My Big Boss

My Big Boss
terkilir



*N*ih orang benar-benar tidak bisa menghargai orang lain!


gerutu Bintang yang masih bersama Andrew.


Bintang pun beranjak bangun dari kursinya, ia mulai meminta ma'af kepada Tuan Andrew atas kelakuan Tuanya.


" Tuan Andrew, tolong Ma'af kan sikap Tuan Regan yang kurang sopan, mungkin saat ini beliau benar-benar sedang sakit, "


Ucap Bintang tulus.


" Saya mengerti Nona, dari dulu memang sikap Tuan Regan seperti itu jadi ini bukan masalah untuk saya, Tuan Regan sangat beruntung memiliki sekertaris seperti Nona Bintang yang cantik, baik dan juga cerdas, "


Puji Andrew pada Bintang.


" Saya rasa Tuan berlebihan memuji saya, Terimakasih atas jamuannya Tuan, saya dan Tuan Regan sangat menikmatinya, "


ucap Bintang yang sesekali menatap punggung Regan yang mulai berjalan keluar.


" Terimakasih Nona,saya juga sangat berterima kasih karena Nona dan Tuan Regan sudah mau meluangkan waktu untuk menghadiri undangan saya,dan tolong sampaikan permintaan ma'af saya pada Tuan Regan karena sudah mengganggu waktu istirahatnya, "


ucap Andrew yang tak enak hati.


" Baik Tuan, saya permisi, "


pamit Bintang dengan senyum simpulnya.


Andrew pun hanya membalas dengan senyuman.


Bintang pun mulai meninggalkan Andrew, sekarang Bintang mempercepat langkahnya untuk mengejar Regan yang sudah tampak jauh.Bintang bingung kenapa orang sakit masih bisa jalan secepat itu, Bintang sampai harus berlari mengejar Regan.


" Ma'af Tuan apa anda baik-baik saja, "


Tanya Bintang dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan.


" Hmmmm..., "


ucap Regan tanpa menghiraukan Bintang.


" Apa Tuan benar-benar sakit? "


tanya Bintang yang khawatir.


" Jangan pedulikan aku! urus saja dirimu! "


ucap Regan sedikit kasar.


Bintang yang mendengar ucapan Regan menghentikan langkahnya, ia merasa sakit hati saat ucapan itu keluar dari mulut Regan.


Bintang pun memilih untuk tidak pulang bersama Regan. kini ia berjalan berbalik arah.


Dasar wanita murahan! kau pasti sengaja dandan secantik itu hanya ingin menggoda Tuan Andrew !


gumam Regan yang masih saja kesal dan berjalan menuju mobilnya.


Regan tak sadar bahwa Bintang tak lagi mengekorinnya, ia kira Bintang masih berjalan di belakangnya.


" Kau jang..., "


ucap Regan tak di teruskan karena saat ia menoleh dan ingin memarahi Bintang, ternyata tidak ada satu orang pun di belakangnya.


*Ai*shhh..! kemana gadis itu!


gerutu Regan yang mulai mencari Bintang, ia mengedarkan pandangannya ke semua arah berharap bisa menemukan sosok Bintang.


*G*adis ini sungguh menyusahkan!


gerutu Regan yang mulai berjalan mencari-cari Bintang ke setiap sudut.


Di sisi lain Bintang tengah mencari taxi di pinggir jalan , karena paras wajah Bintang yang begitu cantik dan pakaiannya yang sedikit terbuka membuat para pemuda yang sedang mabuk menggoda Bintang.


" Hai Nona... apa kau sendirian? "


tanya salah satu pemuda itu dengan genit.


Bintang hanya diam dan mencoba menjauh dari para pemuda itu.


" Kenpa menjauh? kami tidak akan menyakitimu! kenapa gadis secantik kamu bisa sendirian disini? "


sahut pemuda lain dengan gaya khas orang mabuk.


" Ikutlah bersama kami, kami akan mengantarkanmu pulang, "


imbuhnya lagi dan mulai memegang pundak Bintang yang mulus karena pakaian Bintang yang sedikit terbuka di bagian leher hingga pundak.


" Jangan menyentuhku!


atau aku akan mematahkan tanganmu! "


teriak Bintang yang sudah mulai marah dengan kelakuan empat pemuda itu.


" Hahahahaha...., "


suara tawa empat pemuda itu yang meremehkan Bintang.


Kini empat pemuda itu mulai melangkah mendekati Bintang. Bintang pun mulai melangkah mundur, walau dirinya mahir dalam bela diri tapi Bintang merasa tidak percaya diri jika harus mengalahkan empat pemuda yang ber awakan tinggi besar yang kini sedah mengelilinginya.


Buuuuuk...


Suara pukulan yang mendarat tepat di wajah salah satu pemuda yang tadi telah berani menyentuh Bintang.


" Beraninya kau menyentuh wanitaku! "


ucap Regan marah dengan terus memukul, menendang dan menggelintir tangan pemuda itu hingga patah.


" Ini balasanya karena kau telah berani menyentuhnya! "


ucap Regan yang telah mematahkan tangan pemuda itu.


Sedangkan pemuda itu berteriak meringis kesakitan.


Tiga pemuda yang lain berusaha membantu temanya,mereka mulai menyerang Regan dari belakang hingga Regan jatuh tersungkur,namun Regan masih mampu untuk bangkit lagi, ia pun memukul tiga pemuda itu hingga lemah tak berdaya.


" Aku akan mengingat wajah kalian! jika kalian berani berulah lagi aku tak segan menghabisi nyawa kalian! "


ancam Regan dengan tatapan membunuh.


" Ma'af Tuan, kami tidak akan menggangu lagi, "


ucap salah satu pemuda dengan menahan rasa sakit.


Regan pun melangkah pergi meninggalkan empat pemuda itu dan menghampiri Bintang dengan tatapan tajam.


Regan melepas jas yang ia kenakan untuk menutupi bagian pundak dan leher Bintang yang terbuka.


Sedangkan Bintang hanya menundukkan kepalanya.


" Jangan pernah memakai pakaian seperti ini! kau terlihat sangat jelek! "


ucup Regan yang menarik tangan Bintang untuk mengikutinya, Regan sengaja mengatai Bintang karena ia tak mau Bintang mengenakan pakaian yang terbuka.


Bintang hanya diam, ia hanya mengikuti langkah Regan yang menarik tangannya.


" Kenapa kau tiba-tiba pergi! "


tanya Regan yang terus menarik tangan Bintang untuk kembali menuju mobilnya.


ucap Bintang yang kuwalahan mengikuti langkah Regan yang cepat.


" Apa itu tandanya aku menyuruhmu pergi! "


ucap Regan meninggi.


" Ma'af atas kesalahan saya Tuan, "


ucap Bintang mengalah karena malas jika harus berdebat dengan Regan.


Regan tak menjawab,ia semakin mempercepat langkahnya dengan raut wajah yang menahan kekesalan. Regan terus menarik tangan Bintang hingga membuat Bintang kuwalahan mengikutinya karena Bintang yang mengenakan high heels, Bintang pun mulai kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


" Aawwww..., "


ringis Bintang yang menahan sakit karena kakinya terkilir.


Regan yang masih menggenggam tangan Bintang pun duduk jongkok di hadapan Bintang.


" Kau kenapa? "


tanya Regan khawatir.


" Sepertinya kakiku terkilir Tuan, "


ucap Bintang yang menahan sakit.


" Kenapa kau harus memakai sepatu seperti ini! "


ucap Regan melepas high heels Bintang dan membuangnya.


" Tuan jangan di buang! "


ucap Bintang yang tak ingin high heels kesayangannya di buang.


" Aku akan menggantinya 100 kali lebih bagus, "


ucap Regan yang kini mulai membantu Bintang berdiri.


*K*au tak pernah tau bagaimana aku susah payah mengumpulkan uang untuk membelinya, sekarang seenaknya kau membuangnya!


gerutu Bintang dalam hati.


" Aaww.. kakiku sakit Tuan, tidak bisa di gerakan, "


ucap Bintang yang menahan sakit.


" Coba ku lihat !"


ucap Regan yang mulai kembali jongkok untuk melihat kaki Bintang.


Regan pun mulai memijat kaki Bintang dengan pelan, ia mulai mengurutnya secara perlahan.


Sedangkan Bintang menjerit kesakitan.


" Aww... awww... awww...


sakit Tuan! "


teriak Bintang yang kesakitan.


" Apa kau tak bisa kecilkan suaramu! "


ucap Regan yang masih mengurut kaki Bintang.


" Ma'af Tuan, "


ucap Bintang yang menahan sakit.


" Coba kau gerakan, apa sekarang lebih baik?"


ucap Regan yang menatap wajah Bintang lekat.


Bintang pun menatap Regan sekilas tatapan mereka pun bertemu seperkian detik yang membuat Bintang salah tingkah. Bintang mulai mengalihkan pandangannya kini ia mulai menggerakkan pergelangan kakinya kekanan dan ke kiri secara perlahan.


" Terimakasih Tuan, sekarang kakiku sudah lebih baik, "


ucap Bintang dengan senyum di bibirnya.


" Kau bisa jalan kan! "


tanya Regan pada Bintang.


" Iya Tuan, "


ucap Bintang yang mulai berdiri.


Bintang pun berjalan perlahan mengikuti Regan yang sudah berjalan lebih dulu.Bintang melangkah perlahan-lahan menahan rasa sakitnya.


*D*asar bos aneh! kau tadi begitu khawatir lalu kenapa sekarang kau tak membantu ku untuk berjalan!


gumam Bintang yang kesal karena sikap Regan yang begitu dingin.


Regan yang berjalan jauh di depan Bintang pun berbalik arah, ia kembali berjalan mendekati Bintang.


tanpa berbicara apapun Regan langsung menggendong Bintang ala bridal style.


Bintang hanya membulatkan matanya sempurna,ia menatap lekat-lekat wajah tampan Regan yang tetap fokus berjalan sambil menggendongnya menuju mobil.


*S*ungguh maha karya Tuhan yang begitu indah, tak salah jika Rita sangat mengagumi ketampanan mu.


Kata-kata itulah yang terlintas di fikiran Bintang.


" Tuan apa yang Tuan lakukan? "


tanya Bintang yang berada dalam gendongan Regan.


" Diamlah! "


ucap Regan datar tanpa ekspresi.


Semua mata sekarang tertuju pada mereka berdua, Bintang yang merasa malu menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Regan.


" Tubuhmu kecil kenapa berat sekali! ".


ucap Regan yang masih menggendong Bintang.


*S*iapa suruh kau menggendong ku!


gumam Bintang dalam hati.


Pak Jang yang melihat Tuanya datang dengan menggendong Bintang pun bergegas membukakan pintu mobil.


" Tuan, ada apa dengan Nona Bintang? "


tanya Pak Jang yang khawatir dengan Bintang.


" Gadis bodoh ini tidak tau cara berjalan dengan baik! "


ucap Regan datar lalu menurunkan Bintang di bangku belakang, setelah itu pun Regan masuk dan duduk di samping Bintang.


Pak Jang hanya diam dan mencerna maksud perkataan Tuannya yang tak bisa ia mengerti. Pak Jang lalu bergegas masuk di bangku kemudi dan mulai melajukan mobilnya.