
Malam berlalu sangat cepat kini Regan tengah bersiap untuk pergi ke kantor. mama Nita yang melihat memicingkan matanya.
" Mau kemana Rey? " tanya nya.
" Kantor ma, " jawab Regan singkat.
" Kau kan lagi dalam masa pingitan, kau tidak boleh pergi kemana-mana biar Kevin dan David yang mengurus perusahaan selama kau tidak masuk, "
" Tidak bisa ma, dua hari ini Regan harus tetap pergi ke kantor karena ada pertemuan penting yang tidak bisa di wakilkan, "
" Hmmmm... ya sudah kau hati-hati, " ucap mama Nita pasrah, karena bagaimana pun putranya adalah pimpinan perusahaan yang memang mempunyai tanggung jawab besar.
" Regan berangkat ma, " jawabannya yang kini mulai ke luar dari rumah dan mulai menaiki mobil mewahnya.
Tak lama kini Regan sudah sampai di kantor Atmaja Grup, dia kini sudah berada di ruangannya bersama David yang kini tengah berdiri di depan mejanya.
" Bagaimana Dav,apa kau sudah mendapatkan rekaman CCTV itu! " tannya nya dengan sorot mata yang tajam.
" Ma'af Tuan, setelah saya cek,ternyata rekaman CCTV yang berada di kolam renang tidak ada, sepertinya ada yang sengaja menghapusnya karena saya yakin betul di area kolam renang terpasang kamera CCTV, " jawaban David yang membuat Regan seketika murka.
Brrrrrraaak... suara Regan memukul meja dengan tangannya.
" Sial! ada yang sengaja ingin bermain-main denganku, " gerutunya kesal.
" Awas saja jika ini adalah ulahmu Stella!aku tidak akan lagi menutupi semua kejahatan mu, aku pastikan seluruh dunia tau betapa busuk dan jahatnya dirimu! " gumam Regan sambil meremas kertas yang ada di mejanya kini, " bagaimana dengan orang-orang yang ku minta untuk mengawal Bintang, apa kau sudah menyiapkannya? " ucapnya lagi.
" Sudah Tuan, mereka sekarang sudah bertugas, "
" Baiklah kau boleh kembali keruanganmu, "
David yang mendengar pun langsung bergegas keluar.
Tampak kini Regan sedang memijat keningnya sendiri, terlihat jelas jika dia sekarang sedang banyak fikiran.
Di sisi lain, berita bahwa Regan dan Bintang sudah melaksanakan pertunangan pun menjadi tranding topik hari ini,semua karyawan di Atmaja Grup sedang membicarakan hal itu.
" Eh, kalian pada tau nggak, tadi malam Tuan Regan tunangan sama Nona Bintang, acaranya sih nggak mewah cuma ngundang keluarga deket sama temen deket aja gitu, tapi acaranya itu sweeet banget soalnya Tuan Regan ngasih pesta kejutan gitu, pingin banget deh punya suami seperti Tuan Regan, tampan,mapan,cerdas,sweeeeet,terus sikap dinginnya itu loh bikin meleleh, " ucap salah satu karyawati Atmaja Grup.
" Berita itu kan sudah jadi tranding hari ini, kau saja yang kudet ! " ucap karyawati lain menimpali.
" Benarkah? "
Obrolan karyawan yang sedang bergerombol ini membuat Stella yang saat ini sedang berada di sana mengepalkan tangannya.
" Sial! kenapa aku bisa tidak tau, aku harus bertindak sekarang ! " ucapnya yang kemudian kembali lagi keluar dari Atmaja Grup.
Di tempat lain,
Bintang yang sudah rapi mulai keluar dari kamarnya.Bu Dewi yang melihat putrinya itu memicingkan matanya.
" Kok sudah rapi, mau kemana? " tanyanya.
" Bintang mau belanja bulanan ke supermarket deket sini Ma, semua keperluan sehari-hari sudah mau habis,Mama mau nitip apa nanti biar Bintang beliin sekalin, "
" Bintang cuma keluar sebentar kok Ma,Bintang juga nggak bakal ketemu Regan kok mama tenang saja, "
" Emang kau fikir di pingit itu cuma gak boleh ketemu Regan? di pingit itu artinya kamu diam dirumah nggak boleh kemana-mana,kamu mau menikah, nanti kalau terjadi apa-apa di luar gimana? " ucap bu Dewi yang mulia mengomel.
" Bintang yakin tidak akan terjadi apa-apa, mama tenang saja Bintang cuma sebentar, " jawab Bintang yang kemudian mencium tangan ibunya lalu melangkah keluar.
" Anak sekarang susah sekali di bilangin, nanti kalau sudah terjadi baru deh nyesel, " gerutu Bu Dewi kesal dengan Bintang yang susah di bilangin.
Kini Bintang mulai berjalan menyusuri kota, udara pagi yang masih segar menemani langkahnya, Bintang begitu menikmati waktu liburnya ini karena pasalnya selama ini ia jarang sekali jalan-jalan di sekitar tempat tinggalnya,karena waktunya habis untuk bekerja dan ia lebih sering menggunakan waktu liburnya untuk istirahat dirumah dan pulang menemui ibunya di desa.
" Aku sudah hampir lima bulan tinggal disini tapi baru tau tempat-tempat ini, sungguh mengenaskan nasibmu Bintang, kau terlalu bekerja keras selama ini , " gumam Bintang mengasihani dirinya sendiri.
Disisi lain tanpa Bintang sadari ada lima orang yang sedang mengikutinya, dua orang berpakaian formal serba hitam, dan tiga orang berpakaian seperti preman.
Bintang yang mulai merasa ada yang mengikutinya pun sesekali menengok kebelakang namun tak ia dapati siapapun di sana, ia pun kembali fokus berjalan.Saat melewati jalanan yang mulai sepi ia merasa benar-benar ada orang yang sedang mengikutinya, akhirnya Bintang yang mempunyai seribu akal pun mulai menyalakan ponselnya, kini ia mulai menyalakan kamera depan dan pura-pura mengambil foto dirinya sendiri,ia pun kini dapat melihat dengan jelas ada tiga orang yang berawakan tinggi, besar, berpakaian preman sedang mengikutinya di belakang.Tampak salah satu diantara mereka sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.
" Apa kalian sudah menemukan wanita itu! " suara seseorang di seberang sana.
" Sudah Bos, kita sekarang sedang mengikutinya, kita hanya menunggu jalanan benar-benar sepi, " jawab preman itu.
" Bagus! Kerjakan tugas kalian sebaik mungkin, pastikan wanita itu kehilangan wajah cantiknya dan buat kakinya cacat seumur hidup, " ucap seseorang di seberang sana.
" Baik Bos, kami berjanji tidak akan mengecewakan Bos, " jawab preman itu yang kemudian menutup ponselnya.
" lihat saja,apa Regan tetap akan menikahimu jika kau sudah buruk rupa dan cacat, " ucap seseorang di seberang sana.
Disisi lain,
Bintang yang mempunyai insting tidak baik mulai mempercepat langkahnya, ia yang memang salah memilih jalan membuat nya kini terjebak di jalan buntu.
" Aish! siiial! " gerutunya kesal.
Kini Bintang pun mulai berbalik arah namun nasib baik tidak berpihak padanya,tampak tiga preman sudah berada di hadapannya.
" Kau pintar sekali mencari tempat Nona, " ucap salah satu preman dengan senyuman jahatnya.
" Apa yang kalian inginkan dariku! kenapa kalian terus mengikuti ku! " ucap Bintang dengan suara lantang.
" Wah... wah... suaramu lantang sekali Nona,suaramu bahkan tidak bergetar sama sekali, apa kau tidak takut dengan kami! "
" Untuk apa aku takut dengan kalian, jika kalian di sini ingin merampok ku, aku tidak punya barang berharga yang kalian inginkan, jadi biarkan aku pergi, "
" Kami di sini hanya ingin wajah cantik mu dan kedua kakimu, itu saja, " ucap salah satu preman yang mulai mendekati Bintang.
" Apa maksud kalian! " tanya Bintang dengan suara yang masih lantang.Entah apa yang merasuki Bintang hingga rasa takutnya kini lari entah kemana.
" Pertama kami ingin membuat mu kehilangan wajah cantik mu ini, " jawab preman itu yang mulai mengelus pipi Bintang dengan pisau lipatnya yang sangat tajam hingga membuat pipi Bintang sedikit tergores.Bintang pun memejamkan mata dan menghembuskan nafasnya pelan, " Lalu setelah itu kami akan mematahkan kaki jenjang mu ini hingga kau tidak akan bisa lagi berjalan untuk selamanya," ucap preman itu lagi.
Kini Bintang pun mulai membuka mata dengan sorot matanya yang tajam.