Regan sudah mengecup bibir manis Bintang dengan lembut.Bintang yang terkejut pun seketika membuka mata dan membulatkannya sempurna.
" Apa kau akan terus di sini melihatku berganti pakaian ! "
suara Regan yeng mengagetkan Bintang yang terus bengong dari tadi.
" Ti.. tidak Tuan, "
jawab Bintang bergegas pergi.
Regan mulai memakai pakaiannya, ia mulai mengutuki dirinya sendiri,
Aiishhh...!
kenapa aku mulai kecanduan bibir mungilnya itu!
gerutu Regan sambil mengacak-acak rambutnya.
Regan pun kembali keluar dengan berjalan perlahan karena memang kondisinya yang masih belum pulih.Bintang yang melihatnya pun segera menghampiri Tuannya untuk membantunya berjalan.
" Aku bisa sendiri ! "
ucap Regan yang menolak bantuan Bintang.
Bintang pun hanya diam dan menundukkan kepala.
Manusia keras kepala!
awas saja jika kau nanti meminta bantuan ku!
gerutu Bintang kesal.
Kini Regan kembali tiduran di ranjangnya dan mulai sibuk dengan ponselnya yang ternyata sudah banyak panggilan tak terjawab dari Mama Nita, Reganpun mulai menghubungi balik Mama Nita.
Belum juga Regan menyapa, Mama Nita sudah mengoceh panjang lebar hingga membuat Regan menjauhkan ponselnya dari telinga.
📞 Sayang... akhirnya kau menghubungi Mama juga, Mama begitu khawatir karena kau tak kunjung mengangkat panggilan Mama.
Bagaimana keadaan mu nak?
Kenapa kau bisa sampai jatuh sakit?
Ma'af kan Mama karena tidak sempat memberitahumu bahwa Mama hari ini harus menemani Papa terbang ke Singapura.
Mama baru bisa kembali lusa,kau harus jaga dirimu baik-baik disana.
Kau juga jangan menolak keputusan yang di ambil David, kau mengerti Rey?
Rey..
Hallo Rey..
Apa kau baik-baik saja?
Kenap kau diam saja?
suara Mama Nita yang terus saja mengoceh.
📞" Bagaimana aku bisa bicara jika Mama terus berbicara, Mama jangan khawatir, kondisi Regan sudah membaik, "
jawab Regan santai.
📞 " Syukurlah,kau harus berjanji pada Mama akan menuruti semua ucapan David, "
ucap Mama Nita memaksa.
📞 " Hemmmm... iya, "
jawab Regan malas.
Mama Nita pun memutuskan panggilannya setelah mendengar jawaban Regan.
Sedangkan Bintang sedari tadi masih setia menemani Regan walau dengan raut wajahnya yang kesal.
" Dimana David?
Bukankah tadi dia ada di sini? "
tanya Regan yang masih fokus menatap layar ponselnya.
" Saya di sini Tuan, "
sahut David yang baru masuk.
" Darimana saja kau! "
tanya Regan cuek,
" Mengurus administrasi Tuan, "
jawab David menunduk hormat.
" Apa kau sudah menemui Dokter? "
tanya Regan dengan tatapan datarnya.
" Sudah Tuan, "
jawab David singkat.
" Apa yang dokter katakan, "
tanya Regan dengan sorot matanya yang tajam.
" Kata dokter asam lambung Tuan naik itu yang mengakibatkan Tuan sesak nafas dan dada Tuan terasa terbakar,dokter menyarankan Tuan harus beristirahat total setelah keluar dari rumah sakit selama satu minggu dan harus benar-benar menjaga pola makan, "
ucap David menjelaskan.
" Tubuhku sudah membaik,aku tak perlu istirahat selama itu! "
ucap Regan ketus.
" Saya mohon Tuan tidak mengabaikan saran dokter, karena itu akan membuat penyakit Tuan semakin parah dan akan membahayakan nyawa Tuan, "
Ucap David yang sudah mengira Regan akan mengabaikan kesehatannya.
Apakah separah itu?
gumam Bintang dalam hati.
" Tuan tolong jangan keras kepala, bukankah dokter sudah bilang jika Tuan harus beristirahat total, itu artinya Tuan tidak boleh melakukan apapun. Kesehatan Tuan itu lebih berharga dari apapun! "
sahut Bintang yang terus mengoceh.
" Sejak kapan kau menjadi pintar mengoceh! "
ucap Regan dengan sorot matanya tajam.
" Ma'af Tuan, "
jawab Bintang menundukkan kepala.
" Ma'af Tuan yang dikatakan Nona Bintang memang benar,karena Nyonya besar baru akan kembali lusa,saya akan mencari perawat untuk merawat Tuan selama masa pemulihan, saya mohon Tuan tidak menolak, "
ucap David memaksa.
" Apakah Nyonya besar sudah menghubungi anda Tuan? "
imbuhnya lagi.
" Hemm...iya, Mama sudah bicara padaku!"
jawabnya cuek.
" Kau tak perlu mencarikan aku perawat, aku sudah menemukan orang yang akan merawat ku, "
melirik tajam ke arah Bintang.
jangan bilang kau menyuruhku untuk merawat mu!
gumam Bintang dalam hati.
Sekarang David pun mulai ikut melirik Bintang dengan sorot matanya yang tajam.
Apa Tuan Regan menginginkan Nona Bintang yang merawatnya?
Baguslah, aku tak perlu repot-repot mencari perawat untuknya.
gumam David dalam hati.
Sekarang kedua manusia itu menatap Bintang seperti sedang mengintimidasi.
Firasat ku sekarang benar-benar tidak enak, aku harus segera pergi dari sini!
gumam Bintang dalam hati yang mulai tak nyaman dengan tatapan kedua manusia itu.
" Ma'af Tuan, karena Tuan David sudah berada di sini, saya mohon pamit untuk kembali ke kantor, " ucap Bintang sengaja menghindar.
" Kau tidak perlu kemana-mana!
Sebagai hukumanmu,kau harus merawat ku sampai benar-benar pulih, " ucap Regan datar tanpa ekspresi.
" Baik Tuan, "
terpaksa menerima karena David menatapnya dengan tatapan membunuh.
Sial!
kenapa kau selalu berhasil menakutiku dengan tatapanmu itu!
gerutu Bintang tak suka dengan cara David menatapnya.
Sepertinya kau lebih takut dengan David dari pada aku!
gumam Regan dengan senyuman tipis dibibirnya.
" Baiklah Nona,saya akan menjelaskan apa saja tugas Nona, "
David pun mulai menjelaskan semua yang dikatakan dokter kepada Bintang.
Sedangkan Bintang hanya menjawab dengan anggukan kepala tanda mengerti.
" Jika terjadi apa-apa dengan Tuan Regan, kau orang pertama yang harus bertanggung jawab, "
ucap David pelan dengan sorot matanya yang tajam.
Aissshh...!!
kenapa sekarang aku yang kau bebani!
jerit Bintang dalam hati.
Sedangkan Regan yang berada di atas ranjangnya terus tersenyum memperhatikan tingkah Bintang.
" Dav kau kembalilah ke kantor, handle semua pekerjaan ku, untuk pekerjaan Bintang kau suruh Rita dan Livia berbagi tugas untuk menghandle nya dan saat kau pulang nanti tolong bawakan laptop ku kesini, "
perintah Regan pada David.
" Baik Tuan, saya permisi, "
pamit David yang langsung bergegas pergi.
Kini tinggal Regan dan Bintang yang berada di ruangan itu, Regan mulai menatap layar ponselnya,sedangkan Bintang hanya diam membisu menunggu perintah Regan.Bintang yang mulai bosan memilih berjalan menuju cendela dan melihat pemandangan kota yang tampak indah dari atas, rungan Regan yang berada di lantai paling atas memberikan suguhan pemandangan kota yang indah.
Regan yang memperhatikan Bintang pun turun dari ranjangnya dan berjalan menghampiri Bintang.
" Apa yang kau lakukan disini, "
suara Regan yang mengagetkan Bintang.
" Tu.. Tuan, kenapa Tuan ada disini, Tuan harusnya memanggil saya jika ingin melakukan apapun, "
ucap Bintang panik.
" Aku masih kuat jika hanya untuk berjalan,jangan berlebihan! "
ucap Regan ketus yang mulai menikmati pemandangan kota yang tampak indah.
Bintang hanya merespon ucapan Regan dengan memutar bola matanya dengan wajah kesalnya.
" Ma'af Tuan,angin disini terlalu kencang, tidak baik untuk Tuan, "
menutup jendela.
Regan yang melihat sikap Bintang pun tersenyum tipis, ia terus menatap wajah cantik milik Bintang yang berada di sisinya,namun saat Bintang menoleh Regan buru-buru mengalihkan pandangannya.
" Tuan, "
panggil Bintang pada Regan yang kini kembali memasang wajah dinginnya.
" Hmmm.., "
jawab Regan tanpa menoleh.
" Apa dada Tuan masih sakit? "
tanya Bintang memastikan, karena dalam hatinya ia masih saja khawatir dengan kondisi Regan walau Regan sudah tampak lebih baik.
Reganpun mulai menghadap Bintang, hingga posisi mereka kini saling berhadapan.
" Kenapa kau tanyakan itu? "
tanya Regan dengan tatapan hangat.
" Emmm.. sa.. saya.., "
belum selesai Regan sudah menyelanya,
" Tak perlu kau jawab,aku tahu kau begitu mengkhawatirkan ku, "
ucap Regan tersenyum tipis.
Kenapa manusia super pede ini mudah sekali menebak isi fikiran ku!
gumam Bintang dalam hati.
" Aku baik-baik saja, kau tak perlu mengkhawatirkan ku, "
imbuhnya lagi sambil mengacak-acak rambut Bintang.
Bintang pun tersenyum tipis sambil merapikan rambutnya yang berantakan.
Bagaimana aku harus menyikapi sikapmu yang mudah sekali berubah.
gumam Bintang dalam hati.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Mohon ma'af baru bisa up🙏🙏
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😇🤗
Terimakasih 😊
Happy Reading 😊