My Big Boss

My Big Boss
Extra Part III " I love you pak tua "



Kamu terluka? " Kevin mulai menghawatirkan Qiara.


Qiara pun mengangguk,dia memperlihatkan tangannya yang kini memerah dan terasa panas.


" Sakit pak bos,hiks..hiks.." rintihannya kesakitan.


" Udah jangan nangis.Luka kecil gini gak bakal bikin kamu mati kok," tutur Regan sambil memperhatikan luka kecil Qiara.


" Ih pak bos ngomongnya,amit-amit deh, " Qiara pun memukul- mukul kepalanya sendiri," Ini tuh sakit banget pak bos.Hiks...hiks...," ucapnya lagi teringat lukanya yang masih sakit.Qiara yang memang cengeng pun kembali menangis.


" Ya sudah ayo kedepan aku obati lukamu, " Kevin pun mengulurkan tangannya membantu Qiara bangun dari kolong meja.Dia membawa Qiara ke ruang tengah dan kini mulai mencari salep untuk luka bakar Qiara.


" Kenapa harus bilang bisa masak kalau nyatanya kamu gak bisa masak? " ucapnya yang kini mulai membuka penutup salep yang sudah ia bawa.


" Aku bisa masak kok pak bos, " elanya.


" Kalau bisa masak gak mungkin tuh ikan sampai terbang! " Kevin pun perlahan mulai mengoleskan salep pada luka Qiara.


" Aaaaaaww.. hati-hati pak bos.. hati-hati, " Qiara yang tidak tahan sakit pun merintih kesakitan.Diapun memejamkan matanya rapat-rapat.


" Sudah selesai, gak usah lebay deh. "


" Siapa yang lebay wong ini memang sakit! " Qiara pun mulai cemberut.


" Kenapa tadi bilang bisa masak? " Kevin pun mulai mengintrogasi.


" Aku bisa masak kok " Qiara mulai membela diri, " kalau di ajari, " ucapnya lagi dengan suara pelan.


Kevin yang mendengarnya pun membuang nafas beratnya,


" itu namanya kamu tidak bisa masak! " ucapnya yang mulai geram.


" Bisa pak bos, tapi sekarang belum aja! " Qiara masih membela diri.


" Hmmm,ya..ya..ya." Kevin pun malas berdebat.


" Ini kamu simpan salepnya, nanti dua sampai tiga jam lagi kamu olesi lagi, " tuturnya sembari memberikan salep itu pada Qiara.


" Oke, siap pak bos! "


" Jangan cuma siap-siap! Kamu harus bener-bener rutin kasih salep lagi.Kalau enggak nanti tangan kamu melepuh, infeksi terus di amputasi. "


" Eh beneran? Kata pak bos tadi enggak parah? " Qiara yang hanya di takut-takuti Kevin pun percaya begitu saja.Wajahnya pun mulai putih pucat.


" Terus gimana ini pak bos? " Qiara mulai panik sendiri.


" Ya kamu harus rutin kasih salepnya, jangan sampai telat. "


" Iya pak bos, aku enggak bakal telat kasih salepnya. " Qiara sungguh-sungguh membuat Kevin kini tersenyum.Sebenarnya ini hanya akal-akalannya saja agar Qiara rutin mengobati lukanya.


Kini Kevin pun daim memperhatikan gadis di hadapannya ini. Dia mulai memperhatikan Qiara dari ujung kaki hingga kepala.


Ada sesuatu yang membuatnya curiga.


Gadis di hadapannya ini memiliki kulit yang putih bersih dan begitu tertawat dan dengan sikapnya yang begitu manja dia yakin gadis ini bukan dari kalangan biasa.


Qiara yang merasa tak nyaman karena Kevin terus menatapnya pun mulai salah tingkah.


" Ada yang aneh ya pak bos sama saya? " ucapnya sambil cengar-cengir.


" Aku curiga.Kamu enggak lagi kaburkan dari rumah? " pertanyaan Kevin yang berhasil membuat Qiara tersedak silvanya sendiri. Dia pun memukul-mukul dadanya.


" Ya.. ya enggak lah pak bos, " jawabannya dengan senyuman palsunya.


" Okey, " Kevin pun mulai manggut-manggut sambil memperhatikan mimik wajah Qiara, " Kamu gak lagi ada yang di sembunyikan dari ku kan? " Kevin sedikit curiga.


" Enggak kok pak bos.Beneran." Qiara pun mengangkat dua jarinya.


" Ya sudah,kalau gitu ayo bantu aku siapin makan malam. "


Qiara pun terperanjat mendengar ajakan Kevin.


" Pak bos bisa masak?" tannya nya tak percaya.


" Kamu pikir siapa yang masakin Cello selama ini? " Regan pun mulai beranjak menuju dapur.


" Pak bos? "


" Bukan,pengasuhnya."


" Cih! Aku pikir pak bos. "


Kini Kevin pun mulai sibuk di dapur.Dia mulai membersihkan ikan terbang tadi, dan dengan lihainya dia mulai memotong dan memberikan bumbu. Qiara yang melihatnya pun begitu takjub.


" Ternyata pak bos benar-benar bisa masak, " gumamnya pelan.


" Kakak aja yang terlalu payah! " Ejek Cello yang nyelonong begitu saja di hadapannya.


Qiara pun hanya memanyunkan bibirnya.Dia tidak membela diri karena ucapan Cello memang benar adanya.


Dia terlalu payah!


" Kamu masak nasi bisa kan? "


" Hah? " Qiara malah menatap Kevin bingung.Kevin yang sibuk meracik bumbu pun mengerti jika gadis di hadapannya ini tidak tau cara memasak nasi.


" Kamu ambil beras satu cup, kamu cuci dulu habis itu kamu masukin ke rice cooker, " tuturnya.


" Owh,oke.oke." Qiara pun bergegas mengambil beras yang ada tak jauh dari tempat Kevin berdiri.Perlahan dia pun mulai mencuci beras itu.


"Ini di cucinya pakai sabun gak pak bos? " tannya nya yang membuat Kevin seketika melongo.


" Kalau kamu suka nasi rasa sabun ya gak papa, " jawabnya malas.


" Hehe, iya.iya saya faham. " Qiara pun mengerti di mana kesalahannya.


" Segini udah bersih pak bos? " tannya nya sambil memperlihatkan hasil cuciannya.


" Ya.Sekarang kamu kasih air setinggi jari telunjuk mu setelah itu taruh di rice cooker. "


" Siap! " Dengan semangat Qiara pun melakukan semuanya sesuai intruksi Kevin,ini membuatnya sungguh begitu bangga pada dirinya sendiri.Akhirnya dia tau bagaimana cara memasak nasi.


Hari semakin gelap, akhirnya Kevin pun selesai memasak menu ikan hasil pancingan Cello tadi.Tubuhnya yang lengket pun membuatnya tidak nyaman.


" Kita mandi dulu baru setelah itu kita makan, " ajaknya pada Qiara. Kevin pun kini melangkah meninggalkan Qiara yang masih berdiri di dekat meja makan.


" Kamu sudah mandi boy? " tanyanya pada Cello yang kini asik main PlayStation.


" Anak pintar.Toss dulu. "


" Yeach, " Mereka pun bertoss ria dengan senyuman abstraknya.


Kevin pun mengacak-acak rambut Cello dan kemudian berjalan menuju kamarnya. Sementara Qiara dia berjalan sambil menggulung ujung bajunya dengan kedua jarinya. Dia bingung bagaimana harus mandi jika tidak mempunyai baju ganti.


" Kakak payah kenapa? " Cello yang melihat Qiara menekuk wajahnya pun penasaran.


" Tadi siang manggil aku kakak cantik, kenapa sekarang kakak payah! " Qiara pun protes, dia tidak suka dengan panggilan Cello padanya.


" Ya itu kan karena aku belum tau kalau kakak ini sangat payah. " Cello menjawab dengan entengnya.


" Huh! Dasar bocah nakal! " gerutunya pelan. Qiara pun menghempaskan tubuhnya ke kursi sofa, dia duduk tepat di samping Cello.


" Enggak mandi? " Cello pun melotot kearahnya.


" Enggak punya baju ganti! " Qiara putus asa.


" Owh. " Cello pun kini tersenyum licik.


" Kakak mandi aja, nanti aku siapin baju gantinya, " tawarnya kini dengan senyuman imutnya.


" Beneran ada baju gantinya? " Qiara tampak bersemangat.


" Ada. Tenang aja! Kakak mandi aja dulu nanti aku taruh di kamar kakak. "


" Oke, terimakasih pak bos cilik. " Qiara begitu girang,dia pun mencubit gemas kedua pipi gembul Cello dan kemudian dengan semangat berlari ke arah kamarnya.


" Dasar kakak payah, mudah banget di kerjain." Cello pun tertawa cekikikan.


Qiara yang sudah berada di kamar mandi pun teringat senyuman Cello.


" Senyuman tuh bocah sepertinya enggak biasa deh tadi, perasaan ku jadi enggak enak.Ah sudah-sudah yang penting mandi. " Qiara pun mengabaikan perasaannya dia mulai mandi menikmati segarnya guyuran air.Maklum dari tadi pagi dia tidak mandi.


" Kakak payah, bajunya aku taruh sini ya? " teriak Cello dari luar.


" Oke. Makasih pak bos cilik. " Qiara yang masih berada di dalam kamar mandi pun sedikit berteriak.


" Sama-sama. " Cello pun keluar dengan senyuman nakalnya.


Kini ia pun berjalan menuju meja makan.


" Eh, dimana pengasuh baru mu? " tanya Kevin yang mulai menata makanan hasil karyanya tadi.


" Masih mandi dad. "


" Owh. "


Tak lama Qiara pun keluar dengan menekuk wajahnya. Dia berjalan perlahan menghampiri Kevin dan Cello.Dia terpaksa memakai baju pemberian Cello karena bajunya sendiri sudah terlanjur basah.Cello yang melihat Qiara pun tertawa terpingkal-pingkal.


" Eh kamu mau main lenong di mana? " tanya Kevin yang mulai ikut tertawa.


Penampilan Qiara yang menggunakan kostum power rangers pun berhasil membuat semua tertawa.


" Pak bos kenapa ikut ketawa sih!Emang ada main lenong pakai kostum beginian! " Qiara pun mulai cemberut.


" Ya habisnya ngapain kamu pakai baju gituan.Pesta Karnavalnya masih lama! " Kevin terus tertawa melihat penampilan Qiara.


" Ini nih ulah pak bos cilik. " Qiara pun menunjuk Cello dengan kesal.


" Bener boy? " Kevin pun mencari kebenaran.


" Iya dad,aku cuma mau bantu kakak kok, dia gak punya baju ganti jadi aku ambilin kostum daddy waktu ikut pesta Karnaval taun lalu, " elanya.


" Owh, " Kevin pun manggut-manggut, " tapi ini cocok kok untuk mu! " ucapnya lagi sembari memperhatikan Qiara dari atas hingga bawah.Jujur saja dia masih ingin ketawa.


" Pak booooos, ya kan pak bos nihh jahat banget! " Qiara tau jika Kevin meledek nya.


" Pffffffftt....,Oke.oke nanti habis makan aku beliin kamu baju. "


" Beneran pak bos? " Qiara pun girang mendengarnya.


" Iya.Tapi potong gaji. "


" Gak masalah.Makasih pak bos. " Rengeknya manja.Qiara ya terlalu senang reflek memeluk Kevin membuat Kevin terperanjat.


" Iya.iya, tapi gak usah pakai peluk-peluk juga, " protesnya pelan.


" Ah iya, ma'af pak bos. Ini karena terlalu bahagia saja. " Qiara pun tersenyum garing. Dia menjadi salah tingkah.


" Ya sudah kamu siapin nasinya,bisa kan? " Kevin sedikit meragukannya.


" Bisa dong! " Dengan bangganyanQiara pun mulai mengambil mangkuk besar dan mulai membuka rice cookernya.Dia terkejut dengan penampakan nasinya.


" Pak bos nasinya..., " ucapnya sambil menatap nasib nasinya yang menyedihkan.


" Kenapa nasinya? " Kevin pun bingung.


" Kayaknya nasinya gak mau berubah jadi nasi deh."


" Maksud kamu gimana sih!nasi gak mau berubah jadi nasi! " Kevin pun beranjak dan mulai menghampiri Qiara.


" Astaga Kikiiiiiiii! Tadi tombolnya gak kamu teken! " seketika Kevinpun naik darah.


" Tombol yang mana sih pak bos? " Kevin pun lemas mendengar jawaban Qiara. Kepalanya pusing menghadapi Qiara,perutnya juga menjadi semakin lapar.Tapi mau bagaimana?nasi masih berupa beras.Ia pun hanya bisa membuang nafas beratnya.


_


_


_


untuk episode selanjutnya langsung Chus ke novelnya langsung ya gengs!


๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡



aku butuh suport kalian juga di sana. ehe๐Ÿค—


Di novelnya udah sampai beberapa bab looo


yuk.. yuk.. langsung di kepoin๐Ÿ˜