My Big Boss

My Big Boss
Cari mati



David pun kini membuang nafasnya kasar,kesabarannya memang benar-benar sedang di uji kali ini.


" Oh Tuhan, tolong hilangkan sejenak saya dari muka bumi ini. "


" Ikuuuuuut? "


" Hah! " David pun seketika menoleh ke arah suara wanita yang tiba-tiba saja menimpali ucapannya.Suara yang begitu ia kenal siapa lagi kalau bukan suara penggemar setianya.


" Maura? Sedang apa kau di sini? " tannyanya.


" Aku mendengar tuan Regan sakit, jadi sebagai sekretaris yang baik sudah sepantasnya kan saya datang untuk menjenguk, " tutur Maura.


" Owh, ya sudah sana. " David pun kini kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Maura.


" Tuan tunggu, " panggil Maura yang kini malah mengekori David.


" Bukannya kau mau menjenguk tuan Regan? Kenapa malah mengikuti ku? "


" Tuan tadi bilang mau menghilang dari muka bumi,memang tuan mau pergi kemana? "


David pun tersenyum mendengar pertanyaan Maura.


" Pluto, " jawabnya asal.


" Pluto? Memang planet Pluto masih ada ? Ke bulan saja tuan,kita ke bulan saja ya, " ucap Maura yang tampaknya percaya begitu saja dengan ucapan David.


David pun kini menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Kita? " tanyanya.


" Iya kita, saya dan tuan. "


" Ya sudah ayo, " ajak David seraya menarik pergelangan tangan Maura.


" Kemana tuan? " Maura pun tampak kebingungan. Apa benar pangeran tampannya itu akan mengajaknya ke bulan sekarang juga ? Ah! Sungguh kejutan luar biasa pikirnya.Maura pun kini senyam-senyum sendiri melihat David menggandeng tangannya.Momen yang begitu langka baginya.


" Tuan kenapa kita kesini? bukannya kita mau ke bulan? " tanya Maura karena David malah mengajaknya ke kantin rumah sakit.


" Dasar bodoh! Kau mengira aku akan benar-benar mengajakmu ke bulan? "


Maura pun mengangguk pelan.


Tawa David pun kini pecah, membuat Maura tak berkedip melihatnya. Ini pertama kalinya Maura melihat David tertawa lepas seperti itu.


" Kenapa ada wanita bodoh seperti mu. Ayo duduk, aku mengajakmu kesini untuk makan bubur ayam ini. " David pun menarikkan kursi untuk Maura duduki dan menaruh semangkuk bubur ayam buatannya di hadapan Maura.


" Owh. " Satu kata yang terucap dari mulut Maura.Ia masih tak berkedip melihat sikap David yang kini tak lagi menjaga jarak dengannya. Maura pun kini duduk dengan senyuman tipis di bibirnya.


" Kenapa senyum-senyum? " tanya David yang mendapati Maura dari tadi terus tersenyum.


" Karena hari ini tuan tampan sekali, " goda Maura yang membuat David seketika tersedak.


" Tuan tidak papa? " Seketika Maura pun memegang bahu David,tampak Maura yang khawatir.


" Aku baik-baik saja.Jangan ulangi lagi ucapan mu itu. " David pun tampak salah tingkah.


" Owh,siap tuan tampan, " Maura kali ini malah menggoda David lagi.


" Sudah ku bilang jangan ulangi ucapan mu itu! " Wajah David pun mulai memerah membuat Maura semakin senang menggodanya.


" Iya iya tuan tampan, sekarang lihat aku dong, " godanya lagi.


" Sudah kubilang jangan ulangi lagi!Ah! Sudahlah terserah kau! " David pun memilih tak menghiraukan Maura yang terus saja memanggilnya tuan tampan.Kini ia pun menikmati bubur ayam dengan sesekali mencuri pandang menatap Maura yang tengah lahap memakan bubur buatannya.Sangat cantik pikirnya.


***


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dua hari sudah Regan dirawat di rumah sakit dan dua hari juga Bintang dan David di buat pusing dengan kemauan Regan yang aneh-aneh.Kondisi Regan kini sudah sangat membaik,Regan tak lagi mual ataupun muntah dan kini ia sudah di izinkan untuk pulang.


Bintang yang kini membereskan semua barang-barang suaminya terus saja menggerutu.Bagaimana tidak dia yang hamil tapi malah suaminya yang begitu manja,bukankah harusnya aku yang di manja? pikirnya kesal.


Pasalnya selama ini Bintang sama sekali tidak merasa mual, pusing ataupun ingin makan yang aneh-aneh atau yang biasa di sebut ngidam seperti yang dialami wanita hamil pada umumnya. Malah kini sebaliknya Regan lah yang selalu minta aneh-aneh dan harus segera dituruti. Menyebalkan sekali bukan?


Bintang pun kini hanya bisa mengerucutkan bibirnya menahan kekesalannya.


" Kenapa sih yank? " tanya Regan sembari memeluk tubuh mungil istrinya dari belakang.


" Kau tuh nyebelin tau gak sih yank! Yang hamil itu aku! Yang harusnya manja itu aku! Kenapa jadi kau yang dari kemarin manja! "


" Ih! sejak kapan Regan Atmaja manja? Perasaan mu saja itu, " sanggah Regan.


Bintang pun langsung membalikkan badan dan melotot di hadapan suami tampannya itu.


" Perasaan ku saja? Terus yang dari kemarin kalau makan minta di suapin David siapa?minta ice cream,minta baju baru,minta ponsel baru,minta mobil baru,minta ini itu harus di turuti siapa? " ucapnya kesal sembari terus mencubit perut suaminya yang kini terus menghindar darinya.


" Iya iya sayang ma'af.Tapi masih untung kan gak minta istri baru, " jawabnya sembari sibuk menghindar dari cubitan Bintang.


" Apa! Berani bilang lagi aku buat rica-rica tu si Jeck! "


" Hah! " Regan pun seketika menutup pangkal pahanya, " sadis banget sih yank! " ucapnya lirih.


" Biarin! " decak kesal Bintang.Kini Bintang pun berjalan keluar di susul Regan di belakangnya.


" Pagi tuan,nona, " sapa dokter Rian yang baru saja datang, " wah tuan kelihatan bugar sekali pagi ini, " ucapnya kemudian.


" Iya ini semua berkat dokter dan perawat di sini yang sangat-sangat luar biasa, " jawabannya yang sengaja melebih-lebihkan.


" Terimakasih tuan,tapi saya fikir tuan terlalu berlebihan. " Dokter Rian pun tersenyum kecut.


" Oh ya dok, ada yang ingin aku tanyakan. "


" Iya tuan soal apa? "


" Emmm, itu, anu..., " Regan pun tampak bingung mengutarakannya.


Dokter Rian hanya tersenyum melihat kegugupan Regan.


" Istri ku sedang hamil apa boleh kita melakukan itu ? " tanyanya ragu-ragu, jujur saja Regan malu menanyakannya, tapi demi kelangsungan hidup dan kebahagiaan jeck dia harus secepatnya mendapatkan kepastian.


" Kenapa harus tanya begituan sih! " bisiknya dengan kesal.


" Sakit ah yank,ini itu demi kelangsungan hidup Jeck, " jawab Regan sembari mengelus pahanya akibat cubitan dari titisan tuan creb.


Bintang pun kini hanya bisa tersenyum garing di hadapan dokter Rian yang kini tengah cengegesan melihat tingkah dua pasangan itu.


" Jadi gimana dok ? " panggil Regan karena dokter Rian tak kunjung menjawab dan malah senyam-senyum sendiri.


" Eh, iya tuan.Tentu saja tuan boleh melakukan itu,bukankah itu kebutuhan kita sebagai laki-laki?kita perlu menyalurkan hasyrat kita tapi melakukannya dengan hati-hati ya tuan,durasi bermain juga di kurangi jangan terlalu lama.Jangan buat nona Bintang sampai kelelahan.Selama kondisi kandungan nona Bintang baik-baik saja semua itu boleh di lakukan. " tutur dokter Rian.


Regan pun tersenyum senang.Penuturan dokter Rian benar-benar membuat Jeck bersorak gembira di dalam sana.


" Emmmm dok, kita langsung pulang ya, terimakasih dokter selama ini selalu mendampingi kita, " Bintang pun langsung menyambar tangan suaminya dan membawanya cepat pergi sebelum suaminya itu bertanya hal-hal mesum lainnya lagi pada dokter Rian.


" Sayang kenapa buru-buru banget sih! " Protes Regan yang kini mengikuti langkah kaki istrinya yang begitu cepat.


" Aku rindu rebahan di kamar, " jawabnya asal.


" Ma'af ya sayang, karena aku sakit kau jadi kurang istirahat,kau sedang hamil harusnya kau banyak istrahat bukan malah aku yang dari kemarin terus rebahan. " Regan pun merasa bersalah karena selama dua hari ini sudah membuat istrinya kurang tidur.


" Maksud aku tadi gak gitu yank,istirahat ku cukup kok, lebih-lebih malah. Gak usah ngarasa bersalah gitu karena ucapan ku tadi. Aku kan jadi gak enak? Merawat mu itu sudah tugas aku.Aku cepet-cepet bawa kau pergi dari dokter Rian karena aku gak mau kau tanya hal aneh-aneh lagi, " jelas Bintang sembari memegang erat tangan Regan.


" Hal aneh? Maksudnya? " tanya Regan tak mengerti.


" Sudah gak usah di bahas. Ayo! " Bintang pun kembali menarik pergelangan tangan Regan.


Kini merekapun berjalan keluar rumah sakit.


" Sayang mama sama papa kok gak jemput kita? Mereka tau kan aku pulang hari ini? " tanya Regan karena sejak dari semalam orang tuanya itu belum datang lagi ke rumah sakit.


" Mama sama papa gak bisa jemput, ada urusan katanya. " Bintang pun celingukan mencari mobil pak Jang yang akan menjemput mereka.


" Lalu siapa yang mau jemput kita? "


" Saya Tuan! " Teriak David yang baru saja sampai dengan nafas ngos-ngosan karena berlarian.


" Loh, kata mama tadi pak Jang yang mau jemput, kenapa jadi tuan David yang terhormat? " ucap Bintang dengan tatapan sinis nya,ia begitu kesal setiap mengingat bagaimana David dulu sering mlototinya.


" Pak jang mendadak sakit non. " David pun menundukkan kepalanya,ia begitu tidak nyaman dengan panggilan Bintang terhadapnya, apalagi Bintang memanggilnya seperti itu di hadapan bos besarnya membuatnya semakin tidak enak hati.


" Owh, ya sudah tolong bawakan ini ya tuan David yang terhormat, " ucapnya seraya memberikan tas yang berisi barang-barang Regan pada David.


" Tolong jangan panggil saya seperti itu nona, " bisik David seraya mengambil tas yang Bintang berikan.David pun kini bergegas berjalan kearah mobil. Sementara Bintang tersenyum puas melihat kekikukkan David.


" Jangan main-main sama David nona Regan,jangan suka godain manusia kaku itu? " ucap Regan yang mulai melangkah kan kakinya menuju mobil.


" Emang kenapa? Aku kesel banget tau kalau ingat dulu dia sering mlototin aku. Lihat deh sekarang mukanya lucu banget kalau lagi kikuk gitu.Hhaaa pasti dia gak enak banget deh sama kamu yank, " jawabnya sembari tertawa cekikikan.


" Dia tuh lebih kejam dari pada suami mu yang katamu kejam ini. Dia juga lebih sadis dari suami mu yang katamu sadis ini,lebih baik jangan ganggu dia deh, " tutur Regan.


"Ah! Kamu mah nakut-nakutin.Mana mungkin dia berani macem-macem sama aku. Aku kan istri atasnya, " Bintang pun sedikit bergidik ngeri.


" Kamu ingat Selly? " bisik Regan yang mulai masuk mobil bersama Bintang.


" Tentu saja ingat. "


" Dulu dia pernah mengancam akan membunuh Selly jika aku benar-benar menjadikannya istri. " Regan pun berbisik dengan begitu dramatis hingga membuat bulu kuduk Bintang kini berdiri.


" Kamu serius yank? " tanya nya yang mulai takut.


" Iya,aku saja sampai merinding dengernya, " tutur Regan yang membuat Bintang semakin ketakutan,apalagi David kini tengah menatapnya hingga membuatnya kini susah untuk menelan ludahnya sendiri,mengerikan!pikirnya saat ini.


Bintang pun mulai merangkul erat lengan Regan.


" Ppppffffttt, " Regan pun tak tahan ingin tertawa,ia tak tahan melihat ketakutan sang istri yang menurutnya menggemaskan.


" Kenapa ketawa! " bentak Bintang.


" Habisnya kamu lucu kalau lagi ketakutan gini, " jawabnya sembari mengeratkan rangkulannya.


" Kamu gak lihat tu dia lagi melototin aku! " ucap Bintang sembari menunjuk David.


David yang ada di depan pun kebingungan, " kapan aku melotot? " pikirnya saat ini.


" Kamu lucu banget sih yank. " Regan pun semakin gemas dan mulai menekan kedua pipi Bintang hingga bibirnya terlihat bak bibir ikan.


" Ih! Ngerjain aku kan? " Bintang pun mulai curiga jika suaminya itu sengaja menakut-nakuti nya.


" Enggak, aku bicara jujur. "


" Terus kenapa sekarang malah ketawa-ketawa liat aku ketakutan! " Bintang pun menatap Regan tajam.


" Kan aku sudah bilang, habisnya kamu lucu! " jawab Regan sembari mengecup bibir mungil Bintang.


" Tuh kan ngeselin,gak tau malu lagi ! " Bintang pun kini mulai menjauh dari sisi suaminya.Ia mulai mengerti jika suaminya dari tadi hanya menakut-nakuti nya saja.Sialan! Pikirnya kesal.


" Ih! Ibu hamil ngambek.Aku gak bohong, semua yang aku bilang tadi benar tapi aku lebih-lebihin sih, " ucap Regan yang kembali menaruh tubuh Bintang kedalam dekapannya.


" Tuh kan nyebelin. " Bintang pun semakin mengerucutkan bibirnya.Kesalahan besar yang tidak seharusnya ia lakukan karena itu membuat Regan semakin gemas dan kini kembali mengecup bibirnya, bukan kecupan melainkan ciuman yang semakin memanas.


Bintang yang awalnya ingin menolak akhirnya takhluk juga dengan permainan Regan.Dua hari di rawat membuat Regan begitu haus akan bibir istrinya hingga kini enggan untuk melepas ciumannya.


David yang ada di kursi kemudi hanya bisa membuang nafasnya kasar.Dua manusia di belakang benar-benar menganggap nya tidak ada.


" Sialan! Aku benar-benar di anggap setan sekarang, " gerutunya yang kemudian menghentikan mobil secara mendadak. Entah apa yang membuat David berani menghentikan mobil tanpa izin Regan,yang jelas kelakuannya itu membuat Regan yang tengah asik berciuman kini terperosok jatuh ke bawah.


" Kau mau mati Dav! " Bentak Regan dari kolong sembari menahan tubuh Bintang yang hampir saja ikut terjatuh.


" Ma_ma'af tuan ini darurat, " jawabnya yang kemudian bergegas keluar.


" Jadi kau benar-benar ingin mati Dav! " teriaknya yang melihat David malah meninggalkan mobil.


" Ma'af tuan nanti saja marahnya,saya tidak bisa mendengar, " jawab David dari kejauhan yang tetap saja berjalan meninggalkan Regan dan Bintang yang masih berada dalam mobil.


" Sialan! " Regan pun membuang nafasnya kasar dengan senyuman kecut di bibirnya.Ini pertama kalinya David berani mengacuhkannya.