My Big Boss

My Big Boss
Pesta dadakan



Tak lama kini mobil Regan berhenti tepat di depan sebuah restauran mewah membuat Bintang yang melihatnya membuka mulut lebar-lebar.


" Tuh kan beneeeeeer....malam ini tanbunganku akan terkuras habis, " gumamnya karena kini mobil Regan benar-benar berhenti di restaurant yang ia maksud.


Regan yang sudah turun dari mobil pun berlari kecil membukakan pintu mobil untuk Bintang, Bintang pun turun dengan wajah yang sedikit masam.


Kini mereka masuk ke dalam restaurant bersama, Bintang yang melihat restaurant tampak sepi dan tak ada satu pun pengunjung merasa heran, ia pun menghentikan langkahnya.


" Sepertinya restaurant ini sudah di booking orang,kita cari restaurant lain aja ya, " ucapnya karena melihat restaurant itu sudah di dekorasi sangat indah.


" Nggak, aku hanya mau makan disini, " ucap Regan yang terus melangkah masuk.


" Haduh... nih orang mau bikin malu atau gimana sih.. nggak lucu kan kalau kita lagi makan terus di usir, " batinnya.


" Sayaaang.... kita cari tempat lain aja, daripada nanti kita di usir kan malu-maluin, " sengaja manggil sayang barang kali naluri calon imamnya akan tersentuh.


" Tidak akan ada yang berani mengusir kita dari sini, " ucap Regan yang mulai menggandeng Bintang untuk masuk kedalam restaurant.


" Emang ini restaurant milik nenek moyangnya apa! " ucap Bintang pelan yang memang belum tau jika restaurant yang sudah dua kali ini ia masuki adalah restaurant calon suaminya,sedangkan Regan yang masih bisa mendengar ucapan Bintang mulai tersenyum tipis.


Kini Regan dan Bintang sudah duduk di salah satu meja yang sepertinya sudah di siapkan untuk mereka berdua,tak lama dua pelayan pun masuk membawa beberapa menu makanan untuk mereka berdua, pelayanan itupun menyalakan lilin yang sudah di siapkan hingga menambah suasana menjadi romantis.


Bintang yang duduk di depan Regan masih tampak bingung,ia melihat ke sekeliling tampak ruangan di dekor sangat indah, sinar lampu temaram di tambah dengan iringan musik syahdu membuat susana semakin romantis.


" Apa ini kau yang menyiapkannya? " tanya Bintang curiga karena tidak mungkin ini hanya kebetulan.


" Iya, aku menyiapkan ini semua untukmu, "


Bukannya senang Bintang malah berfikir negatif.


" Aku tidak mau jika kau menyuruh ku membayar semua tagihan ini, aku hanya akan membayar makanan yang kau pesan saja! " ucapnya ketus karena ia mengingat bahwa disini ia sedang menjalani hukuman dari Regan.


Regan yang mendengarnya pun tersenyum tipis, ia pun mulai meraih tangan Bintang dan menggenggamnya.


" Kau tidak perlu membayar apapun, dan lupakan tentang hukuman tadi, sekarang kau nikmati saja makan malam kita ini, " ucapnya yang kemudian melepas tangan Bintang dari genggamannya.


Kini mereka mulai menikmati makanan masing-masing dan sesekali tatapan mereka bertemu, Bintang masih tidak menyangka dia bisa merasakan makan malam romantis seperti yang biasa ia lihat di film-film.


Regan yang melihat Bintang sudah menyelesaikan makannya pun berdiri dan mengulurkan tangannya.


" Maukah Tuan putri ikut bersamaku, " ucapnya.


Bintang pun berdiri dan menerima uluran tangan Regan.


" Kemanapun pangeran bermulut pedas ini pergi, Tuan putri akan ikut bersamanya, " sambil tersenyum garing.


" Kau merusak suasana romantis ini bodooooh....," sambil mencubit kedua pipi Bintang.


" hehe... ma'af,ma'af..., memang kau akan mengajakku kemana? "


" Kau ikuti saja aku, " ucapnya yang terus menggandeng tangan Bintang.


Tak lama kini Bintang dan Regan sampai di halaman belakang restaurant yang ternyata adalah sebuah taman yang kini sudah di sulap menjadi tempat yang begitu indah, banyak lampu kerlap kerlip yang menghiasai seluruh taman,bunga-bunga yang bermekaran memenuhi taman seperti sudah ada yang menatanya.Bintang yang bertaburan dan bulan yang bersinar terang adalah perhiasan langit yang menambah keindahan malam ini.


Saat Regan menjentikkan tangannya, terlihat puluhan lampion mulai berterbangan membuat Bintang begitu bahagia hingga ia tak bisa berkata-kata, yang jelas ada beribu rasa di hatinya sekarang.


Kini Regan pun memegang kedua bahu Bintang dan memutar posisi Bintang hingga kini posisi mereka berhadapan.Kini tatapan mereka pun saling beradu.


" Aku bukanlah seseorang yang sempurna tapi hidupku akan sempurna jika memilikimu, will you be mine forever ? " ( Maukah kamu menjadi milikku selamanya)


" Mau... mau... mau.. mauu.., " suara sorak yang tiba-tiba memenuhi taman itu.


Bintang yang mendengar suara-suara itu pun mengedarkan pandangan mencari asal suara,kini ia dapat melihat kedua orang tua Regan bersama keluarga, Teman-teman dekatnya di kantor, dan orang yang telah melahirkannya yaitu bu Dewi yang di temani keluarga besarnya juga.


Bintang pun tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, terukir senyum bahagia di wajahnya, kini ia pun kembali menatap wajah Regan yang sudah menunggu jawabnya.


" Yes, i want to, " ucapnya yang di hadiahi pelukan oleh Regan.


" Yeeeeee....., " terdengar kembali sorak-sorak para penonton yang kini di tambahi suara tepukan tangan. Kini tampak David dengan penampilan yang sedikit acak-acakan mulai berlari ke arah Regan dan Bintang, ia memberikan sebuah kotak kecil pada Regan dan kembali lagi bergabung dengan para penonton di pojokan.


Regan pun membuka kotak itu yang ternyata isinya adalah dua buah cincin. Kini ia pun mulai mengambil satu cincin dan memegang tangan Bintang.


" Mau kan..? " tanyanya lagi yang siap memasang cincin ke jari manis Bintang.


Tak butuh pikir panjang Bintang pun langsung menganggukkan kepalanya.Dengan senyuman bahagia Regan mulai memasang cincin ke jari manis Bintang, begitupun sebaliknya dengan Bintang yang memasang cincin ke jari manis Regan.


" Jadi kita sudah tunangan nih ? " ucap Bintang dengan tatapan hangatnya.


Regan pun mencium kening Bintang dan memeluknya.


" Aku tidak perlu pesta mewah, ini semua sudah membuatku sangat bahagia,lepaslah pelukanmu membuat ku tak bisa bernafas, " ucap Bintang karena Regan memeluknya terlalu erat. Reganpun melepas pelukannya dan mencubit hidung Bintang karena gemas.


Sedangkan para kaum jomblo di buat iri oleh ke uwuan mereka.


" Wooiii... ingatlah kami yang ada di sini masih jomblo, " teriak Kevin dari pojokan yang mengundang gelak tawa para penonton yang ada di sana.


" Aku bingung dari mana mereka semua tadi muncul, " ucap Bintang yang kini tengah berjalan bersama Regan menemui semua keluarga besarnya.


" Mungkin dari semak-semak, " jawaban asal Regan yang membuat Bintang tertawa cekikikan.


Bintang dan Regan pun mulai menyalami semua keluarga besar yang sudah datang, termasuk kedua orang tua mereka.Kini semua yang ada di sana sedang menikmati makanan yang sudah di sediakan.


Bintang yang melihat ketiga teman dekatnya yang sedang makan di pojokan pun mulai menghampiri.


" Kenapa penampilan kalian amburadul seperti ini? " ucap Bintang yang menggelengkan kepala melihat pakaian dan rambut ketiga temannya itu acak-acakan.


" Kau fikir lampion tadi bisa terbang sendiri kalau nggak ada yang nyalain,hah! " ucap Doni kesal karena dia lah yang bertugas menerbangkan puluhan lampion.


" Lihat tanganku semua luka gara-gara nancepin semua mawar itu, bagaimana bisa kau sangat menyukai bunga mawar, mulai besok ganti bunga kesukaan mu! " sahut Rita yang juga tak kalah kesal karena harus menanam bunga mawar di seluruh taman tadi.


" Aku yang hampir saja mati karena masang tu lampu kelip-kelip, " dengan suara lemas Livia ikut menimpali karena dia lah yang bertugas memasang lampu kerlap kerlip yang membuatnya berkenalan dengan rasa sakitnya kesetrum.


" Jadi kalain ada di belakang semua ini? " tanya Bintang yang tak percaya jika teman-teman nya lah yang sudah bekerja keras, " aku pastikan amal berbuatan kalian akan di catat oleh malaikat Roqib( pencatat amal baik) " ucapnya tersenyum nyengir yang di hadiahi berbagai hujatan oleh ketiga temannya itu.


Sedang kan Bintang hanya terkekeh mendengar beberapa nama hewan yang ia dapat dari hujatan ketiga temannya itu.


Regan yang melihat Bintang bersama teman-temannya itu mulai menghampiri.


" Di mana bos kalian, " tanya Regan yang tau jika ketiga teman bintang itu pasti di suruh oleh Kevin dan David.


Doni, Rita, dan Livia pun kompak menunjuk kearah pojokan,tampak dua laki-laki yang sedang duduk di lantai menyelonjorkan kaki mereka, Regan pun tersenyum tipis melihatnya,ia pun menghadiahkan dua acungkan jempol pada kedua manusia yang lagi klesetan di lantai itu karena puas dengan kerja mereka.


Sedangkan David dan Kevin tetap memasang muka datar mereka.


" Dav, setelah ini apa yang ingin kau lakukan pada manusia berdarah dingin itu! " ucap Kevin datar.


" Kalau bisa aku ingin sekali membunuhnya, " jawab David dengan letih.


" Aku akan membantu mewujudkan keinginan mu itu, aku juga ingin sekali membunuhnya, apa obat nyamuk akan membuatnya cepat mati Dav, "


" Jangan memakai obat nyamuk,itu akan terlalu menyiksanya,nanti aku jadi tidak tega,kita langsung penggal saja kepalanya, "


" Oke, kapan kita akan lakukan itu, "


" Tunggu sampai nyaliku terkumpul untuk memenggal kepalanya,"


" Sampai monyet-monyet di hutan lebaran,nggak bakalan kau berani menggal kepalanya, "


Obrolan yang tidak berfaedah antara dua manusia korban dari kelakuan Regan yang seenaknya menyuruh, David yang kesal karena disuruh menyiapkan cincin tunangan dan mengundang semua keluarga besar Regan, termasuk juga menjemput ibu dewi beserta keluarga besarnya hanya dalam waktu satu jam, entah bagaimana David memecah jalanan hingga bisa sampai tepat waktu,dan Kevin yang kesal karena kena semprot dari beberapa pengunjung restaurant karena harus mengosongkan tempat itu secara mendadak.


Sekarang yang menjadi pertanyaan semua orang di sana adalah,kenapa Regan mengadakan tunangan secara mendadak, dan itu akan menjadi PR bagi Regan untuk menjelaskan kepada semua orang


_


_


_


_


_


👼 : Author kok up nya lama? 😤😠😡


😺 : ma'af author ada panggilan di real life..👻


Jangan pelit jempol yah guys😅


jangan lupa juga ritualnya


Vote


Like


Favorit


Happy Reading 😊