
Di sisi lain Regan yang sudah berada di dalam ruangannya mulai mendudukkan istrinya di sofa panjang yang berhadapan dengan meja kerjanya.
" Tunggu ya sayang,aku akan segera menyelesaikan semua pekerjaan ku setelah itu kita pergi ke toko. "
" Hmmmm, baiklah. " Bintang hanya menurut.
Reganpun kini mulai membuka semua file yang ada di mejanya.Bintang bisa melihat bagaimana sibuknya suaminya itu.
" Sayang, " panggilnya pelan.
" Ada apa?Hmm, " Regan melirik sekilas dan kembali fokus pada laptopnya.
Bintang pun mulai menghampiri suaminya.
" Kenapa kamu terus memanggilnya boy, apa kamu berharap dia laki-laki? Bagaimana kalau ternyata dia perempuan? " Bintang bicara sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Regan pun kini menghentikan langkah jarinya yang tengah asik mengetik kesana kemari.Melepas kaca mata yang biasa ia gunakan saat bekerja.Ia pun mulai menatap istrinya intens dan mulai menarik tubuh mungil itu kedalam pangkuannya.
" Saat ini aku memang menginginkan dia laki-laki agar kelak dia bisa meneruskan perusahaan ini dan menjaga adik-adiknya terutama menjagamu di saat aku tidak ada.Namun semua tergantung kehendakNYA apapun jenis kelaminnya nanti aku tetap menyayanginya, " tuturnya sembari mengelus perut rata Bintang.
Bintang pun tersenyum, dia lega suaminya tak mempermasalahkan jenis kelamin anaknya kelak.
" Oh ya sayang boleh aku bertanya sesuatu? " Bintang berkata sambil menangkup wajah tampan suaminya dengan kedua tangannya,tersenyum manis agar suaminya mau menjawab pertanyaannya nanti.
" Mau tanya apa? " Regan tau istrinya pasti punya niat sesuatu.
" Emmmm, soal tadi, " Bintang mulai memainkan kedua jari jempolnya, memutarnya dengan saling berlawanan arah. Dia bingung harus bagaimana mengatakannya.Mengingat suaminya masih peduli dengan kesehatan mantan tunangannya membuat nya ragu apakah benar suaminya itu sudah mengatakan yang sejujurnya?
Regan yang melihat gelagat sang istri pun tersenyum.
" Soal apa?Tania? " Regan mulai menerka, mengusap lembut pipi mulus istrinya sembari tersenyum tipis.Dia tau pasti istrinya masih ragu padanya," kamu tidak percaya aku sudah menyelesaikan masalah ku dengan Tania? "
Bintang pun meringis kuda.Jujur dia tidak enak hati,dia percaya pada suaminya tapi entah kenapa perasaan ragu itu menyelimutinya.Entahlah dia sendiri bingung mendefinisikan hatinya.
" Aku sudah mengatakan semuanya pada Tania.Aku juga sudah memutuskan hubunganku dengan Tania dan keluarganya agar dia tak lagi menemuiku.Harusnya aku tadi mengajakmu agar kamu bisa melihatnya sendiri,apa kamu masih meragukanku?Apa kamu perlu aku membuktikannya? Aku punya saksi hidup untuk membuktikannya padamu, " tutur Regan dengan lembutnya, tangannya masih terus mengusap pipi mulus Bintang.
" Tida perlu,aku percaya padamu.Ma'af aku sempat meragukanmu. "Bintang pun memeluk suaminya erat.Dia lega karena tidak perlu lagi memikirkan soal Tania.
Posisinya yang berada di atas pangkuan Regan membuat kepala Regan kini terbenam sempurna di dadanya yang semakin berisi.Sungguh posisi yang begitu menguntungkan bagi Regan.
" Sayang, sepertinya dia semakin besar? " ucap Regan sembari menangkup kedua bukit kesukaannya.
" Ih! Kamu jangan mesum kenapa sih yank! " Bintang pun menurunkan kedua tangan suaminya yang mulai nakal.
" Aku gak mesum sayang,aku cuma bilang dia semakin besar, " elanya.
" Tapi tanganmu gak bisa bohong sayang! udah deh cepet selsain pekerjaan mu habis itu kita ke toko. " Bintang turun dari pangkuan Regan beralih ke sofa panjang di hadapan meja Regan sambil mengancing kembali bajunya yang sempat di buka oleh tangan terampil suaminya.
" Gak di kasih nih? " Regan mulai memelas.
" Gak! "
" Yank tujuh bulan lagi dia di kuasai junior, " Regan kembali memelas.
" Kamu masih punya dua ratus satu malam,lima ribu empat puluh jam untuk menguasai nya sayang,gak usah banyak drama deh."
" Tapi kan aku gak dua puluh empat jam sama kamu yank. "
" Kamu kan masih bisa menguasainya setelah junior tidur! " Bintang mulai geram suaminya selalu saja punya akal.Kali ini dia tidak akan terperangkap lagi.
Reganpun mendengus kesal.Usahanya bersama jeck tak membuahkan hasil.Dengan wajah lesunya ia mulai mengerjakan kembali pekerjaannya.Setelah beberapa jam akhirnya pekerjaan Regan selesai juga,ia pun menepati janjinya untuk menemani Bintang melihat toko.Sesampainya di toko Regan memilih beristirahat sebentar di salah satu ruangan yang memang di desain khusus olehnya seperti tempat tidur mereka, tempat yang mana Bintang bisa mengistirahatkan tubuhnya jikalau lelah.
Seharian ini Regan begitu sibuk,tubuhnya butuh rebahan.
" Sayang aku tidur dulu ya kalau kamu sudah puas di sini kamu bangunin aku. "
" Iya. " Bintang pun membantu melepas jas dan melepas dasi suaminya, " aku keluar dulu ya, " ucapnya setelah selesai membantu melepas sepatu Regan.
" Iya.Inget gak usah ngelakuin apa-apa!"
" Iya sayang." Bintang mulai berjalan keluar,meninggalkan suaminya yang ternyata sudah membuang kemejanya ke sembarang arah,tertidur dengan kaos dalam berwarna putih dan celana hitam panjang yang masih melekat.Dia tersenyum saat melihat kemeja suaminya yang di buang ke sembarang arah itu.
" Cepat sekali dia tidur , " gumamnya saat menutup pintu, dia tau suaminya itu benar-benar kecapekan.
" Dew, apa ada kendala selama aku tidak ada di toko? " tanya Bintang pada salah satu karyawannya.
" Tidak nona, semua berjalan sesuai kendali. "
" Baguslah. " Bintang pun kembali berjalan menyusuri tokonya sambil memperhatikan karyawannya yang tengah sibuk dengan bagian masing-masing. Ada yang sedang melayani pembeli, ada yang merangkai bunga untuk papan ucapan yang berukuran besar, ada juga yang sedang merangakai bunga khusus pesanan para bucin.hhee
Bintang pun kini berjalan ke arah kebun bunganya,melihat hamparan bunga dengan berbagai macam jenis dengan warna yang beragam merekah begitu indah.Semua mata yang melihat pasti akan di manjakan dengan keindahannya.
" Bintang, " suara wanita yang mengejutkannya.Bintang pun menoleh menatap wanita itu yang tak lain adalah Tania.Wajah putih pucatnya begitu mendominasi menandakan bahwa kesehatannya sedang tidak baik-baik saja.
Bintang masih diam termenung,kenapa tiba-tiba Tania datang menemuinya. Apakah Tania tidak terima dan akan menyerangnya seperti yang ada di sinema ikan terbang?Mendorongnya hingga jatuh dan membuatnya keguguran?
Ah! Bintang mulai menggeleng-gelengkan kepalanya. Fikirannya terlalu jauh.
" Tania,kau di sini.Apa kau perlu bantuan ku untuk memilih bunga? " Bintang sedikit basa-basi.Jelas dia tau Tania datang menemuinya pasti karena masalahnya dengan Regan.Namun Tania tak Menjawab pertanyaannya, ia malah menggerakkan kursi rodanya untuk mendekat ke arah Bintang,Bintang pun reflek berjalan mundur, tentu saja karena dari awal fikirannya sudah buruk.
" Kau takut padaku Bintang? "
" Ah! Ti_tidak! " Bintang sedikit gugup membuat Tania tersenyum kecil.
" Aku tidak mungkin bisa menyakitimu,aku hanya wanita yang mengandalkan kursi roda untuk berjalan,mana mungkin aku bisa menyakiti mu. "
Bintang pun meringis kuda.Benar juga fikirnya.Eh! tapi kenapa Tania bisa tau kalau dia beranggapan Tania akan menyakitinya? Ah sudahlah,jangan di fikirankan lagi.
" Kenapa kau baik padaku Bintang? " Tania bertanya dengan suara yang sedikit berat.
"Memang ada alasan untuk ku bersikap buruk padamu? " Bintang malah balik bertanya.
" Jelas ada, kau tau siapa aku bukan?Harusnya kau sebagai istri Regan tidak akan menerima ku hadir di antara kalian.Tapi kau dengan senang hati malah menyembunyikan status mu di hadapan ku.Karena apa? Karena kau takut aku mati? "
" Bukan aku yang takut, tapi ibumu.Aku melakukannya untuk suamiku.Agar dia terlepas dari rasa bersalah jika kau benar-benar mati.Ya..paling tidak suamiku sudah membantu ibumu. "
Tania pun tersenyum kecut mendengar jawaban Bintang.Jawaban yang cukup menyakitkan juga.
" Kau tau Bintang? Keputusan yang kau ambil itu memberikan ku celah untuk mengambil kembali apa yang dulu pernah jadi milikku.Adakah kau berfikir sampai kesana? "
Bintang pun terdiam.Mungkinkah Tania mempunyai niatan untuk mengambil Regan darinya?
" Aku tidak pernah berfikir kesana karena aku yakin wanita pilihan suamiku bukanlah wanita picik.Aku yakin dulu Regan memilihmu karena kau wanita yang baik. "
" Kau salah Bintang.Semua orang bisa berubah. "
Bintang pun menatap Tania dengan sinis. Ternyata dia memang salah menilai.Fikirannya terlalu polos.
" Kau terlalu baik Bintang.Jangan sampai kebaikan mu di manfaatkan orang lain, termasuk aku. "
Bintang tak menjawab dia hanya tersenyum kecil.
" Ma'af kan aku Bintang, aku akan mengambil kembali milikku! "
" Aku tidak bisa melarang mu Tania,lakukan apa yang ingin kau lakukan.Aku bukan tipe wanita yang hanya diam membiarkan orang lain merusak ataupun merebut kebahagiaanku.Aku tidak akan membiarkan orang lain mengambil milikku kecuali jika aku yang memberikan nya. "
Tania yang kini sudah menggerakkan kursi rodanya meninggalkan Bintang pun berhenti sejenak dan tersenyum.
" Regan tidak salah memilihmu.Akan banyak Tania lain yang akan mengusikmu.Kau harus menjadi wanita yang kuat agar bisa bertahan di sisinya.Do'a ku semoga kalian bahagia, " gumamnya yang kemudian kembali menggerakkan kursi rodanya meninggalkan Bintang yang sedari tadi diam memandang kepergiannya.
_
_
_
Ma'af ya upnya sedikit
Othor lagi kurang sehat ππ
jangan lupa jempolnya ya gengsπ
vote dan favorit nya juga.Eheee..