My Big Boss

My Big Boss
Sandiwara



Setelah diam berfikir kini Regan mulai memasuki mobilnya, ia duduk di depan karena Bintang kini duduk di belakang bersama tante Nia.


Di dalam perjalanan Bintang bisa melihat kekhawatiran tante Nia,ia yang merasa iba pun kini mencoba menenangkan tante Nia.


" Putri tante pasti akan baik-baik saja, tante tenanglah, " ucap Bintang seraya mengusap bahu tante Nia.


Tante Nia pun kini tersenyum,


" terimakasih Bintang,terimakasih kau sudah membawa suamimu untuk menemui anak tante, " ucapnya kemudian.


Bintang kini hanya tersenyum saja,kalau bukan karena iba melihat tante Nia Bintang mungkin tidak akan pernah mengizinkan suaminya itu bertemu mantan kekasih nya.


"Ma'af tan, kalau boleh tau memangnya anak tante sakit apa? " tanya Bintang kini.


" Anak tante mengalami gagar otak, itu terjadi akibat kecelakaan motor tiga tahun lalu dan kini kondisi nya terus memburuk,tante berharap semoga setelah bertemu Regan kondisinya bisa membaik, " tutur tante Nia.


Bintang yang mendengar penuturan tante Nia kini diam mematung.


" Jadi selama ini kau melarangku naik motor karena itu? begitu besarkah cinta mu dulu untuk Tania sampai-sampai kau begitu trauma dengan kejadian yang sudah membuatmu kehilangannya, " gumamnya dalam hati, Bintang pun kini menatap wajah suaminya dari kaca spion.


Beberapa menit pun berlalu, kini mobil yang di kemudikan pak jang itu berhenti tepat di depan rumah sakit tempat Tania di rawat. Kini


Regan, Bintang dan tante Nia pun bergegas turun dari mobil, mereka pun kini berjalan menuju tempat Tania di rawat.


Sesampainya di sana kini tampak dokter yang sedang mengambil tindakan, terpaksa Regan, Bintang dan tante Nia pun kini harus menunggu di luar dulu.


Setelah beberapa menit akhirnya pintu ruangan itupun terbuka, mama Nia yang melihat pun kini beranjak dari kursinya.


" Bagaimana dok keadaan putri saya? " tanya tante Nia.


" Keadaannya terus memburuk,berdoalah semoga nona Tania bisa bertahan."


Hati tante Nia pun kini seakan teriris.Air matanya pun kini kembali mengalir.


Kini dokter yang menangani Tania itu menghampiri Regan,


" nona tania masih terus memanggil nama anda tuan, jadi tolong temuilah dia walau itu hanya beberapa menit, " tuturnya kemudian.


Regan pun kini tampak diam, apa yang harus ia lakukan saat ini?


" Kita akan menemuinya, " sahut Bintang yang kini menarik tangan Regan untuk memasuki ruang rawat Tania,Tante Nia pun kini mulai mengekori, sedangkan Tuan Williams dan Mama Nita yang baru saja datang kini memperhatikan dari luar ruangan.


"Pa apa nanti yang akan terjadi? " bisik mama Nita yang tampak khawatir dengan hubungan Regan dan Bintang nantinya.


" Tenanglah ma, mereka pasti bisa mengatasi masalah ini, " jawab tuan Williams seraya mengelus bahu istrinya.


Sementara di dalam ruangan tampak bibir pucat Tania yang terus memanggil nama Regan.Membuat tante Nia kini mendekat dan mulai berbisik ke arah telinga Tania.


" Regan ada di sini sayang, sekarang bukalah matamu, " bisiknya lirih.


Namun terlihat Tania tak memberikan respon apapun,ia masih tampak menutup matanya dan terus memanggil nama Regan.Tante Nia pun kini menatap Regan penuh arti.


" Mungkin dia akan tenang jika mendengar suara mu Rey, " ucapnya kini.


Regan pun kini menatap Bintang yang ada di sampingnya, dia tidak akan melakukan apapun tanpa seizin Bintang.


Sementara Bintang yang mengerti akan tatapan suaminya itupun tersenyum,


" lakukanlah, " ucapnya yang membuat Regan membelalkkan matanya.


" Kau yakin? " ucapnya tak percaya karena dari kemarin istrinya itu menentang kemauannya.


" Iya. " Bintang pun kini tersenyum masam, mana mungkin dia tak mengizinkan suaminya melihat kondisi Tania yang sangat memprihatinkan.


Regan pun kini tersenyum sembari mengusap lembut rambut istrinya itu, ia tau jika hati nurani istrinya pasti tidak akan tega melihat orang yang sudah sekarat di hadapannya.


Kini Regan pun mendekati Tania yang terus memanggil namanya.


" Regan...Rey.....kau dimana? kenapa aku tidak bisa melihat mu? kenapa aku juga tidak bisa mendengar suara mu Rey? kenapa kau tampak jauh sekali! tolong jangan pergi, jangan pernah pergi dariku, " suara lirih Tania yang terus memanggil Regan.


" Aku disini Tania,bukalah matamu maka kau akan melihat ku, " ucap Regan


yang kini membuat Tania diam,Tania bisa mendengar sayu-sayu suara orang yang ia cintai.


" Kau bisa mendengar suaraku bukan? sekarang bukalah matamu, aku ada disini, " ucap Regan lagi.


Tampak Tania yang kini mulai mengerjapkan matanya, dengan perlahan ia membuka matanya, dan kini bisa dilihatnya laki-laki yang masih ia cintai.


" Regan? apa itu benar-benar kau? kau benar-benar ada di sini? " ucapnya tak percaya.


" Iya ini aku Tania, aku ada disini. "


Tania pun kini tersenyum bisa melihat laki-laki yang ia rindukan.


" Ma'af atas sikapku beberapa hari yang lalu, harusnya aku tidak bersikap seperti itu padamu, " ucapnya dengan lirih.


" Iya tidak papa lupakan saja. " Tampak sikap Regan yang begitu dingin pada Tania.


" Aku ingin menjelaskan semuanya padamu Rey. "


" Tidak perlu, kau tidak perlu menjelaskan apapun padaku, fokuslah untuk sembuh jangan memikirkan yang lain, " tutur Regan.


Kini Tania pun terdiam,wajah pucat itu kini menjadi sayu.Tatapan matanya yang lemah kini tertunduk.


" Aku tidak tau sampai kapan aku bisa bertahan, aku hanya ingin meminta ma'af padamu karena aku pernah membuat hidup mu sangat terpuruk, " ucapnya kini dengan suara yang sangat lirih.


" Aku sudah mema'afkanmu, jangan di fikir kan lagi. "


Tania pun kini menatap mata indah laki-laki yang ia cintai, ia pun kini meraih tangan kekar itu dan kini di genggamnya erat.


" Aku menyesal sudah melakukannya,aku fikir aku bisa jauh darimu tapi ternyata tidak, aku membutuhkan mu untuk terus berada di samping ku.Aku masih sangat mencintai mu Regan. "


Deg,


Jantung Regan pun seakan berhenti, kenapa Tania harus memegang tangannya di depan Bintang?Regan pun kini bergegas melepas tangannya dari genggaman Tania,bisa-bisa jeck puasa setahun jika dia membiarkan Tania terus menggenggam tangannya.Kini Regan pun sedikit melangkah mundur untuk menjaga jarak.


Sementara Tania kini tampak berwajah masam karena mendapati Regan melepas genggaman nya.


" Kenapa Rey? apa kau sudah tak mencintai ku lagi? " tanya nya kini.


" Ma'af kan aku Tania, perasaan ku sudah berubah untuk mu. "


Tania pun kini terdiam,hatinya begitu sakit mendengar pengakuan Regan,airmata pun mulai memenuhi pelupuk matanya,rasanya tidak ada lagi harapannya untuk hidup karena laki-laki yang ia inginkan kini sudah tak mencintai nya lagi.Tak ada gunanya untuk menyesal karena semua ini terjadi karena kesalahan nya sendiri.Tania kini berusaha untuk tersenyum menatap semua yang ada di hadapannya.


" Aku salah sudah mengira bahwa kau masih mencintai ku, " ucapnya lirih.


Regan pun kini hanya tersenyum saja, ia tak tau harus berkata apa lagi.


Tampak Tania yang kini memegangi kepalanya,rasa sakit pada kepalanya kini tak seberapa di banding rasa sakit di hatinya.


" Tania kau baik-baik saja? " tanya Regan yang kini tampak khawatir begitu juga tante Nia.


" Dia..., " Regan pun tampak bingung untuk menjawabnya. Haruskah dia bilang yang sejujurnya? tapi bagaimana jika itu membuat Tania semakin drop? baru bilang tidak mencintainya saja kepalanya sudah pusing,apalagi jika dia bilang bahwa Bintang adalah istrinya?bisa-bisa Tania langsung tak sadarkan diri.Regan pun kini menatap tante Nia yang ada di hadapannya, tampak tante Nia yang tidak ingin Regan menjawab yang sebenarnya.


" Rey? kenapa kau diam? siapa wanita yang bersamamu ini? " tanya Tania lagi karena Regan yang tak kunjung menjawab.


" Dia.., "


" Perkenalkan saya Bintang, saya sekretaris tuan Regan, " sahut Bintang yang kini mulai mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Tania.


"Owh, saya Tania, senang berkenalan dengan mu Bintang, " jawab Tania seraya menjabat tangan Bintang.


Regan pun kini menatap istrinya penuh arti.Dia tidak menyangka jika istrinya akan mengatakan itu.Sedangkan di sisi lain tante Nia tampak begitu lega setidaknya Bintang masih memikirkan kondisi putrinya.


Sekarang giliran Tania yang menatap Regan penuh arti, ia tak menyangka jika laki-laki yang dulu sangat mencintai nya kini tak lagi mempunyai perasaan apapun padanya.Semua memang salahnya,tapi haruskah dia pasrah dan menerima begitu saja?Kini mulai terlihat senyuman yang tak dapat di artikan dari wajah Tania.


" Rey aku tau kau sudah tak mencintai ku lagi, tapi bolehkah aku meminta mu untuk tetap disini? anggap saja ini permintaan seorang teman, " pinta Tania.


Bintang yang mendengar ucapan Tania pun seketika membelalakan matanya.


" Haduh! sepertinya tidak bisa Nona, tuan Regan ada pertemuan penting hari ini dan itu tidak mungkin di batalkan, " sahutnya yang tiba-tiba saja kesal mendengar permintaan Tania.


" Benarkah itu Rey? " tanya Tania yang memastikannya pada Regan.


Bintang pun seketika menatap suaminya tajam, membuat Regan kini tersenyum tipis.


" Iya Tania, aku harus keluar kota menemui rekan bisnis ku disana. " Regan pun mengikuti sandiwara istrinya itu.


Kini raut wajah Tania pun tampak kecewa.


" Baiklah, terimakasih kau sudah mau meluangkan waktumu untuk menemui ku,aku sangat senang bisa melihat mu hari ini.Ku harap ini bukan pertemuan kita yang terakhir. "


" Iya,cepatlah sembuh,jangan menyerah melawan penyakit mu,kau harus tetap hidup untuk tante Nia. "


" Iya kau benar Rey, aku harus bisa melawan penyakit ku ini,mama sudah terlalu lama bersedih hanya karena memikirkan ku,aku harus sembuh dan tetap hidup untuk mama,terimakasih kau sudah mengingatkan ku. " Tania pun kini tak melepaskan pandangannya dari wajah Regan.


" Bukan untuk mama saja tapi juga untuk mu, aku harus sembuh agar aku bisa mendapatkan cinta mu lagi Rey, " gumamnya kini dalam hati.


Sementara Bintang yang melihat tatapan Tania pun merasa tak suka.


" Aku memang membiarkan suamiku menemuimu Tania tapi aku tidak akan memberikan mu celah untuk masuk kedalam kehidupan suamiku lagi, " benaknya dalam hati.


" Ma'af Nona,sepertinya tuan Regan harus berangkat sekarang,kami permisi, " ucap Bintang kini yang mulai mendorong tubuh suaminya untuk keluar dari ruangan itu.


Tania yang melihat sikap Bintang pun memicingkan matanya.


" Kenapa sekretaris nya tidak sopan gitu? " benaknya dalam hati.


Sementara di luar ruangan Regan pun kini langsung merangkul bahu istrinya.


" Ternyata nona Regan pintar juga ya bersandiwara? "


" Ini berkat ajaranmu! "


Regan pun kini mengerutkan dahinya setelah mendengar penuturan istrinya itu.


" Ajaran ku? kapan aku mengajarimu bersandiwara? " tannya nya.


" Kau lupa pernah merekrut ku menjadi pemain drama dadakan mu! " Bintang pun kini mengerucutkan bibirnya kesal.


Sementara Regan kini mulai terkekeh karena mengingat jika memang dirinya pernah mengajak Bintang bersandiwara.


" Hmmm..iya iya,istriku memang murid yang cerdas," ucapnya sambil mencubit kedua pipi Bintang yang tengah cemberut itu.


Sementara mama Nita dan tuan Williams yang melihat Regan dan Bintang sudah ada di luar pun bergegas menghampiri.


" Bagaimana sayang? apa semua baik-baik saja? " tanya mama Nita.


" Semua baik-baik saja kok ma,ini semua berkat anak mantu mama yang pintar bersandiwara, " jawab Regan yang kini mendapatkan satu buah cubitan dari Bintang.


" Bisa-bisanya dia bilang seperti itu! " gerutu Bintang yang merasa geram dengan suaminya itu.


Sementara mama Nita yang tidak mengerti maksud Regan pun bertanya pada Bintang.


" Maksudnya sandiwara gimana sih sayang? " tanyanya kini.


" Sudah ma, jangan hiraukan dia! semua baik-baik saja, tania juga kondisi nya seperti nya membaik jadi mama tidak perlu khawatir, " jelas Bintang.


" Hmmm... ya sudah, sekarang apa rencana kalian? "


" Tetap ke rumah mama Dewi ma, " sahut Regan.


" Ya sudah, mama sama papa tengok Tania dulu kalian hati-hati ya. "


" Iya ma. "


Kini Regan dan Bintang pun berjalan bersama menuju mobil mereka.


" Bintang tunggu tante ingin bicara denganmu! " suara tante Nia yang kini menghentikan langkah Regan dan Bintang.


" Tante mau bicara apa?jika tante meminta Regan untuk tetap di sini, ma'af saya tidak mengizinkannya! " ucapnya pada tante Nia yang kini sudah ada di hadapannya.


" Tidak, tante tidak meminta itu,tante mengerti bagaimana perasaan mu, tidak akan ada wanita yang rela melihat suaminya bersama mantan kekasihnya, iya bukan?


Tante hanya ingin mengucapkan terimakasih padamu, karena kau sudah membawa suamimu kesini,tante juga sangat berterima kasih karena kau tadi mau menutupi status kalian di depan Tania, terimakasih kau sudah mau mengerti keadaan Tania, " tutur tante Nia .


" Tante tidak perlu berterimakasih, saya melakukannya juga untuk suami saya agar dia tidak merasa bersalah jika sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada Tania. Semoga setelah ini kondisi Tania terus membaik. "


" Kau memang wanita yang baik Bintang,terimakasih. "


" Sama-sama tan, kami pamit dulu. "


Kini Bintang dan Regan pun mulai berlalu pergi.


Sementara tante Nia masih memperhatikan pasangan suami istri itu yang kini sudah tampak jauh di depannya.


" Kau tidak salah mencari istri Regan, " gumamnya pelan.


_


_


_


_


_


Jangan lupa mampir juga ke " Cinta Untuk Arjuna " ya 😁


Terimakasih ☺