
Doni hanya membalas dengan ajuan jempol tanda bahwa ia menjawab iya.
Kini Bintang pun terus berjalan mengekori Regan.
Saat mereka sudah sampai di area parkir Bintang pun memberanikan diri untuk bertanya,
" Ma'af Tuan , kita mau kemana? "
tanya Bintang yang masih mengekori Regan.
" Pulang, "
jawab Regan singkat.
Bintang masih tak mengerti maksud Regan, ia pun bertanya kembali.
" Maksud Tuan? "
ucap Bintang bingung.
Regan pun berhenti melangkahkan kakinya, kini Regan berbalik dan sedikit membukukan badanya, Regan mulai mendekatkan wajahnya dihadapan Bintang hingga hanya ada jarak seperkian senti ,Regan menatap Bintang lekat-lekat.
" KITA PULANG!
KAU PULANG KE RUMAH MU!
DAN AKU PULANG KE RUMAH KU, GADIS BODOH! "
ucap Regan penuh penekanan.
Bintang hanya membulatkan matanya sempurna, ia begitu syok saat Regan mendekatkan wajahnya dan menatapnya lekat.
Kenapa jantungku berdetak sekencang ini? oh Tuhan tubuhku rasanya tak bisa di gerakan! kenapa setiap dia menatapku seperti itu rasanya tubuhku kaku tak bisa digerakan.
Gumam Bintang dalam hati.
" Apa kau masih belum mengerti! "
tanya Regan dengan menyentil kening Bintang karena Bintang tak kunjung bersuara.
" Ma'.. ma'af Tuan saya mengerti, "
jawab Bintang dengan suara terbata.
Dasar bos aneh!dia marah-marah hanya karena menyuruhku pulang dan melarang ku membantu pekerjaan Doni! dia benar-benar tidak waras! ".
gerutu Bintang dalam hati.
" Jangan mengataiku di belakang! "
ucap Regan tanpa menoleh yang seakan tau isi fikiran Bintang.
Aisshh..! kenapa dia selalu tau isi fikiran ku!
Gumam Bintang dalam hati.
" Tidak Tuan, saya Tidak seberani itu, "
ucap Bintang tenang.
Kini Regan mulai memasuki mobil, sedangkan Bintang mulai menaiki motornya dan memakai helm, Bintang berlalu begitu saja melewati mobil Regan dengan mengendarai motornya. Regan yang ada di dalam mobil memperhatikan Bintang hingga Bintang mulai tak terlihat lagi.
Waktu begitu cepat berlalu, kini sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
Bintang yang kini sudah siap untuk menghindari undangan makan malam bersama Regan pun mulai keluar rumah. saat pintu terbuka Bintang di kagetkan dengan kehadiran Rafa.
" Aiish... !! kau mengagetkan ku saja! "
ucap Bintang sambil memukul Rafa dengan tasnya.
" Cantik, "
ucap Rafa pelan yang keluar begitu saja. Rafa hanya diam memandang Bintang.
"Apa Fa?"
tanya Bintang dengan keras karena tadi tak begitu jelas mendengar ucapan Rafa.
" Apa? "
ucap Rafa yang malah balik tanya karena dia tadi sedang tidak fokus hingga tak mendengar ucapan Bintang.
" Kau tadi bilang apa? "
tanya Bintang lagi
" Kau sudah rapi begini mau kemana? "
jawab Rafa berbohong, karena bukan itu yang sebenarnya ia ucapkan tadi.
" Aku harus menemani bosku menghadiri acara makan malam,sebenarnya aku males banget Fa, "
ucap Bintang sambil merapikan pakainya.
" Kau harus semangat demi cita-citamu, "
ucap Rafa yang sebenarnya ia juga kecewa karena niatnya untuk mengajak jalan Bintang harus gagal.
" Ya Fa , aku memang harus tetap semangat, "
ucap Bintang malas.
" Oh ya,kau ada apa kesini? "
tanya Bintang yang belum tau maksud kedatangan Rafa.
" Aku bermaksud mengajakmu jalan, tapi ya sudahlah kau selesaikan saja tugasmu, "
ucap Rafa dengan senyum manisnya.
Sedangkan di tepi jalan raya sudah ada mobil yang sedari tadi terparkir disana.
" Pak Jang, lihatlah laki-laki disana yang sedang bersama dengan wanita itu, "
ucap Regan sambil menunjuk ke arah Bintang.
Pak Jang, sopir pribadi keluarga Regan mulai mengikuti perintah Tuanya.
" Bandingkan! lebih tampan mana dia dengan diriku! "
ucap Regan lagi dengan wajah kesalnya.
" Tuanlah yang lebih tampan, "
ucap pak Jang sopan.
" Apa dia tampak lebih kaya dariku? "
tanya Regan lagi.
" Di kota ini Tuanlah orang terkaya, "
ucap pak Jang tenang.
Regan merasa senang dengan jawaban sopirnya.
Seleramu sungguh rendah!
" Pak Jang, cepat bunyikan klakson mobil sekencang mungkin, "
ucap Regan yang sudah kesal melihat pemandangan yang tidak enak itu.
Pak Jang pun mulai membunyikan klakson mobil yang ia kemudi.
Tinn... Tinn...
suara klakson mobil yang berhasil mengagetkan Bintang.
" Eh Fa, itu sepertinya mobil bosku! aku duluan ya,aku janji akan mentraktir mu makan akhir pekan ini, "
ucap Bintang yang mulai berlari menuju mobil Regan.
" Aku tunggu janjimu! "
ucap Rafa sambil melambaikan tangan.
Bintang pun membalas dengan lambaian tangan.
Sedangkan Regan yang melihat kejadian itu merasa jengah.
Dasar anak SD! gitu aja pake dada-dada.
gerutu Regan kesal.
Regan pun membuka kaca mobilnya.
" Kau sengaja ingin membuat ku menunggu lama? "
ucap Regan marah kepada Bintang yang masih berdiri di luar mobil Regan.
" Ma'af Tuan, saya tidak tau jika Tuan akan menjemput saya, "
ucap Bintang menundukkan kepala.
" Apa kau tak melihat pesan dariku! "
ucap Regan tanpa menoleh.
" Ma'af Tuan dari pulang kantor saya belum membuka handphone saya, "
ucap Bintang yang masih terus menundukkan kepala.
" Cepat masuk! "
perintah Regan dengan kasar.
Bintang pun masuk dan duduk di bangku depan.
" Jalan pak, "
perintah Regan yang terus menatap Bintang.
Entah kenapa sekarang ini mata Regan tak bisa lepas untuk menatap Bintang.
Kau begitu cantik malam ini
Kata-kata yang terlintas begitu saja difikiran Regan.
sedangkan Bintang yang tak menyadari bahwa Regan terus memperhatikannya hanya sibuk dengan ponselnya.
O**h..jadi ini nomor iblis itu,ternyata dia udah chat aku dari tadi sore.
Gumam Bintang sambil menyimpan nomor Regan dalam handphone nya.
tak lama mereka sampai di restaurant yang di tuju.
Semua mata memandang kearah Regan dan Bintang yang berjalan bersama, mereka semua mulai berbisik dengan ansumsi mereka sendiri.
" Bukankah itu Tuan Regan pengusaha muda yang sukses itu? "
ucap salah satu pengunjung restaurant itu.
" Iya.. siapa wanita yang bersamanya? apa itu kekasihnya? "
tanya pengunjung lain menimpali.
" Mungkin saja karena selama ini Tuan Regan tak pernah dekat dengan wanita,mereka sungguh pasangan yang serasi, "
jawab pengunjung lain.
Bintang yang belum terbiasa dengan situasi ini pun merasa risih dan salah tingkah sedangkan Regan hanya cuek karena ia sudah terbiasa menjadi pusat perhatian orang, Regan tetap fokus berjalan menuju meja yang telah di booking oleh Tuan Andrew.
" Selamat malam Tuan Regan, "
ucap Tuan Andrew menyambut kedatangan Regan.
" Malam, "
ucap Regan singkat.
" Mari silahkan Tuan, "
ucap Tuan Andrew mempersilahkan Regan duduk.
Regan pun duduk dan disusul Bintang yang sekarang duduk di sampingnya.
sebelum mereka makan, Regan dan Tuan Andrew banyak membicarakan perihal perusahaan mereka masing-masing.Bintang yang tak mengerti hanya diam dan sesekali tersenyum saat Tuan Andrew menatapnya.Sedangkan Regan yang sedari tadi memperhatikan Bintang pun kesal karena terus tersenyum pada Andrew.
Jadi kau sengaja dandan secantik ini hanya untuk tebar pesona padanya. dasar wanita murahan!
Gumam Regan yang masih menatap Bintang.
Regan tak bisa menyembunyikan kekesalannya,hinga saat makan pun ia masih merasa kesal karena Bintang masih saja tersenyum saat Andrew mengajaknya berbicara.
Regan yang tak bisa lagi mengontrol kekesalannya pun membanting sendok yang ia pegang, hingga membuat semua yang ada di meja itu terkejut dan menatapnya.
" Ma'af Tuan, apa anda baik-baik saja? "
tanya Bintang berbisik.
" Berhentilah tersenyum padanya! "
ucap Regan tanpa menoleh.
Bintang hanya diam, ia tak mengerti maksud Regan yang melarangnya tersenyum pada Andrew.
Nih..!! pasti kumat lagi penyakitnya yang ga jelas.
Gumam Bintang dalam hati.
" Ma'af Tuan, apa makanannya tidak enak? apa mau saya pesanankan menu yang lain? "
ucap Tuan Andrew yang merasa Regan tidak menyukai menu yang ia pesan.
" Tidak, saya hanya sedikit pusing.Saya harus pulang sekarang, "
ucap Regan yang mulai meninggalkan Bintang dan Andrew, Regan terpaksa berbohong karena sesungguhnya ia sudah kehilangan selera makanya karena pemandangan tadi.
Nih orang benar-benar tidak bisa menghargai orang lain!
gerutu Bintang yang masih bersama Andrew.