My Big Boss

My Big Boss
Gagal lagi



Malam semakin larut,namun Regan belum juga bisa tidur karena junior nya si Jeck masih saja meronta-ronta seakan sedang melakukan demo padanya.Bukan perkara mudah untuk Regan bisa kembali menidurkan tongkat saktinya itu,kini olahraga lah yang menjadi sasaran nya,ia harus melakukan treadmill, angkat beban dan lainnya hanya untuk menidurkan si Jeck juniornya.


Malam pertama yang begitu ia tunggu ternyata sangat menyiksanya,bagaimana tidak, ia harus rela olahraga berjam-jam di tengah malam hanya karena untuk menenangkan Jeck yang meronta-ronta ingin memasuki hunian barunya itu.


Waktu sudah menunjukkan jam tiga dini hari, itu artinya Regan tidak tidur semalaman dan menghabiskan malamnya di ruangan fitnes yang ada di hotel itu.Kini ia pun mulai kembali ke kamarnya dengan tubuh yang tampak berkeringat.


" Sialan! ternyata ini lebih menyebalkan dari yang ku kira, " gerutunya sambil mengacak-acak rambutnya mengingat Jeck yang semalaman menyiksa nya.


Regan yang kini sudah memasuki kamarnya pun di suguhkan dengan pemandangan yang membuatnya kini takut untuk melihat nya.Pemandangan yang akan membuat Jeck bangun lagi dari tidurnya dan pastinya akan membuat nya tersiksa lagi.


Reganpun kini berjalan ke arah pemandangan yang akan menyiksanya itu dengan mengalihkan pandangannya, dengan menutup matanya rapat-rapat ia mulai menutup belahan bukit kembar milik sang istri yang tampak menggoda itu dengan selimut.


" Tenang lah jeck,tenang...,kita buka kadonya di lanjut besok, " ucapnya pada junior nya sendiri,kini Regan pun bergegas ke kamar mandi sebelum jeck benar-benar bangun.


Regan yang telah selesai dengan aktivitas mandinya pun mulai bersiap untuk tidur dengan kaos lengan pendek dan celana boxer yang kini menempel pada tubuhnya.Jujur saja saat ini Regan ingin sekali tidur dengan memeluk tubuh istrinya itu, namun demi keamanan Jeck ia pun rela tidur memunggungi istrinya.


" Aaaargh....ini membuatku gila! " ucapnya yang kemudian menutup kepalanya dengan bantal.


Baru saja regan tidur kini sinar mentari sudah menyapa, Bintang yang lebih dulu bangun terperanjat saat mendapati tubuhnya yang polos tanpa busana, ia pun seketika menoleh kearah suaminya yang ternyata tidur dengan posisi tengkurap,ia yang mendapati Regan memakai pakaian lengkap pun menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut.


" Aaaaa.... sial... kenapa aku semalam tidak bangun untuk memakai baju, pasti semalaman dia terus menatap tubuhku ini, " gumam Bintang yang kini wajahnya merona karena malu mendapati tubuhnya polos tanpa busana.


Kini Bintang pun mulai menutup tubuhnya dengan selimut rapat-rapat, ia mulia turun dari ranjangnya dengan perlahan karena rasa sakit akibat ulah Jeck semalam masih ia rasakan,bercak darah yang membekas di atas sprei adalah bukti bahwa Regan semalam berhasil mengambil kesucian istrinya walau si Jeck belum merasakan nikmatnya bersarang di hunian barunya itu.


Bintang yang kini sudah berdiri pun berjalan perlahan ke arah kamar mandi, luka akibat ulah Jeck semalam membuatnya kesulitan berjalan.


" Kenapa perih sekali, hiks.., " gumamnya yang menahan rasa sakit pada pangkal pahanya.


" Mau kemana sayang, " suara Regan yang menghentikan langkah Bintang.


Dengan menutup kepala dan seluruh tubuhnya dengan selimut hingga hanya wajahnya saja yang tampak,Bintang mulai menoleh ke arah suaminya yang ternyata sudah bangun.


" Ka..kau sudah bangun sayang, " ucapnya tersenyum garing.


" Hmmmm... iya, kau mau kemana? " tanya Regan yang kini sudah berada di hadapan Bintang.


" Ke kamar mandi, " ucapnya tersenyum nyengir karena malu dengan kondisinya yang masih belum berpakaian.


" Aku sudah melihat semuanya semalam, kenapa harus kau tutup seperti ini, " ucap Regan mengerutkan dahinya karena melihat Bintang yang terberungkus selimut.


" Aku hanya tidak mau membuat Jeck bangun dari tidurnya, " ucapnya beralasan padahal ia malu jika suaminya itu mendapati tubuhnya yang polos tanpa busana,wajah Bintang pun mulai memerah mengingat suaminya yang semalam sudah melihat semua lekuk tubuhnya itu.


" Jeck sudah bangun dari tadi, bahkan lebih awal dari mu, " bisik Regan yang membuat bulu kuduk Bintang seketika berdiri.


" Be...benarkah?" ucap Bintang dengan wajahnya yang tampak putih pucat, ia takut jika Regan ingin meminta meneruskan aktivitas semalam yang belum selesai.


Regan yang tau jika istrinya itu takut pun tersenyum tipis.Ia pun memegang wajah sang istri dengan kedua tangannya.


" Tenanglah,Jeck tidak akan melakukan apapun pagi ini, " ucapnya pelan dengan satu kecupan yang ia berikan di bibir mungil istrinya itu.


Bintang pun kini hanya bisa tersenyum malu melihat suaminya yang tau akan ketakutannya itu.


Regan yang melihat bibir mungil istrinya yang sangat menggoda itu pun mulai mencium bibir manis istrinya lagi, kali ini bukan sekedar kecupan melainkan ciuman yang mulai memanas,Regan mel*mat bibir Bintang dengan rakusnya, ia benar-benar membuat istrinya itu kesulitan bernafas.


" Sayang,aku mau mandi dulu, " ucap Bintang yang mulai melepas ciuman maut suaminya itu,ia pun mulai menghirup oksigen banyak-banyak, karena ciuman dari suaminya itu benar-benar membuatnya kehabisan nafas.


" Ya sudah ayo! " ucap Regan bersemangat.


" Apa maksudnya ayo? " ucap Bintang yang mulai mencium bau-bau tidak enak.


" Kita mandi bareng, " jawab Regan dengan santainya.


" Tidak, tidak, yang ada nanti kita enggak jadi mandi, " mulai membayangkan apa saja yang akan di lakukan suaminya padanya nanti.


" Emang kenapa enggak jadi mandi? " ucapnya tersenyum licik.


Regan pun tersenyum tipis mendengar kata-kata dari istrinya yang tahu dengan niat liciknya,ya..,mana mungkin dia tidak melakukan apa-apa mendapati istrinya yang polos tanpa busana.Kini ia pun memeluk tubuh istrinya yang kini membelakangi nya itu.


"Sayang,apa kau tau jeck menyiksaku semalaman, dia enggak mau tidur, bahkan pagi ini dia juga bangun lebih awal dari pada aku,apa kau tidak ingin menidurkan nya, " ucapnya memelas sambil memeluk tubuh istrinya yang kini membelakangi nya itu.


" Bukannya tidak mau, tapi luka dari Jeck masih sakit, " ucap Bintang yang tau maksud dari ucapan suaminya itu.


" Aku tidak meminta itu,ada cara lain untuk menidurkan Jeck, aku akan mengajarimu bagaimana melakukannya, " ucap Regan pelan yang seketika membuat bulu kuduk Bintang berdiri lagi,ia tak tau apa yang kini ada di dalam otak suaminya itu.


" Baiklah, tapi jangan aneh-aneh, " ucap Bintang dengan wajahnya yang merona.


" Janji,enggak aneh-aneh," ucapnya bersemangat,tanpa persetujuan ia pun kini menggendong tubuh Istrinya itu ala bridal style, yang membuat Bintang membekalkan matanya karena terkejut.


" Sayang aku bisa jalan sendiri, " protes Bintang yang malu dengan sikap suaminya itu.


" Katanya masih sakit, jadi aku akan menggendongmu sampai kamar mandi, " jawab Regan dengan kecupan kecil yang ia hadiahkan di bibir mungil istrinya.


Dengan wajah yang begitu cerah se cerah sinar mentari,Regan mulai melangkah masuk ke dalam kamar mandi namun,


Tok... tok.. tok... suara ketukan pintu dari luar yang di iringi dengan suara teriakan mama Nita.


" Rey,kau sudah bangun atau belum,Paman Robby menunggumu di luar,beliau akan pulang ke Jerman sekarang, " teriakan mama Nita dari luar yang membuat Bintang seketika turun dari gendongan suaminya.


" Iya ma,Regan sudah bangun, suruh paman Robby tunggu sebentar, " dengan wajahnya yang seketika buram seburam air kobokan.


" Paman mu sudah bersiap pulang, ia akan terbang jam enam pagi!jadi cepatlah keluar sekarang! "


" Cepatlah keluar sayang, kalau paman tanya bilang aku masih mandi, " sahut Bintang yang kemudian menutup pintu kamar mandi dengan cepat membuat wajah Regan kini benar-benar datar tanpa ekspresi,bagaimana tidak rencananya bersama Jeck gagal kembali.


Regan pun kini mengacak-acak rambutnya sediri karena kesal.


" Rey,apa kau tidur lagi! " teriakan mama Nita yang mulai emosi karena Regan tak kunjung keluar.


" Iya.. iya..ma, Regan sudah jalan ini! " jawab Regan emosi.


" Baiklah, mama tunggu di lobby depan, " jawab mama Nita yang kini mulai meninggalkan kamar hotel yang di tempati Regan.


" Arrrggghhh...mereka tega sekali...! sabar jeck kita tunda dulu rencana kita. "


Karena runtuhnya pertahanan yang sudah Regan bangun dari tadi malam, ia pun kini harus pushup Liam puluh kali hanya untuk menidurkan Jeck yang dari tadi tidak sabar ingin keluar dari sarangnya.


_


_


_


_


Jeck : Tega banget lu thor,gue gak mau aneh-aneh,gue cuma mau ngluarin lava panas gue,kenapa enggak lu ACC sih thor..hiks😭


Author : Sabar Jeck, sabar, belum waktunya😏


Jeck : Lava gue udah mendidih thor,kapan mau lu kluarin 😬


Author : Tergantung amal ibadah lu 😜


Jeck : 😑


Author : 🤣🤣🤣🤣Fergusopun tertawa lepas 🤣🤣🤣🤣🤣


Regan : jangan main-main lu thor 😠


Author : 🤐