
Kini mobil Regan berhenti tepat di depan toko bunga, Bintang pun segera turun dan menghampiri penjual bunga.
"Bang, " panggil Bintang pada penjual bunga sambil tersenyum ramah.
" Siap Non! " jawab penjual bunga yang mengerti maksud Bintang tanpa Bintang mengatakannya.Penjual bunga itupun segera menyiapkan bunga untuk Bintang dan memberikannya.
Bintang yang sudah menerima bunga itupun segera memberikan beberapa lembar uang kepada penjual dan segera kembali ke mobil namun saat membalikan badan ia tak sengaja menabrak laki-laki di hadapannya.
" Tuan David? " ucap Bintang terkejut.
David dengan wajah kusut dan mata panda khas orang kurang tidur, di tambah rambutnya yang sedikit berantakan tak tertata rapi seperti biasanya membuat Bintang yang melihatnya menutup mulutnya sendiri.
" Tuan baik-baik saja? " ucapnya lagi.
" Hmmmm... iya, "
" Tuan mau beli bunga juga? "
" Tuan ini sudah beberapa kali beli bunga di sini Nona, " sahut abang penjual bunga.
" Owh... Tuan langganan bunga juga disini, " ucap Bintang tapi tak di hiraukan oleh David.
" Seperti biasa bang, " ucap David pada abang penjual bunga.
Penjual bunga itupun segera menyiapkan permintaan David.
Hanya dalam hitungan detik bunga yang di pesan David pun siap, David pun berlalu di hadapan Bintang berjalan menuju mobilnya.
Huh!
Dia bahkan tak menghiraukan ku!
gerutu Bintang yang kemudian kembali masuk ke mobil Regan.
Kini Bintang pun kembali duduk di bangkunya, tepatnya bangku depan,dekat bangku kemudi.
Pak jang yang melihat Bintang sudah berada di posisinya pun segera melajukan mobilnya.
" Bunganya Cantik ya Nona, seperti pemiliknya," ucap Pak Jang yang menoleh ke arah Bintang.
" Ehem, " suara batuk regan yang seketika membuat wajah pak Jang datar tanpa ekspresi dan kembali fokus mengemudi
Bintang melirik ke arah Regan yang tetap fokus pada laptopnya, ia pun menjawab ucapan pak Jang dengan suara berbisik.
" Terimakasih ya pak, pak Jang orang pertama yang bilang saya cantik, " tersenyum garing.
Pak Jang tersenyum tipis sambil terus fokus mengemudi.Ia mengerti jika Tuanya tak suka jika dirinya memperhatikan Bintang.
Regan yang dari tadi sibuk dengan laptopnya kini mulai menatap Bintang yang sibuk dengan bunga yang ia pegang.Regan saat ini benar-benar ingin tau untuk siapa Bintang membeli bunga itu, tapi ia burasaha untuk tidak mau tau dan tetap burasaha tenang.
Tetaplah cuek Regan..
Masa bodoh dengannya..
Bukan urusanmu...
gumam Regan yang bertolak dengan isi hatinya yang sangat ingin tau.
Tak ada percakapan di mobil itu, hingga kini mobil sudah berhenti tepat di depan kantor Atmaja grup.
Regan dan Bintang turun dari mobil itu, mereka berjalan bersama menuju lantai atas,Regan sesekali melirik ke arah Bintang, tepatnya ke arah tangan Bintang yang masih mengenggam setangkai mawar tadi.
Bintang yang merasa Tuanya dari tadi memperhatikannya pun menjadi tidak nyaman.
" Ma'af Tuan, apa ada yang salah dengan penampilan saya, " tanya Bintang.
" Emmm... Tidak, " tetap acuh tapi dalam hati menjerit penasaran.
Bintang hanya menghela nafas, kini mereka berdua melangkah masuk kedalam lift,tak ada orang lain di lift itu kecuali mereka berdua.
Di dalam lift Bintang kembali sibuk dengan bunga yang ia bawa, ia mulai mencium bunga mawar itu karena aromanya yang begitu wangi.Namun Regan yang melihatnya mengartikan lain,
Cih! Pakai di ciumin!
Sebenarnya untuk siapa bunga itu, hah!
gerutu Regan kesal.
Thing...
Pintu lift terbuka,
Kini mereka berdua sampai di lantai paling atas, dimana ruangan mereka berada.Bintang berjalan masih dengan bunga yang tetap ia tempelkan pada hidungnya. Membuat Regan yang melihat menjadi kesal sendiri.
" Berhentilah mencium bunga itu!
Kenapa kau harus menciumnya terus! " ucap Regan kesal yang melihat bintang masih terus mencium bunga mawar itu.
" Memangnya kenapa Tuan, apa ada masalah? " ucap Bintang cuek.
" Aku tak suka kau terus mencium bunga itu!
memang akan kau berikan kepada siapa bunga itu hingga kau terus menciumnya! "
Akhirnya runtuh juga pertahanan Regan, ia tak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya itu.
" Owh.., bunga ini, akan aku letakkan disini, " dengan santainya menaruh bunga pada vas yang ada di meja kerjanya.
" Ada masalah Tuan? " tanya Bintang tersenyum garing.
Bayangin sendiri ya...
gimana ekspresi Regan sekarang😂
" Emmmm... Tidak, " membuang muka, menggaruk kepalanya yang tidak gatal,untuk memastikan Regan pun bertanya lagi " jadi dari kemarin bunga yang kau bawa setiap pagi itu, kau beli sendiri? "
" Terus laki-laki yang sering mengantar dan menjemputmu itu! ada hubungan apa kalian!" tanya Regan dengan ketusnya.
Bintang diam sejenak,memperhatikan Regan yang dari tadi bicara tapi tak menatapnya.
Nih orang nanya atau ngajak ribut sih!
gerutu Bintang dalam hati,namun ia tetap menjawab dengan nada lembut " Maksud Tuan,Rafa, " jawabannya sambil menahan kekesalannya.
" Entahlah, gak penting namanya, yang jelas dia pakai mobil sport, " ucapnya ketus.
" Dia sahabat ku Tuan, "
" Owh...,sekarang kau ambil bunga yang kau beli dan taruh disini! "ucapnya kemudian berlalu masuk ke dalam ruangannya.
Bintang mengacak-acak rambutnya sendiri.
Saaaabar Bintaaaang......
ucapnya pelan.
Bintang pun mulai menyusun bunga yang ia beli ke dalam vas yang sudah berisi penuh bunga mawar.
Bukanya kemarin dia melarang ku menaruh bungaku di sini, tapi kenapa sekarang malah menyuruh ku menaruhnya disini? dasar manusia aneh!
gerutu Bintang pelan.
Sebenarnya siapa yang menaruh bunga ini disini? ucapnya lagi sambil memperhatikan bunga-bunga itu.
Flashback,
Setelah membeli bunga David langsung menuju kantor dan menaruh bunga-bunga yang ia beli kedalam vas bunga milik Bintang tanpa ada satu orang pun yang tau.
******
Kini Bintang mulai fokus dengan pekerjaannya, tak lama David berlalu di hadapannya berjalan masuk ke ruangan Regan dengan wajah kusutnya.
Dua manusia aneh akan berkolaborasi di dalam...
Hahaha..
ucap Bintang tertawa kecil yang kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya.
Sedangkan di dalam David mulai menghadap Regan.
" Ma'af Tuan, bisa kita berangkat sekarang, "
" Hmmmm.. iya, " ucap Regan yang kemudian melangkah keluar dan di ikuti David yang mengekorinya.
Bintang yang melihat kedua manusia itu berlalu di hadapannya pun merasa penasaran.
Sepenting apa pertemuan itu?
Selama ini selalu menolak jika ada janji pada waktu weekend, kenapa sekarang bersemangat sekali?
gumam Bintang pelan.
" Wooiii..! " suara doni yang mengagetkan Bintang.
" Kau apaan sih Don! " memukul doni dengan beberapa kertas laporan yang ia pegang.
" Siapa suruh pagi-pagi ngelamun,"
" Siapa juga yang ngelamun, ada perlu apa kau kesini! "
" Tolong mintakan tanda tangan Tuan Regan,kau kan baik hati, " ucap Doni mencoba untuk mengambil hati Bintang.
" Kenapa harus aku, kau kan bisa minta sendiri, "
" Kau kan pawangnya Tuan Regan, dia tak kan marah jika kau yang minta, "
" Itu alasan mu saja, biar kau aman dan aku yang kena marah,no... no... no..., kau minta saja sendiri! "
" Hayolah bi..., "
" Tidak! "
" Kalau kita lembur sampai malam itu salah mu! "
" Aish...! kenapa aku! " ucap Bintang kesal.
" Ya pokoknya salahmu! " pergi meninggalkan meja Bintang.
" Dooniiii...! " teriak Bintang.
" Berkas itu harus segera di tandatangani, kalau tidak proyek kita gak bisa jalan hari ini, "
" Kenapa gak bilang dari tadi!
Tuan Regan baru saja keluar, "
" Ya itu artinya,di hari minggu yang cerah ini kita harus lembur sampai malam, " ucap Doni dengan santainya.
Aishhhh.....!!
gerutu Bintang kesal mengacak-acak rambutnya sendiri.
Jejakmu semangat ku 💪
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian....
Happy Reading😊