
Tak terasa hari semakin sore, Kini semua karyawan di Atmaja grup sudah berjalan pulang,termasuk dengan Bintang,Bintang pulang lebih awal ia sengaja tak menunggu Regan yang masih berada di ruangannya.
Bintang hari ini tak langsung pulang, ia sengaja mampir ke bengkel milik Rafa.
Semua mata yang ada di sana tertuju pada bintang yang kini tengah berjalan menghampiri Rafa yang tengah sibuk membantu salah satu montirnya.Kondisi bengkel Rafa selalu ramai hingga Rafa sering turun tangan membantu para montirnya dan Rafa tak pernah segan untuk melakukannya.
Bintang pun duduk di kursi yang tak jauh dari Rafa dengan wajah yang tampak sendu.
" Tumben ibu sekretaris main kesini? ada angin apa? " tanya Rafa yang masih membantu montirnya memperbaiki mobil client,
" Aku ingin membayar hutang ku padamu, "
" Aku tak memintamu membayarnya, jadi lupakan saja, "
" Aku sudah berjanji untuk membayarnya, jadi mana nomor rekening mu, aku akan mentransfernya sekarang, "
Rafa pun memberikan nomor rekeningnya pada Bintang, karena ia tau bagaimana sifat sahabatnya itu.
" Aku tidak melihat blue, kau parkir di mana? "
ucap Rafa yang mengededarkan pandangannya mencari motor Bintang.
" Blue di tilang Fa, " ucap Bintang yang kemudian menangis saat ingat Regan membentaknya,hatinya begitu sakit karena Regan membentaknya demi wanita ular itu.
Namun Rafa yang melihatnya mengartikan lain, Rafa pun menghampiri Bintang yang mulia menangis sesenggukan.
" Aish! kenapa kau menangis, blue hanya di tilang kau bisa mengambilnya lagi, kenapa kau harus menangis, berhentilah,semua orang sekarang melihatmu," ucap Rafa sambil menuntun Bintang ke dalam ruang kerjanya.
" Hiks... hiks... sakit Fa," ucap Bintang lagi sambil memegang dadanya yang membuat Rafa menjadi khawatir.
" Kau sakit Bi?Mana yang sakit, kenapa kau tak katakan dari tadi, ayo kita ke rumah sakit sekarang, " ucap Rafa yang panik sendiri, ia pun mulai membopong tubuh Bintang.
" Apa hatiku akan membaik jika kau membawaku ke rumah sakit? " tanya Bintang dengan polosnya.
Rafa pun diam sejenak.
" Hati? apa sekarang hatimu yang sakit? "
Bintang pun menganggukkan kepala.
Rafa pun membuang nafasnya pelan, "Di luar sana kau tampak kuat sekali,tapi kenapa di depanku kau sangat manja?ceritakan,apa yang terjadi !" ucap Rafa yang kini menurunkan tubuh bintang di kursi.
" Tadi Tuan Regan membentak ku, "
" Lalu? "
" Hatiku sakit sekali mendengarnya, "
" Kau adalah wanita terkuat yang pernah ku kenal, kenapa sekarang kau menangis hanya karena di bentak? "
" Karena dia membentak ku demi membela wanita ular itu, rasanya tu sakit banget Fa, "
" Apa kau menyukai Tuanmu? "
" Mungkin, "
Rafa pun hanya diam,tersenyum getir mendengar ucapan sahabatnya itu.
" Siapa wanita ular yang kau maksud, " tanya Rafa lagi.
" Calon istrinya, "
" Kenapa kau harus menyukainya jika dia sudah punya calon istri, " memukul kepala Bintang.
" Aku juga tidak tau Fa, kau kenapa memukul ku! " ucap Bintang sambil memegang kepalanya.
" Karna kau salah! "
" Aku tau aku salah Fa, tapi rasa itu sudah ada sebelum aku tau dia punya calon istri, "
" Sekarang apa yang akan kau lakukan? "
" Memperjuangkannya! "
" Jadi kau akan merebutnya dari calon istrinya,kau jahat sekali Bi,"
" Aku tidak akan merebutnya jika calon istrinya tidak seperti ular, "
" Apa kau mengenal calon istrinya? "
" Ya,dia bukan wanita baik-baik, "
" Aku tau kau tidak pernah salah menilai laki-laki, jadi berjuanglah! " ucap Rafa dengan senyuman dibibirnya yang mampu menutupi hatinya yang teriris, " dua hari ini kenapa ponsel mu selalu tidak aktif? "tanya Rafa yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Owh, ponsel ku.... ponsel ku hilang Fa, aku akan menghubungimu setelah aku membeli ponsel baru nanti, " ucap Bintang berbohong karena tak mungkin ia menceritakan yang sebenarnya.
Kalau aku bilang ponselku di buang tuan Regan bisa keluar tanduk si Rafa.
gumam Bintang dalam hati.
" Aish! bagaimana bisa kau menghilangkan ponselmu! bukankah itu sangat berharga untukmu, " memukul kepala bintang pelan.
" Aku pasti akan menemukannya nanti, aku pulang dulu Fa, " ucap Bintang yang nyelonong pergi.
" Kau tak ingin ku antar, "
" Tidak, kau lanjutkan saja pekerjaan mu, " ucap Bintang dari kejauhan.
" Kau sangat pengertian, setelah kau mengganggu ku sekarang kau nyelonong pergi begitu saja! "
gerutu Rafa kesal.
Bintang pun tersenyum tipis dan mengangkat kedua jarinya. Kini Bintang pun berjalan pulang.
Cinta ku terlalu jauh untuk berlabuh
gumam Rafa saat melihat Bintang yang tak lagi mulai terlihat.
Sedangkan di tempat lain,
Regan yang baru saja keluar dari ruangannya tak mendapati Bintang di mejanya,ia pun memanggil Bintang melalui ponselnya.
Drrrrrt... drrrrrt...
Suara getar ponsel Bintang.
Bintang pun mulai melihat nama yang tertera di layar ponsel yang Regan berikan.
" My Big Boss, "ucap Bintang pelan saat membaca nama yang tertera di layar ponselnya.
" Bukankah ini nomor tuan Regan, dia bahkan sudah menyimpan nomornya di sini, " ucap bintang lagi yang kini memasukkan ponsel pemberian Regan kedalam tasnya, karena ia tak berniat mengangkat telpon Regan. Suara getar ponsel Bintang terus terdengar dari dalam tas namun Bintang tetap mengabaikannya karena ia tau pasti itu panggilan dari Regan.
" Dia pasti sengaja mengabaikan panggilan ku! " gerutu Regan yang masih berada di kantor. Akhirnya Regan pun melacak keberadaan Bintang menggunakan ponselnya.Hanya dalam hitungan detik Regan pun bisa mengetahui lokasi Bintang berada, kini ia pun mulai turun dari lantai atas dan membawa mobilnya sendiri.
" Bukankah ini jalanan di dekat rumahnya, " ucap Regan dengan senyum tipis di bibirnya.
Tak lama kini Regan pun bisa menemukan Bintang, Regan pun mengendari mobilnya sangat pelan hingga bisa sejajar dengan Bintang yang sedang berjalan di trotoar.
" Naiklah, aku akan mengantarkan mu! " ucap Regan dari dalam mobil.
" Tidak, terimakasih, " ucap Bintang yang tetap fokus berjalan.
" Kau yakin? "
" Ya, " ucap Bintang cuek.
" Baiklah,semoga kakimu baik-baik saja sampai rumah, " ucap Regan yang kini menambah kecepatan mobilnya meninggalkan Bintang.
Aish! kau harusnya membujukku agar aku mau naik bersamamu...
gerutu Bintang kesal.
Kini Bintang pun sudah sampai di depan rumahnya.
" Owh kakiku sakit sekali, " ucap Bintang yang kini duduk di lantai teras depan,ia pun melepas sepatunya. Ia melihat kakinya yang sedikit lecet.
"Aaaah... ini sakit sekali," ringis Bintang kesakitan sambil memegang kakinya yang lecet.
" Dasar gadis bodoh! kau hobby sekali melukai dirimu sendiri, " ucap Regan yang kini duduk di samping Bintang. Regan pun mulai mengobati luka lecet pada kaki Bintang.
" Tu.. tuan, dari kapan kau ada disini, "
" Dari tadi, " jawabnya yang masih mengobati luka Bintang dengan hati-hati.
" Di mana mobil Tuan, "
" Apa kau tidak bisa melihat mobil sebesar itu, "
" Kenapa aku sampai tak sadar jika ada mobil disini, " gumam Bintang dalam hati," dia melakukannya sangat hati-hati hingga aku tak terlalu merasakan sakit, " gumam Bintang lagi yang melihat Regan mengobati lukanya dengan sangat hati-hati.
" Kenapa tuan ada di sini? "
" Ingin membuat perhitungan pada Nona Regan, "
Harusnya aku yang membuat perhitungan padamu!
gerutu Bintang dalam hati.
" Karena Nona Regan sudah berani pulang lebih dulu, kira-kira apa hukuman yang pas untuknya? " ucap Regan lagi yang mulai menatap wajah cantik Bintang.
" Saya ada kepentingan mendadak tuan, jadi tolong ma'af kan lah kesalahan saya, "ucap Bintang mencari alasan.
" Kepentingan mendadak? bukankah karena sedang menghindari Tuan Regan? "
Bintang hanya diam tak menjawab ucapan Regan.
" Kau marah karena aku tadi tak berpihak padamu bukan? " tanya Regan tapi tetap tak di tanggapi oleh Bintang.
Regan pun mengacak-acak rambut Bintang.
" Kau sangat menggemaskan jika seperti ini, " menatap lekat wajah Bintang dan mencubit kedua pipi Bintang.
Aku ingin sekali marah padanya tapi kenapa tidak bisa!
jerit Bintang dalam hati.
" Tuan, berhentilah! " ucap Bintang datar.
Regan pun kini memegang wajah Bintang dengan kedua tangannya.
" Ma'af atas sikap ku tadi,aku punya alasan kenapa aku melakukannya, jika kau masih marah maka aku akan menghukummu! "
" Mana mungkin saya berani marah padamu Tuan, "
" Bagus! Nona Regan pintar sekali memilih jawaban, "
Bintang pun mulai terngiang-ngiang dengan ucapan Rafa.
" Tuan, "
" Hmmm..., "
" Bukankah saya sangat jahat, "
" Maksudmu? "
" Saya mengambil Tuan dari calon istri Tuan, apa itu bukan tidakan yang sangat jahat? "
" Kau tidak pernah mengambilku dari siapapun,"
" Lalu nona Selly? "
" Kita di jodohkan, dan aku tidak pernah menyukainya,sebelum hari pertunangan itu di tetapkan,aku akan membuat Nona Selly membatalkan perjodohan ini,jadi kau bersabarlah sampai aku menyelesaikan masalah ini, "
" Kenapa tidak Tuan saja yang membatalkannya,bagaimana jika nanti nona Selly tidak membatalkan perjodohan itu? " ucap Bintang mengerutkan keningnya.
" Apa kau takut kehilangan Tuan Regan mu ini? "
" Bukan seperti itu, " ucap Bintang dengan pipi yang mulai merah merona.
Regan yang melihat Bintang pun tersenyum tipis.
" Jangan terlalu di fikirkan, cepatlah masuk dan beristirahat lah, jaga kakimu baik-baik jika tidak aku akan menghukummu! " ucapnya yang kemudian berlalu memasuki mobil mewahnya.
Bintang pun tersenyum tipis, ia pun melihat mobil Regan yang mulai melaju hingga tak tampak lagi.
"Sikapnya begitu dingin tapi di balik itu dia sangat perhatian padaku, " gumam Bintang dalam hati.
***
Satu minggu setelah itu.
Hari ini adalah hari yang sudah di sepakati antar dua keluarga,keluarga Regan dan keluarga Selly untuk membahas hari pertunangan.
Haripun sudah mulai gelap, Regan, David dan Bintang sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri pertemuan penting bersama client.
" Tuan, jika kita mengantarkan Nona Bintang terlebih dulu maka kita akan terlambat menghadiri pertemuan keluarga, " ucap David yang tetap fokus mengemudi.
" Kita bawa saja dia, " ucap Regan yang sibuk dengan ponselnya.
Dia pikir aku barang!
gerutu Bintang dalam hati.